Pengaruh Latihan Skipping terhadap Kemampuan Lompatan Smash dalam Ekstrakurikuler Bola Voli Siswa Kelas XI SMAK Thomas Aquino Golewa

Alfonsius Rofinus Pili1, Bernabas Wani2,Yovinianus Mbede Wea3

1)Mahasiswa Progrgam Studi PJKR, 2.3)Dosen STKIP Citra Bakti

Program Studi PJKR,STKIP Citra Bakti

[email protected]

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan skipping terhadap kemampuan lompatan smash pada ekstrakulikuler bola voli siswa kelas XI SMAK Thomas Aquino Golewa. Penelitian ini menggunakan desain the static –grop-pretest-posttest disign,dengan sampel siswa kelas XI SMAK Thomas Aouino Golewa yang berjumlah 32 orang yang terdiri atas dua kelompok yakni kelompok eksperimen dan kelompok kontrol masing-masing berjumlah 16 orang yang di ambildengan menggunakan random sampling,data tinggi lompatan di ukur dengan menggunakan vetical jump dengan satuannya meter yang valid dan dianalisis gain skor termolisasi dengan t-tes hasil pengujian di peroleh thitung= 4,424, nilai ttabel pada : dk = n-2( 32-2=30 ) di peroleh harga sebesar 2,042.dengan demikian thitung lebih besar dari t tabel (diperoleh t hitung =4,424> t tabel 2,042) ini berarti Ho di terima dan H1 di terima dengan demikian terdapat perbedaan yang signifikan.tinggi lompatan smash antara kelompok eksparimen dan kontrol. Berdasarkan nilai rata-rata hitung di ketahui bahwa rata –rata hitung eksperimen lebih besar dari rata- rata hitung kontrol (X̅₁ = 0,1147> X̅₂ = 0,0475) Dengan demikian disimpulkan bahwa latihan Skipping berpengaruh terhadap kemampuan melakukan Lompatan smash dalam ekstrakurikuler permainan Bola voli pada siswa kelas XI SMAK Thomas Aquino Golewa.

 

Kata kunci:Latihan Skipping, Lompatan Smash

ABSTRACT

This study aims to determine the effect of skipping exercise on the ability to jump smash on extracurricular volleyball student class XI SMAK Thomas Aquino Golewa.This study used the static-posstest disign-design,with a sample of student XI SMAK Thomas Aquino Golewa which amounted to 32 people consisting of two groups namely experimental group and control group.Each of which amounted to 16 people taken by using,high jump data measured by using vertical jump with valid meter units and analyzed gain thermolization score with t-test result of test obtained tacount= 4,424, value ttableata : dk = n-2( 32-2=30 ) the price of 2,042. Therefore tacountgreater than t table(obtained t acount=4,424> ttable2,042) this means ho is accepted thus there is a significan difference. high smash jump between experiment and control groups.based on the average value of the count in know that the average of the experimental count is greater than the average control (X̅₁ = 0,1147> X̅₂ = 0,0475) Thereforeit was concluded that the skipping exercise had an effect on the ability to make a smash jump in the extracurricular game of volleyball XI SMAK Thomas Aquino Golewa.

 

Keywords:Exercise Skipping, Jump Smash

 

PENDAHULUAN

Dalam kehidupan manusia sehari-hari tidak dapat dipisahkan dari olahraga, baik untuk adu prestasi maupun untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat. Olahraga mempunyai peranan yang penting dalam kehidupan manusia. Melalui olahraga dapat di bentuk manusia yang sehat jasmani, rohani serta mempunyai kepribadian, disiplin, sportivitas yang tinggi sehingga pada ahirnya akan terbentuk manusia yang berkualitas. Hingga ahirnya aktivitas olahraga di masyarakat saat ini berkembang sangat pesat, baik di negara maju maupun dinegara menengah kebawah. Hal ini dipicu dari kesadaran masyrakat bahwa olahraga itu relatif murah dan menjanjikan, yaitu memperoleh kesehatan dan kebugaran jasmani, sehingga dapat melaksanakan tugas sehari-harinya dengan lancar. Akhir-akhir ini juga terasa banyak sekali minat dan bakat seseorang dalam setiap cabang olahraga. Hal ini terbukti semakin banyak atlet-atlet yang berprestasi, baik di sekolah maupun di masyarakat umum. Hal ini tidak lepas dari peranan pendidikan dalam kehidupan manusia salah satu contohnya pendidikan jasmani di sekolah. Pendidikan jasmani olahraga, dan kesehatan (Penjasorkes) pada hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktifitas fisik untuk menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu, baik dalam fisik, mental serta emosional (suroto dkk, 2007).

Proses pembelajaran penjasorkes merupakan proses pembelajaran melalui aktifitas jasmani yang di desain untuk meningkatkan kebugaran jasmani, mengembangkan keterampilan motorik, pengetahuan dan perilaku hidup sehat dan aktif, sikap sportif, dan kecerdasan emosi (samsudin ,2008: 2). Gerak sebagai aktivitas jasmani merupakan dasar bagi manusia untuk belajar mengenal alam sekitar dan diri sendiri (Abdul Kadir Ateng dalam Aip Syrifudin 1997:3). “Pendidikan jasmani adalah proses interaksi antra peserta didik dan lingkungan yang di kelolah melalui aktivitas jasmani dalam upaya menuju pembentukan manusia Indonesia seutuhnya” pendidikan jasmani bertujuan membantu siswa dalam usaha perbaikan derajat kesehatan dan kesegaran jasmani( menurut Aip syarifudin 1997:4).

Salah satu tujuan pendidikan jasmani di lembaga-lembaga pendidikan diantaranya ialah untuk meningkatkan kemampuan siswa melalui aktivitas jasmani yang di aplikasikan melalui cabang-cabang olahraga yang sudah memasyarakat dilingkungan suatu lembaga pendidikan atau sekolah yang bersangkutan dan pada kenyataanya masyarakat sangat banyak mengharapkan peningkatan kemampuan. Peserta didik terutama dalam cabang olahraga oleh karena tuntutan masyarakat tersebut timbul persoalan mendasar yaitu bagimanahkah cara meningkatkan kemampuan siswa dalam penguasan keterampilan cabang olahraga sehingga alokasi waktu yang tersedia dan sarana pada suatu sekolah dapat efektif penggunaan dan tujuan yang dinginkan, dapat tercapai secara maksimal.

Untuk mencapai tujuan yang di inginkan pihak sekolah biasanya menyelegarakan kegiatan ekstrakurikuler disitu siswa dapat menuangkan suatu pemikiran, menyalurkan bakat, minat, belajar berkelompok, siswa dapat berinteraksi dengan sesama teman dan bisa juga untuk menambah wawasan pengetahuan siswa.

SMAK Thomas Aquino merupakan salah satu sekolah favorit, tidak dalam bidang akademik saja yang banyak diminati oleh siswa, mereka juga sangat antusias dengan kegiatan ekstrakurikuler.Ekstrakurikuler adalah kegiatan di luar kurikulum yang dapat menambah pengetahuan keterampilan siswa.oleh karena itu ekstrakurikuler pada dasarnya adalah aktifitas penunjang dan sarana untuk mengembangkan minat dan bakat siswa. Wio Be’i (2017:204). yang bergerak dalam bidang olahraga seperti diantaranya Sepak Bola, Basket, Bola voli dari ke tiga ekstrakurikuler tersebut siswa dapat memilih yang sesui dengan minat dan bakat serta keterampilan.Salah satunya ekstrakurikuler cabang olahraga yang diminati siswa SMAK Thomas Aquino Golewa adalah ekstrakurikuler bola voli cabang olahraga bola voli merupakan salah satu cabang olahraga yang sangat memasyarakat, oleh karena itu peningkatan keterampilan bermain bola voli para siswa di sekolah maupun para pemainnya sudah suatu keharusan setelah melihat tututan yang sangat besar dari masyarakat.

Menurut persatuan bola voli seluruh indonesia ( 2004-2008 :7) bola voli adalah olahraga yang dimainkan oleh dua tim dalam setiap lapangan dengan di pisahkan oleh sebuah net. tujuan dari permainan ini adalah melewatkan bola di atas net agar jatuh menyentui lantai lawan.

Olahraga bola voli sudah sangat popular di masyarakat luas baik di club-club, kantor-kantor, desa-desa, maupun di sekolah, hal ini di sebabkan karena olahraga bola voli memerlukan peralatan yang sangat sederhana serta mendatangkan kesenangan bagi yang bermain. oleh karena itu permainan ini berkembang pesat di tanah air. Disamping itu permainan ini sangat penting artinya bagi para siswa, utamanya dalam menunjang tercapainya tujuan pendidikan secara umum untuk meningkatkan prestasi bola voli, ditutut adanya berbagai usaha dalam membina olahraga bola voli permainan bola voli merupakan cabang olahraga beregu yang melibatkan banyak orang yang sudah menguasai teknik permainan bola voli. Baik individu maupun beregu teknik dasar yang harus di kuasai yaitu Servis, Passing, Spike, Blok. Keempat teknik dasar ini apabila kemampuan fisik dalam melakukan loncatan sangat bagus maka pemain dapat mengendalikan laju arah bola yang akan dipukul karena semakin tinggi melakukan loncatan maka pemain dapat menentukan arah jatuhnya bola.

Berdasarkan hasil obserfasi awal yang dilakukan di SMAK Thomas Aquino Golewa dalam pembelajaran Penjasorkes khususnya pada materi bola voli diketahui bahwa pada saat melakukan smash banyak siswa belum melakukan smash dengan baik hal ini dikarenakan kurangnya tinggi lompatan pada saat melakukan smash. Seiring berjalanya waktu tim bola voli SMAK Thomas Aquino Golewa dalam beberapa bulan ini prestasinya agak menurun dan salah satu factor yang mempengaruhinya adalah kurangnya tinggi lompatan pada saat melakukan smash pada permainan bola voli. Ketika turnamen di STPM Ende tim voli putra mengalami kekalahan pada babak pengisian hal tersebut di karenakan beberapa pemain kurangnya tinggi lompatan pada saat smash dan pelatih bingung apa penyebapnya. Dari masalah yang ada di atas di atas maka di butuhkan program latihan yang maksimal agar dapat meningkatkan prestasi di cabang olahraga voli. Untuk meningkatkan prestasi tersebut dibutuhkan latihan yang terencana dan sistematis agar dapat meningkatkan daya ledak otot tungkai pada saat melakukan smash.

Teknik lompatan dalam permainan voli khususnya pada teknik smash sambil meloncat ( jumping smash ) sangat dipengaruhi oleh kualitas otot tungkai dari pemain voli. Untuk dapat melakukan teknik jumping smash dengan baik diperlukan unsur kekuatan dan kecepatan dari sekelompok otot yang mendukung gerakan tersebut. Dari sekelompok otot yang sangat mempengaruhi adalah otot tungkai yang dibagi dalam dua bagian yaitu otot tungkai atas dan otot tungkai bawah.Power adalah kemampuan seseorang untuk melakukan kekuatan maksimal, dengan usaha yang dikerahkan dalam waktu yang sesingkat mungkin. Jika seseorang memiliki kemampuan yang lebih dan dalam waktu yang relatif singkat, berarti memiliki power yang baik (Rusli Lutan, 2002; 71). Salah satu latihan yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan kekuatan adalah latihan skipping karena dengan latihan skipping sangat menbantu dalam membina kekuatan kaki, pergelangan kaki, daya tahan, koordinasi gerak, dan membantu meningkatkan kualitas gerak pergelangan tangan. Selain bermanfaat banyak, latihan skipping ini sangat sederhana dan bisa dilakukan di mana saja. Latihan ini sangat baik untuk membina daya tahan, kekuatan kaki, dan kecepatan serta melatih kemampuan gerak pergelangan tangan lebih lentur dan kuat. Latihan skipping adalah latihan cardio sederhana yang berdampak besar bagi tubuh yang bisa melatih otot kaki dan melatih daya ledak otot. Menurut penelitian, dengan lompat tali (skipiing ) akan menggerakan otot betis, paha, perut, dada, punggung ,bahu dan lengan (Bayu Suria,2010:3).

Lompattaliskipiingiugaberperanpentingdalammelatihkeseimbangansedangkankeseimbanganadalahsalahsatu parameter kelincahan (Muhyifaqur, 2009:23).Tujuanlompattaliadalah:(1)Melatihketerampilanmelompatdanmeloncat, (2) melatihketerampilankoordinasiantarakeduatangandan kaki,(3)melatihotottungkaiuntukmendapathasillompatan yang baik.

Berdasarkan hasil pengamatan dan refleksi awal yang di lakukan, peneliti ingin membuat suatu penelitian dan mencari solusi dalam meningkatkan lompatan pada pukulan smash dengan latihan Skipiing dengan judul “ Pengaruh latihan Skiiping terhadap kemampuan lompatan Smash dalam ekstrakurikuler bola voli siswa kelas X1 SMAK Thomas Aquino Golewa.

Berdasarkan latar belakang di atas, Maka permasalahan yang ingin di kaji dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut, “Apakah latihan skipping berpengaruh terhadap tinggi lompatan smash dalam ekstrakurikuler bola voli siswa kelas X1 SMAK Thomas Aquino Golewa?

Dari rumusan masalah yang di kemukakan di atas, maka tujuan yang ingin di capai dalam penelitian ini yaitu,”untuk mengetahui pengaruh latihan Skiping terhadap tinggi lompatan smash bola voli pada kegiatan ekstrakurikuler siswa kelas X1 SMAK Thomas Aquino Golewa tahun pelajaran 2018/2019.

 

KAJIAN LITERATUR

Permainan Bola Voli merupakan permainan yang kompleks yang tidak mudah dilakukan oleh setiap orang. Diperlukan pengetahuan tentang teknik teknik untuk dapat bermain voli. Permainan Bola Voli merupakan olaharaga beregu yang di mainkan beregu dengan masing –masing dimainkan oleh enam pemain (Ahmadi,2007:19). Dalam permainan Bola Voli jika ingin mendapat suatu kemenangan, maka setiap pemain harus dapat mengkombinasi dan mengkordinasi teknik service, pasing, spike maupun block dengan baik sesuai dengan ukuran ruang dan waktu (wisahati,2010:10).

Smash bola bertujuan untuk memukul bola ke arah lawan sehingga bola bisa melewati dan tidak dapat dikembalikan oleh lawan, dan tim si pemukul bola mendapatkan nilai. Melakukan smash bola dalam permainan bola voli dapat dilakukan dengan cara memukul bola dimana posisi pemukul berada di atas udara. (Nuril ahmadi 2007:32) adalah syatu pukulan dimana tangan melakukan kontak dengan bola secara penuh pada bagian atas sehingga jalannya bola terjal dengan kecepatan tinggi.

Cara melakukan smash adalah dengan di awali posisi berdiri tegak keduakaki terbuka selebar bahu, kedua lutut kaki agak di tekuk dan siap untuk berlari lalu melompat kearah bola yang sudah di umpankan tersebut. Pada saat bola yang di umpankan berada di atas udara maka segera pemukul bola melompat ke atas kearah bola tersebut dengan dorongan kedua kaki. Dorongan kedua kaki dilakukan dengan kuat sehingga pemukul bisa melompat setingi-tingginya. Salah satu tangan terkuat diangkat lurus keatas untuk di pertemukan dengan bola, pandangan mata fokus pada bola yang akan di pukul. Begitu berada pada posisi yang tepat bola dipukul dengan keras melewati net. Setelah melakukan pukulan dengan keras selanjutnya adalah lakukan pendaratan dengan baik agar badan tetap berada dalam keseimbangan.Ada empat urutan utama yang di lakukan oleh pemukul dalam menguasai teknik dasar yakni pertama mengambil ancang-ancang untuk berlari. Kemudian yang kedua adala melakukan lompatan ke udara untuk memukul bola. Setelah itu yang ketiga adalah melakukan pukulan bola yang keras, dan keempat adalah melakukan pendaratan yang baik. Keempat tahapan ini di lalui oleh seorang pemain bola voli yang mengambil posisi sebagai pemukul (spiker).

Latihan Skipping

Lompat tali skipiing adalah suatu aktifitas yang menggunakan tali dengan kedua ujung tali di pengang dengan kedua tangan lalu diayunkan mel ewati kepala dengan kaki sambil melompatnya. Menurut penelitian, dengan lompat tali akan menggerakan otot betis, paha, perut, dada, punggung, bahu dan lengan (Bayu Suria,2010:3). Memasukan latihan skipping kedalam progam latihan kebugaran meningkatkan tingkat kekuatan dan meningkatkan koordinasi, gerak kaki dan daya tahan latihan ini juga bisa mengaktifkan otot-otot di lutut, pergelangan kaki, pinggul dan bahu yang digunakan selama gerakan balistik merupakan pereganagn dinamis dan mengerakan anggota tubuh secara ritmis dan keseimbangan badan, latihan ini dilakukakn selama 30 detik secara rutinitas dan pengulangan peningkatan dan jumlah sirkuit untuk latihan aerobik yang lengkap, Menurut (Mark Roozen ,2005) dalam sebuah artikel yang di terbitkan “jouranal pelatihan NSCA Performance” selalu cek dengan dokter kapan mulai atau mengubah rutinitas kebugaran.

 

METODE PENELITIAN

 

Penelitian ini direncanakan akan dilaksanakan di Smak Thomas Aquino Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Eksperimen dengan rancangan The static Pretest-Postest Design. Masing-masing kelompok terdiri dari 16 orang, dan semua kelompok diberikan tes awal. Penelitian ini dengan melakukan penelitian terhadap kelompok eksperimen. Kepada tiap kelompok eksperimen dikenakan perlakuan tertentu dengan kondisi-kondisi yang dapat dikontrol.

 

Penelitianinimenggunakanpenelitianeksperimendenganrancangan (desain ) the static –group pretest –posttest designdenganbagansebagaiberikut

O1 X1 O2

————————-(koyan 2007)

O3 X2 O4

 

S Keterangan :

O1 : Pretest kelompokeksperimenO4 :posstestkelompokkontrol

O2 :postteskelompokeksperimen

X1 :kelompok eksperimen.

O3:pretestkelompokkontrolX2:kelompok kontrol

 

Untukmengumpulkan data dalampenelitianinidenganmenggunakanpenilaiantesvertical jumpdenganalatukurnya meter.Menurut Suharsimi Arikuntoko untuk mengumpulkan data dalam penelitian ada beberapa yaitu, tes, quintioners atau angket, wawancara, observasi dan dokumentasi

Penelitian ini dilaksanakan di SMAK Thomas Aquino golewa pada tanggal 16 mei sampai 16 juni 2018

 

PopulasipenelitianiniadalahseluruhsiswakelasIX SMAK Thomas Aquino Golewa, KecamatanGolewa,KabupatenNgadaPadaTahunPelajaran 2017/2018 yang berjumlah 32 orang.

Sampel penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMAK Thomas Aquino Golewa yang berjumlah 32 orang dan terdiri atas 16 orang per kelompok. Uji kesetaraan kelas dilakukan dengan uji t; jika nilai t hitung uji t tidak signifikan, maka kedua kelas tersebut adalah setara. Teknik sampling yang digunakan untuk menentukan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, adalah random sanıpling terhadap kelas, dengan menggunakan teknik undian. Besamya anggota sampel penelitian adalah sesuai dengan banyaknya siswa yang ada pada kedua kelas tersebut secara utuh (intac group).

Untukmengumpulkan data dalampenelitianinidenganmenggunakanpenilaiantesvertical jumpdenganalatukurnya meter.Menurut Suharsimi Arikuntoko untuk mengumpulkan data dalam penelitian ada beberapa yaitu, tes, quintioners atau angket, wawancara, observasi dan dokumentasi.

Instrument pengumpulan data mempunyai peranan sangat penting dalam suatu penelitian. Instrument penelitian adalah alat pada waktu penelitian saat mengunakan metode(Suhartini Arikuntoko, 1996). Instrumen yang digunakanuntukmengumpulkan data dalampenelitiantesvertical jumpadalahdenganmeraihtitiktertinggidenganujungjaritangan.

 

Uji Normalitas Sebaran Data

Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah variabel-variabel yang dalam penelitian mempunyai sebaran data yang sama atau tidak. Penghitungan uji normalitas dalam penelitian ini menggunakan SPSS 16 (Statistical Product and service solution).

Uji Homogenitas Varians

Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui kesamaan sampel yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol harus mempunyai kemampuan awal yang sama sehingga dapat diketahui pengaruh setelah diberi perlakuan yang berbeda pada kedua kelompok tersebut. Kriteria pengujian yang di ajukan H1 di terima p-value > 0.05 maka Varian dinyatakan homogenitas.

Uji Hipotesis Penelitian

Untuk menguji hipotesis penelitian apabila terbukti bahwa kedua sampel terdistribusi normal dan berasal dari populasi dengan variasi yang homogen maka di pergunakan analisis uji t (t-test) dengan taraf signifikansi 5% dengan rumus perhitungan sebagai berikut

Rumus : (koyan )

 

Keterangan rumus:

X1 = Rata-rata pre-test.

X2 = Rata-rata post-test.

S12 = varians sampel 1.

S22 = varians sampel 2.

n1 = jumlah sampel eksperimen.

n2 = jumlah sampel kontrol.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Penelitian ini dilaksanakan di Smak Thomas Aquino Golewa, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada NTT selama satu (1) bulan. Subjek penelitian berjumlah 32 orang yang dibagi menjadi dua (2) kelompok yakni kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, yang masing-masing kelompok berjumlah 16 orang. Sebelum diberikan latihan skipping kedua kelompok diberikan tes awal ( pre-test ) dengan meggunakan lompatan vertical jump untuk mengetahui tinggi lompatan. Dari hasil tes awal yang diperoleh, maka sampel diberikan larihan latihan skipping 3 x dalam seminggu selama satu (1) bulan sesuai dengan program latihan yang telah disusun oleh peneliti yaitu setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan latihan karena hanya sebagai pembanding. Tujuan latihan ini untuk meningkatkan tinggi lompatan smash. Untuk memperoleh hasil tinggi lompatan kedua kelompok diberikan tes akhir (post-test ) menggunakan alat tes yang sama pada saat tes awal yaitu tes vertical jump.

Uji normalitas dilakukan apakah variabel – variabel dalam penelitian mempunyai sebaran data yang sama atau tidak. Perhitungan uji normalitas dalam penelitian ini

Menggunakan SSPS 16.0 for window. dengan kriteria pengujiannya HI diterima jika p-value (sig) < Sebaliknya H1 p- value (sig) >. Berikut hasil uji normalitas dengan menggunakan bantuan SPSS 16.0 for Windows.

Tabel 1. Tests of Normality

    Kelas Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk
    Statistic df Sig. Statistic df Sig.
  Pretest kelas eksperimen .138 16 .200* .933 16 .273
  kelas kontrol .171 16 .200* .919 16 .163
         

 

Berdasarkan tabel di atas harga statistik Kolmogrov-Smirnova sama dengan untuk kelompok eksperimen = 0,138 dengan signifikan 0,200 – 0,933 dengan signifikan 0,273 (lebih besar dari 0,05) sehingga nilai statistik Kolmogorov-Smirnova tidak signifikan. Ini berarti sebaran data untuk kelompok eksperimen adalah normal. Demikian juga dengan kelompok kontrol nilai statistik Kolmogorov-Smirnova = 0,171 dengan signifikan 0,200 – 0,919 dengan signifikan 0,163 (lebih besar dari 0,05) sehingga nilai statistik Kolmogorov-Smirnova tidak sugnifikan, ini berarti sebaran data untuk kelompok eksperimen adalah normal.

Uji homogenitas data dilakukan terhadap data post-test dari data verical jump pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang menggunakan uji levene dengan bantuan SPSS 16.0 pada taraf signifikan () 0,05, kriteria pengambilan keputusan, yaitu jika nilai signifikan yang diperoleh > maka varians setiap sampel sama (homogen). Sedangkan jika signifikan yang diperoleh < maka varians setiap sampel tidak sama (tidak homogen). Ringkasan hasil uji levene dengan bantuan SPSS 16.0 untuk uji Homogenitas data dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 2. Test of Homogeneity of Variance

    Levene Statistic df1 df2 Sig.
kelompok eksperimen Based on Mean .008 1 30 .929
Based on Median .002 1 30 .961
Based on Median and with adjusted df .002 1 29.968 .961
Based on trimmed mean .008 1 30 .930

 

Analisis hipotesis digunakan untuk mengetahui pengaruh latihan Skipping terhadap tinggi lompatan Smash Pada Permainan Bola Voli. uji hipotesis disajikan dalam penelitian “ apakah ada pengaruh latihan Skipping terhadap tinggi lompatan Smash dalam ekstrakurikuler bola Voli siswa kelas XI SMAK Thomas Aquino Golewa”. Maka hal ini dapat dianalisis dengan pengujian analisis varians dan rata-rata dengan menggunakan rumus uji t secara manual dan dinyatakan signifikan apabila nilai t-hitung dengan taraf sig > 0,05 memperoleh pola dihitung dengan menggunakan jenis kebenaran uji-t.

Hipotesis statistik

H0 : µ = µ

HI : µ # µ

Kriteria pengujian hipotesis.

  • Jika t hitung ≥ t tabel dengan taraf signifikan 5 % maka H0 ditolak dan HI diterima, ini berarti latihan Skipping berpengaruh terhadap tinggi lompatan Smash Pada Bola Voli
  • Jika t hitung < t tabel dengan taraf signifikasi 5 % , maka H0 diterima dan HI ditolak. Hal ini berarti latihan Skipping tidak berpengaruh terhadap tinggi Lompatan Smash Pada Bola Voli

Keterangan rumus:

X1 = Rata-rata pre-test.

X2 = Rata-rata post-test.

S12 = varians sampel 1.

S22 = varians sampel 2.

n1 = jumlah sampel eksperimen.

n2 = jumlah sampel kontrol

 

 

Jadi, hasil penelitian diperoleh t hitung = 4,424, sedangkan nilai t tabel pada : dk = n-2( 32-2=30 ) diperoleh harga sebesar 2,042. Dengan demikian t Shitung lebih besar dari t tabel (t hitung = 4,424 >t tabel =2,042 ). Jadi H0 ditolak dan H1diterima, dengan demikian disimpulkan bahwa latihan skipping berpengaruh terhadap tinggi lompatan smash dalam permainan bola voly siswa SMAK Thomas Aquino Golewa.

PEMBAHASAN

Hasil penelitian ini menunjukan dapat perbedaan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol , hal ini di sebapkan karena pemberian latihan yang sesuai dengan ketentuan ”FITT”(Frekuensi,Intensitas,Tipe Dan Time ) Merujuk pada deskripsi data gain skor bahwa rata-rata kemampuan melakukan lompatan smash karakteristik siswa di SMAK Thomas Aquino Golewa berbeda-beda ada yang tinggi, tinggi sekali, pendek, dan pendek sekali pada kelompok eksperimen adalah 5,625 dengan nilai kemampuan lompatan smash tertinggi adalah 0,240 dan nilai terendahnya adalah 0,089 hal ini karena kelompok eksperimen di beri latihan skipping selama 1 bulan dan dilakukan pada 3 kali seminggu sedangkan kemampuan melakukan lompatan smash pada kelompok kontrol nilai rata –rata yang di peroleh adalah 3,125 dengan nilai kemampuan tertinggi adalah 0,670 dan nilai terendah adalah 0,068. Hal ini karena kelompok ini tidak di beri latihan skiping melainkan latihan yang lain .berdasarkan analisis data diatas dapat disimpulkan bahwa pada kelompok yang di beri perlakuan latihan Skipping berpengaruh signifikan terhadap kemampuan melakukan lompatan smash siswa kelas XI SMAK Thomas Aquino Golewa, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada.

Berdasarkan temuan tersebut teori-teori tentang latihan skipping dan teori lompatan smash yang digunakan untuk membangun kerangka berpikir dan hipotesis penelitian,didukung oleh empiris atau data yang di kumpulkan dari para siswa SMAK Thomas Aquino Golewa.disamping tingginya lompatan smash dipengaruhi oleh latihan skipping, diduga masih ada variabel lain Salah satu latihan yang di gunakan untuk meningkatkan kemampuan kekuatan adalah latihan skipping, karena dengan latihan skipping sangat menbantu dalam membina kekuatan kaki, pergelangan kaki, daya tahan, koordinsi gerak, dan membantu meningkatkan kualitas gerak pergelangan tangan. Latihan ini sangat baik untuk membina daya tahan , kekuatan kaki, dan kecepatan serta melatih kemampuan gerak pergelangan tangan lebih lentur dan kuat.berdasarkan temuan diatas ternyata teori latihan skipping dan teori lompatan smash dalam permainan bola voli yang digunakan sebagai dasar penelitian didukung oleh data lapangan. Kesimpulannya bahwa latihan skipping berpengaruh signifikan terhadap kemampuan lompatan Smash dalam ekstrakulikuler bola voli siswa kelas XI SMAK Thomas Aquino Golewa,Kecamatan Golewa,Kabupaten Ngada.

 

SIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan tentang pengaruh latihan Skipping terhadap kemampuan tinggi lompatan smash dalam ekstrakurikuler permainan Bola Voli siswa Kelas XI. untuk kelompok eksperimen mempunyai tinggi lompatan maksimal yaitu 0,171 siswa - siswi yang melakukan tes memiliki kemampuan daya ledak yang bervariasi.dan untuk kelompok kontrol yaitu 0,076 Dari hasil pengumpulan data awal dan data akhir tes viertical jump, untuk kelompok eksperimen mempunyai tinggi lompatan maksimal yaitu 0,171 siswa - siswi yang melakukan tes memiliki kemampuan daya ledak yang bervariasi.dan untuk kelompok kontrol yaitu 0,076 siswa - siswi yang melakukan tes memiliki kemampuan daya ledak yang bervariasi. Data ini menjadi pedoman bagi peneliti untuk melakukan latihan untuk meningkatakan daya ledak otot tungkai pada siswa ekstrakurikuler permainan Bola Voli sesuai dengan program latihan yang menjadi acuan dalam melakukan latihan.

 

SARAN

Berdasarkan pada hasil penelitian dan kesimpulan yang telah disebutkan diatas, maka timbul beberapa saran oleh peneliti diantaranya sebagai berikut :

(1) Dari hasil penelitian ini, diharapkan kepada para Pembina ekstrakurikuler permainan bola voli di sekolah dapat menggunakan skipping untuk meningkatkan kemampuan lompatan smash dan daya ledak otot tungkai.

(2)Kepada para siswa ekstrakurikuler juga diharapkan dapat menjalankan program latihan yang telah dibuat sehingga tidak menyimpang dari hasil yang telah ditargetkan oleh para pembina ekstrakurikuler.

(3)Kepada para Pembina agar dapat melihat kemampuan binaannya atau atletnya sehingga siswa berkembang dalam usia dan kemampuan seharusnya.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Aip Syarifudin, 1997, Pendidikan jasamni dan Kesehatan, Jakarta : Depdikbud.

Abdulkadir, Ateng .1997, Asas dan landasan pendidikan jasmani. Semarang.depertemen pendidikan dan kebudayaan

Ahmadi , Nuril.2007,Panduan Olahraga Bola Voli Surakarta ,Era Pustaka

Fahyu Muhyir. 2009. Peningkatan dan Pembinaan Kekuatan Kondis Fisik Dalam Olahraga. Semarang : Dahara Prize.

Lutan.2002. Ilmu Faal dan Dasar-Dasar Kepelatihan. Alfabeta : Bandung.

Koyan, 2007. Statistik Pendidikan.

Universitas Pendidikan Ganesha Press.

Rozen , M 2005. NSCA’s performance training journal: jumping to agility,Mark Roozen;October 2005.

Suroto, dkk, 2007. Pembelajaran Penjas Orkes Inovatif Untuk Pendidikan Dasar. Surabaya : Departemen Pendidikan Nasional.

Samsudin, 2008. Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA/MA. Litera : Jakarta.

Surya Bayu .(2010). Arena Pendidkan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Jakarta. PT.Sinergi Pustaka Indonesia.

Suharsini Arikunto,2002. Prosedur Penelitian. Jakarta : PT.Renerka Cipta.

Wio Be’i.Wiljiwianus.P. Pengaruh Latihan Zig-Zag,Lari Bolak –Balik,Push-Up Dengan Pola Circuit Training Terhadap Kesegaran Jasmani Siswa Ekstrakurikuler Sepak Bola SMAN 1 Soa tahun ajaran 2015/2016.Jurnal Sportif Pendidikan Jasmani Kesehatan Dan Rekreasi Universitas Nusantara PGRI KEDIRI Vol 3. No.2 hal 115-266

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *