SURVEI TENTANG MINAT SISWA TERHADAP EKSTRAKURIKULER OLAHRAGA PADA SISWA SMA/SMK SE-KECAMATAN BAJAWA

Donbosko Lele1, Wiljiwianus Primus Wio Bei2, Ferdinandus Samri3,

1)Mahasiswa Program Studi PJKR, ,2,3) Dosen Program Studi PJKR

Program Studi PJKR,STKIP Citra Bakti

1)[email protected]

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat siswa terhadap kegiatan ekstrakurikuler olahraga pada siswa SMA/SMK se-Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatifdengan metode survei dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA/SMK se-Kecamatan Bajawa tahun ajaran 2018. Adapun sampel penelitian ini adalah siswa dari kelas X, XI SMA/SMK se-Kecamatan Bajawa yang berjumlah 1.250 siswa. Pemilihan sampel penelitian dilakukan teknik proporsional random sampling. Hasil penelitian diperoleh minat siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga di SMA/SMK se-Kecamatan Bajawa berdsarkan faktor instrinsik sebanyak 74% dan ekstrinsik sebanyak 45%, yang masuk dalam kategori tinggi dan sedang. dan berdasarkan hasil penelitian cabang ekstrakurikuler olahraga yang lebih dominan untuk minat siswa putra adalah sepak bola dengan prosentase 64%, dan untuk minat siswa putri yang lebih dominan adalah bola voli dengan prosentase 82%. Dengan demikian diharapkan pihak sekolah agar memperhatikan minat siswanya dalam mengikuti ekstrakurikuler olahraga.

 

Kata-kata kunci: Minat, Ekstrakurikuler Olahraga

 

 

 

 

Abstract

Thisstudy aims to determine students’ interest in sports extracurricular activities in High School/Vocational High School students in Bajawa district, Ngada district. the research design used in this study is qualitative descriptive with survey methods with data collection techniques using questionnaires. The population in this study were students of high school/vocational high school students in Bajawa sub-District in 2018. The sampleof this study were students from class X, XI High School/Vocational High School in Bajawa subdistrict totaling 1.250 student. The selection of research sample was done by proportional random sampling technique. the results of the study showed that students’ interest in sports extracurricular activities in High School/Vocational High School in Bajawa sub-district based on instrinsic as much as 74% and ekstrinsic as much as 45%, which included in the high and medium categories. and based on the research results of sports extracurricular branches that are more dominant for male students’ interests are football with a percentage of 64%, and for the interest of female students wo are more dominant is volleyball with a percentage of 82%. thus the school is expected to pay attention to students’ interest in participating in sports extracurricular activities

 

Keywords: interest, sports extracurriculer activity

PENDAHULUAN

Dewasa ini olahraga mendapat perhatian yang cukup besar baik untuk meningkatkan kualitas manusia dalam kesegaran jasmani maupun untuk meningkatkan prestasi. Salah satu tempat siswa melakukan aktivitas olahraga ialah di sekolah. Melakukan kegiatan olahraga di luar jam pelajaran sekolah yaitu dengan melakukan kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan olahraga di tanah air masih memerlukan perhatian dan pembinaan khusus, baik dalam usaha mencari bibit-bibit yang baru maupun usaha meningkatkan prestasi atlet. Olahraga tidak semata-mata dilakukan untuk mengisi waktu senggang ataupun hanya memanfaatkan fasilitas yang tersedia, namun lebih dari itu. (Utomo, 2011) menjelaskan bahwa ada empat tujuan dasar manusia melakukan olahraga yaitu, (1) melakukan olahraga untuk rekreasi, (2) melakukan olahraga untuk tujuan pendidikan, (3) olahraga untuk mencapai tingkat kesegaran jasmani tertentu, dan (4) olahraga untuk mencapai sasaran tertentu .

Upaya untuk menggapai prestasi yang baik, maka pembinaan harus dimulai dari usia dini. Untuk mencapai prestasi yang tinggi perlu proses dan pengelolaan kepelatihan secara ilmiah terhadap bibit-bibit atlet yang unggul pada usia-usia tertentu. Atlet muda berbakat dapat ditemukan di sekolah-sekolah SMA/SMK,, klub, para pemuda dan di kampung-kampung.

Pendidikan jasmani adalah kegiatan integral dari pendidikan secara keseluruhan yang mengutamakan aktivitas jasmani dan pembinaan hidup sehat untuk pertumbuhan dan perkembangan jasmani, mental, sosial, dan emosional yang selaras, serasi dan seimbang. Pendidikan jasmani merupakan pendidikan yang spesifik, yaitu dengan melakukan aktivitas jasmani yang dipilih dan direncanakan sehingga dapat mencapai satu tujuan yang kompleks dan dapat menunjukkan kualitas yang mempunyai arti penting dalam kehidupan pelajar.

Siswa SMA/SMK se-Kecamatan Bajawa di Kabupaten Ngada sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan dalam kategori remaja. Masa remaja adalah masa transisi seseorang dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Sifat kanak-kanak masih melekat pada dirinya dan pertimbangan kedewasaan belum sepenuhnya terbentuk secara matang, masa remaja dalam pertimbangannya masih mencari jati diri untuk membentuk karakter kepribadiannya. Remaja juga mencakup kematangan mental, emosional, sosial dan fisik.

Menurut Piaget, masa remaja adalah usia saat inividu berintegrasi dengan masyarakat dewasa usia saat anak tidak lagi merasa dibawah tingkat orang-orang yang lebih tua, melainkan berada didalam tingkat yang sama sekurang-kurangnya dalam masalah hak. Maka kegiatan positif yang dilakukan oleh remaja akan berpengaruh sangat besar bagi perkembangan kehidupan dimasa depan. Peran orang tua dalam aktifitas remaja juga sebagai tanggung jawab yang penting, peran sekolah perlu dilibatkan mengingat perilaku remaja yang cenderung lebih banyak ingin menuntaskan keingintahuan itu di luar rumah. Orang tua perlu menyadari potensi, bakat minat anak yang dimiliki mereka, serta memberikan dorongan moril dan sarana untuk membantu anak mereka mengembangkan potensi dan bakat yang ada. Orang tua dan sekolah merupakan dua unsur yang saling berkaitan, memiliki keterkaitan yang kuat satu sama lain, pengaruh orang tua sangat kuat terhadap perkembangan anaknya.

Peran guru dalam membangkitkan motivasi anak sangat penting dalam pertumbuhannya. Menurut Mc. Donald, motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya “feelling” dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Namun pada intinya bahwa motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terkadang beberapa sekolah mewajibkan setiap siswa-siswinya untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di luar jam sekolah guna memanfaatkan waktu yang dimiliki siswa dan menyalurkan bakat serta minatnya. Dalam hal berprestasi kebanyakan siswa yang aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler di luar jam sekolah memilki pretasi yang baik dibandingkan siswa yang tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di luar jam sekolah.

Pada masa inilah mereka mudah terpengaruh dengan hal-hal yang positif maupun negatif. Upaya yang dilakukan oleh pihak sekolah yaitu dengan memberikan waktu luang dengan kegiatan yang positif. Salah satu kegiatan tersebut adalah kegiatan ekstrakurikuler olahraga yang dilaksanakan di kedua sekolah ini. SMA/SMK se-Kecamatan Bajawa mempunyai beberapa kegiatan ekstrakurikuler olahraga seperti sepakbola, pencak silat, karate, basket, bola voli, dan masih banyak lagi. Semua siswa diperkenankan untuk mengikuti lebih dari salah satu cabang ekstrakurikuler olahraga. Hal tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan bakat anak dalam bidang olahraga.

Menurut Permendikbud Nomor 81A Tahun 2013, ekstrakurikuler adalah program kurikuler yang alokasi waktunya tidak ditetapkan dalam kurikulum. Ekstrakurikuler adalah kegiatan yang diselenggarakan di luar jam pelajaran sekolah yang tercantum dalam susunan program sesuai dengan keadaan dan kebutuhan sekolah. Ekstrakurikuler juga merupakan kegiatan untuk membantu memperlancar kegiatan individu siswa sebagai manusia seutuhnya. Sedangkan menurut Petunjuk Pelaksanaan Kurikulum Tahun 1994, ekstrakurikuler olahraga adalah suatu kegiatan yang dilakukan di luar jam sekolah yang bertujuan untuk memperluas wawasan siswa.

Kegiatan ekstrakurikuler yang banyak diminati oleh siswa SMA/SMK adalah ekstrakurikuler olahraga karena kegiatan ini dilakukan di luar jam pelajaran sekolah yang berguna untuk meningkatkan kualitas kesegaran jasmani siswa. Olahraga menuntut remaja bergerak dinamis dan perilaku fisik yang bagus untuk melakukannya. Selain itu, olahraga pun berperan dalam penanaman nilai-nilai serta memperluas wawasan atau kemampuan olahraga.

Minat diartikan sebagai suatu rasa lebih suka dan ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat adalah suatu perangkat mental yang terdiri dari campuran-campuran perasaan, harapan, pendidikan, rasa takut atau kecenderungan-kecenderungan lain yang mengarahkan individu kepada suatu pilihan tertentu. Menurut Rumini (dalam Utomo, 2011), faktor-faktor yang mempengaruhi minat adalah faktor instrinstik dan faktor ekstrinstik. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi tumbuh kembangnya minat, yaitu, (1) motivasi dan cita-cita, (2) sikap terhadap suatu objek, (3) keluarga, (4) fasilitas, (5) teman sebaya.

Untuk mencapai tujuan, pihak sekolah pengurus ekstrakurikuler dituntut untuk dapat mengelola segala yang berkaitan dengan minat siswa dalam mengikuti ekstrakurikuler khususnya ekstrakurikuler olahraga. Kebanyakan menganggap program ekstrakurikuler adalah sebuah pengisi waktu luang guna menyegarkan dan menyehatkan tubuh. Hal tersebut dianggap kurang tepat karena dengan mengikuti ekstakurikuler olahraga, tubuh menjadi sehat dan memperluas wawasan tentang olahraga.

Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian yang berjudul “Survei Tentang Minat Siswa Terhadap Ekstrakurikuler Olahraga pada Siswa SMA/SMK, se-Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, Tahun 2018”.

KAJIAN LITERATUR

Pengertian Minat

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, minat adalah kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan besar terhadap sesuatu. Sedangkan Slameto (1995:180), mengemukakan bahwa minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktifitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat merupakan sumber motivasi yang mendorong orang untuk melakukan apa yang mereka inginkan. Mereka melihat bahwa sesuatu akan menguntungkan, mereka merasa berminat, dan mendatangkan kepuasan. Apabila kepuasan berkurang minat pun berkurang. Kesenangan merupakan minat yang sementara. Minat juga dapat berubah menjadi sebuah bakat yang dapat dikembangkan dengan adanya motivasi dan dorongan dari orang-orang disekitanya dan guru di sekolah, juga perlu adanya sarana dan prasarana yang mendukung untuk dapat mengingkatkan kemampuan minatnya menjadi bakat berprestasi.

Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa minat adalah ketertarikan pada suatu hal atau aktifitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat adalah fungsi kejiwaan untuk merasakan ketertarikan pada suatu objek baik berupa suatu benda atau hal lainya. Rasa tertarik pada suatu objek tersebut merupakan suatu ketertarikan dari objek yang disebabkan unsur-unsut tertentu yang terdapat pada objek minat, dengan kata lainya minat sambutan yang sadar, didasari oleh perasaan positif, nantinya akan menimbulkan suatu perasaan yang positif pula.

Pintrich dan Schunk (dalam Suffa, 2015) menyebutkan aspek-aspek minat adalah sebagai berikut.

  • Sikap umum terhadap aktivitas (general attitude toward the activity) sikap umum disini maksudnya adalah sikap yang dimiliki oleh individu, yaitu perasaan suka atau tidak suka terhadap aktivitas.
  • Pilihan spesifik untuk menyukai aktivitas (spesific preference for or liking the activity). Individu akan memutuskan pilihannya untuk menyukai aktivitas tersebut.
  • Merasa senang dengan aktivitas (enjoyment of the activity), yaitu perasaan senang individu terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan aktivitasnya.
  • Aktivitas tersebut mempunyai arti atau penting bagi individu (personel importance or significance of the activity to the individual) individu merasa bahwa aktivitas yang dilakukannya sangat berarti.
  • Adanya minat intrisik dalam isi aktivitas (instrinsic interest in the content of activity). Dalam aktivitas tersebut terdapat perasaan yang menyenangkan.
  • Berpartisipasi dalam aktivitas (reported choise of or participation in the activity). Individu akan berpartisipasi dalam aktivitas itu karena menyukainya.

Ciri-ciri minat menurut Hurlock (1999 : 115) adalah :

  • Minat tumbuh bersama dengan perkembangan fisik dan mental. Minat juga berubah selama terjadi perubahan fisik dan mental, contohnya perubahan minat karena perubahan usia.
  • Minat bergantung pada kesiapan belajar. Kesiapan belajar merupakan salah satu faktor penyebab meningkatnya minat. Seseorang tidak akan mempunyai minat sebelum mereka siap secara fisik maupun mental.
  • Minat bergabung pada kesiapan belajar. Minat anak-anak maupun dewasa bergantung pada kesempatan belajar yang ada, sebagian anak kecil lingkungannya terbatas pada rumah, maka minat mereka tumbuh dirumah. Dengan pertumbuhan dilingkungan sosial mereka menjadi tertarik pada minat orang di luar rumah yang mereka kenal.
  • Perkembangan minat mungkin terbatas. Hal ini disebabkan oleh keadaan fisik yang tidak memungkinkan. Seseorang yang cacat fisik tidak memiliki minat yang sama pada olahraga seperti teman sebayanya yang normal. Perkembangan minat juga dibatasi oleh pengalaman sosial yang terbatas.
  • Minat dipengaruhi pengaruh budaya. Kemungkinan minat akan lemah jika diberi kesempatan untuk menekuni minat yang dianggap tidak sesuai oleh kelompok budaya mereka.
  • Minat berbobot emosional. Minat berhubungan dengan perasaan, bila suatu objek dihayati sebagai sesuatu yang sangat berharga, maka timbur perasaan senang yang akhirnya diminatinya. Bobot emosional menentukan kekuatan minat tersebut, bobot emosional yang tidak menyenangkan melemahkan minat dan sebaliknya, bobot emosional yang menyenangkan menguatkan minat.
  • Minat itu egosentris. Minat berbobot egosentris jika seseorang terhadap sesuatu baik manusia maupun barang mempunyai kecenderungan untuk memilikinya.

Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Minat

Minat yang timbul dalam diri seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor, baik faktor yang berasal dari dalam diri individu itu sendiri (faktor intrinsik) maupun faktor yang datang dari luar (faktor ekstrinsik). Crow and Crou yang dikutip oleh Prasetya (1999:1) menyatakan, “ada 3 faktor yang mendasari timbulnya minat yaitu faktor dorongan dari dalam, faktor motif sosial dan faktor emosional”. Super and Criter yang dikutip oleh griatama (1992:70-72), mengatakan bahwa, “minat itu dipengaruhi oleh banyak faktor seperti pekerjaan, status sosial ekonomi, bakat, umur, jenis kelamin, pengalaman, kepribadian dan lingkungan” Gunarsa (1980:68) yang mengatakan bahwa “minat dapat dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu faktor dari dalam (instrinsik) seperti rasa senang, perhatian dan persepsi, sedangkan faktor dari luar (ekstrinsik) seperti, lingkungan sistem pengajaran.

Pengertian Ekstrakurikuler

Ekstrakulikuler adalah kegiatan yang diselenggarakan di luar jam pelajaran yang tercantum dalam susunan progam sesuai dengan keadaan dan kebutuhan sekolah (Wahdjosoemidjo, 2002:215). selanjutnya menurut Wio Bei (2017: 204) menyatakan bakwa ekstrakurikuler adalah kegiatan di luar kurikulum yang dapat menambah pengetahuan keterampilan siswa. oleh karena itu, ekstrakurikuler pada dasarnya adalah aktifitas penunjang dan sarana untuk mengembangkan bakat dan minat. Sedangkan menurut Daryanto (1996:68) Ekstrakulikuler adalah kegiatan untuk membantu mempelancar perkembangan individu murid sebagai manusia seutuhnya. Dalam Kamus Kata-Kata Serapan Asing dalam Bahasa Indonesia, Ekstrakulikuler mengandung arti berada di luar progam yang tertulis tentang beberapa mata pelajaran tambahan.Efektivitas kegiatan ekstrakurikuler seringkali ditentukan oleh ketiga faktor berikut. Kondisifisikologis; seperti kesehatan siswa atau keadaan fisik peserta kegiatan ekstrakurikuler bidang keolahragaan harus prima dan tidak cacat jasmani. Kondisipsikologis; dalam diri siswa atau peserta kegiatan ekstrakurikuler harus memiliki bakat dan minat, sebab bakat dan minat yang rendah hasilnya akan berbeda dengan anak atau siswa yang memiliki minat dan bakat yang tinggi. Faktor psikologis ini meliputi: minat, kecerdasan, bakat, motivasi dan kemampuan–kemampuan psikomotor,dan ketiga Faktor environmental(yakni faktor lingkungan), baik itu lingkungan fisik atau alami maupun lingkungan sosial. Lingkungan fisik/alami termasuk didalamnya keadaan suhu, kelembaban dan kepengapan udara, ketersediaan sarana dan prasarana olahraga. Sedangkan lingkungan sosial berwujud manusia atau hal hal lain(Samri; 2016 : 98).

Menurut penjelasan dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1995: 3) dijelaskan bahwa, kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilaksanakan di luar jam pelajaran yang tercantum dalam susunan program sesuai dengan keadaan dan kebutuhan sekolah. Kegiatan ekstrakurikuler dapat berbentuk pengayaan dan perbaikan yang berkaitan dengan program kurikuler. Batasan ekstrakurikuler ini lebih menekankan pada upaya pencapaian program kurikuler melalui program pengayaan dan perbaikan yang sesuai dengan keadaan dan kebutuhan sekolah, dan dirancang secara khusus agar sesuai dengan minat dan bakat siswa.

Ekstrakurikuler Olahraga

Departemen Pendidikan dan kebudayaan (1995:41) menjelaskan bentuk bentuk kegiatan yang tergolong ekstrakurikuler adalah sebagai berikut: (1) Lomba Penelitian Ilmiah Remaja (LPIR), (2) pramuka, (3) PMR, (4) koperasi sekolah, (5) olahraga prestasi atau rekreasi, (6) cinta alam dan lingkungan hidup, (7) kegiatan bakti sosial, (8) peringatan hari-hari besar, (9) jurnalistik, (10) Patroli Keamanan Sekolah (PKS). Olahraga merupakan kegiatan manusia yang wajar sesuai dengan kodrat ilahi untuk mendorong, mengembangkan badan, membina potensi fisik, mental, dan rohaniah manusia demi kebahagiaan dan kesejahteraan pribadi, dan masyarakat (Natera, 1991:2).

Tujuan Kegiatan Ekstrakurikuler

Beberapa tujuan yang ingin dicapai melalui kegiatan ekstrakurikuler yang diselenggarakan di sekolah (Hernawan, 2003) antara lain sebagai berikut: (1) memperluas, memperdalam pengetahuan dan kemampuan atau kompetisi yang relevan dengan program kurikuler, (2) memberikan hubungan antara mata pelajaran, (3) menyalurkan bakat dan minat siswa, (4) mendekatkan pengetahuan yang diperoleh dengan kebutuhan dan tutunan masyarakat atau lingkungan, dan (5) melengkapi upaya pembinaan manusia seutuhnya.

Kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan di sekolah juga diharapkan dapat memperkaya dan menambah wawasan pengetahuan siswa serta dapat mempertajam kompetensi siswa terhadap materi yang ada di dalam program kurikuler.

Kegiatan ekstrakurikuler pada satuan pendidikan dikembangkan dengan beberapa prinsip, yaitu: (1) individual, yaitu prinsip kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai dengan potensi, bakat dan minat peserta didik masing-masing, (2) pilihan, yaitu prinsip kegiatan ekstrakurikuler sesuai dengan keinginan dan diikuti secara sukarela oleh peserta didik, (3) keterlibatan aktif, yaitu prinsip kegiatan ekstrakurikuler yang menuntut keikutsertaan peserta didik secara penuh, (4) menyenangkan, yaitu prinsip kegiatan ekstrakurikuler dalam suasana yang suka dan menggembirakan peserta didik, (5) etos kerja, yaitu prinsip kegiatan ekstrakurikuler yang membangun semangat peserta didik untuk bekerja dengan baik dan berhasil. (6) Kemanfaatan sosial, yaitu prinsip kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat.

Kegiatan ekstrakurikuler olahraga terdiri dari berbagai bentuk, antara lain sebagai berikut :

  • Krida, meliputi kepramukaan, Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS), Palang Merah Remaja (PMR), Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA).
  • Karya ilmiah, meliputi Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR), kegiatan penguasaan keilmuan, kemampuan akademik, dan penelitian.
  • Latihan atau lomba keberbakatan atau prestasi, meliputi pengembangan bakat olahraga, seni dan budaya, cinta alam, jurnalistik, teater, keagamaan.
  • Seminar, lokakarya, dan pameran atau bazar, dengan subtansi antara lain karir, perlindungan, kesehatan, perlindungan HAM, keagamaan, dan seni budaya.

Olahraga adalah suatu bentuk aktivitas fisik yang terencana dan terstruktur yang melibatkan gerakan tubuh berulang-ulang dan ditujukan untuk meningkatkan kebugaran jasmani. Kesehatan olahraga adalah upaya kesehatan yang memanfaatkan olahraga untuk meningkatkan derajat kesehatan. Olahraga merupakan sebagian kebutuhan pokok dalam kehidupan sehari-hari karena dapat meningkatkan kebugaran yang diperlukan dalam melakukan tugasnya.

METODE PENELITIAN

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan cara angket. Penelitian survei adalah penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok (Singarimbun 1995:3). Penelitian survei dapat digunakan untuk: (1) penjajagan, (2) deskriptif, (3) penjelasan, (4) prediksi, (5) penelitian, operasional, dan (6) pengembangan indikator-indikator sosial.

Populasi dalam penelitian ini diambil dalam ekstrakurikuler siswa putra dan putri di SMA/ SMK se-Kecamatan Bajawa 1.250 orang dan sampel dalam penelitian ini diambil menggunakan teknik proporsional random sampling yaitu sebanyak 625 dari 4 Sekolah SMA/SMK se-Kecamatan Bajawa Kabupaten Ngada

Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan adalahteknik wawancara, Kuisioner/angket dan observasi. Angket digunakan untuk memperoleh data minat siswa,wawancara untuk mendapatkan informasi dari guru olahraga dari masing-masing sekolah se-kecamatan bajawa dan observasi untuk mengamati pelaksanaankegiatanekstrakurikulerolahraga yaitu sepak bola, bola voli, basket, tenis meja dan bulu tangkis. Data yang telah diperoleh dilakukan uji instrumen yaitu uji validitas dan uji reliabilitas.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei, sehingga dalam penelitian ini tidak memerlukan hipotesis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui minat siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga se-Kecamatan Bajawa. (Faktor-faktor dalam minat siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga se-Kecamatan Bajawa adalah instrinsik, ekstrinsikdan minat siswa berdasarkan cabang olahraganya yaitu: sepakbola, bola voli, tenis meja, bulu tangkis dan lainnya). Berikut ini akan dideskripsikan secara keseluruhan maupun deskripsi berdasarkan fungsi yang menjadi dasar survei minat siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga se-Kecamatan Bajawa.

Survei minat siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga se-Kecamatan Bajawa secara keseluruhan diukur dengan menggunakan angket yang terdiri dari 32 pernyataan. Hasil penelitian dari 625 responden yang terdiri dari 376 siswa putra dan 249 siswa putri yang selanjutnya di masukan dalam tabel penilaian.(terlampir)

Paparan Hasil Penelitian Minat EkstrakurikulerInstrinsik dan Ekstrinsik

Berikut ini akan dideskripsikan data mengenai masing–masing indikator yang mendasari minat siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga di SMA/SMK Se-kecamatan Bajawa dan minat siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga dalam cabang sepak bola, bola voli, basket, tenis meja, dan bulu tangkis dan olahraga lainnya.

  1. Instrinsik

Instrinsik atau minat yang berasal dari diri seseorang merupakan salah satu faktor yang terdapat dalam survei minat siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga di SMA/SMK Se-Kecamatan Bajawa. Pada penelitian ini, faktor instrinsik terdiri dari 3 indikator yaitu perasaan senang, aktivitas dan perhatian. Dalam penelitian ini faktor instrinsik dijabarkan dalam 17 item pernyataan yang telah dinyatakan valid dan layak digunakan sebagai instrumen penelitian survei minat siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga di SMA/SMK Se-Kecamatan Bajawa. Hasil penelitian diperoleh dari keseluruhan responden berdasarkan faktor intrinsik adalah sebagi berikut :

Tabel 4.1. Distribusi Survei Minat Siswa Dalam Mengikuti Kegiatan Ekstrakurikuler Olahraga di SMA/SMK se-Kecamatan Bajawa berdasarkan instrinsik

No Kategori Rumus F Prosentase
1 Sangat Tinggi X>12,33 463 74%
2 Tinggi 10,00≤ X ≤ 12,33 121 19%
3 Rendah 8,33≤ X ≤ 9,00 27 4%
4 Sangat rendah X < 8,33 14 3%
Jumlah 625 100%
     

 

Dari tabel di atas diperoleh survei minat siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga di SMA/SMK se-Kecamatan Bajawa sebanyak 463 siswa (74%) memiliki minat ekstrakurikuler olahraga dalam kategori sangat tinggi, 121 siswa (19%) memiliki minat ektrakurikuler olahraga dalam kategori tinggi, 27 siswa (4%) dalam kategori rendah dan sebanyak 14 siswa (3%) memiliki minat ekstrakurikuler sangat rendah. Frekuensi terbanyak sebesar 74% yaitu pada kategori tinggi, maka minat siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga SMA/SMK se-Kecamatan Bajawa berdasarkan faktor instrinsik adalah dalam kategori tinggi. .

  1. Ekstrinsik

Ekstrinsik atau minat yang berasal dari luar adalah salah satu faktor yang terdapat dalam survei minat siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga di Sekolah SMA/SMK se-Kecamatan Bajawa. Pada penelitian ini, faktor ekstrinsik terdiri dari 4 indikator yaitu perasaan guru/pelatih, keluarga, fasilitas dan lingkungan. Dalam penelitian ini faktor ekstrinsik dijabarkan dalam 15 item pernyataan yang telah dinyatakan valid dan layak digunakan sebagai instrumen penelitian survei minat siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga di Sekolah SMA/SMK se-Kecamatan Bajawa. Hasil penelitian diperoleh dari keseluruhan responden berdasarkan data ekstrinsik adalah sebagai berikut.

 

 

Tabel 4.2 Distribusi Survei Minat Siswa dalam Mengikuti Kegiatan Ekstrakurikuler Olahraga di SMA/SMK se-kecamatan Bajawa berdasarkan Ekstrinsik

No Kategori Rumus F Prosentase
1 Sangat Tinggi X>10.0 281 45%
2 Tinggi 7,5 ≤ X ≤ 10,0 227 37%
3 Rendah 5,0≤ X ≤ 6,5 64 10%
4 Sangat rendah X < 5,0 53 8%
Jumlah 625 100%
     

 

Dari tabel di atas diperoleh survei minat siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga di SMA/SMK se-kecamatan Bajawa sebanyak 281 siswa (45%) memiliki minat ekstrakurikuler olahraga dalam kategori sangat tinggi, sebanyak 227 siswa (37%) memiliki minat ektrakurikuler olahraga dalam kategori tinggi, 64 siswa (10%) kategori rendah dan 53 siswa (8%) dalam kategori sangat rendah. Frekuensi terbanyak sebesar 45% yaitu pada kategori sedang. Maka, minat siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga di SMA/SMK se-Kecamatan Bajawa berdasarkan faktor ekstrinsik adalah dalam kategori sedang.

Paparan Hasil Penelitian Minat Ekstrakurikuler Berdasarkan Jenis Kelamin

Berikut ini akan dijelaskan minat siswa dalam mengikuti kegiatan ektrakurikuler olahraga SMA/SMK se-Kecamatan Bajawa berdasarkan jenis kelamin.

  1. Minat Siswa Putra SMA/SMK Se-Kecamatan Bajawa

Tabel 4.3 Minat Siswa Putra SMA/SMK se- Kecamatan Bajawa Terhadap Ekstrakurikuler Olahraga

No Eksetrakurikuler

Olahraga

Total
F %
1 Sepak bola 243 65%
2 Bola voli 113 30%
3 Tenis Meja 7 2%
4 Basket 6 2%
5 Bulu Tangkis 2 0%
6 Lain-Lain 5 1%
Jumlah seluruh 376 100%
     

Berdasarkan hasil analisis prosentase minat siswa putra SMA/SMK se-Kecamatan Bajawa terhadap ekstrakurikuler olahraga Sepak bola sebanyak 243 siswa (65%), Bola voli sebanyak 113 siswa (30%), Tenis meja 7 siswa (2%), Basket sebanyak 6 siswa (2%), Bulu tangkis sebanyak 2 siswa (0%) dan kegiatan ekstrakurikuler olahraga lainnya sebanyak 5 siswa (1%). Maka minat siswa putra dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga di SMA/SMK se-Kecamatan Bajawa yang lebih dominan adalah ekstrakurikuler olahraga sepak bola dengan prosentase 243 siswa (65%) masuk dalam kategori tinggi dari total sampel 376 siswa. Apabila digambarkan dalam bentuk diagram batang adalah sebagai berikut.

 

Gambar 4.3 Histogram Survei Minat Putra dalam Mengikuti Kegiatan Ekstrakurikuler Olahraga di SMA/SMK se-kecamatan Bajawa terhadap Ekstrakurikuler olahaga

 

  1. Minat Siswa Putri SMA/SMK se-Kecamatan Bajawa

Tabel 4.4 Minat Siswa Putri SMA/SMK se- Kecamatan Bajawa Terhadap Ekstrakurikuler Olahraga

No Eksetrakurikuler

Olahraga

Total
F %
1 Sepak bola 0 0%
2 Bola voli 203 82%
3 Tenis Meja 10 4%
4 Basket 8 3%
5 Bulu Tangkis 10 4%
6 Lain-Lain 18 7%
Jumlah 249 100%

Berdasarkan hasil analisis prosentase minat siswa putri SMA/SMK se-Kecamatan bajawa terhadap ekstrakurikuler olahraga Sepakbola sebanyak 0 siswa (0%), Bolavoli sebanyak 203 siswa (82%), Tenis meja sebanyak 10 siswa (4%), Basket sebanyak 8 siswa (3%), Bulu tangkis yang berjumlah 10 siswa (4%) dan kegiatan ekstrakurikuler olahraga lainnya dengan jumlah 18 siswa (7%). Maka minat siswa putri dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga di SMA/SMK se-Kecamatan Bajawa yang lebih dominan adalah ekstrakurikuler olahraga bolavoli dengan prosentase 203 siswa (82%) masuk dalam kategori sangat tinggi dari total sampel 249 siswa. Apabila digambarkan dalam bentuk diagram batang adalah sebagai berikut.

 

Gambar 4.4 Histogram Survei Minat Putri dalam Mengikuti Kegiatan Ekstrakurikuler Olahraga di SMA/SMK se-kecamatan Bajawa terhadap ekstrakurikuler olahaga

Paparan Hasil Minat Siswa Ekstrakurikuler Berdasarkan Cabang Olahraga

Berikut ini akan dijelaskan minat siswa dalam mengikuti kegiatan ektrakurikuler olahraga SMA/SMK se-Kecamatan Bajawa berdasarkan jenis cabang olahraga.

Tabel 4.5 Hasil minat siswa berdasarkan cabang olahraga

No Cabang olahraga Total
F %
1 Sepakbola 243 39%
2 Bolavoli 316 51%
3 Tenis meja 17 3%
4 Basket 14 2%
5 Bulu tangkis 12 2%
6 Lainnya 23 4%
Jumlah 625 100%

Dari tabel di atas diperoleh survei minat siswa berdasarkan ekstrakurikuler cabang olahraga sebanyak 243 siswa (39%) memilih sepakbola, sebanyak 316 siswa (51%) memilih bolavoli, sebanyak 17 siswa (3%) memilih tenis meja, sebanyak 14 siswa (2%) memilih basket, sebanyak 12 siswa (2%) memilih bulu tangkis dan siswa yang memilih ekstrakurikuler cabang olahraga lainnya sebanyak 23 siswa (4%). maka kesimpulannya minat siswa terhadap ekstrakurikuler berdasarkan cabang olahraga se-kecamatan dalam kategori sedang dengan jumlah responden 625 orang dan prosentase tertinggi 51 %. Apabila digambarkan dalam bentuk diagram batang adalah sebagai berikut.

 

 

 

 

Gambar 4.5 Histogram Survei Minat siswa putra dan putri berdasarkan cabang olahraga

Pembahasan

Penelitian survei tentang minat siswa terhadap ekstrakurikuler olahraga ini meneliti tentang kecenderungan atau keinginan siswa yang dipengaruhi oleh faktor instrinsik yang meliputi, perhatian, perasaan senang, dan aktivitas maupun faktor ekstrinsik pelatih, fasilitas, keluarga, dan lingkungan. Dengan minat yang tinggi siswa akan terdorong untuk bekerja mencapai sasaran dan tujuan karena yakin dan kesadarannya akan kebaikan, kepentingan, dan manfaatnya. Bagi siswa, minat ini sangat penting karena dapat menggerakkan perilaku siswa ke arah positif sehingga mampu menghadapi segala tuntunan, kesulitan serta menanggung resiko dalam studinya. Minat dapat menentukan baik tidaknya dalam mencapai tujuan sehingga semakin besar minat semakin besar kesuksesan belajarnya. Minat sebagai faktor batin berfungsi menimbulkan, mendasari dan mengarahkan perbuatan belajar. Seorang yang besar minatnya akan giat berusaha, tampak gigih, tidak mau menyerah serta giat mengikuti pembelajaran.

Dari hasil analisis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa minat siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga di SMA/SMK se-Kecamatan Bajawa. Untuk pembahasan bagi tiap-tiap faktor yang terkait dengan survei minat siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga di SMA/SMK se-kecamatan Bajawa yaitu instrinsik dan ekstrinsik dan pembahasan berkaitan dengan minat siswa yang lebih dominan dalam cabang olahraga berikut penjabarannya :

Instrinsik

Survei minat siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga di SMA/SMK se-Kecamatan Bajawa berdasarkan faktor instrinsik memperoleh kategori tinggi atau sebesar 74%. Instrinsik adalah minat yang berasal dari dalam diri seseorang. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi atau mendorong minat siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga, yaitu perhatian, perasaan senang dan aktivitas.

Berdasarkan data yang diperoleh, dalam faktor instrinsik masuk dalam katagori tinggi. Hal ini berarti minat instrinsik siswa SMA/SMK se-Kecamatan Bajawa dalam kategori tinggi. Beberapa siswa SMA/SMK se-Kecamatan Bajawa dipengaruhi oleh faktor aktifitas dalam menjalani ekstrakurikuler olahraga sangat serius dalam mempraktekkan gerakan maupun saat melakukan latihan.

Rasa perhatian yang terdapat pada siswa yang mengikuti ekstrakurikuler olahraga di SMA/SMK se-Kecamatan Bajawa dalam kategori kurang. Dengan ini berarti siswa SMA/SMK se-kecamatan Bajawa mempunyai minat yang cukup dalam menjalani ekstrakurikuler olahraga untuk meraih prestasi. Perasaan senang dalam menjalani ekstrakurikuler olahraga pada siswa SMA/SMK se-Kecamatan Bajawa belum memuaskan. Selain itu, Dari hasil di atas dapat disimpulkan bahwa siswa SMA/SMK se-Kecamatan Bajawa dipengaruhi oleh faktor fasilitas kemungkinan besar siswa mengikuti kegiatan ekstrakuriker olahraga dilihat dari fasilitas/SARPRAS yang ada. Dimana faktor dari dalam siswa sangatlah besar dalam mengikuti ekstrakurikuler olahraga dan melakukan aktivitas olahraga dengan rasa tertarik terhadap olahraga.

Ekstrinsik

Survei minat siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga di SMA/SMK se-Kecamatan Bajawa berdasarkan faktor ekstrinsik memperoleh kategori tinggi atau sebesar 45%masuk dalam kategori kurang. Di mana faktor dari luar sangatlah mendukung minat siswa dalam menjalani ekstrakurikuler olahraga. Siswa sangatlah senang dalam menjalani ekstrakurikuler karena dimana fasilitas olahraga di sekolah sangatlah mendukung. Selain itu peran pelatih dalam menjelaskan strategi dalam olahraga sangatlah jelas, sehingga minat siswa dalam menjalani ekstrakurikuler olahraga cukuplah tinggi. Dalam penelitian ini peran orang tua atau keluarga juga mempengaruhi besarnya minat siswa dalam mengikuti ekstrakurikuler olahraga, karena dorongan orang tua dan fasilitas yang telah diberikan kepada siswa membuat minat siswa semakin tinggi terhadap ekstrakurikuler olahraga. Dalam hal ini, faktor ekstrinsik memperoleh kategori tinggi. Hal ini membuktikan bahwa siswa sangatlah senang akan fasilitas yang diberikan oleh sekolah, pelatih yang berpengalaman dan dorongan oleh keluarga.

Berdasarkan uraian di atas faktor instrinsik dan ekstrinsik memperoleh kategori tinggi dan sedang dengan prosentase 74% dan 45% dari 625 siswa SMA/SMK se-Kecamatan Bajawa Kabupaten Ngada

Minat Siswa Putra TerhadapEkstrakurikuler Olahraga Sepak bola, Bola voli, Basket, Teni Meja, Bulu Tangkis dan lainnya

Adapun deskripsi hasil penelitian yang telah dilakukan maka didapat hasil sebagai berikut: rata-rata minat siswa putra dalam mengikuti ekstrakurikuler olahraga Sepak bola 0,65 (65%), Bola voli 0,30 (30%), Basket 0,02 (2%), Tenis Meja 0,02 (2%), Bulu Tangkis 0,00 (0%) Dan Lainnya 0,01 (1%). dengan tingkat porsentase terbesar adalah sepak bola sebesar 65% masuk dalam kategori tinggi.

Minat Siswi Putri terhadap Ekstrakurikuler Olahraga Sepak bola, Bola voli, Basket, Teni Meja, Bulu Tangkis dan lainnya

Adapun deskripsi hasil penelitian yang telah dilakukan maka didapat hasil sebagai berikut: rata-rata minat siswa putri dalam mengikuti ekstrakurikuler olahraga Sepak bola 0,00 (0%), Bola voli 0,82 (82%), Basket 0,04 (4%), Tenis Meja 0,03 (3%), Bulu Tangkis 0,04 (4%) Dan Lainnya 0,07 (7%). dengan tingkat persentase terbesar adalah Bola voli sebesar 82% maka, masuk dalam kategori sangat tinggi.

Berdasarkan uraian di atas kegiatan ekstrakurikuler olahraga siswa putra dan putri se-Kecamatan Bajawa memperoleh kategori tinggi dan sedang dengan prosentase 74% dan 45% dari 625 siswa. maka minat siswa putra dan putri dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga di SMA/SMK se-Kecamatan Bajawa Kabupaten Ngada terhadap kegiatan ekstrakurikuler olahraga sepak bola, bola voli, tenis meja, basket, bulu tangkis dan lainya untuk siswa putri yang lebih dominan adalah bola voli dengan prosentase 82% dan untuk putra yang lebih dominan adalah sepak bola dengan prosentase 65%. Dengan demikian diharapkan pihak sekolah agar memperhatikan minat siswanya dalam mengikuti ekstrakurikuler olahraga

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian maka diperoleh minat siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga di SMA/SMK se-Kecamatan Bajawa dilihat dari faktor instrinsik yaitu sebanyak 463 siswa (74%) memiliki minat ekstrakurikuler olahraga dalam kategori sangat tinggi, 121 siswa (19%) memiliki minat ektrakurikuler olahraga dalam kategori tinggi, 27 siswa (4%) dalam kategori rendah dan sebanyak 14 siswa (3%) memiliki minat ekstrakurikuler sangat rendah. Frekuensi terbanyak sebesar 74% yaitu pada kategori tinggi, maka minat siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga SMA/SMK se-Kecamatan Bajawa berdasarkan faktor instrinsik adalah dalam kategori tinggi. dan dilihat dari faktor ekstrinsik sebanyak 281 siswa (45%) memiliki minat ekstrakurikuler olahraga dalam kategori sangat tinggi, sebanyak 227 siswa (37%) memiliki minat ektrakurikuler olahraga dalam kategori tinggi, 64 siswa (10%) kategori rendah dan 53 siswa (8%) dalam kategori sangat rendah. Frekuensi terbanyak sebesar 45% yaitu pada kategori sedang. Maka, minat siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga di SMA/SMK se-Kecamatan Bajawa berdasarkan faktor ekstrinsik adalah dalam kategori sedang. Sedangkan minat siswa peserta ekstrakurikuler olahraga kecabangan yang lebih dominan adalah bola voli untuk siswa putri dan sepak bola untuk putra dengan prosentase 82% dan 65% yang masuk dalam kategori sangat tinggi dan tinggi.

Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang diperoleh maka disarankan sebagai berikut:

  • Bagi Kepala Sekolah SMA/SMK se-Kecamatan Bajawa untuk memberi dukungan dengan meningkatkan fasilitas atau sarana dan prasarananya .
  • Bagi guru hendaknya memperhatikan minat siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga.
  • Bagi siswa hendaknya lebih memahami akan kontribusi minat terhadap sesuatu yang akan dicapai dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga.

DAFTAR PUSTAKA

Amanto, H. dan Daryanto, 2006. Ilmu Bahan. Jakarta : Bumi Aksara.

Adi Sasmito Utomo. 2011.Survei Minat Siswa Dalam Mengikuti Kegiatan Ekstrakurikukler Olahraga di SMPN 2 Tuntang Kabupaten Semarang Tahun 2011, Skripsi. Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi. Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Semarang. http://lib.unnes.ac.id/5805/1/7562.pdfDiakses 08/04/18

Daryanto, G. S. 1996. Teori Motivasi dan Aplikasinya. Jakarta : Rineka Cipta.

Elisabet, Hurlock. 1999. Psikologi Perkembangan Anak. Jakarta Erlangga.

Harsuki, Hernawan. 2003. Perkembangan Olahraga Terkini Kajian Para Pakar. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.

Natera.1991.Cara Belajar Aktif. Jakarta : Bumi Aksara

Nana Syaodih, S. 2008. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

Pintrich, P. & Schunk, D. (1996). Motivation in Education : Theory, Research Applications, Ch. 3. Englewood Cliffs, NJ : Prentice-Hall.

Suffa, F. Y. 2015. Survey Minat Siswa SMP dan Sederajat Terhadap Ekstrakurikuler Olahraga Sekecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan Tahun 2015. http://lib.unnes.ac.id/21717/1/6101411030-s.pdf diakses: 08/04/18

Singarimbun, Masri. 1995. Metode Penelitian Survei. IKIP Semarang Press.

Samri, Ferdinandus. (2018). Modul Pendidikan Karakter STKIP Citra Bakti Ngada

Slameto. 1995. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta : Rineka Cipta.

Sugiyono. 2010. Statistik Untuk Penelitian. Bandung : Alfabeta.

Singgih D. Gunarsa. (1978). Pengantar Psikologi. Jakarta : Mutiara.

Wahdjosoemidja, 2002. Kepemimpinan dan Motivasi. Jakarta : Ghalia Indonesia.

Wio Bei. 2017Jurnal Pembelajaran Olahraga STKIP Citra Bakti Ngada

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *