Grasianus Rian Au1 , Yanuarius Ricardus Natal2, Nikodemus Bate3,
1) Mahasiswa program studi PJKR, 2,3) Dosen Program Studi PJKR
Program Studi PJKR, STKIP Citra Bakti
ABSTRAK
Penelitianinibertujuanuntukmengetahuimanajemenpembinaanprestasicabang olahraga sepakbolaklub PSN Ngadadenganmenggunakanmetodeanalisiskualitatif, sumber data penelitianiniadalahpengurus, pelatih, mantan pelatih, atlit, mantanatlit dan tokoh sepakbola Ngada.Teknikpengumpulan data adalahwawancara, observasi, dandokumentasi. Analisis data adalahreduksi data, penyajian data danpenarikankesimpulan.Hasilpenelitianini adalah manajemen pembinaan prestasi cabang olahraga sepakbola persatuan sepakbola Kabupaten Ngada PSN Ngada yang terdiri atas tiga Manajemen besar ialah Sumber Daya Manusia yang meliputi: pengurus klub PSN Ngada, atlit, dan pelatihklub PSN Ngadasudah berjalan dengan baik sesuai yang di amanatkandalam Undang-Undang No. 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional Bab 1 pasal 1 ayat 6. Manajemen Sarana dan Prasarana yang meliputi: sarana (cones,bola, kostum, rompi latihan, gawang kecil, mesin potong rumput) dan prasarana(lapangan sepakbola) keadaan sarana dan prasarana telah dimiliki oleh klub PSN Ngada namun masih mengalami kekurangan dari segi kualitas dan kuantitas.Manajemen Pendanaan yang meliputi: sumber dana klub PSN Ngada dan alokasi penggunaan dana klub PSN, ketercapaianpemanfaatananggaranklub PSN Ngadabaikkarenaselamainitidakpernahmengalamikekuranganataupenyalagunaananggaran. Kesimpulandalampenelitianiniadalah manajemen pembinaan prestasi cabang olahraga sepakbola persatuan sepakbola Kabupaten Ngada yang terdiriatas tigamanajemenbesar meliputi manajemen sumber daya manusia, manjemen sarana dan prasara, danmanajemen pendanaan yangtelahberjalandenganbaik dan dikelolah dengan baik, namun masih terdapat hambatan yakni dari aspek sarana dan prasarana. Ketigakomponen manajementersebuttelahmendukung proses pembinaan dan menjadi tolak ukurprestasicabang olahraga sepakbolaPSN Ngada.
Kata-kataKunci:,manajemen, sepakbola, PSN Ngada
ABSTRACT
This research aims to know the managemen of progres of PSN Ngada club sports achievement using qualitative analysis method, the research sources of the data are managers, trainers, training counsels, atlites, associates and football Ngada. Data analysis is data reduction, data presentation, and withdrawal conclusion. This research results are managemen of private vocatuonal school of districts, distribution of sports football, registeret on PSN, which containet the tree large managemen is human resources includung: PSN club, atlities, and Ngada PSN club trainers are well well as addressed in the actions legal number 3 of 2005 concerning national human rights system chapter 1 article 1 version 6 . facilities and infrastructure managemen which covers: means(cones, ball, costumes, exercise, vests, small hands, grass cutting machines) and infrastructure(soccer field) the facilities and infrastructure have been had by PSN but will still experiencing sari losses with quality and quantity. Funding management which includes: the here are no sources of funds available for funding and the allocation of funds to use the funds is not there, the achievement of budget utilization is still good because all this time they have never experienced the lack or misuse of the budget. The conclusion in the study is the management of the achievement of the achievement of the football team of the Ngada district football association which consists of three major management including human sesource management, facility and infratructure management, and funding management, which has been running well and managed well, but there are still obstacles namely from the aspect of facilities and infrastructur. The three components of the management have supported the coaching process and become a benchmark for the achievements of the football sport PSN Ngada.
Keywords: management, football, PSN Ngada.
PENDAHULUAN
Olahraga mempunyai daya tarik tersendiri bagi segala aktivitas setiap manusia, yang berpartisipasi dalam tingkat permainan yang bertujuan untuk rekreasi sampai tingkat professional dari usia muda sampai usia lanjut. Alasan mereka melakukan berbagai aktivitas olahraga tersebut diantaranya untuk kebugaran, pembentukan karakter, bersosialisasi, dan tentunya untuk kesehatan. Menurut Giriwijoyo dan Zidik (2013: 233), “olahraga adalah serangkaian gerak raga yang teratur dan terencana untuk memelihara hidup, meningkatkan kualitas hidup, dan mencapai tingkat kemampuan jasmani yang sesuai dengan tujuan”. Karena pada hakikatnya dalam aktifitas olahraga mempunyai aspek kerjasama, komunikasi, perjuangan, persaingan, mental jasmani maupun rohani, kebersamaan, ekspresi diri, kejujuran, serta sportifitas. Karena itu, sesuai dengan fungsi dan tujuan kita mengenal beberapa bentuk kegiatan olahraga, seperti olahraga pendidikan yang bertujuan untuk mendidik, olahraga rekreasi yang bersifat rekreasi atau kesenangan, olahraga kesehatan yang bersifat rehabilitas, dan olahraga prestasi yang tujuannya untuk mencapai sebuah kemenangan. Jadi olahraga dilakukan karena berbagai alasan penting dari sisi pelakunya. Nilai-nilai dan manfaat yang diperoleh pelaku didapatkan dari partisipasi aktif dari berbagai kegiatan yang dilakukannya.
Menurut Sarumpaet (1992: 5), sepakbola merupakan permainan yang dimainkan oleh dua regu yang masing-masing regu terdiri dari 11 orang pemain. Masing-masing regu berusaha memasukan bola sebanyak-banyaknya kedalam gawang lawan dan berusaha mempertahankan gawangnya sendiri agar tidak kemasukan. Sepakbola sangat digandrungi karena mudah cara memainkannya dan sangat menarik. Segala aktivitas olahraga sepakbola ditanah air masih sangat memerlukan perhatian dan pembinaan khusus, baik dalam usaha pencarian bibit-bibit yang baru maupun dalam usaha meningkatkan prestasi atlit. Olahraga sepakbola dilakukan tidak hanya semata-mata mengisi waktu senggang atau hanya sekedar memanfaatkan fasilitas yang tersedia, namun lebih dari itu seperti yang dikemukakan oleh Sajoto (1998: 10) bahwa: ada empat dasar tujuan manusia melakukan olahraga sekarang ini, yaitu: (a) mereka yang melakukan olahraga untuk rekreasi, (b) tujuan pendidikan, (c) mencapai tingkat kesegaran jasmani tertentu, (d) mencapai sasaran atau prestasi tertentu. Dalam upaya menggapai prestasi yang baik maka pembinaan harus dimulai dari pembinaan usia dini dan atlit muda berbakat sangat menentukan menuju tercapainya mutu prestasi optimal dalam cabang olahraga sepakbola. Bibit atlit yang unggul perlu pengolahan dan proses kepelatihan secara ilmiah, barulah muncul prestasi atltt semaksimal mungkin pada umur-umur tertentu. Dalam usaha pembinaan prestasi olahraga sepakbola, diperlukan unsur pendukung yang sangat vital. Salah satu unsur tersebut adalah pelatih yang berpendidikan. Pelatih yang berpendidikan adalah pelatih yang memahami dengan baik masalah-masalah yang menyangkut kepelatihan, sebuah klub akan mempunyai peluang yang jauh lebih besar untuk berhasil dan berprestasi daripada klub yang tidak menggunakan pelatih yang tidak mempunyai dasar dalam ilmu kepelatihan. Selain latihan ketrampilan dan teknik bermain, yang perlu diperhatikan juga adalah latihan fisik. Latihan dapat dilakukan sendiri atau terkoordinasi dalam sebuah klub atau pusat pelatihan. Kondisi fisik adalah satu kesatuan untuh dari komponen-komponen yang tidak dapat dipisah-pisahkan, baik peningkatannya maupun pemeliharaannya, artinya dalam usaha peningkatan kondisi fisik harus mengembangkan semua komponen tersebut.
Manajemen merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas suatu organisasi sebuah klub sepakbola. Manajemen yang dimaksudkan di sini adalah sebagai suatu cara untuk melaksanakan suatu program kerja agar sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan dan ingin dicapai sebelumnya. Klub sepakbola PSN Ngada merupakan satu tim kebanggaan warga kabupaten Ngada dan menjadi salah satu wakil diajang kompetisi liga nusantara yang di adakan PSSI di antara ratusan tim dari kota lain seluruh Indonesia. Berdasarkan data lima tahun terakhir klub PSN Ngada hampir selalu mengalami penurunan prestasi. Klub PSN Ngada yang dulu selalu menjadi juara ETMC (Eltari Memorial Cup) namun sekarang sangat sulit untuk merebut juara lagi, bahkan beberapa tahun terakhir PSN Ngada selalu finish di peringkat kedua dalam gelaran turnamen Eltari Memorial Cup. Hal tersebut merupakan fenomena adanya penurunan prestasi khususnya bidang olahraga sepakbola pada klub PSN Ngada dalam hal pembinaan dan pemilihan strategi pembinaan olahraga sepakbola pada klub PSN Ngada. Penurunan prestasi olahraga sepakbola pada klub PSN Ngada banyak faktor yang mempengaruhinya. Faktor yang mempengaruhi prestasi pada klub tersebut antara lain sarana dan prasarana olahraga, ketidakoptimalan manajemennya, pelatih, motivasi, cara melatih, anggaran, dukungan moral. Hal yang tidak kalah penting untuk diperhatikan adalah adanya pemilihan strategi pembinaan olahraga sepakbola pada klub tersebut sehingga klub PSN Ngada mampu berprestasi lagi dan menjadi juara turnmaen Eltari Memorial Cup. Berkembang atau tidaknya olahraga sepakbola bergantung cara pembinaan di suatu klub. Klub PSN Ngada merupakan tim sepakbola yang dulunya mempunyai prestasi sebagai juara pada turnamen Eltari Memorial Cup, namun kenapa sekarang dari tahun ke tahun tim sepakbola PSN Ngada tidak pernah menjuarai turnamen Eltari Memorial Cup. Hal itu membuat warga kabupaten Ngada khususnya penggemar klub PSN Ngada bertannya-tanya kapan PSN Ngada bisa menjuarai turnamen Eltari Memorial Cup lagi. Dengan mengetahui keadaan dan permasalahan pada klub PSN Ngada, adanya penurunan prestasi lima tahun terakhir ini, dimana PSN adalah salah satu klub yang pernah berkompetisi di divisi II nasional dan liga nusantara. Oleh karena itu kiranya perlu diadakanya penelitian lebih lanjut tentang manajemen pembinaan pada klub PSN Ngada. Hal inilah yang menjadi ketertarikan peneliti untuk mengangkat masalah dan melakukan penelitian dengan judul “Analisis Manajemen Pembinaan Prestasi Cabang Olahraga Sepakbola Persatuan Sepakbola KabupatenNgada”.
KAJIAN LITERATUR
Olahraga mempunyai daya tarik tersendiri bagi segala aktivitas setiap manusia, yang berpartisipasi dalam tingkat permainan yang bertujuan untuk rekreasi sampai tingkat professional dari usia muda sampai usia lanjut. Alasan mereka melakukan berbagai aktivitas olahraga tersebut diantaranya untuk kebugaran, pembentukan karakter, bersosialisasi, dan tentunya untuk kesehatan. Menurut Giriwijoyo dan Zidik (2013: 233), “olahraga adalah serangkaian gerak raga yang teratur dan terencana untuk memelihara hidup, meningkatkan kualitas hidup, dan mencapai tingkat kemampuan jasmani yang sesuai dengan tujuan”. Dari berbagai macam alasan tersebut dapat dilihat berbagai manfaat yang tidak disadari berupa kepuasan diri, serta mengalami kematangan kepribadian melalui pengalaman olahraga dari poin sosialisasi dan pembentukan karakter. Karena pada hakikatnya dalam aktifitas olahraga mempunyai aspek kerjasama, komunikasi, perjuangan, persaingan, mental jasmani maupun rohani, kebersamaan, ekspresi diri, kejujuran, serta sportifitas.
Natal (2018: 16) aktifitas olahraga menjadi suatu hal yang fenomenal di dunia dan menjadi bagian serta life style yang takterpisahkan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Tujuan seseorang berolahraga adalah untuk meningkatkan derajat sehat dinamis (sehat dalam gerak), Prestasi melalui kegiatan olahragapun menjadi suatu alasan sesorang menekuni olahraga.
Penjelasan tentang konsep olahraga hingga tuntas tidak akan berhasil diperoleh karena definisi tentang olahraga ini terus mengalami perubahan seiring dengan adanya perubahan sosial dan pengaruh IPTEK. Olahraga ini sendiri pada hakikatnya bersifat netral, namun masyarakatlah yang kemudian membentuk kegiatannya dan memberi arti bagi kegiatan tersebut. Karena itu, Indonesia sesuai dengan fungsi dan tujuan kita mengenal beberapa bentuk kegiatan olahraga, seperti olahraga pendidikan yang bertujuan untuk mendidik, olahraga rekreasi yang bersifat rekreasi atau kesenangan, olahraga kesehatan yang bersifat rehabilitas, dan olahraga prestasi yang tujuannya untuk mencapai sebuah kemenangan. Jadi olahraga dilakukan karena berbagai alasan penting dari sisi pelakunya. Nilai-nilai dan manfaat yang diperoleh pelaku didapatkan dari partisipasi aktif dari berbagai kegiatan yang dilakukannya.
Olahraga merupakan suatu gerakan tubuh yang memberikan efek pada tubuh. Olahraga membantu merangsang otot-otot dan bagian tubuh lainnya. Adapun manfaat olahraga menurut Landers (2010: 28-29) sebagai berikut:
Olahraga yang dilakukan dengan teratur,akan meningkatakn fungsi hormon-hormon dalam tubuh dimana hormon-hormon ini mampu meningkatkan daya tahan tubuh.
Keteraturan dalam berolahraga dapat membantu meningkatakan konsentrasi, kreativitas, dan kesehatan. Dengan olahraga, jumlah oksigen didalam darah akan meningkat sehingga memperlancar aliran darah menuju otak. Hal tersebutlah yang berperan dalam meningkatkan fungsi otak.
Stres dapat terjadi pada siapa saja. Dengan olahraga, seseorang dapat dibantu untuk mengatasi emosinya dan mengurangi kegelisahan sehingga mengurangi stres yang ada. Penelitian yang dilaporkan dalam Anxiety, Stress and Coping An International Journal Tahun 2008mencatat bahwa olahraga bisa menjadi alat yang potensial untuk mengatasi gejala-gejala kecemasan. Dalam penelitian tersebut partisipan yang rutin berolahraga memiliki indeks kecemasan yang lebih rendah dibandingkan dengan orang yang tidak pernah olahraga mungkin bisa menjadi pengobatan yang layak untuk kecemasan dan stres.
Saat olahraga, tubuh bergerak dan membantu tubuh membakar kalori yang ada sehingga menghasilkan energi yang dibutuhkan tubuh untuk bekerja. Hal tersebut juga membantu tubuh mengurangi tertimbunnya lemak dalam tubuh. Olahraga yang teratur juga dapat membakar kolesterol LDL (Low Densisty Lipoprotein ) serta meningkatkan kadar kolesterol baik HDL (High Densisty Lipoprotein). Hal ini sangat membantu tubuh tetap fit dan mengurangi resiko darah tinggi, stroke, kegemukan, dan penyakit jantung.
Setiap orang yang melakukan olahraga pasti memiliki tujuan masing-masing. Ada yang karena hobby, ada yang demi kesehatan, ada yang ingin otot-ototnya bertambah besar, ada yang demi menurunkan badan. Menurut Soudan dan Everett tujuan olahraga adalah sebagai berikut: 1) untuk membuat tubuh lebih sehat, 2) untuk mendapatkan kesenangan, 3) untuk memperoleh kepercayaan diri, 4) untuk mendapatkan latihan yang teratur, 5) untuk membentuk kebiasaan memanfaatkan waktu untuk aktivitas yang menyenangkan, 6) untuk mengetahui, mencegah dan mengoreksi adanya kelemahan atau cacat secara jasmani. Sedangkan menurut Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tujuan olahraga adalah sebagai berikut: 1) untuk mencari kesenangan, 2) untuk mengisi waktu luang, 3) untuk menjaga kesehatan tubuh, 4) untuk physical fitness, 5) untuk penyembuhan atau pengobatan, 6) untuk membentuk tubuh atau sikap, 7) untuk mendapatkan prestise (penghargaan), 8) untuk mencari nafkah, 9) sebagai alat untuk meraih tujuan pendidikan.
Jadi menurut uraian di atas tujuan olahraga adalah untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan dan kebugaran, memperoleh kepercayaan diri dan sebagai alat untuk meraih tujuan pendidikan.
Olahraga prestasi adalah kegiatan olahraga yang dilakukan dan dikelolah secara profesional dengan tujuan untuk memperoleh prestasi optimal pada cabang–cabang olahraga. Dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005, olahraga prestasi adalah olahraga yang membina dan mengembangkan olahragawan secara terencana, berjenjang, dan berkelanjutan melalui kompetisi untuk mencapai prestasi dengan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi keolahragaan. Olahraga prestasi dapat dicapai dengan persiapan yang matang dan memerlukan proses yang baik. Selain olahraga prestasi ada juga olahraga rehabilitasi dan olahraga pendidikan. Menurut kamus olahraga Jerman (1983: 229), olahraga prestasi adalah olahraga yang dilakukan oleh olahragawan untuk tujuan meraih prestasi tertinggi. Syafrudin mengemukakan bahwa prestasi olahraga merupakan gambaran kemampuan seseorang atau sekelompok orang yang diperoleh setelah melakukan suatu proses latihan.
Jadi dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa olahraga prestasi adalah olahraga yang membina dan mengembangkan olahragawan secara sistematis, berjenjang, dan berkelanjutan melalui kompetisi yang didukung ilmu pengetahuan dan teknologi keolaragaan untuk meraih prestasi terbaik atau tertinggi. Prestasi olahraga merupakan hasil yang dapat dicapai atlit, dan olahraga prestasi merupakan jenis–jenis olahraga yang dilakukan oleh olahragawan atau atlit. Adapun tujuan olahraga prestasi adalah untuk meraih prestasi tertentu dalam olahraga yang diperlombakan, baik itu dalam tingkat daerah, regional, atau bahkan nasional dan juga internasional.
Menurut Sarumpaet (1992: 5), sepakbola merupakan permainan yang dimainkan oleh dua regu yang masing-masing regu terdiri dari 11 orang pemain. Masing-masing regu berusaha memasukan bola sebanyak-banyaknya kedalam gawang lawan dan berusaha mempertahankan gawangnya sendiri agar tidak kemasukan.
Dalam kamus besar bahasa Indonesia (1996) dijelaskan bahwa pembinaan adalah usaha, tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara berdaya guna dan berhasil guna untuk memperoleh hasil yang lebih baik. Dalam suatu organisasi atau perkumpulan olahraga harus ada pembinaan yang nantinya dapat menghasilkan suatu prestasi yang bagus, dan diharapkan dalam pembinaan harus melihat pada setiap individu pemain atau atlit baik dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Untuk mencapai prestasi yang setinggi-tingginya maka usaha pembinaan atlit harus dilaksanakaan dengan menyusun strategi dan perencanaan yang rasional sebagai usaha untuk meningkatkan kualitas atlit serta mempunyai program yang jelas. Pembinaan adalah usaha kegiatan yang dilakukan secara berdaya guna dan berhasil guna untuk memperoleh hasil yang lebih baik (KONI, 1998: 5). Pola Pembinaan terdiridari dua aspek yang harus diperhatikan, dan yang pertama adalah latihan yang disesuaikan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak. Pola Pembinaan berdasar pertumbuhan dan perkembangan anak meliputi: 1) Latihan dari cabang olahraga dari spesialisasi harus disesuaikan denganpertumbuhan dan perkembangan atlit, 2) Perhatian harus difokuskan pada kelompok otot, kelenturan persendian, stabilitas dan penggiatan anggota tubuh, yang berhubungan dengan salah satu syarat cabang olahraga spesialisasi, 3) Pengembangan kemampuan fungsional dan morfologis sampai tingkat tertinggi yang akan diperlukan untuk membangun tingkat keterampilan teknik dan taktik yang tinggi secra efisien, 4) Pengembangan penguasaan ketrampilan adalah sebagai persyaratan pokok yang diperlukan untuk memasuki tahap spesialisasi dan prestasi, 5) Prinsip perkembangan penguasaan teknik dan ketrampilan harus didasarkan pada fakta bahwa semuanya ada saling ketergantungan satu sama lain antara semua organ dan sisitem tubuh manusia dan antara dengan faktor psikologis, 6) Latihan khusus untuk suatu cabang olahraga yang mengarah kepada perubahan morfologis dan fungsional, 7) Spesialisasi adalah salah satu komponen yang didasarkan pada pengembangan keterampilan terpadu yang diterapkan dalam program latihan bagi anak-anak (pemula) sampai pada tingkatan taruna sampai remaja. Pola pembinaan dengan menggunkan sistem bertahap. Keterampilan gerak dapat mulai diperbaiki dari gerakan yang besar sampai gerakan yang sulit terpadu. Kecenderungan perkembangan dari yang sederhana menuju perkembangan yang kompleks dan dari perkembangan yang kasar sampai halus. Pembelajaran bertahap keterampilan gerak dapat benar–benar dipahami apabila menggunakan model atau “tingkatan” (RR, Pate dkk, 1993: 201). Dari kegiatan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa pembinaan prestasi termasuk di didalamnya adalah olahraga atlitik, sepakbola dan sepak takraw diperlukan tahap persiapan yaitu dengan adanya pemassalan, pembibitan dan pemanduan bakat pemain agar dapat dihasilkan bibit-bibit pemain yang berprestasi secara profesional. Untuk meningkatkan pembinaan kualitas atlit sepakbola menjadi lebih berdaya saing tinggi sehingga dapat mencapai prestasi yang diinginkan yang dipersiapakan untuk sebuah even atau kejuaraan yang bergengsi, perlu digunakannya system piramida yang komponen–komponennya terdiri dari: pemassalan, pembibitan, dan peningkatan prestasi (Kamiso, 1998).
Menurut KONI (1998: 27) pemassalan barasal dari kata masal, yang artinya mengikut sertakan atau melibatkan orang banyak. Sedangkan pemassalan olahraga merupakan suatu upaya untuk menanamkan dasa-dasar keterampilan gerak dalam usaha mencari bibit-bibit atlit yang berbakat dengan kondisi fisik dan mental yang sehat dan kuat untuk dekembangkan dalam mencapai prestasi yang tinggi. Adapun tujuan pemassalan sebagai berikut: 1)membina dan meningkatkan kesegaran jasmani, 2)meninglatkan kesegaran rohani atau untuk kegembiraan, 3)pembentukan watak atau kepribadian, 4)menanamkan dasar-dasar keterampilan gerak dalam usaha pencapaian prestasi yang tinggi.
Menurut KONI (1998: B.7), pembibitan adalah upaya yang diterapkan untuk menjaring atlit berbakat dalam olahraga prestasi, yang diteliti secara terarah dan intensif melalui orang tua, guru, dan pelatih pada suatu cabang olahraga, yang bertujuan untuk menyediakan calon atlit berbakat dalam berbagai cabang olahraga prestasi, sehingga dapat dilanjutkan dengan pembinaan yang lebih intensif lagi, dan dengan sistem yang lebih inovatif serta mampu memanfaatkan hasil riset secara ilmiah serta perangkat teknologi modern yang ada. Menurut Cholik yang dikutip oleh Irianto (2002: 29), beberapa indikator yang perlu diperhatikan sebagai cerita untuk mengidentifikasi dan menyeleksi bibit atlit berbakat secara obyektif antara lain: 1) Kesehatan pemeriksaan medis, khususnya sistem kardiorespiratori dan sistem otot saraf. 2) Antropometri tinggi dan berat badan, ukuran bagian tubuh, lemak tubuh, dll. 3) Kemampuan fisik speed power, koordinasi, Vo2 max. 4) Kemampuan psikologis sikap, motivasi, daya toleransi. 5) Keturunan. 6) Lama latihan yang telah diikuti sebelumnya dan adakah peluang untuk berkembang.Setelah adanya suatu pemassalan dan pembibitan, untuk mencapai suatu prestasi yang baik maka dilanjutkan dengan pembinaan. Pembinaan diarahkan melalui latihan yang disesuaikan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak, dalam hal ini pelatih sangatlah berperan penting. Untuk mendapatkan atlit-atlit yang berbakat untuk ditingkatkan prestasinya ketiga komponen tersebut tidak dapat dipisahkan. Bila tidak dilaksanakan salah satu komponen, akan mendapatkan hasil yang tidak diharapkan/maksimal.
Menurut Lutan (2000: 32-36), prestasi hanya akan dicapai bila pembinaan dapat dilaksanakan dan tertuju pada aspek-aspek pelatihan seutuhnya mencakup:
Istilah kepribadian atlit dalam petunjuk operasional ini adalah sejumlah ciri unik dari seorang atlit. Untuk dapat berprestasi dalam olahraga, dibutuhkan sifat-sifat tertentu yang sesuai dengan tuntutan cabangnya, yaitu 1) sikap positif, 2) loyal terhadap kepemimpinan, 3) rendah hati, 4) semangat bersaing, dan berprestasi.
Pembinaan kondisi fisik tertuju pada komponen kemampuan fisik yang dominan untuk mencapai prestasi. Di samping terdapat kebutuhan yang bersifat umum, setiap cabang olahraga juga memerlukan pembinaan komponen kondisi fisik yang spesifik.
Pembinaan keterampilan teknik tertuju pada penguasaan keterampilan teknik yang rasional dan ekonomis dalam suatu cabang olahraga, bila kekuatan stamina, dan kecepatan yang sudah berkembang, maka atlit dapat mengalami peningkatan dalam penguasaan keterampilan teknik.
Latihan taktik tertuju pada peningkatan keterampilan taktis. Untuk itu atlit harus mampu memanfaatkan kondisi fisik, keterampilan, dan kondisi psikologis guna merespon kekuatan atau kelemahan lawannya secara efektif. Selain itu agar ia mampu beradaptasi dengan situasi kompetensi secara keseluruhan.
Latihan mental tertuju pada kemampuan mental, karena ditaksir sekitar 90-95% variasi prestasi sebagai pengaruh kemampuan mental. Kelima aspek itu merupakan satu kesatuan yang utuh. Bila salah satu terlalaikan, berarti pelatihan tidak lengkap. Keunggulan adalah salah satu aspek akan menutupi kekurangan pada aspek lainnya, dan setiap aspek akan berkembang dengan memakai metode yang spesifik.
Manajemen berasal dari kata to manage yang berarti mengelola atau mengatur. Definisi manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya untuk mencapai tujuan (Bucher & Krotee, 1993: 4). Manajemen olahraga adalah suatu kombinasi keterampilan yang berhubungan dengan perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, pengendalian, penganggaran dan evaluasi dalam kontek suatu organisasi yang memiliki produk utama berkaitan dengan olahraga (Park, 1998: 4).
Beberapa ahli mengatakan bahwa manajemen adalah seni dan segelintir ahli lainnya mngungkapkan bahwa manajemen adalah ilmu. Namun sesungguhnya kedua pendapat tersebut sama mengandung kebenarannya (Manullang, 2002: 4). Pakar lain seperti Terry (dalam Handayaningrat, 1992: 20) memberikan definisi manajemen sebagai proses yang membedakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan pelaksanaan kerja dan pengawasan dengan memanfaatkan ilmu maupun seni untuk menyelesaikan tujuan yang telah ditetapkan dan pada definisi tersebut memandang manajemen merupakan sebuah proses yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, penggerakan pelaksanaan dan pengawasan. Menurut Hamdan (1989: 5), manajemen yang baik, efektif dan efisien diharapkan pula oleh masyarakat tidak hanya terjadi dalam organisasi perusahaan, tetapi dalam organisasi pemerintah dan sosial yang bersifat tidak mencari laba, serta dapat dijabarkan pula bahwa manajemen sangat penting sekali untuk bidang- bidang lainnya yang berhubungan dengan organisasi, baik yang bersifat untuk mencari keuntungan, pelayanan, maupun pembinaan.
Fungsi Manajemen
Menurut Allen (dalam Manullang, 2002: 39), bahwa “planing is the determination of a course of action to achieve a desired result” atau perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Pendapat lain menurut Handoko (1984: 77), perencanaan adalah pemilihan sekumpulan kegiatan dan pemutusan selanjutnya apa yang harus dilakukan, kapan, bagaimana, dan oleh siapa. Perencanaan yang baik dan benar dapat dicapai dengan mempertimbangkan dan memperkirakan waktu pada masa mendatang dan waktu pada saat rencana dibuat, karena perencanaan dan kegiatan yang diputuskan akan dilaksanakan oleh suatu organisasi. Proses perencanaan dalam sebuah organisasi biasanya dirumuskan dalam perencanaan jangka pendek maupun jangka panjang dalam suatu tata pelaksanaan di dalam tubuh organisasi tersebut. Program jangka pendek dan jangka panjang dari suatu perencanaan tergantung penentuan dari organisasi tersebut. Beberapa perencanaan dalam proses manajemen sebagai berikut: 1) Rencana kerja adalah rencana kerja dari masing-masing bidang dalam suatu organisasi, 2) Program adalah program yang tersusun dari rencana pada bidang–bidang dalam suatu organisasi, 3) Proyek kegiatan adalah program dari bidang-bidang dalam suatu organisasi yang disusun dalam sebuah proyek kegiatan, 4) Sasaran kerja, 5) Alternatif usaha, adalah kegiatan yang dilakukan dapat dilaksanakan melalui alternatif usaha, tetapi harus tetap dalam sasaran dan tujuan yang dicapai, 6) Lingkungan yang dihadapi, 7) Kemungkinan hambatan, harus kita ketahui sehingga bila pada pelaksanaan terjadi suatu hambatan tersebut dapat diantisipasi terlebih dahulu, 8) Kemungkinan pemecahan masalahnya. Uraian tersebut mengharuskan sebuah organisasi harus memiliki sebuah perencanaan agar bisa mencapai hasil yang diinginkan.
Organizing dalam pendefinisian ini adalah kata yang berarti ‘to organize’, yang berarti melakukan serta menyusun organisasi untuk tujuan tertentu, dimana kata tersebut berasal pula dari kata organ. Sedangkan kata organ sendiri dalam Buku Webstre’e New Collagiale Dictionary adalah berasal dari kata organon, yang berasal dari bahasa Yunani Kuno. Adapun arti kata organ sendiri adalah, “ An Instrument or medium by Which an Importan is Performed or end accomploshed.Artinya suatu alat atau media yang digunaka untuk tindakan penting atau pencapaian tujuan. Jadi to organize mengandung arti menyusun bagian-bagian yang terpisah-pisah menjadi suatu kesatuan sehingga dapat digunakan untuk menjalankan tindakan dalam pencapaian tujuan. Hasibuan (1996: 29) mengatakan “organisasi ialah suatu sistem perserikatan formal, berstruktur dan terkoordinasi dari sekelompok yang bekerja sama dalam mencapai tujuan tertentu. Organisasi hanya merupakan alat dan wadah saja”. Pendapat lainya Armosudiro (dalam Hasibuan, 1996: 34) “organisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu”. Manajemen klub tentunya harus menjalankan prinsip organisasi dengan job descriptions yang jelas sesuai dengan tupoksi masing-masing pengurus klub atau perkumpulan organisasi tersebut.
Penggerakan (actuating) adalah menggerakkan orang-orang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien. Pada dasarnya menggerakkan orang-orang bukanlah hal yang mudah. Untuk dapat menggerakkannya, dituntut bahwa manajer/pimpinan harus mampu atau mempunyai seni untuk menggerakkan orang lain agar dijadikan sebagai daya penggerak. Kemampuan atau seni untuk menggerakkan orang lain itu disebut sebagai kepemimpinan (leadership). Dalam proses penggerakan suatu organisasi harus memperhatikan sarana manajemen, karena proses aktivitas suatu organisasi membutuhkan sarana untuk pencapai tujuan dari organisasi tersebut. Menurut Manullang (2002: 5) bahwa dalam pencapaian tujuan membutuhkan sarana (tools) atau alat manajemen yang biasa disebut dengan “Enam M”, yaitu men (manusia), money (uang), materials (bahan - bahan), machines (alat kerja), methods (cara), dan markets (pasar). Money (uang) sebagai sarana manajemen yang diperlukan dalam melakukan berbagai aktivitas suatu organisasi, karena uang sebagai alat untuk pendanaan dalam setiap kegiatan yang dilakukan. Uang sebagai sarana manajemen harus digunakan sedemikian rupa agar tujuan yang ingin dicapai mencapai keberhasilan. Uraian tersebut menggambarkan bahwa sebuah klub atau perkumpulan organisasi yang memiliki tujuan prestasi, maka tidak ada cara lain selain membuat rencana kerja atau program latihan untuk membantu proses pelaksanaan.
Pengertian pengawasan dapat diartikan sebagai suatu proses untuk menerapkan pekerjaan apa yang sudah dilaksanakan, menilainya, dan bila perlu mengoreksinya dengan maksud supaya pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan rencana semula (Manullang, 2002: 173). Adapun fungsi pengawasan menurut Julitriarsa dan Suprihanto (1988: 102) adalah sebagai berikut: a) Mencegah terjadinya berbagai penyimpangan atau kesalahan, b) Untuk memperbaiki berbagai penyimpangan atau kesalahan yang terjadi, c) Untuk mendinamisir organisasi serta segenap kegiatan manajemen lain, d) Untuk mempertebal rasa tanggung jawab.
Menurut Wibowo (2002: 05), atlit adalah subjek/seseorang yang berprofesi atau menekuni suatu cabang olahraga tertentu dan berprestasi pada cabang olahraga tersebut, sedangkan menurut Salim (1991: 55), atlit adalah olahragawan, terutama dalam bidang yang memerlukan kekuatan, ketangkasan, dan kecepatan. Selain itu menurut Monty (2002: 29), atlit adalah individu yang memiliki keunikan tersendiri, yang memiliki bakat tersendiri, pola perilaku dan kepribadian tersendiri, serta latar belakang yang mempengaruhi spesifik dalam dirinya. Sumber daya atlit memiliki peran yang sangat strategis dalam pola pembinaan olahraga, karena atlit adalah merupakan objek yang menjadi faktor yang berpengaruh terhadap berhasil tidaknya suatu cabang olahraga, sehingga dapat mencapai prestasi yang optimal. Mekanisme pembinaan olahraga prestasi semestinya dimulai dari pemanduan bakat (talent scouting).
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif naturalistik. Menurut Margono (2008: 8) pendekatan kualitatif naturalistik berupaya untuk mendapatkan fenomena-fenomena dengan interpretasi yang tepat, dengan tujuan untuk membuat deskriptif atau gambaran secara sistematis, tentang apa yang terjadi secara komprehensif serta hubungan antara fenomena yang diteliti. Dalam penelitian digunakan teknik analisis model interaktif melalui tiga komponen yang harus dimengerti yaitu reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Selanjutnya peneliti hanya bergerak di antara tiga komponen analisis tersebut sesudah pengumpulan data selesai pada setiap unitnya dengan menggunakan waktu yang masih tersisa dalam penelitian. Sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan wawancara, observasi dan dokumentasi.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
Hasil penelitian ini adalah jawaban atas rumusan masalah yang peneliti tetapkan sebelumnya yakni untuk melihat serta menggambarkan manajemen pembinaan klub PSN Ngada itu sendiri. Dari Hasil penelitian yang peneliti lakukan terdapat tiga manajemen dasar pembinaan yang ada serta telah dilaksanakan oleh klub PSN Ngada ini sendiri yakni manajemen sumber daya manusia yang terdiri atas pengurus klub, pelatih, atlit, Manajemen sarana prasarana dan manajemen pendanaan yang secara langsung berkontribusi positif dalam rangka mendukung proses pembinaan klub PSN Ngada saat ini maupun pada waktu yang lalu. Adapun hasilnya akan diuraikan secara terperinci.
Manajemen Sumber Daya Manusia
Manajemen sumber daya manusia yang dimaksud yakni sumber daya manusia yang diliat dari sumber daya pengurus, pelatih maupun atlit klub PSN Ngada.
Pengurus Klub PSN Ngada
Berdasarkan hasil wawancara dan dilengkapi dengan dokumentasi peneliti dari responden mengenai pengurus klub PSN bapak Berrnard F. Burah sebagai pengurus klub PSN Ngada mengatakan bahwa:
“ Program kerja yang dilakukan oleh jajaran pengurus klub PSN Ngada secara umum adalah untuk memajukan klub dengan sistem pembinaan dengan didukung oleh seluruh unsur serta klub anggota PSN yang totalitasnya tidak diragukan lagi untuk menjadikan PSN Ngada sebagai klub sepakbola yang berprestasi. Para pengurus dalam menjalankan tugas dan fungsinya masing - masing, sehingga menciptakan hubungan yang harmonis antar manajemen dengan pelatih maupun pemain. Dalam melaksanakan tugas serta fungsi masing masing pengurus dalam manajemen klub PSN Ngada telah terbagi sesuai dengan tupoksi masing-masing, sehingga dalam pelaksanaanya tidak terjadi tumpang tindih antara tugas masing masing pengurus. Dalam kepengurusan klub PSN Ngada pengorganisasian telah dilaksanakan dengan cukup baik oleh manajer, dimana dapat dilihat dengan adanya harmonisasi dari segenap unsur organisasi, sehingga peran manager sebagai jembatan utama antara pemain pelatih serta pihak manajemen dapat berjalan dengan baik”.
Berdasarkan hasil wawancara dan dilengkapi dengan dokumentasi peneliti dari responden mengenai struktur pengurus klub PSNseperti yang di sampaikan oleh bapak Berrnard F. Burah sebagai pengurus klub PSN Ngada mengatakan bahwa:
Sistim kepengurusan klub PSN Ngada menggunakan sistem masa bakti selama kurang lebih 5 tahun. Struktur organisasi klub PSN Ngada terdiri dari pelindung, penasihat, ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara. Susunan kepengurusan untuk klub PSN Ngada dapat dilihat pada bagan.
Berdasarkan hasil wawancara dan dilengkapi dengan dokumentasi peneliti dari responden mengenai turnamen atau kompetisi seperti yang di sampaikan oleh bapak Berrnard F. Burah sebagai pengurus klub PSN Ngada mengatakan bahwa:
Turnamen atau kompetisi sepakbola yang di selenggarakan di kabupaten Ngada berjalan sesuai program kerja yang di buat oleh pengurus ASKAB. Turnamen sepakbola yang di adakan di kabupaten Ngada di antaranya Bupati Cup, HAORNAS, dan Liga PSN, ketiga turnamen tersebut merupakan fundasi dasar sebagai acuan untuk para pelatih mencari atlit-atlit berbakat agar bisa di rekrut dan diberi pembinaan. Adanya turnamen tersebut memberikan dampak positif bagi parah pelatih di setiap klub agar bisa melatih para atlitnya, sehingga para atlitnya bisa di rekrut dan bisa memperkuat klub PSN Ngada.
Dari hasil penelitian yang peneliti lakukan didapatkan beberapa hal yang menyangkut atlit klub PSN Ngada yaitu sebagai berikut:
Keberadaan atlit sepakbola sangatlah penting bagi sebuah organisasi karena sebuah organisasi tidak mungkin dapat berjalan dan terlaksana tanpa atlit.
Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan beberapa responden melalui instrumen wawancara terkait dengan sistim perekrutan atlit klub sepakbola PSN Ngada mengatakan bahwa:
Perekrutan atlit klub PSN Ngada adalah melalui tahapan seleksi, menggunakan alat ukur standart untuk komponen fisik, teknik dan taktik dan mental dan diadakan turnamen internal kabupaten Ngada seperti Bupati Cup Ngada, HAORNAS, Liga PSN dan sebagaianya, setelah itu parah pelatih melihat mana yang mainya bagus dari setiap klub, setiap kecamatan untuk direkrut dan mengikuti seleksi lagi guna mencari atlit PSN Ngada yang sesuai kriteria pelatih. (Kletus Gabhe pelatih PSN Ngada.
Pernyataan di atas seperti yang di sampaikan oleh mantan pelatih PSN Ngada bapak Jhon Wo,u Dopo berkaitan dengan sistim penerimaan atlit perisai diri di Kabupaten Ngada mengatakan bahwa:
Perekrutan atlit PSN Ngada juga menggunakan tahapan seleksi teknik (passing, control, drible, jugling, ball felling, run with the ball, heading, position head up,) semua itu harus dilihat dalam seleksi pemain.
Berdasarkan hasil wawancara dari kondisi objektif di atas, disimpulkan bahwa sistim perekrutan atlit klub PSN Ngada adalah dengan tahapan seleksi, menggunakan alat ukur standar untuk komponen fisik, teknik(passing, control, drible, jugling, ball felling, run with the ball, heading, position head up), taktik dan mental.
Setelah seluruh proses seleksi dilalui dan pemain dinyatakan layak menjadi pemain Klub PSN Ngada maka selanjutnya dilaksanakan penanda tanganan kontrak serta Nota kesepakatan ( MOU ) antara pemain dengan pihak manajemen,dimana dalam MOU tersebut terdapat point mengenai hak serta kewajiban pemain, dimana setiap pemain harus menunjukan dirinya sebagai pemain proesional dengan tidak hanya selalu menuntut haknya saja akan tetapi juga akan memenuhi kewajibanya sebagai pemain, adapun hak hak sebagai pemain PSN Ngada adalah: 1)Hak untuk mendapatkan gaji dan kontrak sesuai MOU, 2)Hak mendapatkan bonus bonus diluar gaji dan kontrak, 3)Hak memanfaatkan sarana dan prasarana olah raga milik klub untuk menjaga stamina dan fisik pemain, 4)Hak untuk menempati asrama / mess pemain 5)Hak mendapatkan perlindungan jiwa dan kesehatan, 6)Hak mendapatkan cuti. Sedangkan kewajiban sebagai pemain PSN Ngada adalah: 1)Mentaati serta tunduk pada peraturan serta MOU yang telah ditanda tangani bersama manajemen, 2)Disiplin mengikuti program latihan yang telah disusun oleh korp pelatih, 3)Tidak melakukan tindak kejahatan maupun menggunakan NARKOBA, 4)Disiplin dalam menjaga kesehatan serta stamina secara mandiri, 5) Menjaga nama baik PSN Ngada dan Korp, 6)Loyal dan memiliki kemauan untuk mengangkat ser ta menjaga nama baik PSN Ngada, 7)Selalu bersemangat dalam setiap pertandingan, 8)Tidak menerima apapun dari siapapun untuk mengatur skor pertandingan, 9)Mampu menjalin kerjasama serta menjaga hubungan baik dengan sesama pemain dan ataupun dengan manajemen, 10)Ikut menjaga kebersihan serta keindahan asrama / mess pemain.
Berdasarkan hasil penelitian yang di lakukan oleh peneliti seperti yang di sampaikan oleh pelatih PSN Ngada Kletus Marselinus Gabhe mengenai program latihan klub PSN Ngada mengatakan bahwa:
yang dijalankan oleh klub PSN Ngada berjalan dengan baik namun terkendala oleh sarana dan prasarana yang masih minim. Latihan dilakukan setiap hari selama satu bulan. Pembinaan yang dilakukan klub PSN Ngada berupa latihan fisik yang meliputi jogging, lari biasa, sprint, dan juga latihan teknik yang diberikan, pelatih juga memberikan latihan lanjutan berupa latihan taktik, dan juga games untuk mengetahui sejauh mana kemampuan yang mereka kuasai. Dalam pemberian program latihan seperti latihan teknik dasar, latihan taktik, serta latihan fisik pada pembinaan prestasi pada klub PSN Ngada dilaksanakan sesuai tingkat keterampilan atlit. Program pembinaan yang telah dibuat sebagai acuan tahapan latihan jangka panjang dan meliputi latihan pembentukan, serta tahap latihan pemantapan. Untuk pembinaan mental yang dilaksanakan oleh klub PSN Ngada yaitu dengan memberikan latih tanding atau sparing antar sesama atlit maupun dengan klub-klub lokal yang ada di kabupaten Ngada atau kabupaten lain guna bertujuan untuk melatih mental dan memberikan pengalaman bagi atlit. Di samping itu juga para atlit diberikan pengarahan saat di luar maupun di dalam latihan yang bertujuan meningkatkan sikap disiplin dan tertib dalam kehidupan sehari-hari.
Keberadaan pelatih sangat di butuhkan dalam sebuah organisasi khususnya organisasi klub sepakbola.
Berdasarkan hasil wawancara dan dilengkapi dengan dokumentasi peneliti dari responden seperti yang di sampaikan oleh mantan pelatih PSN Ngada Jhon Wo,u Dopo mengenai seleksi pelatih mengatakan bahwa:
Seleksi pelatih biasanya di tunjuk langsung oleh pengurus klub PSN Ngada serta memiliki kualitas pelatih yang dimiliki klub PSN Ngada dikatakan baik, ini dikarenakan pelatih klub PSN Ngada sudah mengenal sistem pelatihan dan menjalankan program yang telah dirancang dan mempunyai sifat disiplin yang tinggi dan ketegasan kepada para atlitnya.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, bahwa kualitas pelatih klub PSN Ngada dikatakan baik, ini dikarenakan pelatih yang ada di kabupaten Ngada sudah mengenal sistem pelatihan dan menjalankan program yang telah dirancang dan mempunyai sifat disiplin yang tinggi dan ketegasan kepada para atlitnya. Pernyataan di atas di sampaikan oleh pelatih klub PSN Ngada(Kletus Marselinus Gabhe) mengenai sertifikat atau lisensi pelatih mengatakan bahwa:
Pelatih yang dimiliki klub PSN Ngada sudah memiliki sertifikat pelatih yaitu Lisensi D Nasional. Dari semua pelatih yang ada di kabupaten Ngada sudah mempunyai lisensi D Nasional dan berlatar belakang pemain sepakbola sehingga mampu dalam memberikan materi setiap latihan.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti melalui responden seperti yang di sampaikan oleh pelatih PSN Ngada Kletus Marselinus Gabhe mengenai jumblah pelatih menyatakan bahwa:
Klub PSN Ngada memiliki 1 orang pelatih utama, 1 orang dokter tim, dan 2 orang asisten pelatih. Semua pelatih tersebut memiliki latar belakang pemain sepakbola yang sebagian besar juga sudah memiliki sertifikat pelatih sehingga tidak perlu diragukan lagi kemampuan yang mereka miliki.
Tabel 4.1 Komposisi Team Pelatih pada Klub PSN Ngada
| No | Nama | Jabatan |
| 1. | Timotius E. Keli Sebo | Pelatih Kepala |
| 2. | Yohanes Polikarpus Soro Liko | Dokter Tim |
| 3. | Kletus Marselinus Gabhe | Asisten Pelatih |
| 4. | Arnoldus Y. Siwe Mole | Asisten Pelatih |
Sumber : ASKAB PSSI Kabupaten Ngada
Manajemen Sarana dan Prasarana
Pencapaian prestasi yang maksimal harus didukung dengan peralatan latihan yang memadai dan layak digunakan, peralatan yang memadai berarti peralatan yang digunakan sesuai dengan cabang olahraga yang dilakukan, dapat digunakan seoptimal mungkin dan mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi, sehingga prestasi yang maksimal akan dapat tercapai. Akan tetapi sebaliknya apabila tidak adanya peralatan yang memadai dan tidak sesuai dengan perkembangan dan teknologi, maka prestasi yang maksimal tidak akan dicapai.
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilengkapi dengan dokumentasi peneliti seperti yang di sampaikan oleh Bapak Bernard F. Burah mengenai sarana dan prasaran klub PSN Ngada mengatakan bahwa:
keadaan sarana dan prasarana yang dimiliki klub PSN Ngada sudah lengkap hal ini dapat di buktikan dengan tabel berikut:
Tabel 4.2 Keadaan sarana dan prasarana klub PSN Ngada
| No | Jenis | Keteranagan | Kelayakan | |||
| Jumlah
|
Ada
|
Tidak ada | Layak | Tidak layak | ||
| 1. | Sarana
- Cones - Bola - Gawang kecil - Rompi - Kostum - Mesin potong rumput |
2 set 3 buah 12 buah
2 set 2 set 2 buah |
ü ü
ü ü ü ü |
ü ü
ü ü ü ü |
|
|
| 2. | Prasarana
- Lapangan sepakbola
|
2 buah
|
ü
|
|
ü |
|
Manajemen Pendanaan
Ketersediaan anggaran menjadi suatu hal yang sangat penting bagi sebuah program, karena sebuah program tidak dapat berjalan dan terlaksana bila ketersediaan anggaran yang di butuhkan untuk program tersebut itu tidak tersedia atau tidak mencukupi.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan beberapa responden melalui instrumen wawancara terkait dengan pendanaan seperti yang di katakan oleh pelatih klub PSN Ngada(Kletus Marselinus Gabhe) mengatakan bahwa:
Dana yang di dapatkan oleh klub PSN Ngada berasal dari PEMDA Ngada dan bantuan-bantuan dari pihak ketiga yang sifatnya tidak mengikat.
Pernyataan mengenai pendanaan juga disampaikan oleh mantan pelatih PSN Ngada (Jhon Wo,u Dopo mengenai pendanaan yang di miliki oleh klub PSN Ngada mengatakan bahwa:
Dana yang di miliki klub PSN Ngada berasal dari PEMDA Ngada dan simpatisan.
Selanjutnya pernyataan juga di dukung oleh pengurus PSN Ngada(Bapak Bernard F. Burah) mengenai pendanaan yang dimiliki oleh klub PSN Ngada mengatakan bahwa:
Dana yang di peroleh klub PSN Ngada berasal dari pemerintah dan kebijakan organisasi, pihak donatur, non pemerintah.
Berdasarkan hasil wawancara, observasi dan dokumentasi peneliti dapat simpulkan bahwa dana yang yang diperoleh oleh klub PSN Ngada berasal dari PEMDA Ngada, bantuan-bantuan dari pihak ketiga yang sifatnya tidak mengikat, simpatisan, kebiujakan organisasi, dan pihak donatur.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan beberapa responden melalui instrumen wawancara yang di sampaikan oleh pengurus PSN Ngada (Bapak Bernard F. Burah terkait dengan pengelolaan dana menyatakan bahwa:
Dana yang dimiliki oleh klub PSN Ngada diprioritaskan pada saat mengikuti kompetisi atau turnamen.
Pernyataan diatas juga di sampaikan oleh pelatih klub PSN Ngada(Kletus Marselinus Gabhe) mengenai alokasi penggunaan dana mengatakan:
Bahwa alokasi anggaran tentunya di sesuikan dengan rancangan kebutuhan.
Sedangkan menurut mantan pelatih PSN Ngada(Jhon Wo,u Dopo) menyatakan bahwa:
Alokasi sesuai dengan kebutuhan, biaya seleksi, transport pemain, makan minum, nutrisi, vitamin.
Berdasarkan hasil wawancara, observasi dan dokumentasi peneliti dapat simpulkan bahwa dana yang di miliki klub PSN Ngada di alokasikan ketika mengikuti turnamen atau kompetisi serta biaya seleksi, transport pemain, makan minum, nutrisi, vitamin dan sesuai kebutuhan tim.
Pembahasan
Pembahasan dari hasil temuan yang telah dilakukan adalah sebagai berikut :
Manajemen Sumber Daya Manusia
Dari hasil temuan yang diperoleh pada klub PSN Ngada diperoleh bahwa klub PSN Ngada didirikan dengan tujuan untuk mengembangkan bakat khususnya di bidang sepakbola agar mendapat arahan yang terencana dan terprogram untuk meningkatkan prestasi klub sepakbola PSN Ngada.
Berdasarkan hasil temuan, klub PSN Ngada pada saat didirikan dan dibentuk kepengurusannya sudah lengkap, dimana ada ketua, sekretaris, bendahara, pelatih, dan seksi-seksi. Dalam proses pemilihan pengurus klub PSN Ngada didasarkan pada rapat dengan para pengurus, pelatih. Para pengurus selalu mengadakan pertemuan dan membuat program kerja pengurus, selain membahas program kerja, pertemuan rutin diadakan juga untuk mengevaluasi program kerja pengurus untuk mengetahui kekurangan yang terjadi dalam kepengurusan.
Berdasarkan temuan lapangan dan analisis data tentang kepengurusan klub PSN Ngada yang di deskripsikan melalui manajemen kepengurusan, perekrutan pelatih, dan atlit, pelaksanaan program latihan, sarana dan prasarana yang menunjang, serta sistem pendanaan ditemukan banyak permasalahan yang mempunyai faktor pendukung dan penghambat sebagai berikut: Masih banyaknya peminat yang mendaftar menjadi atlit sepakbola. Banyaknya atlit merupakan faktor pendukung utama jalannya klub. Karena finansial klub PSN Ngada akan semakin bertambah dengan bertambahnya calon atlit yang akan dididik untuk mencapai prestasi. Komitmen dan konsistensi pengurus maupun pelatih untuk semakin mengembangkan klub PSN Ngada, adanya dukungan dari orang tua atlit dan masyarakat sekitar. Sedangkan faktor penghambat sebagai berikut: ditinjau dari manajemen kepengurusan, penglolaannya belum secara baik, sehingga manajemen kepengurusan dijalankan seadanya. Hal ini diakibatkan karena minimnya sumber daya manusia dalam kepengurusan klub PSN Ngada, Sarana dan prasarana yang dimiliki klub PSN Ngada masih minim, hal ini dibuktikan dengan lapangan yang di gunakan merupkan lapangan milik umum bukan milik klub PSN Ngada, Minimnya pendanaan klub PSN Ngada, dikarenakan sumber dana yang diperoleh hanya dari pemerintah daerah dan pihak donatur serta simpatisan, maupun dari pihak swasta.
Dari hasil temuan yang di peroleh dari klub PSN Ngada bahwa pelatih klub PSN Ngada mempunyai sertifikat sebagai pelatih, karena para pelatih klub PSN Ngada sudah mengikuti kepelatihan sebagai pelatih. Selain merekrut pelatih, pelatih klub PSN Ngada juga memiliki kualitas pelatih yang sudah ada karena mampu memberikan pembinaan kepada para atlitnya untuk terus berprestasi dan meningkatkan kemampuan yang dimiliki oleh para atlitnya. Para pelatih klub PSN Ngada juga selalu mengkonsultasikan program latihan yang dibuat kepada pengurus. Para pelatih selalu memberikan evaluasi kepada para atlitnya saat latihan maupun setelah selesai latihan. Kinerja pelatih di lapangan sangat disiplin, tegas, dan profesional. Dari sebagian pelatih yang ada di klub PSN Ngada merupakan mantan pemain sepakbola sehingga mampu dalam memberikan materi tiap kali latihan. Pelatih yang dimiliki oleh klub PSN Ngada sudah memiliki sertifikat atau lisensi D Nasional, lisensi yang dimiliki oleh pelatih merupakan standar Nasional.
Dari hasil temuan yang di peroleh dari klub PSN Ngada bahwa perekrutan atlit dengan cara calon atlit mendaftar, tahapan seleksi, menggunakan alat ukur standar untuk komponen fisik, teknik dan taktik dan mental. Selain itu sistem perekrutan atlit juga di adakan turnamen seperti Bupati Cup, HAORNAS, Liga PSN, dan sebagainya. Jadi siapapun dapat berpartisipasi menjadi atlit klub PSN Ngada. Atlit klub PSN Ngada semuanya melaksanakan program latihan yang dibuat oleh pelatih karena sebelumnya sudah dijelaskan dan diusahakan semua atlit tahu tentang program latihan yang telah dibuat. Jenis program latihan yang diberikan meliputi latihan fisik, latihan teknik, taktik, dan mental tapi disesuaikan dengan kelompok umur. Jika pelatih tidak datang untuk melatih, para atlit tetap melaksanakan proses latihan, karena jika pelatih tidak datang akan ada yang menggantikan, ini bertujuan agar proses latihan tetap berlangsung. Kualitas atlit yunior dan senior rata-rata sudah cukup baik. Ini ditunjukkan dengan prestasi yang didapat dan bisa memenangkan setiap pertandingan yang dilakukan. Ada beberapa atlit klub PSN Ngada yang direkrut oleh klub-klub profesional seperti Rokus Ghomu di klub Persita Tangerang, Heru Nerly di klub Persipura Jayapura, PSM Makasar, PERSIJA Jakarta, dan Jackson Tiwu di klub Persika Karawang. Mereka semua merupakan atlit PSN Ngada yang di rekrut oleh klub profesional di tanah air dan menjadi prestasi tersendiri untuk klub PSN Ngada dan masyarakat kabupaten Ngada.
Manajemen Sarana dan Prasarana klub PSN Ngada
Undang-undang Nomor 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional Pasal 1 ayat 20 dan 21 (2006: 13), tertulis bahwa prasarana olahraga adalah tempat atau ruang termasuk lingkungan yang digunakan untuk kegiatan olahraga atau penyelenggaraan keolahragaan. Sarana olahraga adalah peralatan dan perlengkapan yang digunakan untuk kegiatan olahraga. Pencapaian prestasi yang maksimal harus didukung dengan peralatan latihan yang memadai dan layak digunakan, peralatan yang memadai berarti peralatan yang digunakan sesuai dengan cabang olahraga yang dilakukan, dapat digunakan seoptimal mungkin dan mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi, sehingga prestasi yang maksimal akan dapat tercapai. Akan tetapi sebaliknya apabila tidak adanya peralatan yang memadai dan tidak sesuai dengan perkembangan dan teknologi, maka prestasi yang maksimal tidak akan dicapai. Sarana dan prasarana yang ada di klub PSN Ngada cukup memadai.
Berdasarkan hasil observasi dan wawncara yang dilengkapi dengan dokumentasi peneliti pada kondisi ojektif di atas bahwa keadaan sarana dan prasarana di klub PSN Ngada cukup memadai hal ini dapat di buktikan dengan tabel berikut:
Tabel 4.3 Keadaan sarana dan prasarna klub PSN Ngada
| No | Jenis | Keterangan | ||||
| Jumlah | Ada
|
Tidak ada
|
Layak
|
Tidak layak
|
||
| 1. 11111 | Sarana
- Cone - Bola - Gawang kecil - Rompi latihan - Kostum - Mesin potong rumput |
2 set 3 buah 12 buah
2 set
2 buah 2 buah |
ü ü ü
ü
ü ü |
ü ü ü
ü
ü ü |
||
| 2. | Prsarana
- Lapangan sepakbola |
2 buah |
ü |
ü |
||
Manajemen Pendanaan
Undang-undang Nomor 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional Pasal 69 dan 70 -71 tertulis bahwa dana yaitu uang yang disediakan untuk suatu keperluan. Dana merupakan faktor yang menunjang pembinaan, karena tanpa persiapan dana yang cukup tidak mungkin suatu harapan atau tujuan dapat tercapai dengan maksimal.
Berdasarkan hasil temuan yang telah di lakukan terhadap beberapa responden melalui instrumen pedoman wawancara terkait dengan pendanaan pembinaan prestasi klub PSN Ngada diperoleh informasi bahwa dana yang di miliki oleh klub PSN Ngada berasal dari pemerintah daerah, simpatisan dan pihak donatur. Dana yang di terima oleh pihak pelaksananan program tiap tahunnya untuk menjalankan program pembinaan prestasi cabang olahraga sepakbola sudah mampu memenuhi pelaksanaan kegiatan program pembinaan prestasi cabang olahraga sepakbola di kabupaten Ngada. Menurut pelaksana program pembinaan prestasi cabang olahraga sepakbola bahwa program pembinaan tetap berjalan dengan lancar, dan terbukti bahwa klub PSN Ngada mengikuti turnamen atau kompetisi di tingkat regional maupun nasional tidak memiliki kendala khususnya pendanaan.
SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang diperoleh, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa manajemen pembinaan prestasi klub PSN Ngada terdiri atas tiga manajemen besar yang menaungi secara langsung pembinaan klub PSN Ngada itu sendiri. Ketiga manajemen tersebut antara lain: Manajemen Sumber Daya Manusia (pengurus klub, pelatih, atlit), Manajemen Sarana dan Prasarana Manajemen Pendanaan. Manajemen sumber daya manusia yang terdiri atas pengurus, pelatih, atlit pada pelaksanaannya kepengurusannya sudah lengkap, dimana ada ketua, sekretaris, bendahara, pelatih, dan seksi-seksi. Dalam proses pemilihan pengurus klub PSN Ngada didasarkan pada rapat dengan para pengurus, pelatih. Para pengurus selalu mengadakan pertemuan dan membuat program kerja pengurus, selain membahas program kerja, pertemuan rutin diadakan juga untuk mengevaluasi program kerja pengurus untuk mengetahui kekurangan yang terjadi dalam kepengurusan, namun masih terdapat kekurangan yakni belum berjalannya bidang promosi klub sehingga sampai saat ini klub PSN Ngada belum mendapatkan sponsor lain selain dari pemda. Pelatih klub PSN Ngada mempunyai sertifikat D Nasional sebagai syarat pelatih sesuai dengan aturan PSSI. Sistim perekrutan atlit klub PSN Ngada adalah dengan tahapan seleksi, menggunakan alat ukur standar untuk komponen fisik, teknik(passing, control, drible, jugling, ball felling, run with the ball, heading, position head up), taktik dan mental, proses ini sudah sesuai yang di amanatkan dalam UUSKN Nomor 3 tahun 2005 pasal
Sarana dan prasarana yang dimiliki klub PSN Ngada sudah cukup memadai. Hal ini dapat dilihat dengan adanya lapangan sebagai tempat latihan, mesin potong rumput untuk merapikan lapangan tempat latihan, serta adanya bola, cones, rompi atau kostim latihan dan air minum untuk atlit latihan. Dan semuanya itu merupakan sarana dan prasarana pendukung untuk mencapai prestasi yang baik.
Pendanaan pembinaan prestasi klub PSN Ngada diperoleh informasi bahwa dana yang di miliki oleh klub PSN Ngada berasal dari pemerintah daerah, simpatisan dan pihak donatur. Dana yang di terima oleh pihak pelaksananan program tiap tahunnya untuk menjalankan program pembinaan prestasi cabang olahraga sepakbola sudah mampu memenuhi pelaksanaan kegiatan program pembinaan prestasi cabang olahraga sepakbola di kabupaten Ngada. Menurut pelaksana program pembinaan prestasi cabang olahraga sepakbola bahwa program pembinaan tetap berjalan dengan lancar, dan terbukti bahwa klub PSN Ngada mengikuti turnamen atau kompetisi di tingkat regional maupun nasional tidak memiliki kendala khususnya pendanaan.
Saran
Berdasarkan simpulan yang ada, maka peneliti menyarankan beberapa hal sebagai berikut :
DAFTAR PUSTAKA
Alen. 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT. Elex media komputindo kelompok Gramedia.
Bucher dan Krotee. 1993. Manajement of Physical Education and Sport, ST Louis. Missouri: Mosby Year Book inc.
Djati, Julitriarsa, dan John, Suprihanto, 1988. Manajemen Umum Sebuah Pengantar Edisi Pertama. Yogyakarta: BPFE.
Hamdan. 1989. Pengantar Manajemen. Jakarta: Balai Pustaka.
Handoko. 1984. Dasar-Dasar Manajemen Produksi dan Operasi. BPFE. Yogyakarata.
Hasibuan. 1996. Manajemen Dasar Pengertian, Pengertian dan Masalah. Edisi Kedua. Jakarta: PT Toko Gunung.
Kamiso, Albertus. 1998. Pola Dasar Pembinaan Pemain Sepakbola. Surakarta: CV Bina Ilmu.
Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1996. Jakatra: Balai Pustaka.
Kamus Olahraga Jerman. 1983. Pengertian Olahraga. http://www.bimbie.com/prestasi olahraga.htm
KONI. 1998. Proyek Garuda Emas. Rencana Induk Pengembangan Olahraga Prestasi di Indonesia. Jakarta
Landers. 2010. Pendidikan Olahraga. Arizona State University. http://www.bloggaul.com/purnomo_w/readblog/91335/5-manfaat-olahraga-bagi-otak
Lutan, Rusli. 2002. Pendidikan Kebugaran Jasmani: Orientasi Pembinaan. Jakarta: depdiknas.
Manullang. 2002. Manajemen Personalia, Yogyakarta: UGM Press.
Margono. 2008. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia.
Natal, Yanuarius Ricardus. 2018. Pengelolaan olahraga atlitik lari jarak jauh 10.000 meter sebagai nomor olahraga andalan di propinsi Nusa Tenggara Timur. Tesis UNS Surakarta.
Salim. 1993. Manajemen Transportasi. Jakarta: PT. Raja Grafindo.
Sarumpaet. 1992. Permainan Besar. Jakarta: Dirjen Dikti Proyek Pembinaan.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional.