PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DESA LARANGAN DALAM TERHADAP PEMANFAATAN LIMBAH TERNAK SEBAGAI PUPUK ORGANIK
DOI:
https://doi.org/10.38048/jailcb.v6i2.4910Keywords:
Desa Larangan Dalam, Limbah Ternak, Pengetahuan Masyarakat, Pupuk Organik, Pengabdian MasyarakatAbstract
Usaha peternakan di Desa Larangan Dalam, Kecamatan Larangan, umumnya berskala kecil untuk peternakan sapi, serta berskala kecil hingga besar untuk peternakan kambing. Masyarakat setempat beternak dengan tujuan sebagai simpanan, yang dapat dijual sewaktu-waktu ketika dibutuhkan. Namun, tidak adanya standar waktu pemeliharaan menyebabkan penumpukan limbah ternak, yang berpotensi mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat akibat pertumbuhan bakteri. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah ternak menjadi pupuk organik. Produk pupuk tersebut bermanfaat bagi pertanian warga sekaligus menambah penghasilan peternak melalui penjualan hasil olahan. Mitra kegiatan adalah para peternak di Desa Larangan Dalam. Metode pelaksanaan dibagi menjadi tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan sosialisasi dihadiri oleh 40 peternak, dengan materi mencakup jenis-jenis limbah ternak, manfaat, dan keunggulan pupuk organik. Evaluasi dilakukan melalui wawancara langsung, dan peserta menyatakan memperoleh wawasan baru serta merasa puas terhadap kegiatan yang diberikan. Sosialisasi ini terbukti mampu menumbuhkan kesadaran akan nilai ekonomis limbah ternak jika dikelola secara tepat.
References
Astuti, W., Purnomo, P. W., & Hartati, S. (2019). Pengaruh pupuk organik terhadap kualitas tanah dan hasil tanaman. Jurnal Pertanian Berkelanjutan, 17(2), 101–110.
FAO. (2021). Sustainable agriculture for biodiversity: Biodiversity for sustainable agriculture. Food and Agriculture Organization of the United Nations.
Fakihuddin, T. T., Suhariyanti, M., & Faishal, M. (2020). Analisis dampak lingkungan dan persepsi masyarakat terhadap industri peternakan ayam (Studi kasus pada peternakan di Jawa Tengah). Jurnal Teknik Industri, 10(2), 191–199. https://e-journal.trisakti.ac.id/index.php/tekin/article/view/8403
Hartatik, W., Husanain, H., & Widowati, L. R. (2015). Peranan pupuk organik dalam peningkatan produktivitas tanah dan tanaman. Jurnal Sumberdaya Lahan, 9(2), 107–120. https://doi.org/10.2018/jsdl.v9i2.6600
Hartatik, W., & Suriadikarta, D. A. (2012). Pengaruh pupuk organik granul dan curah terhadap sifat kimia tanah, pertumbuhan dan produksi padi sawah. Prosiding HITI X, Surakarta.
Ibrahim, A. (2016). Analisis implementasi manajemen kualitas dari kinerja operasional pada industri ekstraktif di Sulawesi Utara. Jurnal EMBA, 4(2), 859–869. https://doi.org/10.35794/emba.4.2.2016.13279
Junianto, R., Bimasri, J., & Holidi, H. (2023). Dampak pencemaran lingkungan dari peternakan kambing di Desa P2 Purwodadi Kabupaten Musi Rawas. Jurnal Peternakan (Journal of Animal Science), 8(1), 7–14.
Kalasari, R., Syafrullah, S., Astuti, D. T., & Herawati, N. (2020). Pengaruh pemberian jenis pupuk terhadap pertumbuhan dan produksi beberapa varietas tanaman semangka. Jurnal Klorofil, 15(1), 30–36. https://doi.org/10.32502/jk.v15i1.3723
Kementerian Pertanian. (2022). Statistik pertanian organik Indonesia. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Pertanian.
Nugroho, S., Harahap, R., & Lestari, T. (2020). Adopsi teknologi pertanian di kalangan petani: Faktor penentu dan implikasinya. Jurnal Inovasi Pertanian, 25(1), 45–53.
Rahmawati, Y., & Nugroho, S. (2020). Peran pendekatan partisipatif dalam program pertanian berkelanjutan. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 8(1), 34–42.
Ridwan, B. A., Buton, L. D., Isrul, M., & Juslan. (2025). Peningkatan pengetahuan masyarakat melalui penyuluhan tanaman obat tradisional untuk penanganan ISPA balita di Kelurahan Nambo, Kota Kendari. Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti (JAICB), 6(1), 43–53. https://doi.org/10.38048/jailcb.v6i1.4536
Roidah, I. S. (2013). Manfaat penggunaan pupuk organik untuk kesuburan tanah. Jurnal Universitas Tulungagung BONOROWO, 1(1), 30–42.
Rogers, E. M. (2003). Diffusion of innovations (5th ed.). New York: Free Press.
Said, M., Nugraha, A., & Mansur, M. (2023). Dampak sosial dan lingkungan terhadap keberadaan peternakan sapi potong (Studi kasus CV. Suka Maju). Jurnal Peternakan Lokal, 5(2), 123–134.
Sartika, W., & Rahmi, E. (2012). Perkembangan populasi ternak besar dan unggas pada kawasan agribisnis peternakan di Sumatera Barat. Jurnal Peternakan Indonesia, 14(3), 466–472. http://jpi.faterna.unand.ac.id/index.php/jpi/article/view/44/40
Setiawan, A., & Marlina, D. (2021). Strategi pemasaran produk pertanian organik oleh kelompok tani. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Pertanian, 9(2), 88–97.
Sunarsih, E. (2014). Konsep pengolahan limbah rumah tangga dalam upaya pencegahan pencemaran lingkungan. JIKM: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 5(3), 163–167. https://ejournal.fkm.unsri.ac.id/index.php/jikm/article/view/158
Warsito, S. H., Widodo, O. S., & Wulandari, S. (2018). Pengetahuan manajemen peternakan dan pemanfaatan hasil ternak sebagai sumber gizi masyarakat di Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk. Jurnal Layanan Masyarakat Universitas Airlangga, 2(2), 69–71.
WHO. (2021). Guidelines on sanitation and health. World Health Organization.
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Desi Kurniati Agustina, Zulfaini Shamad, Cepryana S Widyananda, Joko Purdiyanto, Nurul Hidayati, Rina Susanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





