PENANAMAN POHON DAN PEMBERSIHAN DAERAH ALIRAN SUNGAI MATAWAE DI KELURAHAN MATALOKO SEBAGAI WUJUD CINTA LINGKUNGAN
DOI:
https://doi.org/10.38048/jailcb.v4i1.971Keywords:
Penanaman pohon, Pembersihan, Daerah Aliran Sungai, Cinta LingkunganAbstract
Perguruan Tinggi harus mempersiapkan mahasiswa untuk berkontribusi secara professional dalam kehidupan masyarakat. Salah satu kontribusi dimaksud adalah bentuk aksi nyata yang terwujud dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat. Kegiatan ini diberi nama Penanaman Pohon Dan Pembersihan Daerah Aliran Sungai Matawae Di Kelurahan Mataloko Sebagai Wujud Cinta Lingkungan Oleh Dosen Dan Mahasiswa STKIP Citra Bakti merupakan kerjasama yang telah terjadi antara lembaga Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Citra Bakti dengan Pemerintah Kelurahan Mataloko dalam bidang peningkatan Tridharma Perguruan Tinggi. Kegiatan ini dilaksanakan oleh beberapa orang dosen dari program studi pendidikan IPA, program studi pendidikan Matematika, Pendidikan Musik, mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Pencinta Alam dan warga masyarakat Kelurahan Mataloko. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh permasalahan banyaknya sampah yang berserakan di sepanjang daerah aliran sungai Matawae dan keprihatinan masa depan sumber mata air yang hanya ditampung oleh satu pohon beringin. Permasalahan di atas menggugah gairah dari dosen dan mahasiswa STKIP Citra Bakti untuk melakukan aksi kerja nyata penanaman pohon trambesi dan pembersihan daerah aliran Sungai Matawae. Metode lain yang digunakan adalah dengan jalan memilih dan memungut sampah yang telah diangkut dari daerah aliran sungai untuk di pilah sampah-sampah yang masih memiliki daya guna untuk di kelola secara baik menjadi bahan daur ulang Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memperbaiki kondisi ekologis di sepanjang daerah aliran sungai dari sampah yang bertumpuk, menambah jumlah pohon perindang dengan kadar penyimpanan air yang tinggi, mencegah banjir, dan melestarikan ekosistem di sungai matawae kelurahan mataloko.
References
Adnyana, Sandi. 2007. Pengelolaan Terpadu Daerah Aliran Sungai Ayung. Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana. Denpasar
Asdak, Chay, 2007. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Penerbit Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
K. Yoshino, Y. Setiawan, and E. Shima, “Land Use Analysis using Time Series of Vegetation Index Derived from Satellite Remote Sensing in Brantas River Watershed,” J. Geomatics Plan., vol. 4, no. 2, pp. 109–120, 2017.
M. M. Mahzum and M. A. Mardyanto, “Analisis Ketersediaan Sumber Daya Air dan Upaya Konservasi Sub DAS Brantas Hulu Wilayah Kota Batu,” Institut Teknologi Sepuluh Nopember, 2015.
M.-A. Szitar, “Learning about Sustainable Community Development,” Procedia - Soc. Behav. Sci., vol. 116, pp. 3462–3466, Feb. 2014.
Pare, D. P. P, dkk (2022). Sosialisasi Pola Hidup Bersih Dengan Program (Lihat Sampah Ambil) Oleh Mahasiswa Program Studi PG-PAUD STKIP Citra Bakti Di Kelurahan Mataloko. Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti. Volume 3 Nomor 1, 59-67
Ratnaningsih, Maria, 2008. Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Cimanuk Terpadu Dengan Pendekatan Pembayaran Jasa Lingkungan. Disertasi, Program Studi Ilmu Lingkungan, Program Pascasarjana Universitas Indonesia. Jakarta.
Sholihah, F. A., Normaladewi, A., & Laksono, P. T. (2019). Pengolahan Plastik Bekas Menjadi Bantal Hias Di Desa Ngempit Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan. Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS), 2(1), 9–17. https://doi.org/10.33474/jipemas.v2i1.1640
Sudarma, I Made, 2013. Pembayaran Jasa Lingkungan Sebagai Instrumen Ekonomi Menuju Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Ayung Berkelanjutan di Provinsi Bali. Disertasi, Program Studi Ilmu Ekonomi, Program Pascasarjana Universitas Udayana. Denpasar
Wilujeng, B. S., & Kusumandari, R. (2018). Gaya Hidup Bersih & Antisipasi Demam Berdarah (DBD). Jurnal Abdikarya: Jurnal Karya Pengabdian Dosen Dan Mahasiswa, 1(1), 95–97. https://doi.org/10.30996/abdikarya.v1i1.2046
Y. Moses et al., “Zonasi kawasan berdasarkan tingkat risiko bencana tanah longsor di Kota Batu (Provinsi Jawa Timur),” Institut Teknologi Nasional Malang, 2019.






