DIVERSIFIKASI KREATIF PRODUKTIF DAN KEMANDIRIAN PEREMPUAN PELAKU UMKM PENGRAJIN TENUN SONGKET DI KABUPATEN SAMBAS
DOI:
https://doi.org/10.38048/jailcb.v5i2.3518Keywords:
Ecopreneurship, Pengrajin songket, Sociapreneurship, SustainopreneurshipAbstract
Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilatarbelakangi oleh perkembangan usaha tenun songket tradisional di Kabupaten Sambas yang belum memadukan aspek ekologi dan budaya dalam berbisnis. Usaha tenun songket saat ini masih menggunakan konsep lama yang tidak mempertimbangkan keberlanjutan kewirausahaan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa industri tenun songket dapat punah di masa depan. Urgensi dari program ini adalah memperkenalkan model bisnis baru yang menggabungkan konsep ekonomipreneurship dan sociopreneurship menjadi model sustainopreneurship. Model sustainopreneurship ini perlu diujicobakan sebagai sebuah inovasi baru yang harus diterapkan oleh para pengrajin dalam menjalankan bisnis mereka. Penerapan model sustainopreneurship ditargetkan agar pengrajin memiliki nilai tambah ekonomi, ekologi, dan sosial yang beretika bisnis serta menjaga kelestarian budaya kearifan lokal Kabupaten Sambas. Tujuan PKM ini adalah: a) mengkaji sustainopreneurship dalam diversifikasi kreatif produktif entrepreneur; b) menyusun prototipe sustainopreneurship kreatif produktif. Sasaran kegiatan ini adalah Pengrajin songket UKM Tenun Lunggi Paumiati. Metode yang digunakan berupa sosialisasi dan pendampingan pembuatan kain songket dengan pewarna alami. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar pengrajin setuju bahwa program yang dilakukan sesuai dengan permasalahan desa di bidang penjualan kain songket. Sebagian besar pengrajin akan tetap melanjutkan Sustainopreneuership dan menggunakan pewarna alami. Selain itu, sebagian besar masyarakat memahami cara membuat benang dengan pewarna alami. Kain songket yang dibuat dengan pewarna alami akan dibeli oleh konsumen dengan harga yang lebih mahal dibandingkan menggunakan pewarna sintetis.
References
Azizah, S. N. (2017). Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Kearifan Lokal Pandanus Handicraft dalam Menghadapi Pasar Modern Perspektif Syariah. Jurnal Ilmu-Ilmu Agama, 1(1):63–78.
Azizah, N. (2017). Pemahaman dan Pola Pikir Masyarakat dan Lingkungan. Bandung: Penerbit Bina Ilmu.
Burgel, D. (2020). Innovative Business Models in Sustainopreneurship. Journal of Sustainable Business, 12(1), 34-45.
Cetindamar, D. (2020). Sociopreneurship and Ethical Business Practices. Business Ethics Journal, 29(3), 123-136.
Djojohadikusumo, P. (2014). Partisipasi Ekonomi dalam Ekonomi Kreatif. Journal of Creative Economy, 5(2), 89-104.
Huang, J. (2018). Environmental and Social Entrepreneurship. Sustainable Development Journal, 14(2), 67-82.
Suroto, A. (2014). Inovasi Teknologi untuk Kemandirian Ekonomi. Journal of Innovation and Technology, 7(4), 45-60.
Sumar’in, A. Y. (2017). Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Wisata Budaya: Studi Kasus pada Pengrajin Tenun di Kabupaten Sambas. Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan, 1(1):1–17.
Yoeti, O. (2015). Sociopreneurship as a New Innovation. Social Business Journal, 10(3), 112-130.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Urai Suci Yulies Vitri Indrawati, Nuraini Asriati, Fatmawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





