Main Article Content

Abstract

Sanggar Baladewa Surabaya merupakan sebuah organisasi seni pertunjukan yang terpusat pada pembelajaran pedalangan dan karawitan. Peneliti melihat sanggar tersebut merupakan tempat yang mempunyai kontribusi besar dalam usaha mengembangkan kesenian wayang kulit dan karawitan dan mempunyai siswa yang mayoritas pelajar sekolah dasar sampai sekolah menegah lanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui, menganalisa dan mendeskripsikan manajemen organisasi seni pertunjukan pada sanggar baladewa Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah sistem manajemen meliputi (1) Perencanaan yang dilakukan oleh sanggar Baladewa dikelompokkan menjadi perencanaan program maupun keuangan. (2) Pengorganisasian di dalam sanggar Baladewa meliputi struktur organisasi dan proses pengorganisasian. Struktur organisasi sanggar Baladewa terdiri atas Ketua, Sekretaris dan Bendahara. Sedangkan proses pengorganisasian berjalan bersifat terbuka dan mengedepankan komunikasi dengan musyawarah. (3) Pelaksanaan program dikategorikan menjadi program jangka panjang, jangka pendek dan insidentil. Pelaksanaan Program jangka panjang yang terpusat pada lomba/festival dilaksanakan pada H-3 bulan sebelum tanggal pelaksanaan. Pelaksanaan program jangka pendek yaitu melakukan latihan rutin 2 (dua) kali dalam seminggu. Sedangkan pelaksanaan program insidentil pelaksanaannya tergantung pada jadwal berlangsungnya acara. (4) Pengawasan yang dijalankan meliputi pengawasan program dan keuangan. (5) Evaluasi dalam sanggar Baladewa ada dua cabang yaitu evaluasi kinerja dan evaluasi hasil/capaian.

Keywords

manajemen organisasi seni pertunjukan sanggar baladewa

Article Details

How to Cite
Rofi’ul Fajar, Yuwana, S., & Trisakti. (2021). MANAJEMEN ORGANISASI SENI PERTUNJUKAN SANGGAR BALADEWA SURABAYA. Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti, 8(1), 114-127. https://doi.org/10.38048/jipcb.v8i1.120

References

  1. Amniaty, H. (2018). Manajemen sanggar tari sarai sarumpun di Gunung Sarik Kec. Kuranji -Kota Padang. Jurnal Laga-Laga. 4(1), 71-84
  2. Bisri, M. H. (2000). Pengelolaan organisasi seni pertunjukan. Harmonia Journal of Art Research and Education, 1(1), 838
  3. Elina, M., Murniati., & Darmansyah. (2018). Pengemasan seni pertunjukan tradisional sebagai daya tarik wisata di Istana Basa Pagaruyung. Jurnal Seni dan Budaya Panggung, 28(3), 475
  4. Elvira. (2019). Manajemen grup sendratari pada pogram studi pendidikan sendratasik Universitas Palangka Raya (UPR). Jurnal Tata Kelola Seni. 5(2), 76-87
  5. Hartono. (2001) Organisasi pertunjukan (kajian manajemen). Harmonia Journal of Art Research and Education, 2(2), 852
  6. Haryono, S. (2005). Penerapan management seni pertunjukan pada Teater Koma. Harmonia Journal of Art Research and Education, 6(3), 810
  7. Irawati, E. (2018). Kreativitas dan pemberdayaan sumber daya manusia sebagai strategi pemasaran kesenian tradisional di Indonesai. Gêtêr. Vol. 1 (1), 1-8
  8. Koentjaraningrat. (1981). Manusia dan kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Jambatan.
  9. Mulyawan, E. Y., Bisri, M. H., & Wafa, M. U. (2018). manajemen seni pertunjukan pada grup orkes senggol tromol. Jurnal Seni Musik. 3(1), 82-91
  10. Permas, A. (2010). Manajemen seni pertunjukan. Jakarta: PT Sapdodadi.
  11. Piliang, Y.A. (2011). Dunia yang dilipat: Tamasya melampaui batas-batas kebudayaan. Bandung: Matahari.
  12. Raco, J. R. (2010). Metode penelitian kualitatif. Jakarta: Grasindo.
  13. Rahayu, S. D., & Darmawati. (2019). Sistem manajemen sanggar seni sarai sarumpun di Kota Padang. e-Jurnal Sendratasik. 8(1), 72-78
  14. Sianturi, E. (2015). Gaya kepemimpinan dan pengelolaan organisasi seni pertunjukan dengan studi kasus Teater Gandrik. Jurnal Tata Kelola Seni, 1(1), 75-98
  15. Subandi. (2011). Deskripsi kualitatif sebagai satu metode penelitian pertunjukan. Harmonia Journal of Art Research and Education, 11(2), 2210
  16. Sugiyono. (2013). Metode penelitian pendidikan (pendekatan kuantitatif dan kualitatif). Bandung: Alfabeta.
  17. Suhaenah, E., Rohaeni, A. J., & Listiani, W. (2016). Rekontruksi model manajemen rurukan dalam upacara adat. Jurnal Seni dan Budaya Panggung, 26(1), 158
  18. Sumaryanto, F. T. (2007). Pendekatan kuantitatif dan kualitatif dalam penelitian pendidikan seni. Semarang: Unnes.
  19. Suyatno. (2013). Pertunjukan wayang sebagai salah satu bentuk ruang mediasi pendidikan budi pekerti. Jurnal Seni dan Budaya Panggung, 23(1), 1-10.
  20. Tobing, O. (2018). Manajemen paduan suara consolatio Universitas Sumatera Utara. Gondang: jurnal seni dan budaya, 2 (2), 57-65. doi: https://doi.org/10.24114/gondang.v2i2.11282