Main Article Content

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode eksperimen terhadap kemampuan sains anak usia dini melalui media realia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre-eksperimental design dan single group pre-test and post-test design. Hal ini dikarenakan tidak adanya kelas paralel di sekolah, sehingga dipilih 20 anak sebagai subjek penelitian yang berasal dari TK Nawa Kartika, Kabupaten Ngawi. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan t-test untuk melakukan statistik parameter pada sampel berkorelasi kecil. Adapun metode pengumpulan data menggunakan observasi partisipan. Berdasarkan hasil analisis data dengan taraf signifikansi 5% diperoleh thitung > ttabel (8,5> 1,7). Hal ini dapat diartikan hipotesis alternatif (Ha) dapat diterima, jadi metode eksperimen melalui media realia (berpengaruh signifikan) atau dapat dikatakan merupakan cara yang efektif terhadap kemampuan sains pada anak.

Keywords

metode eksperimen kemampuan sains media realia

Article Details

How to Cite
Novie Azizah, E., Koesmadi, D. P., & Widyaningsih, I. (2021). PENGARUH METODE EKSPERIMEN MELALUI MEDIA REALIA TERHADAP KEMAMPUAN SAINS ANAK USIA DINI. Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti, 8(1), 82-91. https://doi.org/10.38048/jipcb.v8i1.159

References

  1. Ahmad, S. (2005). Strategi belajar mengajar dan micro teaching. Jakarta: Quantum Teaching.
  2. Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian suatu praktik. Jakarta: Rineka Cipta
  3. Bird, P. (2000). Help your childtolearnatprimaryschool - howtosupportyour child and improve their learning potential. UK: Cromwell Press.
  4. Cannady, M. A., Vincent-Ruz, P., Chung, J. M., & Schunn, C. D. (2019). Scientific sensemaking supports science content learning across disciplines and instructional contexts. Contemporary Educational Psychology, 59, 101802. https://doi.org/10.1016/j.cedpsych.2019.101802
  5. Damayanti, A. (2020). Meningkatkan keterampilan proses sains anak usia 5-6 tahun melalui metode eksperimen mencampur warna di PAUD Permata Hati Desa Jampang. Indonesian Journal of Early Childhood, 2(2), 93. https://doi.org/10.35473/ijec.v2i2.556
  6. Feez, S. (2010). Montessori and early childhood. Great Britain: SAGE.
  7. Gardner, H. (2013). Multiple intelligences memaksimalkan potensi & kecerdasan individu dari masa kanak-kanak hingga dewasa. Jakarta: Daras Books.
  8. Grossman, S. (1996). The worksheet dilemma: Benefits of play-based curricula. Earlychildhood News, 8 (4), 10-15. http://kidnkaboodle.net/nopay.html
  9. Gutama. (2010). Pendidikan keluarga. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat.
  10. Hartati. (2005). Perkembangan belajar pada anak. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
  11. Hasanah, L. (2018). Penggunaan real object dapat meningkatkan minat belajar sains anak usia 5-6 tahun. El-Banar: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 1(1), 13-20. https://ojs.staibanisaleh.ac.id/index.php/ElBanar/article/view/9.
  12. Martin, J., Nuttall, J., Henderson, L., & Wood, E. (2020). Educational Leaders and the Project of Professionalisation in Early Childhood Education in Australia. International Journal of Educational Research, 101, 101559. https://doi.org/10.1016/j.ijer.2020.101559
  13. Molina Millán, T., Macours, K., Maluccio, J. A., & Tejerina, L. (2020). Experimental long-term effects of early-childhood and school-age exposure to a conditional cash transfer program. Journal of Development Economics, 143, 102385. https://doi.org/10.1016/j.jdeveco.2019.102385.
  14. Nafiqoh, Heni & Wulansuci, G. (2020). Mengembangkan sikap sain anak usia dini melalui metode pembelajaran eksperimen berbasis belajar di rumah (BDR). Jurnal Tunas Siliwangi PGPAUD STKIP Siliwangi Bandung, 6(2), 98-104. http://e-journal.stkipsiliwangi.ac.id/index.php/tunas-siliwangi/article/view/2144
  15. Nirmala, I. (2009). Efektivitas penggunaan media realia dalam meningkatkan pemahaman konsep bentuk geometri pada anak usia TK. Skripsi. Bandung: UPI.
  16. NSTA (National Science Teacher Association). (2005). tentang Standar Sains Untuk Taman Kanak-Kanak.
  17. O’Flaherty, J., & Costabile, M. (2020). Using a science simulation-based learning tool to develop students’ active learning, self-confidence and critical thinking in academic writing. Nurse Education in Practice, 47(June), 102839. https://doi.org/10.1016/j.nepr.2020.102839
  18. Permendikbud. 2014. No.137 tentang Standar Nasional PAUD Lampiran 1
  19. Permendikbud. 2014. No.146. tentang Kurikulum 2013 PAUD.
  20. Rizema, P.S. (2000). Desain belajar mengajar kreatif berbasis sains. Yogyakarta: ANDI.
  21. Saifuddin, A. (2008). Realiabilitas dan validitas. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
  22. Setyaningsih, C, A., Rozanti, N., & Andini, G. (2019). Keefektifan penggunaan media realia terhadap hasil belajar IPA di sekolah dasar. Jurnal Muara Pendidikan. 4(2), 321-331. https://doi.org/10.52060/mp.v4i2.154.
  23. Sugiyono. (2010). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: CV. Alfabeta.
  24. Sujiono, Y. N. (2008). Metode pengembangan kognitif. Jakarta: Universitas Terbuka.
  25. Suyadi. (2010). Psikologi belajar PAUD. Yogyakarta: PT Pustaka Insan Madani.
  26. Talango, S.R. (2020). Media realia dalam pembelajaran sains anak usia 5-6 tahun. Journal IAIN Gorontalo (IRFANI). 16(1). 9-25. https://doi.org/10.30603/ir.v16i1.1309
  27. Tisza, G., Papavlasopoulou, S., Christidou, D., Iivari, N., Kinnula, M., & Voulgari, I. (2020). Patterns in informal and non-formal science learning activities for children–A Europe-wide survey study. International Journal of Child-Computer Interaction, 100184. https://doi.org/10.1016/j.ijcci.2020.100184
  28. Yilmaztekin, Ozturk dan Erden. (2011). Early childhood teachers view about science teaching practices. [Online} Tersedia melalui: https://acikerisim.deu.edu.tr/xmlui/handle/20.500.12397/5166
  29. Yulianti, Dwi. (2010). Bermain sambil belajar sains di taman kanak-kanak. Jakarta: PT Indeks.
  30. Zhao, S., Schneider, H. C., & Kamlah, M. (2020). An experimental method to measure the friction coefficients between a round particle and a flat plate. Powder Technology, 361, 983–989. https://doi.org/10.1016/j.powtec.2019.10.100