Main Article Content

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul geometri datar untuk siswa kelas VII SMP. Modul geometri datar yang dihasilkan mencakup materi garis, sudut, segitiga dan segiempat berbasis model learning cycle 7e yang valid dan praktis. Penelitian pengembangan ini mengacu pada model pengembangan ADDIE yaitu analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar penilaian uji ahli untuk mengukur kevalidan bahan ajar, serta angket respon guru dan angket respon siswa untuk mengukur kepraktisan bahan ajar. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor kevalidan bahan ajar 4,2 dengan kategori “Baik”. Sedangkan rata-rata skor kepraktisan 4,65 dengan kategori “Sangat  Praktis”. Dengan demikian bahan ajar berupa modul geometri datar dengan materi garis, sudut, segtiga dan segiempat berbasis model learning cycle 7e untuk siswa kelas VII SMP dikatakan valid dan praktis.

Keywords

bahan ajar geometri datar model learning cycle 7e

Article Details

How to Cite
Rawa, N. R., Bela, M. E., & Pegi, M. J. (2021). PENGEMBANGAN BAHAN AJAR GEOMETRI DATAR BERBASIS MODEL LEARNING CYCLE 7E UNTUK SISWA SMP. Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti, 8(1), 25-37. https://doi.org/10.38048/jipcb.v8i1.132

References

  1. Anglada, D. (2007). “An introduction to instructional design: Utilizing a basic design model. http://www.pace.sdu/ctlt/newsletter. Diakses tanggal 20 Februari 2019”
  2. Bela, M. E. (2018). “Pengembangan perangkat pembelajaran kontekstual untuk materi sistem persamaan linear dua variabel di kelas x siswa SMK.” 5(1):65–75.
  3. Fauzi, I. & Andika A. (2020). “Analisis kesulitan belajar siswa pada materi geometri di sekolah dasar.” Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif 11(1):27–35. doi: 10.15294/kreano.v11i1.20726.
  4. Fauzi, K. M., Amin, I., Wayan D., & Agus P. (2019). “Building learning path of mathematical creative thinking of junior students on geometry topics by implementing metacognitive approach.” International Education Studies 12(2):57-66. doi: 10.5539/ies.v12n2p57.
  5. Fitriana, Nurul, Ramon M., & Risnawati. (2019). “Pengembangan modul matematika berbasis learning cycle 5e untuk memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah matematis siswa sekolah menengah pertama (SMP).” JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) 2(1):21-31. doi: 10.24014/juring.v2i1.7496.
  6. Harmini, T. (2019). “Efektivitas penggunaan modul berbasis differentiated instruction untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematika mahasiswa.” Jurnal Didaktik Matematika 6(2):136–148. doi: 10.24815/jdm.v6i2.14293.
  7. Izzati, Nurma, & Ismu F. (2015). “Pengembangan modul pembelajaran matematika bermuatan emotion quotient pada pokok bahasan himpunan.” Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching 4(2):46-61. doi: 10.24235/eduma.v4i2.29.
  8. MdYunus, Aida S., Ahmad F. Mohd A., & Tan T. H. (2019). “Geometric thinking of malaysian elementary school students.” International Journal of Instruction 12(1):1095–1112. doi: 10.29333/iji.2019.12170a.
  9. Muhassanah, N., Imam S., & Riyadi. (2014). “Analisis keterampilan geometri siswa dalam memecahkan masalah geometri berdasarkan tingkat berpikir van hiele.” Jurnal Elektronik Pembelajaran Matematika 2(1):54–66.
  10. Noto, M. S., Nanang P., & Jarnawi A. D. (2019). “Mathematical proof: The learning obstacles of pre-service mathematics teachers on transformation geometry.” Journal on Mathematics Education 10(1):117–125. doi: 10.22342/jme.10.1.5379.117-126.
  11. Rawa, N.R, Sutawidjaja, A. & Sudirman. (2016). “Pengembangan perangkat pembelajaran berbasis model learning cycle 7e pada materi trigonometri untuk meningkatkan kemampuan koneksi matematis siswa.” Jurnal Pendidikan - Teori, Penelitian, Dan Pengembangan 1(6):1042–1055. doi: 10.17977/jp.v1i6.6368.
  12. Rawa, N.R. (2018). Pengembangan bahan ajar matematika model inquiry learning berbantuan perangkat phet simulation untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VII SMP. Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti, 5(2), 44–57.
  13. Rawa, N.R. (2020). “Pengembangan lembar kegiatan siswa (LKS) matematika berbasis pendekatan scientific pada materi aritmatika sosial bagi siswa SMP.” Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian Dan Kajian Kepustakaan Di Bidang Pendidikan, Pengajaran Dan Pembelajaran 6(2):319-328. doi: 10.33394/jk.v6i2.2620.
  14. Rosliana, I. (2019). “Pengembangan LKPD matematika dengan model learning cycle 7e berbantuan mind mapping.” Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika (JPPM) I(1):10–22.
  15. Safitri, D., & Noviarni. (2018). “Pengembangan lembar kegiatan siswa (lks) berbasis model learning cycle 7e untuk memfasilitasi kemampuan koneksi siswa SMP/MTs.” JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) 1(1):242-253. doi: 10.24014/juring.v1i3.4777.
  16. Sholihah, S.Z, & Ekasatya A.A. (2018). “Analisis kesulitan siswa dalam proses pemecahan masalah geometri berdasarkan tahapan berpikir van hiele.” Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika 6(2):287–298. doi: 10.31980/mosharafa.v6i2.317.
  17. Suastika, I.K & Amaylya R. (2019). “Pengembangan modul pembelajaran matematika dengan pendekatan kontekstual.” JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia) 4(2):58-61. doi: 10.26737/jpmi.v4i2.1230.

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>