INTEGRASI BUKU DIGITAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL MAGELANG DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK SISWA SMP DI KOTA MAGELANG
DOI:
https://doi.org/10.38048/jailcb.v6i2.4566Keywords:
Digital, Integrasi, Interaktif, Kearifan Lokal, Media PembelajaranAbstract
Pembelajaran Bahasa Indonesia seringkali dianggap kurang menarik karena masih berorientasi pada teks deskriptif dan belum terhubung secara kontekstual dengan kehidupan siswa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengintegrasikan buku digital berbasis kearifan lokal Magelang ke dalam pembelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa SMP sebagai upaya peningkatan pemahaman dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, serta penguatan karakter profil pelajar Pancasila. Mitra kegiatan adalah SMPN 11 dan SMPN 13 Kota Magelang. Metode pelaksanaan meliputi: (1) pendekatan edukatif kepada mitra sekolah; (2) identifikasi masalah dan kebutuhan pembelajaran; (3) perancangan solusi berupa media pembelajaran digital interaktif; (4) pelatihan dan pendampingan guru dalam pembuatan serta penerapan media; dan (5) evaluasi efektivitas penerapan media dan rencana keberlanjutan. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan buku digital terintegrasi lokalitas meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun pembelajaran, serta mendorong antusiasme dan pemahaman siswa. Konten berbasis budaya lokal seperti kesenian, makanan, dan tradisi, disajikan dalam format interaktif seperti kuis dan teka-teki silang, menjadikan pembelajaran lebih kontekstual dan menyenangkan. Kesimpulannya, integrasi kearifan lokal dalam buku digital efektif memperkuat keterlibatan siswa dan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia.
References
Ahmadi, I., Amri, S., & Elisah, T. (2012). Mengembangkan pendidikan berbasis keunggulan lokal. Jakarta: Prestasi Pustaka.
Darmadi, H. (2018). Educational management based on local wisdom (Descriptive analytical studies of culture of local wisdom in West Kalimantan). Journal of Education, Teaching and Learning, 3(1), 135–145. https://doi.org/10.26737/jetl.v3i1.603
Formenti, L., & Hoggan-Kloubert, T. (2023). Transformative learning as societal learning. New Directions for Adult and Continuing Education, 2023(177), 105–118. https://doi.org/10.1002/ace.20482
Joyo, A. (2018). Gerakan literasi dalam pembelajaran bahasa Indonesia berbasis kearifan lokal menuju siswa berkarakter. Jurnal Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran (KIBASP), 1(2), 159–170. https://doi.org/10.31539/kibasp.v1i2.193
Juniati, E., & Sari, W. P. (2016). Integrasi potensi lokal pada pembelajaran SL terhadap pembentukan learner softskill untuk memecahkan permasalahan lingkungan. Prosiding Symbion (Symposium on Biology Education), 543–550.
Kim, D. (2020). Learning language, learning culture: Teaching language to the whole student. ECNU Review of Education, 3(3), 519–541. https://doi.org/10.1177/2096531120936693
Kustandi, C., & Sutjipto, B. (2013). Media pembelajaran manual dan digital (Edisi ke-2). Bogor: Ghalia Indonesia.
Mulyasa, E. (2018). Implementasi Kurikulum 2013 Revisi: Dalam era revolusi industri 4.0. Jakarta: Bumi Aksara.
Nuraini, L. (2019). Integrasi nilai kearifan lokal dalam pembelajaran matematika SD/MI Kurikulum 2013. Jurnal Pendidikan Matematika, 1(2), 45–52.
Nurseto, T. (2011). Membuat media pembelajaran yang menarik. Jurnal Ekonomi dan Pendidikan, 8(1), 9–20.
Polii, F. F., & Ahmadi, A. (2024). Integrasi kearifan lokal untuk pendidikan yang memerdekakan dalam pembelajaran bahasa dan sastra di sekolah dasar: Sebuah kajian literatur. Deiksis, 16(2), 234–246.
Prasanty, A. B., & Nurlina, L. (2024). Pemanfaatan media pembelajaran berbasis kearifan lokal dalam pengajaran BIPA: Tinjauan literatur. Educator: Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan, 4(1), 57–67.
Prastowo, A. (2016). Panduan kreatif membuat bahan ajar inovatif. Yogyakarta: DIVA Press.
Primasari, R. Z., & Herlanti, Y. (2014). Penggunaan media pembelajaran MAN se-Jakarta Selatan. Jurnal EDUSAINS, 6(1), 1–10.
Pujiatna, T. (2021). Kearifan lokal sebagai penunjang pendidikan literasi budaya. Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Universitas Negeri Semarang, 1(1), 100–110.
Putra, H. A., & Anggraini, P. (2022). Integrating local wisdom in digital learning to foster national identity. Journal of Language and Education, 8(3), 144–153. https://doi.org/10.17323/jle.2022.144
Safitri, F., & Rahayu, T. (2023). Local wisdom-based learning media: Strategy to increase elementary students’ cultural literacy. International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding, 10(2), 135–142. https://doi.org/10.18415/ijmmu.v10i2.4211
Sari, M. P., & Utami, R. (2022). Development of digital teaching material based on local culture and augmented reality. Journal of Education and Learning (EduLearn), 16(1), 77–84. https://doi.org/10.11591/edulearn.v16i1.20738
Silfi. (2016). Pengembangan bahan ajar tematik terpadu dengan model problem based learning di kelas 4 sekolah dasar. Jurnal Pendidikan, 5(11), 1–12.
Simanjuntak, F. N. (2017). Pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. Jurnal Dinamika Pendidikan, 10(2), 169–195.
Suci. (2018). Pengembangan bahan ajar tematik berbasis kontekstual. Jurnal Penelitian, 3(3), 278–287.
Umar. (2013). Media pendidikan: Peran dan fungsinya dalam pembelajaran. Jurnal Tarbiyah, 10(2), 65–73.
Wulandari, L. A., & Hidayat, R. (2023). Flipbook-based digital learning with local culture integration to enhance learning engagement. Indonesian Journal of Educational Technology, 2(1), 53–62. https://doi.org/10.5281/zenodo.7810001
Wulan, A. P. (2019). Tundang folk songs of West Kalimantan Indonesia as material of local wisdom-based education. Universal Journal of Educational Research, 7(8), 1717–1725.
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Linda Eka Pradita, Ria Miftakhul Jannah, Muhammad Nur Hanif, Muhammad Nur Afiq, Ilya Ilma Nur Nazilah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





