PROFIL TENTANG TINGKAT KEBUGARAN JASMANI PADA SISWA/SISWI SMP SE KECAMATAN GOLEWA TAHUN 2018

Krispianus Baghi1, Wiljiwianus Primus Wio2, Yanuarius Ricardus Natal3

1Mahasiswa Program Studi PJKR,2,3.Dosen STKIP Citra Bakti

Program Studi PJKR, STKIP Citra Bakti Ngada

1[email protected]

ABSTRAK

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Profil Tingkat Kebugaran Jasmani pada Siswa / siswi SMP Se Kecamatan Golewa Tahun 2018.Penelitian ini menggunakan metode survey, dengan teknik tes, yaitu penelitian dengan melakukan pengukuran menggunakan Tes Kebugaran Jasmani Indonesia Usia 13-15 tahun.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa / siswi SMP Se Kecamatan Golewa yang berjumlah sekitar 1500 siswa.Sampel dalam penelitian ini adalah siswa dari setiap sekolah berjumlah 40 orang.Metode pengolahan data menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukan : berkategori baik sebanyak 24 siswa atau 12 %, berkategori sedang sebanyak 140 siswa atau 70 %, berkategori kurang sebanyak 36 siswa atau 18 %, dan tidak ada kebugaran jasmani siswa yang berkategori baik sekali maupun yang kurang sekali. Hasil tersebut menunjukkan bahwa tingkat kebugaran jasmani pada siswa / siswi SMP Se Kecamatan Golewa berada pada kategori sedang.Simpulan rata – rata skor tingkat kebugaran jasmani siswa pada siswa / siswi SMP Se Kecamatan Golewa tahun 2018 sebesar 15.08.Hasil tersebut menunjukan bahwa tingkat kebugaran jasmani pada siswa / siswi SMP Se Kecamatan Golewa Tahun 2018 berada pada kategori sedang.

Kata Kunci :Profil Kebugaran Jasmani.

ABSTRACT

This research use survey method, with test technique, that is research by measuring using Physical Fitness Test Indonesia Age 13-15 years. The population in this study were all students of SMP Se Kecamatan Golewa which amounted to about 1500 students. The sample in this study were students from each school amounted to 40 people. Method of data processing using descriptive statistical analysis. The results showed: good categorized as many as 24 students or 12%, moderate category as many as 140 students or 70%, categorized less as much as 36 students or 18%, and there is no physical fitness students who categorize very good or less once. These resultsindicate that the level of physical fitness in junior high school students in Golewa District is in the medium category. The average conclusion of physical fitness level score of students on junior high school students at Golewa sub-district in 2018 was 15.08. These results show that the level of physical fitness in junior high school students in Golewa District Year 2018 is in the category of being.

 

Keywords: Physical Fitness Profile.

PENDAHULUAN

Pendidikan jasmani merupakan salah satu mata pelajaran yang di ajarkan disemua jenjang pendidikan disamping disiplin dan ilmu lain, dari sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas bahkan di perguruan tinggi. Karena merupakan pendidikan jasmani yang melibatkan aktivitas jasmani dalam pembentukan kesehatan dan kebugaran jasmani. Pendidikan jasmani merupakan bagian dari proses pendidikan secara kseluruhan yang menguatamakan aktivitas jasmani sebagai wahananya. Pendidikan jasmani menekanksn pada pendidikan yang sifatnya menyeluruh, meliputi kesehatan, kebugaran jasmani, ketrampilan berfikir, nilai- nilai, ketrampilan sosial, dan tindakan moral.Pendidikan jasmani merupakan bentuk pembelajaran uang menggunakan aktivitas fisik yaitu belajar untuk bergerak dan belajar melalui gerak hidup manusia.Kebugaran jasmani erat kaitannya dengan kegiatan manusia dalam melakukan pekerjaan dan bergerak. Kebugaran jasmani yang dibutuhkan manusia untuk bergerak dan melakukan pekerjaan bagi setiap individu tidak sama dengan gerak atau pekerjaan yang dilakukan. Satrya juga berpendapat bahwa kbugaran jasmani adalah merupakan kemampuan tubuh untuk melakukan aktivitas jasmani dalam waktu yang lama denganintensitas tinggi tanpa mengalami kelelahan berlebihan kebugaran jasmani sangat penting untuk mempelancar seseorang melakukan aktivitas sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti.Dalam upaya untuk meningkatkan kebugaran fisik perlu dilaksanakan pelatihan yang terlatih dan terukur.Kebugaran jasmani merupakan sebuah konsep yang berhubungan dengan kualitas kemampuan fumgsi organ tubuh untuk menjalankan fungsi gerak dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi jasmani yang bugar akan mempengaruhi daya tahan seseorang dalam menjalankan aktivitasnya.Kebugaran jasmani adalah kondisi jasmani yang bersangkut paut dengan kemampuan dan kesanggupannya berfungsi dalam pekerjaan secara optimal dan efisien. Disadari atau tidak, sebenarnya kesegaran jasmani itu merupakan salah satu kebutuhan hidup manusia karena kesegaran jasmani bersenyawa dengan hidup manusia (Depdiknas, 2003: 2).

Menurut suherman (2004:26), mengklasifikasikan tujuan pendidikan dalam dua bagian yaitu sebagai berikut: mengembangkan dan memelihara tingkat kebugaran jasmani yang sesuai untuk kesehatan dan mengajarkan mengapa kebugaran jasmani merupakan sesuatu yang penting serta bagaimana kebbugaran jasmani dipengaruhi oleh latihan dan megembangkan ketrampilan gerak yang layak, diawali oleh keterampilan gerak dasar menuju ke keterampilan olahraga tertentu, akhirnya menekan keolahragaan sepanjang hayat. Mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan di SMP bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut: (1) mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upayapengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui aktivitas jasmani dan olahraga yang terpilih, (2) meningkatkan perumbuhan fisik dan pengembbangan psikis yang lebih baik, (3) meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak, (4) meletakan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi nilai-nilai yang terkandung didalam pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan, (5) mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggung jawab, kerja sama, percaya diri, dan demokratis, (6) mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri, orang lain dan lingkungan, (7) memahami konsep aktivitas jasmani dan olahraga di lingkungan yang bersih sebagai informasi untuk mencapai pertumbuhan fisik yang sempurna, pola hidup sehat dan kebugaran, terampil, serta memiliki sikap yang positif. ( Suherman, 2004:12-13).

Kebugaran jasmani menurut Djoko Pekik ( 2000:2), yakni kemampuan seseorang untuk dapat melakukan kerja sehari-hari secara efisien tanpa menimbulkan kelelahan yang berlebihan sehingga masih dapat menikmati waktu luangnya.

Sedangkan menurut Suttrisno dan Kadafi (2009:52) kebugaran jasmani merupakan kesanggupan dan kemampuan untuk melakukan kerja atau aktivitas, mempertinggi daya kerja tanpa mengalami kelelahan yang berlebihan.

Berdasarkan beberapa pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa, kebugaran jasmani merupakan fisik sesorang untuk melakukan aktivitas sehari-hari secara efektif dan efisien dalam waktu yang lama secara terus menerus tanpa mengalami kelelahan yang berarti dan masih dapat menikmati waktu luangnya dengan baik.

Komponen-komponen kebugaran jasmani.

Menurut Rusli Lutan (2002:7-8) komponen kebugaran jasmani meliputi: kelincahan, keseimbangan, kecepatan, power, dan waktu reaksi.

Menurut Lutan (2000:63-68) komponen kebugaran jasmani yang berkaitan dengan kesehatan mengandung 4 unsur pokok sebagai berikut: (1) kekuatan otot, kekuatan otot adalah kemampuan tubuh untuk mengerahkan daya maksimal terhadap obyek diluar tubuh (2) daya tahan otot, adalah kemampuan untuk mengerahkan daya terhadap obyek diuar tubuh selama beberapa kali, (3) daya tahan aerobik, adalah kemempuan tugas fisik selama waktu yang cukup lama jumlah ulang tugas yang cukup banyak. (4) fleksibilitas, fleksibilitas merupakan gambaran dari luas sempitnya ruang gerak pada berbagai persendian yang ada dalam tubuh.

Menurut Faruq (2008: 34) Kebugaran jasmani memliki banyak komponen yang meliputi kecepatan, kekuatan, kelincahan, kelentukan, daya tahan, dan koordinasi serta keseimbangan, yang dapat mempengaruhi prestasi seseorang. Ketujuh komponen tersebut merupakan komponen penting meskipun masih bisa ditambah komponen lain seperti ketepatan, kecepatan reaksi, dan power. Komponen “Motor Fitness”yang dikutip oleh Yulia (2003 : 10), seseorang terdiri dari beberapa hal yang menyangkut: (a) koordinasi (coordination). (b) keseimbangan (balance). (c) kecepatan (speed), (d) Kelincahan (agility). (e) daya ledak (power).

Manfaat kebugaran jasmani yaitu: (1) mengurangi resiko obiesitas, (2) mencegah penyakit jantung,(3) menurunkan tekanan darah tinggi, (4) mengatasi depresi, (5) meningkatkan energi.

Faktor yang mempengaruhi kebugaran jasmani adalah sebagai berikut: (1) makan, makan adalah kebutuhan pokok manusia. Setiap hari kita harus makan supaya kita mempunyai energy untuk beraktivitas. (2) istirahat, istirahat adalah menjjaga keseimbangan antara kinerja dan istirahat agar proses recovery atau masa kembali asal berjalan dengan baik sehingga tubuh akan kembali bugar. (3) olahraga, olahraga adalah melakukan aktivitas jasmani secara teratur, terukur dan sesuai dengan tujuan atau sasaran dari olahraga yang dilakukan sehingga dapat secara aman dan efektif meningkatkan kebugaran jasmani.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kebugaran jasmani pada siswa siswi SMP yang berada di kecamatan Golewa tahun 2018 dengan metode survey tes.Jenis pendekatan pada penelitian ini adalah pendekatan non eksperimen dan bila ditinjau dari jenis pendkatan menurut pola-pola atau sifat penelitian non eksperimen maka penelitian ini merupakan peneitian deskriptif. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah survey test, sebab, survey merupakan bagian dari deskriptif, yang bertujuan untuk mencari kedudukan atau status dengan cara membandingkannya dengan standar yang sudah ditentukan.

Penelitian ini dilaksanakan di beberapa sekolah SMP di kecamatan golewa ang terdiri dari 5 seskolah yaitu: SMP Negeri 1 Golewa, SMP Negeri 4 Golewa, SMP Negeri 5 Golewa, SMP Satap 2 Golewa, SMPS Soegidjapranata Mataloko. Peneliti memilih lokasi tersebut karena belum ada penelitian terdahulu yang meneliti tentang profil tingkat kebugaran jasmani siswa siswi SMP se –kecamatan golewa.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Data-data pada penelitian ini diperoleh dari pelaksanaan penelitian mengenai tes kebugaran jasmani menggunakan tes lari 50 m, tes gantung siku tekuk dan gantung angkat tubuh, tes baring duduk, tes loncat tegak dan tes lari 800 meter.

Tabel 1.1 Hasil Analisis TKJI Secara Umum

No Jumlah nilai Klasifikasi frekuensi Persentase
1 22-25 Baik Sekali 0 0%
2 18-21 Baik 24 12%
3 14-17 Sedang 140 70%
4 10-13 Kurang 36 18%
5 5-9 Kurang Sekali 0 0%
Jumlah 200 100%
     

Berdasarkan tabel diatas menunjukan bahwa tingkat kebugaran jasmani pada siswa/siswi SMP Se-Kecamatan Golewa Tahun 2018 yaitu : yang berkategori baik sebanyak 24 siswa, sedang 140 siswa,kurang sebanyak 36 siswa, dan tidak ada kebugaran jasmani pada siswa yang berkategori baik sekali dan kurang sekali.

Hasil analisis tes TKJI pada siswa/siswi SMP Se-Kecamatan Golewa Tahun 2018 dapat dilihat pada grafik berikut ini :

 

Grafik 1.1 Hasil TKJI siswa/siswi SMP se-kecamatan Golewa tahun 2018.

 

Analisis hasil TKJI berdasarkan umur

Tabel1.2 Analisis Hasil Tes TKJI Siswa Umur 13 Tahun

No Klasifikasi Frekuensi Persentase
1 BS 0 0%
2 B 9 9%
3 S 69 69%
4 K 22 22%
5 KR 0 0%
Jumlah 100 100%

 

 

Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa siswa laki-laki yang berkategori baik sejumlah 9 siswa, yang berkategori sedang sebanyak 69 siswa, yang berkategori kurang sebanyak 22 siswa, sedangkan yang berkategori baik sekali dan kurang sekali tidak ada.

Tabel 1.3 Analisis Hasil Tes TKJI Siswa Umur 14 Tahun

 

No Klasifikasi Frekuensi Persentase
1 BS 0 0%
2 B 4 8%
3 S 44 88%
4 K 2 4%
5 KS 0 0%
Jumlah 50 100%

 

Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa siswa/siswi yang berkategori baik sejumlah 4 siswa, yang berkategori sedang sebanyak 44 siswa, dan yang berkategori kurang sebanyak 2 siswa, tidak ada siswa yang berkategori baik sekali maupun yang kurang sekali.

Tabel 1.4 Analisis Hasil Tes TKJI Siswa Umur 15 Tahun

No Klasifikasi Frekuensi Persentase
1 BS 0 0%
2 B 4 8%
3 S 34 68%
4 K 12 24%
5 KS 0 0%
Jumlah 50 100%

Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa siswa/siswi SMP yang berkategori baik berjumlah 4 siswa, yang berkategori sedang sebanyak 34 siswa, dan yang berkategori kurang sebanyak 12 siswa,tidak ada siswa/siswi SMP yang berkategori baik sekali dan kurang sekali.

Berikut adalah diagram deskripsi tingkat kebugaran jasmani pada siswa/siswi SMP Se- Kecamatan Golewa Tahun 2018 dengan kategori umur 13-15 Tahun.

 

Grafik 1.2Hasil tes TKJI berdasarkan umur

PEMBAHASAN

Kebugaran jasmani adalah kemampuan seseorang untuk melakukan tugas fisik yang memerlukan kekuatan, daya tahan dan fleksibilitas. Menurut Fox (1998 : 263 ), kebugaran jasmani adalah fungsi sistem dalam tubuh yang dapat meningkatkan kualitas hidup dalam setiap aktivitas fisik, dapat berupa kemampuan aerobic ataupun anaerobic. Jadi kebugaran jasmani merupakan kemampuan fisik yang dapat berupa kemampuan aerobic dan anaerobic.Kemampuan fisik tersebut dapat dilatih melalui latihan fisik.

Kebugaran jasmani sering diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk dapat melakukan kerja sehari – hari secara efisien tanpa menimbulkan kelelahan yang berlebihan sehingga masih dapat menikmati waktu luangnya.( Djoko Pekik Irianto, 2002 : 2 ).

Berdasarkan hasil penelitian, menunjukan bahwa tingkat kebugaran jasmani pada siswa / siswi SMP Se Kecamatan Golewa Tahun 2018, yang berkategori baik sebanyak 22 siswa atau 11 %, berkategori sedang 142 siswa atau 71 %,dikatakan baik dan sedang karena siswa / siswi mengikuti tes dengan serius dan berkategori kurang sebanyak 36 siswa atau 18 %, dikatakan kurang karena pada saat melakukan proses penelitian cuaca kurang mendukung, dan tidak ada kebugaran jasmani siswa yang berkategori baik sekali dan kurang sekali. Secara rata – rata skor tingkat kebugaran jasmani pada siswa / siswi SMP Se Kecamatan Golewa Tahun 2018 sebesar 15,08. Hasil tersebut menunjukan bahwa tingkat kebugaran jasmani pada siswa / siswi SMP Se Kecamatan Golewa Tahun 2018 berada pada kategori sedang. Hasil ini diperoleh karena diadakannya senam kebugaran jasmani yang teratur dan berkelanjutan setiap hari jumat pagi sebelum memulainya proses pembelajaran di kelas. Analisis hasil tes berdasarkan jenis kelamin, dengan hasil tes TKJI untuk putra yang berkategori baik sebanyak16 siswa, yang berkategori sedang sebanyak 76 siswa, dan yang berkategori kurang sebanyak 8 siswa, dan tidak ada siswa yang berkategori baik sekali dan kurang sekali. Analisi hasil tes TKJI untuk putri yang berkategori baik sebanyak 1 orang siswa, yang berkatagori sedang sebanyak 70 siswa, yang berkategori kurang sebanyak 29 siswa, dan tidak ada siswa yang berkategori baik sekali maupun yang kurang sekali.

SIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil penelitian diatas, menunjukan bahwa tingkat kebugaran jasmani pada siswa/siswi SMP Se-Kecamatan Golewa tahun 2018, secara rata-rata skor tingkat kebugaran jasmani pada siswa/siswi SMP sebesar 15,08. Hasil tersebut menunjukan bahwa tingkat kebugaran jasmani pada siswa/siswi SMP Se-Kecamatan Golewa berada pada kategori sedang.

Saran untuk mendapatkan kebugaran jasmaniyang memedai diperlukan perencanaan yang sistimatis elalui pemahaman pola hidup sehat bagi setiap lapisan masyarakat melalui 3 upaya yaitu : makan, istirahat, dan olahraga. Bagi peneliti, perlu adanya penelitian lanjutan sehingga data-data yang diperoleh dapat lebih lengkap sebagai bahan pembanding dan evaluasi terhadap pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah.

 

DAFTAR PUSTAKA

Adang Suherman. (2004). Dasar-Dasar Penjarkes. Jakarta: Depdiknas.

Depdiknas.2000.Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung:FKIP UNS Pres.

Faruq, Muhammad, 2009. Meningkatkan Kebuaran Jasmani Melalui Permainan dan Olahraga Pencak Silat.Surabaya : Grasindo Fox, E.L. Mthew, DK, 1988, The Physiology Basis of Education and Athleties, Philadelphia: Saunders College Publishing.

Lutan, Rusli.2000. Ilmu Fall dan Dasar – Dasar Kepelatihan. Bandung: DEPDIKBUD.

.2002. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan.Jakarta: Erlangga.

Irianto Djoko Pekik.(2002).Panduan Latihan Kebugaran yang Efektif dan Aman.Yogyakarta: Lukman Offset.

Sutrisno Hadi. 2000. Methodolgy Research, Book I. Yogyakarta: Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi UGM

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *