Fransiskus Maki1, Nikodemus Bate2, Wiljiwianus Primus Wio Bei3
1)Mahasiswa Program Studi PJKR 2,3) Dosen STKIP Citra Bakti
Program Studi PJKR, STKIP Citra Bakti
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bentuk latihan knee tuck jump terhadap kemampuan long pass pada siswa ekstrakurikuler sepakbola SMAN 2 Elar Wukir. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian The Static-Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa ekstrakurikuler sepakbola SMA Negeri 2 Elar Wukir. Sampel penelitian adalah seluruh siswa putra kelas ekstrakurikuler sepakbola SMA Negeri 2 Elar Wukir yang berjumlah 30 orang dan terdiri atas dua kelas yang setara masing –masing 15 orang untuk kelompok eksperimen dan 15 orang untuk kelompok kontrol. yang di ambil dengan teknik random sampling terhadap kelas. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik tes melakukan long pass (menendang lambung) dengan 10 kali pengulangan. Data dianalisis dengan pengajuan analisis Varian dan rata – rata dengan menggunakan rumus uji t secara manual dengan uji-t untuk menguji hipotesis penelitian. Hasil uji hipotesis menunjukan bahwa latihan knee tuck jump berpengaruh terhadap kemampuan long pass. Hal ini dibuktikan dengan hasil perolehan t hitung = 25,451, nilai t tabel pada α= 0,05; dk=n-2 (30-2=28) diperoleh harga sebesar 2,048 dengan demikian t hitung lebih besar dari t tabel (thitung =25,451 > t tabel 2,048) sehingga Ho di tolak dan H1 di terima. Berdasarkan kriteria pengujian tersebut maka latihan knee Tuck jump dapat mempengaruhi kemampuan long pass antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dengan rata – rata hitung diketahui kelompok eksperimen lebih besar dari kelompok kontrol (X1 = 0,8000 > (X2=0,3111). Dengan demikain latihan knee Tuck Jump berpengaruh terhadap kemampuan long pass dalam permaianan sepak bola siswa ekstrakurikuler SMAN 2 Elar Wukir.
Kata kunci: Latihan Knee Tuck Jump, Kemampuan Long Pass, Sepakbola.
ABTRACK
This study aims to determine the effect of form of exercise of the ability in student extracurricular football SMAN 2 ELAR WUKIR .This research is quasi – experimental with research design the static – posttest design. This research is all the son classes extracurricular football SMA NEGERI 2 ELAR WUKIR that amounts to 30 people and consist of two classes to match each of 15 people for the experimental group and 15 for control group . taken with the techniques of random sampling . Data collection techniques in this study is a test technique do long pass with 10 time repetition .Data were analyzed with the filing of the analysis of the analysis of variance and average with using the formula t test manually with the t test to test the research hypothesis . The results of hypotesiss testing showed that exercise KNEE TUCK JUMP afect the ability of LONG PASS . It is proved by the results of t count = 25,451, the value of t the tables on the a= 0,05`dk = n – 2 (30 – 2 = 28 ) obtained price is equal 2,048 thus t count greater than t table ( t count = 25,451> t table 2,048 ) so Ho rejected and H1 accepted . Based on the criteria of the submision of the then exercise KNEE TUCK JUMP affect the ability of the LONG PASS betwen the control group with the experimental group with the average count is known the experimental group is greater than control group ( X1= 0,8000 > X2= 0,3111 ) . Thus exercises KNEE TUCK JUMP affect the ability of the LONG PASS fitting in a FOOTBALL game student extracurricular
Key wors: Knee Tuck Jump, Long Pass, Football
PENDAHULUAN
Sepak bola adalah permainan beregu yang dimainkan masing-masing oleh sebelas orang pemain termasuk seorang penjaga gawang. (Kusyanto,1994:22). Olahraga sepak bola menjadi permainan yang paling bergema dan mendunia diantara cabang-cabang permainan dalam olahraga,.Permainan olahraga sepak bola membutuhkan konsep atau pamahaman yang cukup tentang peraturan, teknik, tujuan dan sistem bermain. Permainan sepak bola merupakan jenis permainan yang membutuhkan kekuatan otot kaki untuk melakukan tendangan. Hal ini disebabkan karena aktifitas kaki berfungsi untuk menendang bola.
Seorang pemain yang ingin mencapai prestasi yang optimal perlu memiliki empat macam kelengkapan yang meliputi: 1) Pengembangan Fisik, 2) Pengembangan Teknik, 3) Pengembangan Mental, dan 4) Kematangan Juara. Empat kelengkapan pokok tersebut hanya dapat dicapai dengan latihan-latihan dan pertandingan-pertandingan yang direncanakan terus menerus dan berkelanjutan, walaupun demikian dari kelengkapan pokok tersebut yang paling fundamental sebagai dasar bermain adalah teknik dasar dan ketrampilan bermain yang lebih dahulu dibina disamping pembinaan kelengkapan pokok yang lain (Sukatamsi, 1984:1).
Teknik dasar dalam sepak bola terdiri dari teknik menendang bola, menahan bola, menggiring bola, menyundul bola, gerak tipu, merebut bola, lemparan kedalam,
dan teknik penjaga gawang (Sukatamsi, 1984:4) berorientasi pada berbagai macam teknik dasar yang digunakan dalam permainan sepak bola, menendang adalah suatu teknik yang sangat penting dalam permainan.
Menendang bola adalah suatu usaha untuk memindahkan bola dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan kaki atau bagian kaki (Sarumpaet, 1991:13). Seorang pemain yang tidak menguasai teknik menendang bola dengan baik maka tidak akan mungkin menjadi pemain yang baik. Selanjutnya menurut Sukatamsi (1997:44) mengatakan bahwa menendang merupakan kegiatan yang paling banyak dilakukan dalam permainan sepak bola. Seorang pemain sepak bola tidak menguasai menendang dengan baik, tidak akan menjadi pemain yang baik. Kesebelasan yang baik adalah kesebelasan yang semua pemainnya menguasai tendangan bola dengan baik.Mengingat menendang merupakan faktor terpenting dan utama dalam permainan sepakbola maka untuk menjadi pemain yang baik, perlulah pemain mengembangkan kemahiran dalam menendang.
Kegunaan dari menendang bola diantaranya adalah: 1) memberi operan kepada teman, 2) menendang bola ke gawang, 3) untuk membersihkan atau menyapu bola di daerah pertahanan (belakang) langsung ke depan, 4) untuk melakukan bermacam-macam tendangan khusus yaitu untuk tendangan bebas, tendangan sudut, tendangan hukuman (penalti).
Tendangan jarak jauh dalam permainan sepak bola merupakan satu diantara berbagai jenis tendangan yang mutlak dikuasi oleh setiap pemain sepakbola agar dapat menampilkan permainan yang baik sebab jenis tendangan ini memiliki banyak kegunaan baik untuk operan jarak jauh, tendangan sudut, tendangan bebas, maupun tendangan untuk menyapu bola dari daerah pertahanan. Long pass merupakan ciri khas permainan persepakbolaan Inggris yang terkenal dengan permainan Kick and Rush-nya dengan memanfaatkan long pass dan menggunakan permainan yang cepat untuk melumpuhkan lawan-lawannya di lapangan. Namun pada era sepak bola sekarang ini, permainan lebih banyak menerapkan umpan pendek atau yang lebih dikenal dengan istilah tiki-taka.
Hasil teknik long pass menjadi jarang diterapkan dalam permainan sepak bola. Padahal teknik long pass ini sendiri jika dilatihkan kepada pemain dengan baik dapat menjadi senjata yang mematikan apabila pada saat pola permainan umpan pendek dapat dipatahkan oleh lawan.
Menurut mekanika gerak menendang terdapat komponen kondisi fisik yang berperan terhadap jauhnya tendangan yaitu power tungkai.Power merupakan hasil perpaduan dari kekuatan dan kecepatan pada kontraksi otot (Bompa, 1994:231).Power merupakan salah satu dari komponen gerak yangsangat penting untuk melakukan aktifitas yang sangat berat karena dapat menentukan seberapa kuat organ memukul, seberapa jauh seorang dapat menendang, seberapa jauh seorang dapat melempar dan lainnya.Pentingnya power tungkai dalam menentukan keberhasilan tendangan jarak jauh juga ditegaskan oleh Kosasih (1994:87) bahwa seorang pemain di samping menguasai teknik dasar menendang juga harus mempunyai kaki yang kuat dan cepat guna memperoleh hasil tendangan yang sejauh-jauhnya.Oleh karena itu dalam kegiatan latihan perlu dilakukan secara seimbang antara pengembangan teknik dasar tendangan jarak jauh dengan pengembangan kondisi fisik yang menunjang yang diantaranya yaitu pengembangan power tungkai.
Menurut Tohar (2002:4), usaha untuk meningkatkan prestasi, latihan harus berpedoman pada teori dan prinsip latihan yang benar dan sudah secara universal. Tanpa berpedoman pada teori dan prinsip latihan menjadikan kegiatan latihan tidak mencapai hasil yang optimal.Banyak metode latihan untuk meningkatkan power otot tungkai. Misalnya: dengan menggunakan katrol, bangku, skipping, barbell, dumbbell dan juga bola berbeban (ball medicine). Namun demikian dalam penelitian ini ingin dicoba penggunaan metode baru yang lebih praktis dan efisien yaitu plyometric.Latihan plyometric sangatlah mudah untuk dilakukan atlet pada saat latihan di lapangan.Akan tetapi latihan plyometric yang terstruktur sangat jarang dilatihkan.Karena power merupakan hasil kali antara kekuatan dan kecepatan, maka latihan plyometric pun dibutuhkan untuk meningkatkan power atlet pemain sepakbola, karena gerakan latihan plyometric cepat dan kuat. Metode plyometric yang diterapkan pada penelitian ini yaitu dengan bentuk latihan Knee tuck jump.
Knee tuck jump merupakan salah satu bentuk latihan dari plyometric yang menekankan kecepatan dan tinggi loncatan pada saat melakukan loncatan. Latihan Knee tuck jump ini dilakukan dalam suatu rangkaian loncatan eksplosif yang cepat, dimana gerakan loncatan itu sendiri didukung oleh otot-otot tungkai sehingga sangat cocok diterapkan untuk melatih power tungkai. Diharapkan melalui latihan knee tuck jump dapat menjadikan salah satu alternatif dalam meningkatkan kemampuan long pass pada siswa ekstrakurikuler sepakbola SMAN 2 Elar Wukir. Ekstrakurikuler adalah kegiatan diluar kurikulum yang dapat menamba pengetahuan keterampilan siswa.Oleh karena itu,Ekstrakurikuler pada dasarnya adalah aktivitas penunjang dan sarana untuk mengembangkan minat dan bakat siswa.Salah satu contoh kegiatan ekstrakurikuler adalah permainan sepak bola.
Permainan sepak bola adalah permainan yang sederhana dan rahasia permainan sepak bola bola yang baik adalah melakukan hal-hal sederhana dengan sebaik-baiknya.Bati(3003). Menurut Muhajir(2007:22),’’ sepak bola adalah suatu permainan yang dilakukan dengan jalan menyepak,yang mempunyai tujuan untuk memasukan bola ke gawang lawan dengan mempertahankan gawan tersebut agar tidak memasukan bola.
Berdasarkan pada pengamatan yang telah penulis lakukan, pada kegiatan observasi awal di SMAN 2 Elar Wukir ditemukan bahwa kemampuan siswa dalam melakukan teknik long pass masih sangat kurang. Hal ini disebabkan oleh karena terlihat dari jauhnya jarak hasil tendangan masih belum terlalu jauh. Selain itu, langkah-langkah dalam melakukan teknik long pass juga masih terdapat banyak kesalahan. Bentuk latihan pada siswa ekstrakurikuler sepakbola SMAN 2 Elar Wukir yang jarang menerapkan teknik latihan long pass merupakan indikasi mengapa kemampuan long pass siswa ekstrakurikuler sepakbola SMAN 2 Elar Wukir kurang baik.
KAJIAN LITERATUR
Permainan Sepak bola
Menurut Sucipto dkk (2000: 7) menjelaskan sepakbola adalah permainan beregu yang menggunakan bola sepak dan dimainkan oleh dua kesebelasan yang berlawanan,yang masing-masing terdiri dari sebelas orang pemain dan salah satunya penjaga gawang. Permainan ini hampir seluruhnya dimainkan dengan menggunakan kaki, kecuali penjaga gawang yang dibolehkan menggunakan lengannya didaerah tendangan hukumannya.
Menurut Sukatamsi (1995: 3) mendefinisikan bahwa sepakbola merupakan permainan bola besar yang dimainkan secara beregu, yang masing-masing anggota regunya berjumlah sebelas orang. Permainan dapat dilakukan dengan semua anggota badan kecuali tangan (lengan).Permainan dilakukan diatas rumput yang rata, berbentuk persegi panjang yang panjangnya antara 100 meter sampai 110 meter dan lebarnya antara 64 meter sampai 75 meter.Pada kedua garis batas lebarnya ditengahnya masing-masing didirikan sebuah gawang yang saling berhadapan.
Berdasarkan beberapa pendapat menurut para ahli di atas maka dapat disimpulkan bahwa permainan sepakbola adalah permainan yang dimainkan dua kesebelasan yang bertujuan untuk memasukkan bola ke gawang lawan sebanyak-banyaknya dan mencegah lawan memasukkan bola ke gawang sendiri.
Teknik Dasar Sepak Bola
Menurut Maryanto (2006:3) secara garis besar teknik dasar sepak bola dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu sebagai berikut.
1) Teknik Tanpa Bola
Teknik tanpa bola adalah gerakan-gerakan dalam sepakbola.Teknik badan ditujukan untuk perkembangan kemampuan fisik guna mencapai kemampuan fisik agar dapat bermain sebaik-baiknya. Secara umum unsur-unsur kemampuan fisik terdiri atas: (1) Kecepatan: kecepatan berlari, kecepatan bereaksi dan kecepatan bergerak. (2) Kekuatan: untuk menguatkan otot-otot yang diperlukan dalam bermain sepakbola, misalnya otot- otot kaki, otot- otot bahu, (3) Daya tahan: daya tahan umum dan daya tahan otot , (4) Kelincahan: kecepatan mengubah arah dan gerak tipu dalam permainan sepakbola, 5) Kelentukan: kelentukan badan, agar gerakan menjadi mudah dan luwes.
2) Teknik dengan Bola
Kemampuan teknik menguasai bola merupakan syarat utama bagi setiap pemain sepakbola, karena itu setiap pemain harus mempelajari unsur- unsur teknik secara seksama. Unsur teknik dengan bola terdiri dari: (1) Menendang Bola (Passing). Menendang bola dimaksudkan untuk memberi umpan/operan kepada teman untuk membersihkan atau menyapu bola didaerah pertahanan maupun untuk membuat gol.(2) Menghentikan Bola (Control). Prinsip menghentikan bola pada dasarnya adalah dengan cara mengurangi kekuatan/kecepatan bola hingga bola berhenti kemudian dikuasai.
3) Menggiring Bola (Dribling)
Menggiring bola adalah berlari sambil menguasai dan mendorong bola dengan menggunakan kaki agar bola bergulir terus menerus ke atas tanah. Bagian kaki yang aktif dalam menggiring bola yaitu dengan kura-kura kaki dalam, kura-kura jauh dan kura-kura bagian luar.
4) Menyundul Bola (Heading)
Menyundul bola adalah memainkan bola menggunakan kepala.
5) Melempar bola kedalam lapangan (Throw-in)
Melempar bola ke dalam lapangan adalah melempar bola kedalam lapangan menggunakan tangan bila bola keluar dari lapangan permainan melalui garis samping (Sucipto dkk, 2000:9-10).
Dari berbagai teknik dasar di atas salah satu teknik dasar yang penting dan akan dibahas dalam penelitian ini adalah teknik menendang bola, sebab dari berbagai gerak yang ada dalam permainan sepakbola gerakan yang paling dominan adalah menendang bola.
Long Pass
Menurut Science (2011:44) menjelaskan long pass merupakan salah satu dari teknik dasar dalam sepak bola. Long pass dilakukan dengan cara menendang bola dengan melambung yang bertujuan untuk memberikan umpan kepada teman, atau bisa juga dilakukan oleh pemain belakang untuk membuang bola sejauh-jauhnya.
Harvey Gill (2003:145) long pass merupakan salah satu dari teknik dasar dalam sepak bola. Long passing dilakukan dengan cara menendang bola dengan melambung yang bertujuan untuk memberikan umpan kepada teman, atau bisa juga dilakukan oleh pemain belakang untuk membuang bola sejauh-jauhnya. Dalam long pass ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain kaki tumpuan harus berada tepat di sisi bola, posisi kaki ayun, perkenaan bola yang ditendang, sikap badan dari awal menendang hingga sikap membuang badan setelah menendang, hingga pandangan mata yang harus memperhatikan bola dan kawan sekaligus.
Knee Tuck Jump
Pengertian Knee Tuck Jump
Knee-tuck jump terdiri atas kata:“knee” berarti lutut, “tuck” berarti menekuk dan “jump” berarti loncatan.Menurut Furqon dan Doeswes (2002:41) Knee-tuck Jump yaitu latihan yang dilakukan dipermukaan yang rata dan berbekas seperti rumput, matras seperti keset. Latihan ini dilakukan dalam suatu rangkaian loncatan eksplosif yang cepat dengan jarak setiap loncatan jarak 1 meter yang ditentukan dari kemampuan sampel dalam melakukan rangkaian loncatan yang maksimal.
Knee-tuck Jump dalam pelaksanaanya mampunyai aturan sendiri, menurut Radcliefe dan Farentinous yang diterjemahkan oleh Furqon dan Doeswes (2002:41), Knee-tuck Jump adalah latihan yang dilakukan pada permukaan yang rata dan berbekas seperti rumput, matras. Latihan ini dilakukan dalam suatu rangkaian loncatan eksplosif yang cepat. Otot-otot yang dikembangkan adalah flexsors pinggul dan paha, gastronemius, gluteals, quadriceps dan hamstrings.
Tinjauan Latihan Knee Tuck Jump Terhadap Kemampuan Long Pass
Tungkai merupakan bagian tubuh yang akan melakukan tendangan. Mengacu dari hal tersebut, maka untuk meningkatkan power tungkai dalam penelitian ini digunakan bentuk latihan berupa latihan plyometric. Pelaksanaan dari latihan plyometric yaitu dengan menggunakan bentuk latihan knee tuck jump.Power otot tungkai yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kemampuan otot tungkai dalam mengatasi tahanan atau beban dalam suatu gerakan utuh dengan kecepatan yang tinggi.
Secara anatomi gerakan knee tuck jump melibatkan otot tungkai bagian atas dan otot tungkai bagian bawah sehingga semua otot yang ada dibagian tersebut bekerja menerima beban latihan. Latihan ini sama-sama melatih kekuatan dan kecepatan otot tungkai atau disering disebut power otot tungkai.
Gerakan fleksi paha (gerakan menekuk paha), otot-otot yang berperan adalah otot sartorius, illiacus dan gracialis.Gerakan ekstensi paha (gerakan meluruskan paha), otot-otot yang terlibat yaitu bisep femoris, semitedinosus (kelompok harmstring) dan juga gluteus maksimus dan minimus.Gerakan fleksi lutut dan kaki (gerakan menekuk lutut dan kaki), otot-otot yang berperan yaitu Gastronemius. Gerakan ekstensi lutut yaitu suatu gerakan latihan kaki untuk meluruskan kedua lutut bersamaan, otot- otot yang berperan yaitu otot rectus femoris, vastus lateralis, vastus medialis dan intermedialis (kelompok quadriceps).
Kekuatan merupakan dasar (basic) otot dari power dan daya tahan otot.Berdasarkan hal tersebut, kekuatan merupakan unsur utama untuk menghasilkan power dan daya tahan otot. Power otot dapat ditingkatkan dan dikembangkan melalui latihan fisik.Untuk meningkatkan power otot diperlukan peningkatan kekuatan dan kecepatan secara bersama-sama.Power akan dapat dikembangkan dengan suatu dorongan atau tolakan yang kuat dan singkat sehingga memacu kecepatan rangsang saraf.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Deskripsi Data Hasil Penelitian
Penelitian ini adalah kuantitatif yang terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol yang menggunakan desain The Static-Group Pretest Posttest Design yang dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya akibat dari treatment yang dikenakan pada sampel penelitian. Penelitian ini dilakukn di SMA Negeri 2 Elar Wukir pada siswa putra kelas ekstrakurikuler sepakbola yang berjumlah 30 orang. Selanjutnya sampel dibagi menjadi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen yang dikenakan treatment dan kelompok kontrol yang tidak diberikan treatment. kedua kelompok ini sama- sama dikenakan tes dengan instrumen yang sama. Hasil tes akan di analisis dengan menggunakan uji t (t test) .
Deskripsi Data Kelompok Eksperimen
Deskripsi data pretes kelompok Eksperimen
Langkah-langkah pengumpulan data dalam penelitian ini adalah Semua peserta tes melakukan tes long pass (menendang lambung). Tes awal menendang bola jarak jauh ini untuk mengukur kemampuan awal dan akhir sampel. Setelah kegiatan tes awal selesai dilakukan selanjutnya dilaksanakan program latihan knee tuck jump selama 12 kali pertemuan yang kemudian dilakukan tes akhir (post-test).
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan long pass dengan lembar penilaian tes long pass yang dikembangkan oleh peneliti. Pelaksanaan tes menendang ini dilakukan dalam 10 kali kesempatan menggunakan kaki sesuai dengan pilihan kaki terkuat testee, apakah kaki kanan atau kaki kiri.
Penilaian tes diberikan nilai 1 kepada testee jika, berhasil melakukan menendang melewati jarak 50 meter dan berhasil menendang sesuai dengan teknik dalam melakukan long pass dan diberikan nila 0, jika bola hasil tendangan tidak melewati batas berjarak lima puluh meter, bola hasil tendangan tidak sampai pada batas yang ditentukan, tendangan yang dilakukan tidak menggunakan teknik dalam menendang long pass yang baik dan benar. Hasil uji satatstik sederhana dapat dilihat pada tabel 4.1 berikut.
Tabel 4.1 Hasil tes kemampuan long pas
| pretest eksperimen | ||
| N | Valid | 15 |
| Missing | 0 | |
| Mean | 4.80 | |
| Median | 5.00 | |
| Mode | 5 | |
| Std. Deviation | 1.207 | |
| Variance | 1.457 | |
| Range | 4 | |
| Minimum | 3 | |
| Maximum | 7 | |
| Sum | 72 | |
Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa rata – rata skor prestes long pass tes pada kelompok eksperimen memperoleh rata – rata =4,80 dengan nilai tertinggi mencapai 7 dan nilai terendah adalah 3. Standar deviasi adalah 1,207 dengan modus 5 dan median (nila tengah) adalah 5,00. Dari data tersebut maka dibuat tabel distribusi frekuensi sebagai berikut.
Tabel 4.2 Distribusi frekuensi kemampuan long pass
| Interval | x ( nilai tengah) | f absolute | F komulatif | Fx |
| 3 – 3,8 | 3,4 | 2 | 2 | 6,8 |
| 3,9 -4,7 | 4,3 | 4 | 6 | 17,2 |
| 4,8 -5,6 | 5,2 | 6 | 12 | 31,2 |
| 5,7 -6,5 | 6,1 | 1 | 13 | 6,1 |
| 6,6 -7,4 | 7 | 2 | 15 | 14 |
| Total | ∑f= 15 | ∑fx= 75,3 |
Berdasarkan tabel maka rata – rata skor kemampuan long pass adalah 5,02 Dari data tersebut di atas maka digambarkan grafik histogram pretest long pass kelompok eksperimen sebagai berikut.
Gambar 4.1 Grafik Histrogram pretest kemampuan long pass
kelompok eksperimen
Berdasarkan diagram batang di atas dapat diketahui bahwa siswa yang memiliki skor antara 3,8 sebanyak 2 orang, dan siswa yang mempeoleh skor 3,9-4,7 sebanyak 4 orang. Responden yang memperoleh skor antara 4,8-5,6 sebanyak 6 orang, responden yang memperoleh skor antara 5,7-6,5 sebanyak 1 orang, responden yang memperoleh skor 6,6-7,4 sebanyak 2 orang. Kriteria pengkategorian kemampuan long pass skala lima sebagai berikut.
Tabel 4.3 Pengkategorian kemapuan long pass
| Jumlah Skor | Kategori |
| 7,49≤9,98 | Sangat Baik |
| 5,83≤7,49 | Baik |
| 4,17≤5,83 | Cukup Baik |
| 2,51≤4,17 | Kurang Baik |
| 0,02≤2,51 | Sangat tidak baik |
Dari tabel di atas maka dapat diketahui bahwa rata- rata kemampuan pretest long pass siswa berada pada rentangan 4,17 – 5,83 oleh karena itu maka dapat disimpulkan bahwa kemapuan long pass siswa kelompok eksperimen berada pada ketegori baik dengan nilai rata- rata = 5,02
Deskripsi Data Kelompok Eksperimen
Deskripsi data postest kelompok Eksperimen
Penilaian tes diberikan nilai 1 kepada testee jika, berhasil melakukan menendang melewati jarak 50 meter dan berhasil menendang sesuai dengan teknik dalam melakukan long pass dan diberikan nila 0, jika bola hasil tendangan tidak melewati batas berjarak lima puluh meter, bola hasil tendangan tidak sampai pada batas yang ditentukan, tendangan yang dilakukan tidak menggunakan teknik dalam menendang long pass yang baik dan benar. Hasil uji statistik sederhana dapat dilihat pada tabel 4.1 berikut.
Tabel 4.4 Hasil tes kemampuan long pas kelompok eksperimen
| postest eksperimen | ||
| N | Valid | 15 |
| Missing | 0 | |
| Mean | 9.40 | |
| Median | 9.00 | |
| Mode | 9a | |
| Std. Deviation | .632 | |
| Variance | .400 | |
| Range | 2 | |
| Minimum | 8 | |
| Maximum | 10 | |
| Sum | 141 | |
Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa rata – rata skor posttest long pass tes pada kelompok eksperimen memperoleh rata – rata =9,40 dengan nilai tertinggi mencapai 10 dan nila terendah adalah 8. Standar deviasi adalah 0,632 dengan modus 9 dan median (nilai tengah) adalah 9,00. Dari data tersebut maka dibuat tabel distribusi frekuensi sebagai berikut.
Tabel 4.5 Distribusi frekuensi kempuan long pass kelompok eksperimen
| Interval | x ( nilai tengah) | f absolute | F komulatif | Fx |
| 8-8,4 | 8,2 | 1 | 1 | 8,2 |
| 8,5-8,9 | 8,7 | 0 | 1 | 0 |
| 9-9,4 | 9,2 | 7 | 8 | 64,4 |
| 9,5-9,9 | 9,7 | 0 | 8 | 0 |
| 10-10,4 | 10,2 | 7 | 15 | 71,4 |
| Total | ∑f= 15 | ∑fx= 144 |
Berdasarkan tabel di atas maka rata – rata skor kemampuan long pass adalah 9,6 Dari data tersebut di atas maka digambarkan grafik histogram postest long pass kelompok eksperimen sebagai berikut.
Gambar 4.2 Grafik Histrogram posstest Kemampuan long pass
kelompok eksperimen
Berdasarkan diagram batang di atas dapat diketahui bahwa siswa yang memiliki skor antara 8- 8,4 sebanyak 1 orang, tidak ada siswa yang memperoleh skor 8,5 -8,9. siswa yang memperoleh skor antara 9-9,4 sebanyak 7 orang, tida ada siswa yang memperoleh skor antara 9,5-9,9, siswa yang memperoleh skor 10-10,4 sebanyak 7 orang. Untuk mengetahui tinggi rendahnya kemampuan long pass maka skor yang diperoleh siswa dikonversikan dengan kriteria pengkategorian kemampuan long pass skala lima sebagai beriku.
Tabel 4.6 Pengkategorian kemapuan long pass
| Jumlah Skor | Kategori |
| 7,49≤9,98 | Sangat Baik |
| 5,83≤7,49 | Baik |
| 4,17≤5,83 | Cukup Baik |
| 2,51≤4,17 | Kurang Baik |
| 0,02≤2,51 | Sangat tidak baik |
Dari tabel di atas maka dapat diketahui bahwa rata- rata kemapuan posstest long pass kelompok eksperimen berada pada rentangan 7,49≤9,98. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kemampuan long pass siswa kelompok eksperimen berada pada kategori sangat baik dengan nilai rata- rata = 9,6.
Dari gambar histogram dan perhitungan statistik sederhana di atas maka dapat diketahui bahwa Mo>Md>M, maka dapat disimpulkan bahwa skor kemampuan long pass siswa kelompok eksperimen cenderung tinggi maka digambarkan dengan kurva juling negatif.
Mo Md M dimana Mo>Md>M
Gambar 4.3 Kurva juling negatif skor postest kemampuan long pass kelas eksperimen
Deskripsi Data Kelompok Kontrol
Deskripsi Data pretest Kelompok Kontrol
Penilaian pretest kelompok kontrol diberikan nilai 1 kepada testee jika, berhasil melakukan menendang melewati jarak 50 meter dan berhasil menendang sesuai dengan teknik dalam melakukan long pass dan diberikan nilai 0, jika bola hasil tendangan tidak melewati batas berjarak lima puluh meter, bola hasil tendangan tidak sampai pada batas yang ditentukan, tendangan yang dilakukan tidak menggunakan teknik dalam menendang long pass yang baik dan benar. Hasil uji statistik sederhana dapat dilihat pada tabel 4.1 berikut.
Tabel 4.7 Hasil tes kemampuan long pas
| pretest kontrol | ||
| N | Valid | 15 |
| Missing | 0 | |
| Mean | 5.73 | |
| Median | 6.00 | |
| Mode | 5 | |
| Std. Deviation | .961 | |
| Variance | .924 | |
| Range | 3 | |
| Minimum | 4 | |
| Maximum | 7 | |
| Sum | 86 | |
Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa rata – rata skor prestes long pass tes pada kelompok kontrol memperoleh rata – rata = 4,73 dengan nilai tertinggi mencapai 7 dan nilai teredah adalah 4. Standar deviasi adalah 0,961 dengan modus 5 dan median (nilai tengah) adalah 6,00. Dari data tersebut maka dibuat tabel distribusi frekuensi sebagai berikut.
Tabel 4.8 Distribusi frekuensi tes kemampuan long pass kelompok kontrol
| Interval | x ( nilai tengah) | f absolute | F komulatif | Fx |
| 4-4,6 | 4,3 | 1 | 1 | 4,3 |
| 4,7-5,3 | 5 | 6 | 7 | 30 |
| 5,4-6 | 5,7 | 4 | 11 | 22,8 |
| 6,1-6,7 | 6,4 | 0 | 11 | 0 |
| 6,8-7,4 | 7,1 | 4 | 15 | 28,4 |
| Total | ∑f= 15 | ∑fx= 85,5 |
Berdasarkan tabel 4.1 maka rata – rata skor kemampuan long pass adalah 5,7
Tabel 4.9 Pengkategorian kemapuan long pass
| Jumlah Skor | Kategori |
| 7,49≤9,98 | Sangat Baik |
| 5,83≤7,49 | Baik |
| 4,17≤5,83 | Cukup Baik |
| 2,51≤4,17 | Kurang Baik |
| 0,02≤2,51 | Sangat tidak baik |
Tabel diatas menunjukan bahwa rata- rata kemapuan pretest long pass siswa berada pada rentangan 4,17 – 5,83 oleh karena itu maka dapat disimpulkan bahwa kemapuan long pass siswa kelompok kontrol berada pada ketegori cukup baik dengan nilai rata- rata = 5,7.
Deskripsi data postest kelompok Kontrol
Penilaian tes diberikan nilai 1 kepada testee jika, berhasil melakukan menendang melewati jarak 50 meter dan berhasil menendang sesuai dengan teknik dalam melakukan long pass dan diberikan nila 0, jika bola hasil tendangan tidak melewati batas berjarak lima puluh meter, bola hasil tendangan tidak sampai pada batas yang ditentukan, tendangan yang dilakukan tidak menggunakan teknik dalam menendang long pass yang baik dan benar. Hasil uji statistik sederhana dapat dilihat pada tabel 4.1 berikut.
Tabel 4.10 Hasil uji statistik sederhana skor postes kelompok kontrol
| Postest kontrol | ||
| N | Valid | 15 |
| Missing | 0 | |
| Mean | 6.73 | |
| Median | 7.00 | |
| Mode | 6 | |
| Std. Deviation | .884 | |
| Variance | .781 | |
| Range | 3 | |
| Minimum | 6 | |
| Maximum | 9 | |
| Sum | 101 | |
Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa rata – rata skor posttest long pass tes pada kelompok kontrol memperoleh rata – rata =6,73 dengan nilai tertinggi mencapai 9 dan nilai teredah adalah 6. Standar deviasi adalah 0,884 dengan modus 6 dan median (nilai tengah) adalah 7,00. Dari data tersebut maka dibuat tabel distribusi frekuensi sebagai berikut.
Tabel 4.11 Distribusi frekuensi postest kemampuan long pass
kelompok kontrol
| Interval | x ( nilai tengah) | f absolute | F komulatif | Fx |
| 6-6,6 | 6,3 | 7 | 7 | 44,1 |
| 6,7-7,3 | 7 | 6 | 13 | 42 |
| 7,4-8 | 7,7 | 1 | 14 | 7,7 |
| 8,1-8,7 | 8,4 | 0 | 14 | 0 |
| 8,8-9,4 | 9,1 | 1 | 14 | 9,1 |
| Total | ∑f= 15 | ∑fx= 102,9 |
Dari tabel di atas maka dapat diketahui bahwa rata- rata kemapuan posstest long pass kelompok kontrol berada pada rentangan 5,83≤7,49. Oleh karena itu maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan long pass siswa kelompok kontrol berada pada ketegori baik dengan nilai rata- rata = 6,86. Dari gambar histogram dan perhitungan statistik sederhana di atas maka dapat diketahui bahwa Mo<Md<M, maka dapat disimpulkan bahwa skor kemampuan long pass siswa kelompok kontrol cenderung rendah maka digambarkan dengan kurva juling positif.
Gambar 4.6 Kurva juling positif skor postest kemampuan long pass kelas kontrol
Uji Prasyarat Analisis Data
Uji Normalitas Sebaran Data
Pengujian normalitas sebaran data menggunakan Kolmogorov-Smirnov Test dengan bantuan SPSS 16. Kriteria pengujian adalah sebagai berikut:
1) Jika signifikansi di bawah 0.05 (5%) berarti data yang akan diuji mempunyai perbedaan yang signifikan dengan data normal baku, berarti data tersebut tidak normal.
2) Jika signifikansi di atas 0.05 (5%) maka berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara data yang akan diuji dengan data normal baku, berarti data tersebut normal
Tabel 4.13 Uji Normalitas Sebaran Data
| Tests of Normality | ||||||||||
| kelas | Kolmogorov-Smirnova | Shapiro-Wilk | ||||||||
| Statistic | df | Sig. | Statistic | Df | Sig. | |||||
| kemampuan long pass | 1 | .272 | 15 | .004 | .817 | 15 | .006 | |||
| kontrol | .206 | 15 | .086 | .884 | 15 | .054 | ||||
| a. Lilliefors Significance Correction | ||||||||||
Berdasarkan hasil uji normalitas sebaran data di atas diketahui bahwa nilai signifikansi data normalitas adalah 0,54 pada taraf signifikansi 5%. Oleh karena Nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 (5%) maka kesimpulannya data berdistribusi Normal.
Uji Homogenitas
Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui kesamaan sampel yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol harus mempunyai kemampuan awal yang sama sehingga dapat diketahui pengaruh setelah di beri perlakuan yang berbeda pada kedua kelompok tersebut. Berikut ini adalah data hasil uji homogenitas.
Tabel 4.14 Uji Homogenitas Varians Kemampuan Long Pass
| Test of Homogeneity of Variance | |||||
| Levene Statistic | df1 | df2 | Sig. | ||
| kemampuan long pass | Based on Mean | .243 | 1 | 28 | .626 |
| Based on Median | .168 | 1 | 28 | .685 | |
| Based on Median and with adjusted df | .168 | 1 | 27.297 | .685 | |
| Based on trimmed mean | .256 | 1 | 28 | .617 | |
Berdasarkan hasil analisis uji homogenitas di atas diketahui bahwa nilai (sig) base on mean adalah sebesar 0,626 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa varians kelompok eksperimen dan kelompok kontrol adalah sama atau homogen.
Uji hipotesis
Analisis hipotesis digunakan untuk mengetahui pengaruh latihan knee tuck jump terhadap kemampuan long pass. Uji hipotesis diajukan dalam penelitian ini adalah adakah pengaruh latihan knee tuck jump terhadap kemampuan long pass dalam permainan sepak bola siswa ekstrakurikuler SMAN 2 Elar-Wukir. Maka hal ini dapat dianalisis dengan pengajuan analisis varian dan rata- rata dengan menggunakan rumus uji t secara manual dan dinyatakan signifikan apabila nilai t hitung dengan nilai t tabel pada taraf sig ˃ 0,05, memperoleh pola hitung dengan menggunakan jenis kebenran uji t dibawah ini. Jadi hasil perolehan t hitung = 25,451, nilai t tabel pada α= 0,05; dk= n-2 (30- 2 = 28 ) diperoleh harga sebesar 2,048 dengan demikian t hitung lebih besar dari t tabel (t hitung = 25,451 ˃ t tabel 2, 048) sehingga Ho ditolak dan H1 diterima. Berdasarkan kriteria pengujian tersebut maka latihan knee tuck jump dapat mempengaruhi kemampuan long pass antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dari rata –rata t hitung diketahui kelompok eksperimen ˃ dari kelompok kontrol (1 = 0,8000 ˃ 2 = 0,3111). Dengan demikaian latihan knee tuck jump berpengaruh terhadap kemampuan long pass dalam permainan sepak bola siswa ekstrakurikuler SMAN 2 Elar Wukir.
Pembahasan
Knee-tuck Jump yaitu latihan yang dilakukan dipermukaan yang rata dan berbekas seperti rumput, matras seperti keset. Latihan ini dilakukan dalam suatu rangkaian loncatan eksplosif yang cepat dengan jarak setiap loncatan jarak 1 meter yang ditentukan dari kemampuan sampel dalam melakukan rangkaian loncatan yang maksimal.
Long Pass adalah menendang dengan menggunakan punggung kaki bagian dalam. Pada umumnya menendang dengan menggunakan punggung kaki bagian dalam digunakan untuk mengumpan jarak jauh. Bentuk latihan yang efektif untuk meningkatkan kemampuan long pass yaitu latihan knee tuck jump yang membutuhkan waktu relatif lama. Dengan latihan yang dilakukan secara baik dan teratur akan meningkatkan.kualitas tendangan, sehingga akan diperoleh long pass yang baik. Dalam pelaksanaan latihan knee tuck jump hendaknya selalu diadakan evaluasi.
Untuk mengetahui besarnya pengaruh latihan knee tuck jump terhadap kecepatan long pass maka dilakukan uji hipotesis. Hipotesis penelitian ini adalah ada pengaruh latihan knee tuck jump terhadap kemampuan long pass pada siswa ekstrakurikuler sepakbola SMAN 2 Elar Wukir Tahun Ajaran 2017/2018.
Hasil uji hipotesis menunjukan bahwa latihan knee tuck jump berpengaruuh terhadap kecepatan long pass. Hal ini dibuktikan dengan uji hipotesis (uji t) dimana nilai t-hitung pada tabel independent sampel diketahui bahwa besarnya t-hitung adalah 6, 308 dengan nilai siginifikan p-value sebesar t-(sig. 0,626). Hal ini menujukan bahwa t-hitung >dari t-tabel dimana t-hitung =6,308 dan t-tabel = 2, 160. Oleh karna itu Ho di tolak yang artinya terdapat pengaruh latihan knee tuck jump berpengaruh terhadap kemampuan long pass dalam permainan sepak bola siswa ekstrakurikuler SMAN 2 Elar Wukir.
Penelitian ini relevan dengan penelitian yang dilakukan oleh Nugroho. (2014) . Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Latihan Knee Tuck Jump Terhadap hasil tendangan jauh t-hitung diperoleh hasil nilai latihan knee tuck jump terhadap hasil tendangan jauh t-hitung 5,928 dengan taraf signifikan 5% diperoleh t-tabel 2,201, t-hitung 5.928 > t-tabel 2,201, ada pengaruh latihan knee tuck jump terhadap hasil tendangan jauh. Hasil nilai latihan barrier hops terhadap hasil tendangan jauh t-hitung 8,263 dengan taraf signifikan 5% diperoleh t-tabel 2,201,t-hitung 8,263 > t-tabel 2,201, ada pengaruh latihan barrier hops terhadap hasil tendangan jauh.
karya Hanggara (2007). Hasil analisis data diperoleh koefisien korelasi determinasi daya ledak otot tungkai terhadap jauhnya hasil tendangan sebesar 0,423 dan dari uji t diperoleh t-hitung = 4,914 > r-tabel = 1,69, berarti ada sumbangan yang signifikan daya ledak otot tungkai terhadap kemampuan menendang bola jarak jauh. Koefisien determinasi kekuatan otot tungkai terhadap jauhnya hasil tendangan sebesar 0,336 dan dari uji t diperoleh t-hitung = 4,090 > t-tabel = 1,69, berarti ada sumbangan yang signifikan kekuatan otot tungkai terhadap kemampuan menendang bola jarak jauh. Koefisien determinasi panjang tungkai terhadap jauhnya hasil tendangan sebesar 0,250 dan dari uji t diperoleh t-hitung = 3,316 > t-tabel = 1,69, berarti ada sumbangan yang signifikan panjang tungkai terhadap kemampuan menendang bola jarak jauh. Koefisien determinasi daya ledak otot tungkai, kekuatan otot tungkai dan panjang tungkai terhadap jauhnya hasil tendangan sebesar 0,567 dan dari uji F diperoleh F-hitung = 13,512 > F-tabel = 2,91, berarti ada sumbangan daya ledak otot tungkai, kekuatan otot tungkai dan panjang tungkai terhadap kemampuan menendang bola jarak jauh.
KESIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Berdasarkan hasil analisis data penelitian dapat disimpulkan bahwa, terdapat pengaruh yang signifikan latihan knee tuck jump terhadap kemampuan long pass pada siswa ekstrakurikuler sepakbola SMAN 2 Elar Wukir Tahun Ajaran 2017/2018. Hal ini dapat dilihat dari hasil perhitungan uji hipotesis melalui uji-t ternyata H0 ditolak dan H1 (thitung = 6,308 > ttabel = 2.160) dengan taraf signifikan 5%, Dilihat dari kriteria pengujian, hal ini berarti latihan knee tuck jump berpengaruh terhadap kemampuan long pass pada siswa ekstrakurikuler sepakbola SMAN 2 Elar Wukir.
Saran
Berdasarkan temuan-temuan dalam penelitian, pembahasan dan simpulan di atas maka beberapa saran yang diajukan antara lain sebagai berikut.
Diharapkan dengan adanya hasil penelitian ini dapat dijadikan pedoman untuk meningkatkan kualitas pendamping ekstrakurikuler sepakbola
Penelitian ini dapat menjadi salah satu masukan ilmu pengetahuan yang berharga bagi pengembangan kualitas pendidikan olahraga khususnya dalam permaianan sepakbola.
Untuk siswa, hasil penelitian ini dapat menjadi landasan bagi siswa untuk selalu meningkatkan kemampuan berolahraga lebih-lebih di bidang sepak bola dan dapat menjadi salah satu acuan dalam pengembangan bidang olahraga sepakbola
DAFTAR PUSTAKA
Anshori 2017.Pengaruh Latihan Knee Tuck Jump Dan Barrier Hops Terhadap JauhnyaTendangan Long Pass Pada Pemain Ssb Forza Junior Kaliwungu-kendal Ku 14-15 Tahun Junior Kaliwungu, Kendal. Fakultas Ilmu Keolahragaan: Universitas Negeri Yogyakarta.Skripsi. (tidak diterbitkan)
Depdiknas.2007. Kamus Besar Bahasa Indonesia.Jakarta: PN Balai Pustaka.
Donald ,A Chu. 1992. Jumping Into Plyometrics. California : Leisure Press.
Frank, M. Verduci Ed.D. 1980.Measurement Concepts inPhysical Educatio
Furqon, M dan Doewes Muchsin. 2002. Plyometrik untuk meningkatkanpower. Surakarta : Univerisitas Sebelas Maret.
Fakultas Ilmu Keolahragaan. 2013. Pedoman Penulisan Skripsi.Semarang: FIK UNNES
Luxbacher, Josep A. 1997. SepakbolaTaktik & Teknik Bermain(Terjemahan oleh Agustawibawa dari soccer practiceGames), Jakarta:PT. RajaGrafindo persada.
Radcliffe, James dan Forentinos, Robert.C.1985. Plyometrics EksplosivePower Training.Illionis:Champaign.
Sarumpaet, A, et al. 1992. Permainan Bola Besar.Padang.DepdikbudBarrow, A, M. 1979. Practical Approach to Measurement inPhysical Education: Philadelphia : Lea da Fabiager.
Sajoto, M. 1988. Peningkatan dan Pembinaan Kondisi Fisik dalam Olahraga. Semarang: Dahara Price.
Syaifudin, H. 2006. Anatomi Fisiologi. Jakarta : Kedokteran. EGC..
Sucipto dkk, 1999/2000. Sepakbola. Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan: Direktorat Jendralpen didikan Dan Kebudayaan.
Soedarminto. 1991. Kinesiologi. Jakarta: Depdikbud.
Sucipto, et al. 2000.Sepak Bola. Jakarta: Depdikbud.
Suharno HP.1986. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Untuk SMA Kelas X. Jakarta: Erlangga.
Suharsimi Arikunto. 2006. Prosedur Penelitian. Jakarta: Trineka Cipta. Sukatamsi. 1992. Permainan Besar 1 (Sepakbola).Jakarta :UniversitasTerbuka.
Sutrisno Hadi. 2000. Statistik II. Yogyakarta : Fakultas Psikologi UGM.
(http://penjaskessman26bdg.blogspot.co.id/2011/10/hakikatlatihan-training.html)
http://eprints.uny.ac.id/9252/3/BAB%202%20-%2006602241027.pdf
http://a-research.upi.edu/operator/upload/s_ikor_0606710_chapter1.pdf