PENGARUH LATIHAN SMALL SIDE GAMES TERHADAP TINGKAT VO2 MAX PADA SISWA PUTRA EKSTRAKURIKULER SEPAK BOLA DI SMAK REGINA PACISBAJAWA KABUPATEN NGADA TAHUN AJARAN 2017/2018.

Yohanes Wae1,Nikodemus Bate2,Josep Marsianus Rewo3

1)MahasiswaProgram Studi PJKR2,3) DosenCitra BaktiNgada

 

Program Studi PJKR,STKIP Citra Bakti

YOHANES. WAE.94αgimail.Com

 

ABSTRAK

 

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan  Small Side Games, pada permainan sepakbola terhadaptingkatVO2 Max pada Siswa Putra Ekstrakurikuler Sepakbola di SMAK Regina Pacis Bajawa Kabupaten Ngada Tahun Ajaran 2017/2018.PenelitianinimenggunakanNon Equivalent Pretest-Posttest Control Gruop Designdenganjumlahsampelsebanyak 30 orang yang kemudiandikategorikankedalam 2 kelompokyaitu 1 kelompokkontroldan 1 lagikelompokeksperimendenganmasing-masingberjumlah 15 orang. Data dikumpulkan dengan tes balke test, kemudian data yang terkumpul dianalisis gain skor ternormalisasi dengan teknik  ttes. Berdasarkan hasil yang diperoleh melalui uji t, bahwaadapengaruh yang sangat signifikan pada kelompok  eksperimen atau kelompok yang diberi perlakuan (treatment), yaitudenganlatihansmall side games.Berdasarkan rata-rata hitungditemukanbahwakelompokeksperimenlebihbesardarikelompok control( ).Selainitu, dari hasilanalisis uji t t di atas diperoleh nilai t-hitung sebesar5,625dan t tabel untuk dk : 15 + 15 – 2 = 28 dengan taraf signifikansi α = 0,05 (uji dua pihak) adalah 2.048. Karena t tabel  2.048 lebih kecil dari t hitung 5,625, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Kesimpulanya bahwa latihan small side games berpengaruh signifikan terhadap tingkat VO2 Max siswa peserta ekstrakurikuler sepakbola SMAK Regina Pacis Bajawa tahun ajaran 20017/2018.

 

Kata-kata kunci : Tingkat VO2 Max, Latihan Small Side Games,padaPermainan Sepakbol

 

ABSTRACT

 The purpose of this research was to determine the effects of exercise Small Side Games, the game of football at VO2 Max on Student Extracurricular Football Men inSMAK Regina PacisBajawaNgada School Year 2017/2018. This study uses an Non Equivalent Control Design Gruop pretest-posttest not with a sample size of 30 people who were then classified into 2 groups: a control group and an experimental group with more each totaled 15 people. The data gathered by test testBalke, gain score then the data were analyzed using the standard t-test. Based on the results of the t test, there is a very important influence on the experimental group or the treatment group (treatment), namely small sets aside practice. Based on the arithmetic mean is found that the experimental group was higher than the control group (). In addition, the results of the test analysis tt is obtained t-value calculated 5,625 and a table of t dk: 15 + 15-2 = 28, with a significance level α = 0.05 (test both sides) is 2,048. Because the table t is less than 2,048 t5,625  and H0 and H1 accepted. Kesimpulanya practicing small side games against significant effect on the level of participating students after school soccer school year VO2 Max SMAK Regina PacisBajawa 20017/2018.

Keywords: Level VO2 Max Exercise Games small side, play football

 PENDAHULUAN

Manusia dalam setiap detiknya membutuhkan oksigen (O2) untuk bernafas demi kelangsungan hidupnya secara rata-rata manusia tidak dapat mempertahankan hidupnya tanpa udara selama kurang tiga menit. Kemampuan fisik atlet sepak bola memegang peranan yang sangat penting dalam program kegiatan latihan guna mencapai hasil yang maksimal. Kemampuan fisik ditujukan untuk meningkatkan kesegaran jasmani dan kemampuan fungsional dari sistem tubuh sehingga dengan memungkinkan pemain bola untuk mencapai prestasi yang lebih baik dalam bertanding.

Dalam permainan sepak bola kemampuan daya tahan aerobik yang baik atau VO2 Max yang tinggi sangat diprioritaskan. Untuk memenuhi tuntutan daya tahan tersebut seorang harus mempunyai energi dalam jumlah banyak. Tuntutan energi dalam jumlah banyak itu akan diproduksi melalui sistem aerobik yang memerlukan oksigen, oleh karena itu tinggi rendahnya daya tahan seorang para pemain tergantung dari tinggi rendahnya kapasitas oksigen maksimal atau VO2 Max. Tinggi rendahnya VO2 Max para pemain sangat berpengaruh pada kondisi fisik atau kesegaran jasmani pemain. Seseorang yang memiliki VO2 Max yang tinggi tidak saja mampu melakukan aktivitas daya tahan dengan baik tetapi lebih dari itu, mereka akan mampu melakukan recovery (pemulihan asal) kondisi fisiknya lebih cepat dibandingkan dengan orang yang memiliki VO2 Max yang rendah. Sehingga kemampuan siswauntuk melakukan aktivitas berikutnya bisa lebih cepat dan mampu bertahan dalam jumlah waktu yang lama.

. Ekstrakurikuler sepak bola merupakan salah satu cabang olahraga yang harus dibina dengan permainan yang dimulai semenjak usia muda. Ekstrakurikuler sepakbola merupakan suatu pelajaran tambahan yang diadakan oleh sekolah dan dilakukan diluar jam sekolah yang mempunyainilai positif bagi peserta didik agar dapat menambah pengetahuan atau meningkatkan prestasi dari bakat bermain sepakbola yang telah dimiliki oleh peserta didik tersebut.

 

KAJIAN LITERATUR

Pelatihan yang kontinyu diharapkan juga mampu memberikan kontribusi positif bagi para anggota ekstrakurikuler sepak bola SMAK Regina Pacis Bajawa untuk meningkatkan kemampuan fisik para anggota siswa. Oleh karena itu, dibutuhkan persiapan yang matang baik secara materi maupun spiritual untuk mendukung agar kegiatan ekstrakurikuler sepak bola dapat meningkatkan prestasi yang lebih tinggi. Salah satunya adalah kesiapan dari pemain itu sendiri. VO2 Max adalah kemampuan organ pernafasan manusia untuk menghirup oksigen sebanyak-banyaknya pada saat latihan (Sukadiyanto, 2011: 83).VO2 Max atau tenaga aerobik maksimal atau di sebut juga penggunaan oksigen maksimal adalah tempo tercepat di mana seseorang dapat menggunakan oksigen selama berolahraga. VO2 Max  sangat penting untuk menunjang kerja otot dengan mengambil oksigen dan menyalurkan ke seluruh jaringan otot yang sedang aktif, sehingga dapat digunakan untuk proses metabolisme. Menurut   Irianto  (2004: 23) daya tahan paru-paru  jantung atau disebut juga  cardio respiratory  adalah kemampuan  fungsional paru jantung mensuplai oksigen  untuk kerja otot dalam  waktu lama. Seseorang yang memiliki daya tahan paru jantung baik, tidak akan cepat kelelahan setelah serangkaian kerja. Kualitas daya tahan paru jantung di nyatakan dengan VO2  Max, yakni banyaknya oksigen maksimum yang dapat di konsumsi dalam satuan Ml/KgBB/Menit. Dalam permainan sepak bola kemampuan daya tahan aerobik yang baik atau VO2 Max yang tinggi sangat di prioritaskan. Daya tahan kardiorespirasi adalah keanggulan sistem jantung, paru dan pembuluh darah untuk berfungsi secara optimal pada keadaan istirahat dan kerja dalam mengambil oksigen dan menyalurkannya ke jaringan yang aktif sehingga dapat di gunakan pada proses metabolisme tubuh (Departemen Kesehatan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pembinaan Kesehatan Masyarakat Bina Upaya Kesehatan Puskesmas, 1994).  Menurut Sukadiyanto (2011: 65), hampir semua kemampuan manusia, terutama yang berkaitan dengan kemampuan fisiologis sangat di pengaruhi oleh keturunan.bedasarkan hasil penelitian Bowers dan Fox (1992) beberapa unsur yang di pengaruhi dan di tentukan oleh faktor keturunan di antaranya adalah kemampuan aerobik (VO2 Max) sebesar 93%, sistem asam laktat sebesar 81%, dan denyut jantung maksimal sebesar 86%. Selanjutnya untuk jenis otot cepat maupun otot lambat sebagian besar di tentukan oleh faktor keturunan dan tidak dapat di pengaruhi oleh latihan secara fisik.

 

Small side games atau permainan di lapangan skala kecil merupakan situasi tepat yang dikembangkan untuk para pemain muda, supaya mereka bisa belajar dan berkembang. Setiap permainan merupakan gabungan dari teknik khusus dalam sepak bola, misalnya menggiring, mengoper, atau menembakkan bola, atau berfokus pada kerja sama tim dan strategi, misalnya bertahan, menyerang, menciptakan ruang gerak, atau bergantian tugas. Permainan ini dirancang secara khusus untuk menampilkan kemampuan terbaik para pemain dalam situasi pertandingan yang sebenarnya. Jika pemain menjalani pertandingan yang lebih lama, pemahaman siswa bertahap akan pentingnya kerja sama tim, pemposisian yang benar, dan pengambilan keputusan siswa akan berkembang  pesat. Menurut (Tony Charles dan Stuart rools, 2012: 108), Bahwa metode small side games yang nantinya sangat membantu atlet bergerak dengan lincah, cepat, dan mampu berkelit dari penyergapan lawan, sehingga kecakapan pemain dalam bermain sepakbola akan semakin meningkat. Metode  small side games menuntut  pemain untuk selalu bergerak sehingga kemampuan aerobik meningkat. Agar dapat melakukan semua itu dengan baik dan berhasil, seseorang pemain bola hendaklah melakukannya dengan tekun dan serius.

Tetapi bentuk latihan fisik yang bagaimanapun yang digunakan, hendaknya memberikan beban latihan kepada pemain selalu meningkat secara gradual. Dimulai dari beban yang paling ringan, terus meningkat perlahan sampai ke beban yang paling berat. Dalam kaitan ini pula, perlu diingatkan prinsip everload system yang mutlak digunakan dalam latihan peningkatan stamina pemain, yakni memberi beban latihan yang lebih berat dari latihan sebelumnya melampaui titik lelah (Kadir Jusuf, 1982: 181).

Metode latihan small side games yang bagus hanya bisa benar-benar efektif jika pelatih terus mendorong pemain melakukan aksi dalam permainan. Jadi ketika pelatih memberikan latihan tersebut, seorang pemain seharusnya penuh disiplin, aktif dan cukup berkonsentrasi dalam latihan tersebut. Sehingga pada saat melakukan pertandingan yang sesungguhnya sering mengalami kekalahan.

Latihan dengan berbagai pembatasan seperti yang dikenal dalam small side games, cukup membantu untuk meningkatkan kemampuan siswa tanpa merasa disuruh atau diperintah

Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti merasa tertarik untuk mengkaji “Pengaruh   Latihan  Small  Side  Games Terhadap Tingkat VO2 Max Pada  Siswa Putra Ekstrakurikuler Sepak bola di SMAK Regina Pacis Bajawa Kabupaten Ngada Tahun Ajaran 2017/2018”.

Berdasarkan latar belakang dan batasan masalah, maka rumusan masalah:dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

  • Adakah latihan small side games  berpengaruh terhadap tingkat VO2 Max pada siswa peserta ekstrakurikuler sepak bola SMAK Regina Pacis Bajawa?

Dari tujuan penelitian ini bertujuan sebagai berikut.

  • Untuk menggetahui adakah pengaruh latihan small side games terhadap tingkat VO2 Max pada siswa peserta ekstrakurikuler sepak bola SMAK Regina Pacis Bajawa?
  • Untuk menggetahui berapa besar pengaruh  latihan  small side games terhadap tingkat VO2 Max pada siswa peserta ekstrakurikuler sepak bola SMAK Regina Pacis Bajawa?

Hasil penelitian tentunya harus membawa manfaat, baik secara teoretis maupun praktis. Adapun manfaatnya adalah sebagai berikut:

Hasil penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan untuk mengembangkan model pembelajaran dalam meningkatkan VO2 Max siswa khususnya cabang olahraga sepak bola.

1). Bagi guru pendidikan jasmani dan pelatih

Sebagai bahan masukan agar dapat mengoptimalkan program latihan serta mengadakan kegiatan ekstrakurikuler sepak bola yang teratur dan terprogram supaya ada peningkatan VO2 Max pada siswa.

2). Bagi siswa

Siswa dapat mengetahui tingkat VO2 Max dirinya sendiri maupun secara menyeluruh. Sehingga siswa lebih siap dalam melaksanakan program latihan berikutnya.

3). Bagi Peneliti

Dapat dijadikan motivasi untuk meningkatkan VO2 Max anak dalam mengembangkan bakat, terutama bakat bermain sepak bola dan sebagai pengalaman dalam ilmu olahraga, serta sebagai dasar penelitian yang serupa di kemudian hari.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen dengan rancangan (desain) Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah “Non Equivalent Pretest-Posttest Control Gruop Design” (Sugiyono,2010: karena jenis penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimen. dengan bagan sebagai berikut:

 

E       O1                       X1                           O3

             —————————————-

K          O 2                   O4

Keterangan :

E          = Eksperimen

K          = Kontrol

X1        = Perlakuan dengan latihan small side games

–           = diberi perlakuan dengan teknik yang lain

O1       = Prestasi Pre-test kelompok Eksperimen

O2       = Prestasi Pre-test kelompok Kontrol

O3       = Post-test kelompok Eksperimen

O4       = Post-testkelompokKontrol  

Validitas Eksternal Penelitian adalah validitas yang menyangkut tingkat kerepresentatifan hasil penelitian untuk digeneralisasikan kepada populasinya. Jadi mencangkup luasan generalisasi dengan populasi subyek yang dikenakan maupun pada populasi obyeknya (variabel).

Validitas internalpenelitian adalah validitas yangmenyangkut tingkat kualitas ketepatan pengendalian aspek fisik-psikologis pelaksanaan penelitian dan pemilihan berbagai instrumen dalam penelitian.

Menurut Nazir (Riduwan , 2013) Populasi adalah berkenaan dengan data, bukan orang atau bendanya. Nawi (Riduwan, 2013) menyebutkan populasi adalah totalitas semua nilai yang mungkin baik hasil menghitung ataupun pengukuran kuantitatif maupun kualitatif pada karakteristik tertentu melalui sekumpulan objek tertentu yang lengkap.  Pengertian lain dari Populasi (Usman, 2011) adalah semua nilai baik hasil perhitungan maupun pengukuran, baik kuantitatif  maupun kualitatif yang memiliki karakter tertentu mengenai sekelompok objek yang lengkap dan jelas.

populasi dalam penelitian ini adalah siswa peserta  ekstrakulikuler sepakbola SMAK Regina Pacis, Kecamatan Bajawa Kabupaten Ngada

Sampel (Riduwan, 2013) adalah bagian dari populasi yang mempunyai ciri-ciri atau keadaan tertentu yang akan diteliti. Menurut Sugiyono (Riduwan,   2013) Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Sampel (Usman, 2011) adalah sebagian anggota populasi yang diambil dengan teknik tertentu yang disebut dengan teknik sampling.

Sampel dalam penelitian ini adalah  siswa peserta ekstrakulikuler  SMAK Regina Pacis Bajawa yang berjumlah  30 orang dan terdiri atas  dua kelas yang setara. Uji kesetaraan kelas dilakukan dengan uji t; jika nilai t hitung uji t tidak signifikan, maka kedua kelas tersebut adalah setara. Teknik sampling yang digunakan untuk menentukan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, adalah  random sampling terhadap kelas, dengan menggunakan teknik undian. Besarnya anggota sampel penelitian adalah sesuai dengan banyaknya siswa yang ada pada kedua kelas tersebut secara utuh (intac group).

Variabel bebas dalam penelitian ini adalah latihan  small side games. Small side games adalah  faktor yang sangat penting dalam meningkatkan  kemampuan fisik bagi pemain, dan situasi  untuk  para pemain muda, supaya  bisa belajar dan berkembang dalam permainan sepak bola.

Sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah tingkat VO2 Max pada peserta ekstrakulikuler sepak bola. VO2 Max adalah kemampuan organ pernafasan manusia untuk menghirup oksigen sebanyak-banyaknya pada saat  melakukan latihan dan aktivitas olahraga.

Latihan adalah suatu aktivitas fisik yang sistematik, dilakukan berulang-ulang, secara tetap dengan selalu memberikan peningkatan beban. Lari kontinyu ditentukan latihan yang diselingi waktu istirahat (recovery) sambil berjalan atau joging. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah peningkatan VO2 Max, yaitu kemampuan seseorang untuk mengkonsumsi oksigen secara maksimal. Penelitian ini melakukan tes yang diukur dengan  Balke Test dengan lari 15 menit kemudian disesuaikan  dengan   norma  cooper sehingga diperoleh skor pada  skala interval.

Untuk mengumpulkan data dimana untuk mengukur VO2 Max peneliti menggunakan  Balke Test  dengan lari 15 menit  untuk mengetahui daya   kerja jatung dan pernapasan,dan untuk mengetahui kemampuan maksimal kerja jatung dan paru-paru.

Instrumen tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah Balke Test. Alat ukur tes ini digunakan untuk mengukur VO2 Max.

1).Kegunaan

 

Tabel 01Norma Balke Test
Age Very Poor Poor Fair Good Excellent Superior
13-19 <35 35 – 37 38 – 44 45 – 50 51 –55 >55
20-29 <33 33 – 35 36 – 41 42 – 45 46 –52 >52
30-39 <31 31 – 34 35 – 40 41 – 44 45 –49 >49
40-49 <30 30 – 32 33 – 38 39–42 43 –47 >48
50-59 <26 26 – 30 31 – 35 36 – 40 41 –45 >45
60+ <20 20 – 25 26 – 31 32 – 35 36 –44 >44

 

Normative data (Heywood 1998)

Intensitas latihan diambil 50%-60% dengan mengunakan 4-5 set dan repetisinya 3-5 kali sedangkan waktu istirahat 60-90 detik setiap set, karena atlet yang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler masih tergolong muda. Lamanya latihan yang baik dan tidak berbahaya harus berlatih secara zone latihan (traning zone) dan berada dalam zone latihan 30-40 menit. Jika intensitas latihan lebih tinggi, maka waktu latihan dikurangi, sebaliknya jika intensitas latihan latihannya lebih kecil maka waktu latihannya dapat ditambahkan lebih lama..

Instrumen yang digunakan dalam penelitian merupakan instrumen baku dengan validitas 0,87 dan reliabilitasnya 0.93.

Uji homogenitas varians antara kelompok digunakan untuk mengukur apakah sebuah grup (kelompok data) mempunyai varians yang sama diantara grup tersebut. Uji homogenitas varians juga dilakukan untuk menyajikan bahwa perbedaan yang terjadi pada uji hipotesis benar-benar terjadi akibat perbedaan dalam kelompok. Uji homogenitas varians untuk kedua kelompok digunakan uji fisher (F) dengan menggunakan rumus sebagai berikut.

Ho = varians homogen

H1 = varian tidak homogen

Rumus uji F =

Harga Fhitung dibandingkan dengan tabel F dengan taraf signifikansi 5% (α = 0,05). Jika harga Fhitung > dari Ftabel ini berarti Ho ditolak dan H1 diterima jadi tidak homogen. Sebaliknya, jika harga Fhitung < dari Ftabel ini berarti Ho diterima dan H1 ditolak jadi varians homogen (Koyan, 2012).

Uji hipotesis digunakan untuk menguji hipotesis yang telah dikemukakan pada penelitian, yaitu terdapat perbedaan VO2 Max pada siswa yang dilatih small side games dengan siswa yang tidak dilatih dengan small side games

Untuk menguji hipotesis penelitian (eksperimen) digunakan uji t dengan rumus sebagai berikut:

Rumus:

 

t       = uji t

= rata-rata pre test 1

= rata-rata pre test 2

s12          = varian sampel 1

s22          = varian sampel 2

n1          =jumlah  sampel 1

n2        =  jumlah sampel 2

Selanjutnya, hipotesis penelitian diubah menjadi hipotes statistik sebagai berikut.

H0 :  µ1 = µ2 (latihan  small side games  tidak berpengaruh terhadap tingkat VO2 Max)

H1 :  µ1 ≠ µ2 (latiha small side games berpengaruh terhadap tingkat VO2 Max)

 

 

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

Yang menjadi objek pada penelitian ini disesuiakan dengan  kebutuhan analisis data yang tertuang dalam rancangan penelitian. Penelitian ini menggunakan analisis data dengan menggunakan uji t test. Berdasarkan rancangan tersebut maka deskripsi data yang akan dikemas pada bagian ini terdiri atas dua kelompok, yaitu (1) Tingkat VO2 Max dengan latihan small side games  sebagai kelompok eksperimen, dan (2) Tingkat VO2 Max dengan tanpa latihan small side games sebagai kelompok kontrol.

Sebelum dilakukan pengujian hipotesis, terlebih dahulu dilakukan pengujian terhadap persyaratan-persyaratan yang diperlakukan terhadap sebaran data hasil penelitian. Uji prasyarat analisis meliputi dua hal, yaitu uji normalitas data dan uji homogenitas varians antar kelompok.

Uji normalitas dilakukan terhadap data pada setiap variabel untuk mengetahui apakah variabel-variabel tesebut sebaran datanya ternormalisasi atau tidak. Bedasarkan hasil perhitungan dan uji signifikan normalitas sebaran data dengan uji Kolmogorov-Swiirnov (K-S) secara keseluruhan disajikan pada Tabel  berikut.

 

 

Tabel 02 Kolmogrov

 

Unit

Analisis

Kolmogorov-Smirnov Shapiro-Wilk Ket-
Statistic df Sig. Statistic Df Sig.
               
Tingkat VO2 Max Kelompok Eksperimen .167 15 .200* .948 15 .489 Normal
Kelompok Kontrol .151 15 .200* .909 15 .130 Normal

 

 

 

Berdasarkan Tabel di atas tampak bahwa data Gain Score  pre-test dan post-test pada kelompok eksperimen=0,167 dengan signifikansi 0,200 (>0,50 sehingga nilai statistik Kolmogorov-Smirnov tidak signifikan. Ini berarti sebaran data untuk kelompok eksperimen adalah normal kelompok kontrol berdistribusi normal dengan nilai-nilai statistik Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro-Wilk0,151 dengan signifigansi 0,200 menunjukkan angka signifikansi (>0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Karena semua data berdistribusi normal maka analisis dapat dilanjutkan.

Pengujian homogenitas varians dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan uji Levence’s Test for Equality of Variances  dengan bantuan SPSS 16.0 for windows. Hal ini dilakukan demi meyakinkan bahwa kelompok eksperimen dan kelompok kontrol mempunyai kesamaan kemampuan sehingga dapat diketahui perbedaan atau pengaruh setelah diberi perlakuan (treatmen) yang signifikan dari kedua kelompok tersebut. Secara ringkas ditampilkan tabel kerja hasil uji homogenitas varians.

 

 

Tabel 03 Homogenitas

 

Test of Homogeneity of Variance
    Levene Statistic df1 df2 Sig.
Tingkat VO2 Max Based on Mean 1.034 1 28 .318
Based on Median .903 1 28 .350
  Based on Median and with adjusted df .903 1 26.021 .351
  Based on trimmed mean .974 1 28 .332

Berdasarkan Tabel di atas tampak bahwa semua nilai-nilai statistik Levene menunjukkan angka signifikansi 0,318 lebih besar dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa varian antar variabel adalah sama/homogen. Berdasarkan hasil uji prasyarat, yaitu uji normalitas dan uji homogenitas dapat disimpulkan bahwa data dari semua kelompok berdistribusi normal dan homogen. Oleh sebab itu, uji hipotesis dapat dilanjutkan.

Data yang dianalisis adalah data gainscore ternormalisasi yaitu selisih antara nilai post-test dikurangi nilai pre-test setelah ternormalisasi. Pengujian hipotesis digunakan untuk membuktikan diterima atau ditolaknya hipotesis yang secara statistik dijelaskan sebagai beikut.

: tidak terdapat pengaruh latihan small side games terhadap Tingkat VO2 Max antara kelompok eksperimen dan kontrol.

: terdapat pengaruh latihan small side games terhadap Tingkat VO2 Max antara kelompok eksperimen dan kontrol.

Hipotesis yang akan diuji secara statistik adalah H0.Kriteria penolakan H0 jika taraf signifikansi untuk nilai statistik t lebih kecil dari 0,05. Hasil uji t dihitung dengan mengunakan rumus:

t = 5,625 Jadi t hitung adalah 5,625

Berdasarkan hasil analisis uji t di atas diperoleh nilai t-hitung sebesar 5,625,dan t tabel untuk dk : 15+ 15 – 2 = 28 dengan taraf signifikansi α = 0,05 (uji dua pihak ) adalah  2.048. Karena t tabel  2.048 lebih kecil dari t hitung 5,625, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Jadi berarti ada perbedaan yang signifikan tingkat Vo2 max ntara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Rata-rata kelas eksperimen lebih besar dari kelompok kontrol ( > ).

Pembahasan

Merujuk pada deskripsi data gain skor bahwa rata-rata tingkat VO2 Max siswa pada kelompok eksperimen adalah 0.249 nilai tertingginya adalah 0.333 dan terendahnya adalah 0.141. Sedangkan tingkat VO2 Max siswa pada kelompok kontrol nilai rata-rata yang diperoleh adalah 0.117 dengan nilai maksimalnya 0.257 dan terendahnya adalah 0.029. Berdasarkan analisis data di atas dapat disimpulkan bahwa pada kelompok yang diberi perlakuan latihan small side games  berpengaruh signifikan terhadap tingkat VO2 Max siswa SMAK Regina Pacis Bajawa, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada-NTT.

Selain itu, data yang diperoleh dari uji statistik menunjukkan bahwa nilai t hitung 5,625 dan t tabel adalah  2.048. Berdasarkan hasil analisis uji t di atas diperoleh nilai t-hitung sebesar5,625 dan t tabel untuk dk : 15 + 15 – 2 = 28 dengan taraf signifikansi α = 0,05 (uji dua pihak) adalah 2.048. Karena t tabel  2.048 lebih kecil dari t hitung 5,625, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Kesimpulanya bahwa latihan small side games berpengaruh signifikan terhadap tingkat VO2 Max siswa SMAK Regina Pacis Bajawa, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada-NTT.

 

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Berdasarkan hasil analisis uji t di atas diperoleh nilai t-hitung sebesar5,625 dan t tabel untuk dk : 15 + 15 – 2 = 28 dengan taraf signifikansi α = 0,05 (uji dua pihak) adalah 2.048. Karena t tabel  2.048 lebih kecil dari t hitung 5,625, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Jadi berarti ada perbedaan yang signifikan tingkat VO2Max antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Rata-rata kelas eksperimen lebih besar dari kelompok kontrol ( > ). Kesimpulanya bahwa latihan small side games berpengaruh signifikan terhadap tingkat VO2 Max siswa SMAK Regina Pacis Bajawa, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada-NTT. Berdasarkannilai rata-rata Gain Score yang diperoleh menunjukkan bahwa terhadap tingkat VO2 Max siswa pada kelompok eksperimen lebih baik daripada siswa pada kelompok kontrol( > ).

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa latihan small side games  terdapat pengaruh yang signifikan terhadap terhadap tingkat VO2 Max siswa SMAK Regina Pacis Bajawa, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada-NTT.

 

Saran

Berdasarkan buktidarihasil penelitian, denganvariabellatihanlatihan small side games yang memberipengaruhterhadapterhadap tingkat VO2 Maxmakadisarankan beberapa hal sebagaiberikut:

  • Untukpelatih, pembinaserta guru olahragadanmasyarakatpadaumumnya yang inginmeningkatkantingkatVO2 Maxdapatdilakukandenganlatihansmall side games

DAFTAR PUSTAKA

Apriantoro. 2014.  Pengaruh Latihan Small Side Game Terhadap Peningkatan  Vo2 Max pada Siswa Peserta Ekstrakurikuler Sepakbola Di Smp Negeri 4 Sleman. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

Charles, Tony & Rook, Stuart.  101 Sesi Latihan Sepakbola Untuk Pemain Muda. (Ahli bahasa: Paramita, S.Si). Jakarta: PT Indek.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pembinaan Kesehatan Masyarakat Direktorat Bina Upaya Kesehatan Puskesmas. (1994). PedomanPengukuran Kesehatan jasmani. Jakarta.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral  Pendidikan Tinggi. (1995). Petunjuk Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar. Jakarta.

Djoko  Pekik Irianto.  (2000).  Panduan Latihan Kebugaran  (Yang Efektif dan Aman). Yogyakarta: Lukman Offset.

Helmi Agus Rinomo. (2006). Pengaruh Latihan Small Side Game di Lapangan Futsal dan Sepakbola Terhadap Peningkatan Keterampilan Bermain Sepakbola Pada Siswa Peserta Ektrakurikuler Sepakbola di SMP N 2 Sewon Kelompok Usia 13 -15 Tahun. Skripsi. Yogyakarta: FIK UNY.

Herwin. (2006).  “Latihan Fisik Untuk Pemain Usia Muda”.  Jurnal  Olahraga Prestasi Volume 2, Nomor 1, Januari 2006 : 75 – 92.

Kadir Jusuf. (1982). Sepakbola Indonesia. Jakarta: PT. Gramedia.

Koyan, I Wayan. 2012. Statistik Pendidikan. Teknik Analisis  Data Kuantitatif. Bali Universitas Pendidikan Ganesha Press.

Mochamad  Sajoto.  (1988). Pembinaan Kondisi Fisik Dalam Olahraga. Jakarta: Depdikbud Dirjen Dikti P2LPTK.

Muhajir. (2007). Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Jilid1. Jakarta: Erlangga.

Nala I Gusti Ngurah, 2002. Kumpulan Kesegaran Jasmani, Yayasan Ilmu Faal Widhya Laksana, Denpasar

Sukadiyanto. (2002).  Teori dan Metodologi Melatih Fisik  Petenis. Yogyakarta: FIK UNY.

Sukadiyanto. (2011). Pengantar Teori dan Metodologi Melatih Fisik. Bandung: CV Lubuk Agung.

Yudha M. Saputra. (1999). Pengembangan Kegiatan Kokurikuler dan Ekstrakurikuler. Jakarta: Depdikbud.

Prasetyo (2010). “Pengembangan Ekstrakurikuler Panahan di Sekolah Sebagai Wahana Membentuk Karakter siswa”.  Jurnal Pendidikan Jasmaini Indonesia Volume 7, Nomer 2, November 2010.

HEYWOOD, V. (1998) The Physical Fitness Specialist Certification Manual, The Cooper Institute for Aerobics Research, Dallas TX, revised 1997. In: HEYWOOD, V (1998) Advance Fitness Assessment & Exercise Prescription, 3rd Ed. Leeds: Human Kinetics. p. 48

 

 

 

 

 

Leave a Reply