Main Article Content

Abstract

Abstrak


Keberadaan Virus Corona memaksa Pemerintah mengubah segala kebijakan sistem pendidikan Nasional menggunakan metode Pembelajaran jarak jauh (PJJ). Kepala Sekolah berperan dalam memastikan proses pembelajaran sekolah berjalan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi Kepalas Sekolah dalam merespon kebijakan pembelajaran jarak jauh. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data berupa sebuah kuisioner uang dibagikan langsung melalui google from. Responden dalam penelitian ini mengambil kepala sekolah tingkat SD sebanyaj 28 dan kepala sekolah tingkat SMP sebanyak 27 yang diambil secara acak sederhana di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil penilitian Kepala sekolah berhak untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan PJJ seperti memastikan materi yang diberikan guru telah diterima siswa. Masalah lain yang ditemui dalam PJJ adalah kesiapan sumber daya manusia meliputi tenaga pendidik, orang tua, dan siswa itu sendiri belum sepenuhnya siap menghadapi kegiatan PJJ ini. Maka untuk tetap melaksanakan imbauan pemerintah, Kepala sekolah bertanggung jawab pada kepastian pemberian materi oleh guru yang diterima siswa berjalan baik meskipun terdapat beberapa kendala yang terjadi Oleh karena itu, penulis tertarik untuk membuat tulisan yang bertujuan untuk mengetahui persepsi kepala sekolah dalam merespon kebijakan pembelajaran jarak jauh di DIY dengan Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan masalah-masalah yang ditemui dalam kebijakan pembelajaran jarak jauh di DIY


Abstract


The existence of the Corona Virus forces the Government to change all policies of the National education system using the Distance Learning method (PJJ). The principal plays a role in ensuring the school learning process runs well. This study aims to determine the perception of school principals in responding to distance learning policies. This research is quantitative descriptive. The data collection technique is in the form of a money questionnaire distributed directly via google from. Respondents in this study took 28 principals of SD level and 27 junior high school principals who were randomly selected in the Province of Yogyakarta Special Region. The results of the research The principal has the right to monitor and evaluate the implementation of PJJ such as ensuring that the material provided by the teacher has been received by students. Another problem encountered in PJJ is the readiness of human resources including educators, parents, and students themselves who are not fully ready to face PJJ activities. So to continue implementing the government's appeal, the principal is responsible for ensuring that the provision of material by the teacher that the student receives goes well even though there are some obstacles that occur.Therefore, the authors are interested in writing that aims to determine the perceptions of the principal in responding to distance learning policies in DIY with the aim of this research is to describe the problems encountered in the distance learning policy in DIY

Keywords

persepsi kepala sekolah pembelajaran jarak jauh COVID-19

Article Details

How to Cite
Azizi, A. W., Larasati, E., & Yuniningsih, T. (2021). PERSEPSI KEPALA SEKOLAH DALAM MERESPON KEBIJAKAN PEMBELAJARAN JARAK JAUH . Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti, 8(1), 1-13. https://doi.org/10.38048/jipcb.v8i1.127

References

  1. Abbasi, S., Ayoob, T., Malik, A., & Memon, S. I. (2020). Perceptions of students regarding e-learning during covid-19 at a private medical college. Pakistan Journal of Medical Sciences, 36(COVID19-S4), S57–S61. https://doi.org/10.12669/pjms.36.COVID19-S4.2766
  2. Azzahra, N. (2020). Mengkaji hambatan PJJ di Indonesia di masa pandemi covid-19. Jurnal CIPS, 11(2), 1-9.
  3. Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2020). Panduan pembelajaran jarak jauh bagi guru selama sekolah tutup dan pandemi covid-19 dengan semangat merdeka belajar.
  4. DPR RI. (2020). Pembelajaran jarak jauh terkendala jaringan listrik. [Online] Tersedia melalui http://dpr.go.id/berita/detail/id/28352/t/Pembelajaran+Jarak+Jauh+Terkendala+Jaringan+Listrik.
  5. Fattah, A. (2016). Konsep pendidikan karakter dalam perspektif hadits. Jurnal Tarbawi, 1 (2), 1- 8.
  6. Hartanto, W. (2016). Penggunaan e-learning sebagai media pembelajaran. Jurnal Pendidikan Ekonomi, 10(1), 1–18.
  7. Herliandry, L. (2020). Pembelajaran pada masa pandemi covid-19. Jurnal Teknologi Pendidikan, 22 (1), 1-12.
  8. Isman, M. (2017). Pembelajaran moda dalam jaringan (moda daring). The Progressive and Fun Education Seminar, 586–588.
  9. Kashefi, H., Ismail, Z., & Yusof, Y. M. (2012). Supporting engineering students’ thinking and creative problem solving through blended learning. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 56(Ictlhe), 117–125.
  10. Kemendikbud. (2020). Surat edaran Mendikbud Nomor 4 tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran covid-19.
  11. Kemenkes. (2020). Kesiapsiagaan menghadapi infeksi novel coronavirus. [Online} Tersedia melalui https://www.kemkes.go.id/article/view/20012900002/Kesiapsiagaan-menghadapi-Infeksi-Novel-Coronavirus.html.
  12. Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 03/KB/2020, Nomor 612 Tahun 2020, Nomor HK.01.08/Menkes/502/2020, Nomor 119/4536/SJ tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran 2020/2021 Dan Tahun Akademik 2020/2021 Di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).
  13. Laksana, D.N.L. (2020). Implementation of online learning in the pandemic covid-19: Student perception in areas with minimum internet access. Jurnal of Education Technology, 4(4), 502-509. http://dx.doi.org/10.23887/jet.v4i4.29314
  14. Lestari, I. (2013). Pengaruh waktu belajar dan minat belajar terhadap hasil belajar matematika. Jurnal Formatif. 3(2):,115-125. ISSN: 2088-351X.
  15. Listari, M. (2020). Cara merawat pasien covid-19 dirumah. [Online]. Tersedia melalui: http://dinkes.babelprov.go.id/content/cara-merawat-pasien-covid-19-di-rumah
  16. Nana., & Ibrahim. (1989). Penelitian kualitatif dan kuantitatif. Bandung: Sinar Baru.
  17. Pemprov DIY. (2020). Surat Edaran Gubernur DIY Nomor 443/6229 tentang pengaturan ulang aktivitas pendidikan dalam masa tanggal darurat bencana covid-19 di lingkungan pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta.
  18. Pemprov DIY. (2020). Surat Keputusan Gubernur DIY Nomor 65 tentang penetapan status tanggap darurat bencana corona virus disease 2019 (covid-19) di Daerah Istimewa Yogyakarta.
  19. Simanjuntak, S. Y., Kismartini, Dwimawanti, I. H., & Hidayatullah, M. A. (2020). Respons guru terhadap kebijakan pembelajaran jarak jauh selama pandemi covid-19. Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti, 7(2), 125-136. https://doi.org/10.38048/jipcb.v7i2.108
  20. Syauqi, K., Munadi, S., & Triyono, M. B. (2020). Students’ perceptions toward vocational education on online learning during the COVID-19 pandemic. International Journal of Evaluation and Research in Education, 9(4), 881–886. https://doi.org/10.11591/ijere.v9i4.20766
  21. UNESCO. (2020). Covid-19 educational disruption and response. [Online]. Tersedia melalui https://En.Unesco.Org/Covid19/Educationresponse/