PENGARUH PROGRAM LATIHAN PERMAINAN HITAM HIJAU DALAM PEMBELAJARAN ATLETIK TERHADAPKECEPATAN LARI JARAKPENDEK PADASISWA KELAS X  SMA NEGERI 1  MAUPONGGO

  

Maria Yolanda Bhubhu1       Yovinianus Mbede Wea2        Yohanes Bayo Ola Tapo3

1)Mahasiswa program studi PJKR 2,3) Dosen STKIP Citra Bakti

 

Program Studi PJKR, STKIP Citra Bakti

Olan.bhubhu95@gmail.com

 

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan hitam hijau dalam pembelajaran atletik terhadap kecepatan lari jarak pendek pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Mauponggo. Populasi dalam penelitian ini adalah terdiri dari 6 Rombel dan jumlah siswa 25 orang siswa yang memiliki usia yang sama, yaitu: Usia 16-19 tahun. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X1. Hasil desain penelitian ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh program latihan terhadap kecepatan lari jarak pendek pada kelompok hitam hijau dilihat dari hasil analisis uji beda menggunakan perhitungan Paired Samples Test adalah (0,000 < 0,05) dan analisis uji t parsial menggunakan perhitungan Regression Linear  adalah hasil yang diperoleh thitung = 6,689sedangkan nilai ttabel uji 2 sisi dengan α = 0.05/2= 0,025 dan df adalah (n-k-1 = 25-1-1 = 23) diperoleh harga sebesar 2,069 Dengan demikian thitung lebih besar dari ttabel (thitung= 6,689 > ttabel=2,069). Jadi H0 ditolak dan H1 diterima, sehingga terdapat perbedaan pengaruh pemberian latihan permainan hitam hijau terhadap kecepatan lari jarak pendek 60 meter, dengan demikian disimpulkan bahwa latihan permainan hitam hijau berpengaruh terhadap kecepatan lari jarak pendek pada siswa SMA Negeri 1 Mauponggo.

 

Kata-kata kunci : permainan hitam hijau, lari jarak pendek

 

ABSTRACT                This study aims to determine the effect of black green play in athletic learning on the speed of short distance running in class X students of SMA Negeri 1 Mauponggo. The population in this study consisted of 6 students and 25 students with the same age, namely: Age 16-19 years. The sample in this study were students of class X1. The design results of this study indicate that there is an effect of the exercise program on short distance running speed in the black green group seen from the results of the different test analysis using Paired Samples Test calculation is (0.000 <0.05) and partial t test analysis using Linear Regression is the result obtained tcount = 6.689 while the ttable value of the two sides test with α = 0.05 / 2 = 0.025 and df is (nk-1 = 25-1-1 = 23) obtained a price of 2.069 Thus tcount is greater than ttable (t count = 6.689> t table = 2.069). So H0 is rejected and H1 is accepted, so that there is a difference in the effect of giving black and green game training on short distance running speed of 60 meters, thus it is concluded that the black green game exercise affects the speed of short distance running at students of SMA Negeri 1 Mauponggo. Key words: black green game, short distance running

 

PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan media yang memiliki peranan penting dalam menciptakan manusia yang berkualitas dan berpotensi dalam meningkatkan kemampuan intelektual, kemampuan emosional dan kemampuan spiritual. Melalui pendidikan akan terjadi proses pendewasaan diri sehingga di dalam proses pengambilan keputusan terhadap suatu masalah yang dihadapi selalu disertai dengan rasa tanggung jawab yang besar. Pendidikan tentunya dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu bersaing.

Pendidikan jasmani dan olahraga dilembaga pendidikan formal atau sekolah sebagai salah satu bagian kurikulum pendidikan nasional yang dilaksanakan pada kegiatan intrakulikuler (pada jam sekolah) danekstrakurikuler (di luar jam sekolah).Melalui pelaksanaan pendidikan jasmani, peserta didik dibekali baik mental maupun motivasi, serta mendapatkan pembentukkan fisik jasmani.Dalam pendidikan jasmani dan olahraga, jalinan kerjasama dan kompetensi merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Salah satu ciri khas olahraga dan aktifitas jasmani adalah bahwa kerja sama dan kompetisi terjalin dengan erat.Didalam pembelajaran pendidikan jasmani, anak dilatih untuk mengembangkan kemampuan gerak, kemampuan gerak yang dimiliki nantinya dapat dikembangkan sesuai bakat yang ada pada anak. Oleh karena itu, seorang guru harus bisa mengembangkan berbagai macam materi pembelajaran penjasorkes yang bisa membuat siswa bergerak dan melatih kemampuan gerak, karena anak memang dalam masa usia sekolah sebaiknya diberikan gerakan multilateral yang dapat mengembangkan semua unsur fisik yang ada pada anak, tidak memberikan latihan khusus kepada anak yang hanya mengembangkan sebagian kemampuan motoriknya saja, seperti bermain bola, hanya mengembangkan kemampuan keterampilan kakinya saja. Anak dalam masa sekolah tergolong masih senang bermain karena dunia anak adalah dunia bermain oleh karena itu diusahakan setiap materi pembelajaran penjas yang akan diberikan haruslah mempunyai unsur permainan yang sifatnya menyenangkan, tetap tidak meninggalkan materi pokok tentang apa yang ingin dicapai dalam indicator pembelajaran. Dengan terciptanya rasa senang dan gembira ketika belajar pendidikan jasmani, maka dengan sendirinya akan timbul motivasi dalam diri anak untuk terus mengikuti kegiatan pembelajaran. Sebagaimana diungkapkan bahwa pendidikan jasmani yang diselenggarakan di sekolah pada dasarnya memiliki tujuan untuk meningkatkan kebugaran jasmani keterampilan peserta didik dalam berolahraga, meningkatkan taraf kesehatan (Rosdiani, 2012:34).

Pembelajaran atletik, (lari, lompat dan lempar) bila diamati, kurang diminati oleh murid-muridsekolah menengah karena olahraga tersebut sangat membosankan, agar murid-murid dapat menyukainya  maka pembelajaran atletik khususnya lari sprint sebaiknya sebelum dilakukan uji coba lari diberi latihan dalam bentuk permainan, sehingga siswa menjadi antusias mengikuti pembelajaranatletik sambil bermain, indicator  pembelajaran dapat tercapai. Anak menyukai berbagai cabang olahraga permainan.Keinginan anak untuk menyerap sebanyak mungkin pengetahuan dan keterampilan merupakan bagian dari pertumbuhan dan perkembangan anak yang bersifat alami. Pengetahuan dan keterampilan  itu menjadi bekal untuk digunakan pada berbagai situasi yang tepat, (Lutan Rusli, 2001). Berkaitan dengan hal di atas maka sangat tepat bila guru penjas menggunakan pendekatan bermain dalam proses belajar mengajar penjas di sekolah untuk pencapaian indicator pembelajaran.

Permainan  hitam hijau adalah bentuk permainan sederhana yang dimainkan oleh dua regu yang bertujuan untuk melatih kecepatan reaksi dalam berlari. Terkait dengan permainan (Mulyadi, 1993). Permainan hitam hijau dibagi atas dua kelompok kemudian kelompok satu diberi nama hitam dan kelompok satunya lagi diberi nama hijau dengan maksud mengejar antara salah satu  kelompok yang disebut nama kelompoknya  hitam atau hijau. Permainan hitam hijau yaitu permainan yang dimodifikasi dan sangat banyak diminati oleh Siswa-siswi, permainan hitam hijau yang digunakan peneliti adalah salah satu bentuk permaianan untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran penjas. Guru harus mampu menerapkan suatu Permainan agar Siswa merasa senang dan antusias dalam mengikuti pembelajaran olahraga, khususnya lari jarak pendek dengan harapan pembelajaran atletik terlebih khususnya lari dapat di senangi oleh siswa sehingga tercapainya tujuan pembelajaran yang diharapkan.Anak-anak akan merasa senang karena dapat bermain. Kondisi yang demikian seorang guru pendidikan jasmani harus mampu mengevaluasi dari semua faktor baik dari pihak guru maupun dari siswa yang mengikuti latihan permainan untuk meningkatkan kecepatan lari.

Permainan hitam hijau (lari sprint) merupakan permainan yanng dapat digunakan sebagai wahana untuk mencapai berlatih melatih bermain dapat dilakukan siapa saja dan kapanpun, bermain telah menjadi kenyataan merupakan gejala yang menyebar luas di kalangan masyarakat. Baik golongan anak-anak, remaja, orang dewasa, laki-laki maupun perempuan. Jadi bermain yang di dalamnya permainan hitam hijau tidak terbatas oleh umur dan status sosial. Pada anak SMA, rasa senang akibat bermain merupakan modal utama untuk menimbulkan situasi yang menyenangkan dalam melaksanakan ekstrakurikuler.

Hartati, (2012) bermain dapat dibagi menjadi. (1) bermain sendiri yaitu merupakan permainan yang dilakukan oleh anak benar-benar tanpa teman bermain atau lawan bermain. Permainan ini bisa dilakukan oleh anak pada kelompok umur anak pra sekolah ke bawah.Contohnya permainan mobil-mobilan atau boneka-boneka, (2) bermain bersama yaitu merupakan permainan yang dilakukan dua orang anak atau lebih.Pada permainan ini anak tidak sebagai lawan.Biasanya permainan ini biasanya dimaikan oleh anak-anak pra sekolah sampai umur 11 tahun.Pada permainan ini biasanya ada pembagian tugas peranan.

KAJIAN LITERATUR

Lari Jarak Pendek adalah jenis perlombaan lari dimana peserta berlari dengan kecepatan maksimal sepanjang jarak yang harus ditempuh.Lari cepat untuk anak sekolah menengah atas berjarak 60 meter.Lari adalah frekuensi langkah kaki yang dipercepat sehingga pada waktu berlari ada kecenderungan badan melayang (Djumidar, 2001: 52).

Menurut (Syarifuddin, 1993: 62) lari merupakan gerak mengais, badan bergerak maju karena akibat dari gaya dorong ke  belakang terhadap tanah. Lari cepat merupakan lari yang dilakukan mulai dari garis start hingga garis finish dengan kecepatan maksimal, yaitu melangkah selebar dan 20 secepat mungkin. Lari 60 meter termasuk katergori lari sprint karena merupakan lari jarak pendek, dimana lari jarak pendek merupakan lari yang menempuh jarak 60 meter sampai 400 meter. Lari sprint merupakan jenis lari yang dilakukan dengan kecepatan maksimal, dalam melakukan lari sprint pada umumnya menggunakan start jongkok  dilihat dari taksonomi  gerak umum, atletik secara lengkap diwakili oleh gerak-gerak dasar membangun pola gerak yang lengkap dari mulai gerak lokomotor, nonlokomotor, sekaligus gerak manipulatif jika atletik ditinjau dari jenis keterampilannya dapat dimasukan kedalam keterampilan diskrit, serial, dan kontinyu. Serta jika ditinjau dari pola lingkungan dimana atletik dilakukan, maka atletik cenderung masuk pada klasifikasi keterampilan tertutup

 METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan jenis penelitan eksperimen dengan rancangan desain penelitian “one group pretest-posttest design” menggunakan satu kelompok penelitian, yaitu: dengan perlakuan latihan permainan hitam hijau. Perlakuan penelitian dilakukan selama 16 kali perlakuan dengan frekuensi 3 kali per minggu (senin, rabu, jumad) dalam durasi waktu latihan selama 120 menit, untuk kemudian membandingkan hasil Pretest sebelum menberikan perlakuan dan hasil Posttest setelah perlakuan pada masing-masing kelompok.

One-Group Pretest-Postest Design

O1                    X                             O2

Populasi dalam penelitian ini berjumlah 6 Rombel terdiri dari 20-30 orang siswa SMA Negeri 1 Mauponggo yang memiliki usia sama yaitu 16-19 tahun.

Sampel adalah sebagaian atau wakil dari populasi yang diteliti yang harus memiliki paling sedikit satu sifat yang sama, menurut Sugiyono (2006: 56) sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Teknik penentuan sampel dalam penelitian ini, menggunakan teknik Random yaitu teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan keadaan tertentu. Pemilihan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan pertimbangan dari peneliti, yaitu: (1)  Usia 16-19 tahun. C) siswa/i yang memiliki kategori kecepatan lari (cukup, kurang, dan kurang sekali) sesuai norma tes kecepatan lari, kemudian dari keseluruhan jumlah sampel yang diperoleh dibentuk menjadi kelompok hitam hijau menggunakan sistem Random (Pengacakan).Penelitian ini terdiri dari dua variabel, yaitu satu variabel bebas dan satu variabel terikat.Variabel bebas (Independent Variabel) dalam penelitian ini adalah permainan hitam hijau.permainan hitam hijau adalah usaha atau upaya dalam latihan lari sprint dalam waktu latihan.Variabel terikat (Dependent Variabel) dalam penelitian ini adalah kecepatan lari sprint 60 meter.Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah melalui tes kinerja yaitu tes lari sprint 60 meter dengan alat ukur yang digunakan adalah Stopwatch.Lari dengan jarak yang sudah ditentukan, kemudian dicatat dengan waktu tempuhnya.Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Mauponggo.

Tes lari sprint bertujuan untuk mengukur kecepatan lari sprint. Alat yang digunakan, yaitu(1) Lapangan, (2) Stopwatch, (3) Peluit, dalam proses penelitian waktu yang dilaksanakan adalah 3 kali dalam seminggu yang terdiri dari hari senin, rabu, dan jumat yang dilaksanakan pada setiap jam pelajaran olahraga, sebelum pelaksanaan dilakukan pemanasan, dan sesudah kegiatan dilakukan denga pendinginan, petunjuk pelaksanaan, (1) Menentukan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol secara Random (Undian), (2) Pada tes awal (pretest) ke dua kelompok diberi kesempatan untuk melakukan lari sprint dan masing-masing orang dengan waktu 1 menit, (3) Memberi perlakuan untuk kelompok eksperimen dengan latihan lari sprint, (4) Melakukan treatment (perlakuan) untuk kelompok eksperimen sebanyak dua kali, dan (5) Pada pertemuan terakhir dilakukan posstest pada kelompok eksperimen yaitu dengan sasaran finish sasaran dengan menggunakan garis finish.Pelaksanaan dalam melakukan tes lari sprint adalah sebagai berikut: (1) Test berdiri dilintasan lari, (2) Mengambil posisi start, (3) Begitu tanda dimulainnya tes diberikan/stopwatch dijalankan, maka semua pelari awal berlari menuju garis finish.

Sebelum dilakukan pengujian hipotesis, maka perlu dilakukan uji prasyarat data hasil pengukuran yang bertujuan untuk membantu analisis data statistik agar menjadi lebih baik yang terdiri dari uji normalitas dan uji homogenitas.Pengujian hipotesis dalam penelitian ini terdiri dari satu uji hipotesis yang menggunakan statistic uji-t sampel independent (Tidak berkorelasi) dengan bantuan aplikasi IBM SPSS Statistik Versi 23, uji hipotesis: terdapat pengaruh program latihan permainan hitam hijau terhadap peningkatan kecepatan lari jarak 60 meter siswa kelas X SMA Negeri 1 Mauponggo, menggunakan teknik analisis data uji-t dengan menghitung nilai t-hitung kemudian dibandingkan dengan nilai t-tabel dengan taraf signifikan (p = 0,05), jika nilai t-hitung > nilai t-tabel, maka terdapat pengaruh permainan hitam hijau dalam program latihan terhadap kecepatan lari sprint 60 meter.Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui normal tidaknya sebaran data yang akan dianalisis. Pengujian normalitas sebaran data menggunakan uji Shapiro-Wilk dengan bantuan aplikasi IBM  SPSS Statistic Versi 23, dengan syarat uji normalitas adalah: jika nilai signifikan (p > 0,05) maka sebaran data berdistribusi normal, dan jika nilai signifikan (p < 0,05) maka sebaran data tidak berdistribusi normal.Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui kesamaan sampel penelitian, yaitu: kelompok hitam hijau yang diberi perlakuan berasal dari satu populasi yang memiliki satu karakter yang sama sesuai dengan kriteria sampel penelitian yaitu kemampuan awal yang sama. Uji homogenitas dalam penelitian ini menggunakan uji Levene Statistic dengan bantuan aplikasi IBM SPSS Statistic Versi 23,dengan syarat uji homogenitas adalah: jika nilai signifikan (p > 0,05) maka sampel homogen, dan jika nilai signifikan (p < 0,05) maka sampel tidak homogen.

 

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

Penelitian dilakukan pada Siswa SMA Negeri 1 Mauponggo, tempat pelaksanaan penelitian adalah di lapangan bola voli SMA Negeri 1 Mauponggo. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 16 April 2018 sampai dengan 10 Mei 2018 dengan subyek penelitian berjumlah 25 orang yang dibentuk menjadi satu  kelompok yaitu kelompok hitam hijau. Latihan dilakukan sebanyak 16 kali pertemuan dengan frekuensi latihan 3 kali seminggu yaitu hari senin, rabu dan jumad.

 

Tabel 4.2 Deskripsi Data Hasil Pretest dan Postest Kecepatan Lari 60 Meter Pada Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Mauponggo.

Kel. Perlakuan Test N Σ Mean SD
           
Kel. Hitam Hijau Pretest 25 321,4 12,9 0,93
Postest 25 208,9 8,4 0,67
Selisih peningkatan 4,5 0,26
Mean &SD Pretest dan postest

 

Berdasarkan tabel 4.2 deskripsi data hasil penelitian kecepatan lari 60 meter antara tes awal (pretest) dan tes akhir (posstest)dapat dijelaskan sebagai berikut.

Tabel. 4.3 Deskripsi  Data  Kecepatan Lari Jarak Pendek Kelompok Siswa Yang Mendapat Perlakuan Permainan Hitam Hijau

No. Resp Pretest Posstest Gs
1 13,7 8,2 5,5
2 12,7 8 4,7
3 11,9 7,1 4,8
4 13,2 9,3 3,9
5 13,6 8,5 5,1
6 13,4 8,7 4,7
7 13,3 8,2 5,1
8 12,7 8,5 4,2
9 11,5 7,5 4
10 11,6 7,4 4,2
11 12,9 8,3 4,6
12 11,7 7,4 4,3
13 13,2 9,2 4
14 12,2 8,5 3,7
15 14,2 9,1 5,1
16 13,1 8,3 4,8
17 14,4 9,3 5,1
18 12,5 8,5 4
19 11,8 7,4 4,4
20 11,1 7,9 3,2
21 13,9 8,6 5,3
22 13,6 9,2 4,4
23 12,9 8,6 4,3
24 14,2 9,4 4,8
25 12,1 7,8 4,3
Jumlah 321.4 208,9 112,5
Rerata 12,9 8,4 4,5
Min 11,1 7,1 3,2
Max 14,4 9,4 5,5

 

 

Rata-rata (mean) hasil pengukuran kecepatan lari 60 meter untuk kelompok hitam hijau adalah: pada tes awal (pretest) adalah (12,9 detik) sedangkan pada tes akhir (posttest) setelah diberikan perlakuan dengan bentuk latihan permainan hitam hijau selama 16 kali adalah (8,4 detik), hal ini menunjukan bahwa adanya peningkatan kecepatan lari 60 meter antara sebelum dan sesudah diberikan perlakuan untuk kelompok hitam hijau dengan selisih penurunan waktu adalah (4,5 detik).

Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui bahwa data-data variabel penelitian mempunyai sebaran data yang derdistribusi normal atau tidak. Perhitungan uji normalitas dalam penelitian ini menggunakan perhitungan shapiro-wilk menggunakan bantuan aplikasi IBM SPSS Statistic versi 22, dengan syarat uji normalitas adalah jika nilai signifikan (p > 0,05) maka sebaran data berdistribusi normal, dan jika nilai signifikan (p < 0,05) maka sebaran data tidak berdistribusi normal.

 

Tabel 4.4 Hasil Analisis Uji Normalitas Kelompok Hitam Hijau

Test of Homogeneity of Variances
kel. Hitam hijau
Levene Statistic df1 df2 Sig.
3.259 1 48 .077

 

Berdasarkan perhitungan uji normalitas data dengan menggunakan rumus shapiro-wilk, dapat dilihat bahwa nilai signifikan pretest dan postest untuk kelompok hitam hijau = (0,589) dan (0,223) >(0,05), sehingga sebaran data pretest  dan posstest kelompok hitam hijau berdistribusi Normal.

Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui kesamaan kelompok sampel penelitian, yaitu kelompok hitam hijau yang diberi perlakuan. Uji homogenitas dalam penelitian ini menggunakan uji Levene Statistic ddengan bantuan aplikasi IBM SPSS Statistic 22, dengan syarat uji homogenitas adalah jika nilai signifikan (p >0,05) maka sampel homogen dan jika nilai signifikan (p <0,05) maka sampel tidak homogen.

 

Tabel 4.5 Hasil Analisis Uji Homogenitas pretest dan posstest untuk kelompok hitam hijau

 

Test of Homogeneity of Variances
kel. Hitam hijau
Levene Statistic df1 df2 Sig.
3.259 1 48 .077

 

 

Berdasarkan perhitungan uji homogenitas data dengan menggunakan rumus levene statistic, dapat dilihat bahwa nilai signifikan pretest dan posstest untuk kelompok hitam hijau= (0,077) sehingga sampel penelitian Homogen atau berasal populasi yang sama.

Uji hipotesis penelitian ini  bentuk analisis data, yaitu: analisis data untuk melihat pengaruh perlakuan yang diberikan terhadap kecepatan lari jarak 60 meter pada kelompok hitam hijau setelah diberi perlakuan dengan perhitungan statistik uji beda dan perhitungan statistik uji t dengan perhitungan statistik uji beda. Adapun hasil perhitungan uji hipotesis penelitian adalah sebagai berikut.

  • Analisis I dilakukan dengan uji beda menggunakan perhitungan Paired Samples Test, sedangkan uji t menggunakan perhitungan Regression Linear dengan bantuan aplikasi IBM SPSSStatistic Versi 23, sebagai berikut.

 

 

Tabel 4.6 Hasil Analisis Uji Beda Paired Samples Test Kelompok Hitam Hijau

 

Paired Samples Test
  Paired Differences t Df Sig. (2-tailed)
Mean Std. Deviation Std. Error Mean 95% Confidence Interval of the Difference
Lower Upper
Pair 1 Pretest Kel. PHH  Posttest Kel. PHH 45.000 .5477 .1095 42.739 47.261 41.079 24 .000

 

 

Berdasarkan hasil analisis data pertama, diketahui nilai sig. 2 tailed perhitungan uji beda Paired Samples test data Pretest dan Posttest kelompok hitam hijau  adalah (0,000) < (0,05) dan nilai sig. 2 tailed perhitungan uji-t dengan Regression Linear data Pretest dan Posttest adalah (0,000)< (0,05) dan nilai t hitung (6,689)> nilai t tabel (2,069) dengan df uji 2 sisi adalah (n-k-1 = 25-1-1 = 23), sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara data  Pretest dan Posttest, serta terdapat pengaruh yang signifikan sebelum dan sesudah latihan, jadi dapat disimpulkan bahwa bentuk latihan permainan hitam hijau berpengaruh terhadap peningkatan kecepatan lari jarak 60 meter pada siswa SMA Negeri 1 Mauponggo.Analisis II dilakukan dengan uji beda menggunakan perhitungan Independent Samples Test dengan bantuan aplikasi IBM SPSS Statistic Versi23

 

 

Tabel 4.7 Hasil Analisis Uji Beda Independent Samples Test Data Post Test Kelompok Hitam Hijau

Independent Samples Test
  Levene’s Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means
F Sig. T Df Sig. (2-tailed) Mean Difference Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the Difference
Lower Upper
DATA Equal variances assumed 1.207 .277 -18.601 48 .000 -39.160 .2105 -43.393 -34.927
Equal variances not assumed     -18.601 46.517 .000 -39.160 .2105 -43.396 -34.924

 

 

 

Berdasarkan hasil analisis data pengujian hipotesis 2, diketahui nilai sig. 2 tailed perhitungan uji beda Independent Samples Test data Posttest kelompok latihan permainan hitam hijau adalah (0,000) < (0,05), sehingga terdapat perbedaan yang signifikan data posttest antara kelompok hitam hijau, jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil kelompok hitam hijau dengan peningkatan kecepatan lari 60 meter baik yang mendapatkan perlakuan dari rata-rata kecepatan lari (12,9 detik) menurun menjadi (8,4 detik) dengan selisih pengurangan kecepatan lari (4,5 detik), sehingga bentuk permainan hitan hijau berpengaruh terhadap peningkatan kecepatan lari jarak 60 meter pada siswa SMA Negeri 1 Mauponggo.

 

Pembahasan

Hasil penelitian yang berjudul Pengaruh Permainan Hitam Hijau Dalam Pembelajaran Atletik Terhadap Kecepatan Lari Jarak Pendek Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Mauponggo. Dari hasil penelitian yang dilakukan selama 16 kali latihan serta data yang dihitung melalui ujihipotesis data penelitian, menunjukan bahwa rata-rata hasil tes pengukuran kecepatan lari untuk kelompok hitam hijau sebelum dan sesudah diberikan perlakuan pada tes awal sebelumdiberikan perlakuan adalah (12,9 detik) dan tes akhir setelah diberikan perlakuan adalah (8,4 detik), sehingga terjadi selisih peningkatan kecepatan lari sebesar (4,5 detik), sedangkan berdasarkan uji beda menggunakan perhitungan Paired Samples Test adalah (0,000 < 0,05) dan uji t parsial menggunakan perhitungan Regression Linear  adalah (t hitung= 6,689> t tabel= 2,069), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian latihan permainan hitam hijau terhadap kecepatan lari jarak pendek siswa kelas X SMA Negeri 1 Mauponggo. Hasil penelitian juga menunjukan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok hitam hijau yang mendapat perlakuan latihan permainan hitam hijau terhadap peningkatan kecepatan lari 60 meter.Berdasarkan hasil perhitungan statistik data-data penelitian dengan analisis yang digunakan dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian latihan permainan hitam hijau terhadap kecepatan lari jarak pendek siswa SMA Negeri 1 Mauponggo.

Jika dibandingkan antara hasil tes awal sebelum diberikan latihan bahwa data kelompok hitam hijau mempunyai varian yang identik.Dengan demikian rata-rata kemampuan awal dan rata-rata pada tes akhir antara kelompok hitam hijau yang telah diberikan perlakuan.Sehingga menunjukan bahwa pemberian latihan permainan hitam hijau dapat memberikan peningkatan terhadap kecepatan lari jarak 60 meter. Hal tersebut didasarkan pada teori yang digunakan dalam penyusunan penelitian ini telah disebutkan bahwa salah satu upaya yang dilakukan guna dapat meningkatkan kecepatan lari adalah dengan melatih fisik siswa dengan menggunakan metode latihan yang tepat, karena dalam melakukan tes lari terdapat beberapa komponen fisik yang perlu dilatih.

 

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Berdasarkan hasil analisis data penelitian yang telah dilakukan selama kurang lebih satu bulan mengenai pengaruh program latihan permainan hitam hijau terhadap kecepatan lari jarak pendek siswa kelas X SMA Negeri 1 Mauponggo maka, dapat disimpulkan bahwa dari hasil analisis tersebut ditemukan terdapat pengaruh program latihan permainan hitam hijau terhadap peningkatan kecepatan lari jarak pendek 60 meter siswa kelas X SMA Negeri 1 Mauponggo. Hal ini dapat dilihat dari uji t yaitu thitung sebesar 6,689 dan ttabel sebesar 2,069 (6,689 > 2,069).Karena thitung lebih besar dari ttabel maka H0 ditolak dan H1 diterima.

Kesimpulannya bahwa permainan hitam hijau berpengaruh terhadap peningkatan kecepatan lari jarak pendek.Dengan demikian permainan hitam hijau dalam kecepatan lari jarak pendek berpengaruh secara signifikan.

Saran

Berdasarkan simpulan di atas, maka dapat diajukan saran-saran sebagai berikut:

  • Karena penerapan latihan permainan hitan hijau mempunyai pengaruh yang bermanfaat terhadap hasil belajar materi atletik, maka disarankan kepada guru penjas dapat memberikan latihan permainan hitam hijau kepada siswa dalam proses pembelajaran penjas.
  • Untuk memperoleh bukti-bukti lebih lanjut tentang pengaruh latihan tersebut, diharapkan penelitian dengan sampel lain, kriteria yang bervariasi, atau variabel terikat yang berbeda.
  • Kiranya para pemerhati/peneliti/dosen mata kuliah Penjaskes di Kabupaten Ngada dapat menyebarluaskan hasil penelitian ini kepada guru-guru Penjaskes minimal sebagai Bahan Ajar dan Referensi.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Basuki Sunarjo,1979 Atletik. Depertemen Pendidikan dan Kebudayaan

Hartati, dkk. 2012. Permainan Kecil. Depertemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Lutan Rusli, 2001.Asas-asas Pendidikan Jasmani.Jakarta: Depdiknas.

Muliadi, dkk (2017)Penerapan Pendekatan Permainan Hijau-Hitam Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Lari Cepat (Sprint) Siswa Kelas V Sd 12 Manurunge Kecamatan Tanete Riattang Kabupaten Bone (tidak diterbitkan )

Mulyasa, (2006).Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset

Rosdiani, 2012:34. Pendidikan jasmani dan kesehatan. Jakarta: Depdikbud. Dirjendikti. Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan.

Syarifudin, A. dan Muhadi.1992/1993.Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Jakarta: Depdikbud. Dirjendikti. Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan.

Sukintaka, 1992 Teori Bermain untuk D2 PGSD Penjaskes. Depdikbud

_________, (1992). Teori Pendidikan Jasmani. Solo: ESA Grafika.

Sugiyono,2011. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, Dan R & D. Bandung: Alfabeta

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply