Main Article Content

Abstract

Penelitian ini mengangkat beberapa masalah pada penekanan mempelajarai Suatu ilmu pengetahuan barat dan Islam. Manusia harus bertekad untuk mempelajari dari segi filosofi, sejarah dan latar belakangnya, serta melakukan seleksi teori yang sesuai dengan ajaran Islam sebelum mengimplementasikannya kedalam kehidupan. Maka dari itu, pada penelitian bertujuan mengkaji Konsep Belajar: Komparasi Islam dan Barat, menurut pandangan Ibnu Khaldun dan Jean Piaget. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dimana peneliti berhadapan langsung dengan data sekunder yang tersimpan dalam rekaman berupa teks atau data angka. Teknik analisis yang digunakan adalah mengkaji kajian pustaka sebagai sumber rujukan. Hasil kajian menunjukkan bahwa, Pandangan Ibnu Khaldun mengenai konsep belajar adalah suatu proses aktivitas peralihan dari nilai-nilai yang diperoleh pada pengalaman untuk bisa melestarikan eksistensi manusia pada tataran masyarakat. Kemudian, Jean Piaget berpendapat bahwa konsep belajar adalah proses berubahnya perilaku yang menetap pada manusia sebagai hasil dari sebuah perubahan yang dilakukan secara sadar. Disamping itu, Jean Piaget juga menambahi bahwa konsep belajar juga merupakan suatu tindakan pembentukan pengetahuan (pembentukan mental bukan pengalaman behavioral), aktivitas dalam diri yang tidak bisa diamati secara langsung, Komparasi konsep belajar Ibnu Khaldun dan Jean Piaget adalah Islam tidak memandang pengetahuan dari segi empiris saja, namun terdapat sifat transcendental yang tida dapat dijangkau oleh panca indera manusia. Sedangkan Barat, melihat pengetahuan dari segi rasional empirisnya saja.

Keywords

konsep belajar paradigma islam peradigma barat

Article Details

How to Cite
Asror, A. M., Himma, A. F., & Putro, K. Z. (2021). KONSEP BELAJAR: KOMPARASI ISLAM DAN BARAT. Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti, 8(1), 128-141. https://doi.org/10.38048/jipcb.v8i1.174

References

  1. Arikunto, S. (2002). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktek. Jakarta: PT. Rineka Cipta
  2. Baali, F., & Ali, W. (2003). Ibn Khaldun dan pola pemikiran islam, terjemah Mansuruddin dan Ahmadie Thaha, Jakarta: Pustaka Firdaus
  3. Ekawati, M. (2019). Teori belajar menurut aliran psikologi kognitif serta implikasinya dalam proses belajar dan pembelajaran. E-Tech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pendidikan, 7(4), 1-12. https://doi.org/10.24036/et.v7i2.106979
  4. Estini, D. G. W. (2015). Aktualisasi pemikiran Jean Piaget dalam implementasi kurikulum 2013 (Suatu kajian teoritis). Jurnal : Jurnal Pendidikan Indonesia, 10(1), 116-117.
  5. Falah, A. (2014), Konsep pendidikan anak menurut Ibnu Khaldun. ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal, 2 (1), 87.
  6. Hidayat, S., & Ana N. W. (2015). Konsep pendidikan Islam Ibnu Khaldun relevansinya terhadap pendidikan nasional. PROFETIKA: Jurnal Studi Islam, 16(1).
  7. Husni, M. (2018). Analisis komparatif dan sintesa teori belajar konvensional dengan teori belajar dalam Islam. Jurnal: Pedagogik, 5(1), 125..
  8. Ibda, F. (2015). Perkembangan kognitif: Teori Jean Piaget, Jurnal: Intelektualita, 5(2), 67.
  9. Jarvis, M. (2009). Teori-teori psikologi: Pendekatan modern untuk memahami perilaku, perasaan dan pikiran manusia. Bandung: Nusamedia
  10. Juwantara, R. A. (2019). Analisis teori perkembangan kognitif Piaget pada tahap anak usia operasional konkret 7-12 tahun dalam pembelajaran matematika, Al- Adzka : JurnaI ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidiyah, 9(1), 30-31.
  11. Kasdi, A. (2014). Pemikiran Ibnu Khaldun dalam perspektif sosiologi dan filsafat sejarah. Jurnal: Fikrah, 2(1), 292.
  12. Khaldun, I. (2003). Muqaddimah Ibn Khaldun, erj. Ahmadie Thaha. Jakarta: Pustaka Firdaus
  13. Lisnawati. (2017). Konsep ideal pendidikan Islam menurut pandangan Ibnu Khadun dan hubungannya dalam konteks pendidikan modern. Jurnal: Al – Muta’alliyah, 1(1), 71.
  14. Moleong, L. (2004). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
  15. Mu’min, S. A. (2013).Teori perkembangan kognitif. Jurnal : At – Ta’dib, 6(1), 90.
  16. Qomar, M. (2005). Epistemologi pendidikan islam – dari metode rasional hingga metode kritik. Jakarta: Erlangga
  17. Rosiyanah, Y, & Sri, M. M. (2021). Pengembangan media stimulasi sensori anak usia 4-6 tahun berbasis aktivitas bermain tujuh indera. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), 942
  18. Rosyid, M. F., & Baroroh, U. (2019). Teori belajar dan implikasinya dalam pembelajaran Bahasa Arab. Al – Lisan: Jurnal Bahasa (e-Journal), 5(2),191.
  19. Sagala, S. (2005). Konsep dan makna pembelajaran. Bandung: Alfabeta
  20. Soeitoe, S. (1982). Psikologi pendidikan untuk para pendidik dan calon pendidik. Jakarta: Lembaga Penerbit fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
  21. Suharto, T. (2006). Filsafat pendidikan Islam. Yogjakarta: Ar-Ruzz
  22. Sujati, B. (2018). Konsepsi pemikiran filsafat sejarah dan sejarah menurut Ibnu Khaldun, Jurnal: Tamaddun, 6(3), 137.
  23. Sulaiman, F. H. (1991). Ibn Khaldun tentang pendidikan. Jakarta: Minaret
  24. Sutarto. (2017). Teori kognitif dan implikasinya dalam pembelajaran. Jurnal Causeling, 1(2), 7.
  25. Syah, M. (2008). Psikologi pendidikan dengan pendekatan Baru, cet ke-14 Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
  26. Widiyati, W. (2014). Belajar dan pembelajaran perspektif teori kognitivisme. Jurnal Biology Science& Education, 3(2), 178.
  27. Wiranata, R. R. S., & Firman, A. J. (2020). Praktik pembelajaran di madrasah perspektif pragmatisme (Studi terhadap pemikiran Ibnu Khaldun dan Jhon Dewey). Al – Manar : Jurnal Komunikasi dan Pendidikan Islam, 9(2), 203.