Pengaruh Latihan Small Side Games Terhadap Kemampuan Menggiring Bola Menggunakan Punggung Kaki Dalam Permainan Sepakbola Siswa Ekstrakurikuler SMPN 1 Golewa Barat.

Rikardus Rani1,         Josep Marsianus Rewo2 ,    Nikodemus Bate3 ,

  • Mahasiswa Program Studi PJKR, 2,3) Dosen Program Studi PJKR

 

Program Studi PJKR, STKIP Citra Bakti

ranirikardus@gmail.com

ABSTRAK

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihanSmall Side Games, terhadap kemampuan menggiring bola menggunakan punggung kaki dalam permainan sepakbola Siswa Ekstrakurikuler SMPN 1Golewa Barat Tahun Ajaran 2017/2018.Penelitian ini menggunakan The Static- Group Pretest Posttest Design dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang yang kemudian dikategorikan kedalam 2 kelompok yaitu 1 kelompok control dan 1 lagi kelompok eksperimen dengan masing-masing berjumlah 15 orang. Data dikumpulkan dengan tesDribbling, kemudian data yang terkumpul dianalisis gain skor ternormalisasi dengan teknikttes. Berdasarkan hasil yang diperoleh melalui uji t, bahwa ada pengaruh yang sangat signifikan pada kelompok eksperimen atau kelompok kontrol yang diberi perlakuan (treatment), yaitu dengan latihansmall side games.Berdasarkan rata-rata hitungditemukan bahwa kelompok eksperimen lebih besar dari kelompok kontrol ( ).Selain itu, dari hasilanalisis uji t di atasdiperoleh thitung= 7,4803, sedangkan nilai ttabel pada α = 0.05 ; dk = n-2 (30-2) diperoleh harga sebesar 2.048. Dengandemikian thitunglebih besar dari ttabel(thitung= 7,4803>ttabel= 2,048). Jadi Ho ditolakdan H1 diterima. Kesimpulannya bahwa latihan small side games berpengaruh signifikan terhadap kemampuan menggiring bola menggunakan punggung kaki dalam permainan sepakbola siswa ekstrakurikuler SMPN 1 Golewa Barat.

 

Kata-kata kunci : Kemampuan Menggiring bola, LatihanSmall Sided GamespadaPermainan Sepak Bola

Abstract

The purpose of this research was achieved in this study was to determine the effect of exercise on small sidedgames on the ability to dribble using foot back in soccer games for extracurricular student of west 1 Golewa junior high school in 2017/2018 academic year.this study uses the static group pretest-posstest design with a total sample of 30 people who were then categorized into 2 groups: 1 control group and 1 experimental group with 15 people.data collected by dribbling test,then the collected data is analized gain scores normalized by test techniques. Based on the results obtained through the t tes, that there was a very significant effect on the experimental group and the control group treatment,that is by training small sided games.based on the mean counts it was found that the experimental group was larger than the control group ( ). Other than that from the results of the above t test analysis obtained t count=7,4803 while the value of t table on α = 0.05 ; dk = n-2 (30-2) obtained a value of =2.048 thus t count is greater than t table(tcount= 7,4803>ttable= 2,048). So H0 is treated and H1 accepted.the conclusion is that training small sided games has a significant effect on the ability to dribble using the back of the foot in extracurricular student of west 1 GOLEWA Junior high school.

Keywords:  ability to dribble the ball,training small sided games in football games

 

PENDAHULUAN

Di Indonesia, permainan sepakbola cukup memasyarakat dan digemari oleh semua lapisan masyarakat. Permainan sepakbola masuk ke Indonesia dibawa oleh orang-orang Belanda pada saat menjajah Indonesia. Namun perkembangan permainan sepakbola terbatas di lingkungan orang-orang Belanda, terutama di kota-kota besar yang banyak penduduk Belanda. Lambat laun permainan sepakbola berkembang ke dalam lingkungan kaum pelajar bangsa Indonesia di kota-kota besar dan selanjutnya masuk ke kota-kota kecil. Organisasi sepakbola pertama kali di Indonesia yaitu, Nederland Indhinceh Votbal Bond (NIVB) yang didirikan oleh orang-orang Belanda dan NIVB hanya berkembang di kota-kota besar saja terutama di pulau Jawa (Sucipto dkk, 2000: 1).

Setiap cabang olahraga mempunyai tujuan dari permainannya. Tujuan permainan sepakbola adalah pemain memasukkan bola sebanyak-banyaknya ke gawang lawannya dan berusaha menjaga gawangnya agar tidak kemasukan. Perlu keterampilan atau kemampuan yang dikuasai dalam bermain sepakbola. Keterampilan sepakbola antara lain dribbling, passing, control, shooting, heading dan goal keeping. Salah satu diantaranya yaitu dribbling.Dribbling adalah keterampilan dasar dalam sepakbola karena semua pemain harus mampu menguasai bola saat sedang bergerak, berdiri, atau bersiap melakukan operan atau tembakan(Mielke, 2007: 1).

Menggiring bola merupakan salah satu teknik dasar yang cukup memiliki peranan penting dalam permainan sepakbola, tidak heran jika para pengamat sepakbola khususnya menyatakan bahwa mahirnya seorang pemain dapat dilihat pada bagaimana seorang pemain tersebut menggiring bola. Menggiring bola (dribbling) dapat diartikan sebagai suatu teknik menggiring bola. Untuk meningkatkan keterampilan menggiring bola, komponen yang perlu dilatih, seperti:kekuatan, kecepatan, kelentukan, kelincahan dan sebagainya.

(Mielke, 2007: 3).

Kemampuan dribbling diperlukan oleh seseorang pemain sepakbola dalam menghadapi situasi tertentu dan kondisi pertandingan yang menuntut unsur  agility dalam bergerak untuk menguasai bola maupun dalam bertahan untuk menghindari benturan yang mungkin terjadi. Dribbling dapat dilatih secara bersama-sama, baik dengan bola maupun tanpa bola. Beberapa metode latihan untuk peningkatan kemampuan dribbling antara lain: lari bolak-balik (shuttle run),lari rintangan, dan lari zig-zag. Metode latihan yang bervariasi menentukan peningkatan kemampuan dribbling pemain (Mielke, 2007: 4).

Salah satu program pembinaan sepakbola yang dilakukan oleh satuan pendidikan atau sekolah baik tingkat SD, SMP, maupun SMA adalah dengan mengadakan ekstrakurikuler. Jenis kegiatan ekstrakurikuler beragam mulai dari bidang seni misalnya ektrakurikuler seni tari, drama, seni rupa, dan seni musik. Bidang keolahragaan misalnya ekstrakurikuler sepakbola, basket,bolavoli dan atletik. Tujuan dari ektrakurikuler adalah menyiapkan anak menjadi orang yang bertanggung jawab, menemukan dan mengembangkan minat dan bakat pribadinya, serta menyiapkan dan mengarahkan pada suatu spesialisasi, misalnya: atlet, seniman dan sebagainya.

Berdasarkan hasil observasi dan studi awal peneliti di SMP Negeri 1 Golewa Barat, kegiatan ekstrakurikuler sepakbola diikuti oleh 30 siswa dari kelas VII-VIII. Ekstrakurikuler sepakbola di SMP Negeri 1 Golewa Barat dilaksanakan seminggu tiga kali pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu mulai pukul 15.00–17.00 WIB. Alat yang digunakan pada kegiatan ektrakurikuler sepakbola di SMP Negeri 1 Golewa Barat ini meliputi 5 buah bola sepak, rompi 10, cones dan tidak memiliki gawang kecil, sedangkan untuk lapangan berlatih menggunakan lapangan milik kelurahan di dekat sekolah. SMP Negeri 1 Golewa Barat merupakan salah satu diantara banyak sekolah yang mengutamakan prestasi akademik daripada non-akademik, sehingga prestasi non-akademik khususnya ekstrakurikuler sepakbola masih belum berprestasi karena tidak terlalu diutamakan.

Berdasarkan fakta bahwa kemampuan menggiring bola (dribbling) yang dilakukan siswa peserta ekstrakurikuler belum terlalu baik, hal ini terlihat ketika siswa peserta ekstrakurikuler di SMP Negeri 1 Golewa Baratmelakukan dribbling masih banyak terlihat belum adanya koordinasi kaki yang baik saat menggiring bola dan bahkan ada yang sampai bertabrakan sesama rekannya dalam latihan games sepakbola.

Salah satu metode latihan yang dirasa mampu meningkatkan kemampuan mengiring tersebut adalah dengan small-sided games. Dengan metode small-sidedgames yang didesain dalam bentuk hampir sama dengan situasi permainan yang sesungguhnya, melibatkan seluruh pemain dalam suatu bentuk latihan, diharapkan bentuk latihan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Untuk membantu pelatih mengatur pelatihan agar efektif dan efisien adalah melalui pengaturan besar kecilnya ukuran arena latihan (Luxbacher,1999:xiii-xiv). Small-sided games diharapkan mampu membuat pemain semakin cepat untuk mengiring bola karena arena lapangan yang sangat kecil. Hal tersebut akan membuat pemain mau tidak mau harus cepat bereaksi agar bola tidak terebut oleh lawan dan diberikan kepada teman satu tim dengan baik. Dengan metode latihan ini,diharapkan nantinya pemain dapat menggiring (dribling) dengan cepat dan tepat saat bermain dalam permainan yang sesungguhnya. Ini akan berpengaruh baik untuk individu.

Akhir-akhir ini sering dibicarakan tentang metode latihan Small-side games dalam sepakbola. Menurut WCCYSL (West Contra Costa Youth Soccer League,(2003:1) “Small-Side Games yaitu latihan dengan bentuk permainan dengan jumlah pemain kurang dari 11 pemain dalam satu lapangan tanpa penjaga gawang. Ukuran lapangan maksimal 30 X 40 yards. Pendapat lain diungkapkan olah Iwan setiawan (2004:6), “Small Side Games adalah suatu metode latihan sepakbola menggunakan lapangan yang lebih kecil dengan pemain yang lebih sedikit”. Metode latihan ini dapat digunakan untuk melatih kemahiran semua teknik sepak bola, misalnyadribling,passing, possisioning, ballpossesion atau finishing. Dalam kajian proposal ini yang akan dibahas adalah tentang metode small sided game yang dirasa mampu meningkatkan kualitas driblingpemain sepakbola.

Berdasarkan uraian di atas serta perlu adanya penelitian tentang pengaruh latihan small side games terhadap kemampuan menggiring dalam permainan sepakbola peserta ekstrakurikuler di SMP Negeri 1 Golewa Barat, maka penulis ingin mengadakan penelitian yang berjudul: ” pengaruh latihan small sided gamesterhadap kemampuan menggiring menggunakan punggung kaki dalam permainan sepakbola siswa ekstrakurikuler di SMP Negeri 1Golewa Barat.

KAJIAN LITERATUR.

Menurut Sukadiyanto (2005: 5) latihan adalah suatu kata yang sering dijumpai dengan istilah practice, exercise dan training. Pengertian latihan dari kata practice adalah aktivitas untuk meningkatkan keterampilan (kemahiran) berolahraga dengan menggunakan berbagai peralatan sesuai dengan tujuan dan kebutuhan cabang olahraganya, artinya selama dalam kegiatan proses berlatih melatih agar dapat menguasai keterampilan gerak cabang olahraganya selalu dibantu dengan menggunakan berbagai peralatan pendukung.

Sedangkan exercise adalah perangkat utama dalam proses latihan harian untuk meningkatkan kualitas fungsi sistem organ tubuh manusia, sehingga mempermudah olahragawan dalam menyempurnakan geraknya. Latihan exercise merupakan materi latihan yang dirancang dan disusun oleh pelatih untuk satu sesi latihan atau satu kali tatap muka dalam latihan.Pengertian latihan yang berasal dari kata training adalah suatu proses penyempurnaan kemampuan berolahraga yang berisikan materi teori dan praktek, menggunakan metode dan aturan pelaksanaan dengan pendekatan ilmiah, memakai prinsip pendidikan yang terencana dan teratur, sehingga tujuan latihan dapat tercapai tepat pada waktunya (Sukadiyanto, 2005: 6)

Beban adalah salah satu ciri dari latihan, oleh karena itu agar proses latihan berpengaruh dan mengalami peningkatan diperlukan adanya beban, sehingga puncak prestasi dapat dicapai dalam waktu singkat dan bertahan lebih lama.

Menurut  Sumiyarsono (2006: 9) ciri-ciri latihan adalah:

  • Suatu proses untuk mencapai tingkat kemampuan yang lebih baik dalam berolahraga, yang memerlukan waktu tertentu (pentahapan), serta memerlukan perencanaan yang tepat dan cermat.
  • Proses latihan harus dilakukan secara konsisten, maju, dan berkelanjutan (kontinyu). Sedang bersifat progresif maksudnya materi latihan diberikan mulai dari yang mudah ke yang sukar, dari yang sederhana ke yang lebih sulit (kompleks), dan dari yang ringan ke yang berat.
  • Pada tugas satu kali tatap muka (satu sesi/ satu unit) latihan harus memiliki tujuan dan sasaran.
  • Materi latihan harus berisikan materi teori dan praktek, agar pemahaman dan penguasaan keterampilan menjadi relatif permanen.

Menggunakan metode atau model-model latihan tertentu, yaitu merupakan cara paling efektif yang direncanakan secara bertahap dengan perhitungan faktor kesulitan. Kompleksitas gerak, dan penekanan pada sasaran latihan.

Perlunya menentukan tujuan dan sasaran sebelum melakukan latihan, agar hasil yang menjadi fokus utama latihan tersebut menjadi maksimal.

Menurut Sukadiyanto (2005: 9) tujuan dan sasaran latihan secara garis besar, antara lain untuk: 1) Meningkatkan kualitas fisik dasar secara umum dan menyeluruh, 2) Mengembangkan dan meningkatkan potensi fisik yang khusus, 3) Menambah dan menyempurnakan teknik, 4) Mengembangkan dan menyempurnakan strategi, taktik, dan pola bermain, dan, 5) Meningkatkan kualitas dan kemampuan psikis olahragawan dalam bertanding.

Prinsip-prinsip latihan perlu diperhatikan sebagai acuan dalam melakukan latihan.

Sukadiyanto (2005: 12) berpendapat bahwa prinsip latihan merupakan hal-hal yang harus ditaati, dilakukan atau dihindari agar tujuan latihan dapat tercapai sesuai yang diharapkan. Pinsipprinsip latihan yang menjadi pedoman agar tujuan latihan dapat tercapai, antara lain: (1) prinsip kesiapan, (2) individual, (3) adaptasi, (4) beban lebih, (5) progresif, (6) spesifik, (7) variasi, (8) pemanasan dan pendinginan, (9) latihan jangka panjang, (10) prinsip berkebalikan, (11) tidak berlebihan, (12) sistematik

Dengan demikian yang dimaksud latihan dalam penelitian ini adalah proses kerja yang harus dilakukan secara sistematis, berulangulang, berkesinambungan untuk menyempurnakan kemampuan berolahraga menggunakan metode dan aturan sehingga tujuan dapat tercapai pada waktunya.

Menurut Depdiknas dalam  Hastuti,(2008: 63) Ekstrakurikuler merupakan program sekolah, berupa kegiatan siswa yang bertujuan memperdalam dan memperluas pengetahuan siswa, optimasi pelajaran yang terkait, menyalurkan bakat dan minat, kemampuan dan keterampilan serta untuk lebih memantapkan kepribadian siswa. Tujuan ini mengandung makna bahwa kegiatan ekstrakurikuler berkaitan erat dengan proses belajar mengajar.

Kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dilaksanakan untuk menyalurkan dan mengembangkan bakat dan minat siswa. Dalam kegiatan ekstrakurikuler tersebut siswa memperoleh manfaat dan nilainilai luhur yang terkandung dalam kegiatan yang diikutinya.

 

Rumusan tentang pengertian ekstrakurikuler juga terdapat dalam SK Drijen Dikdasmen Nomor 226/C/Kep 1992 ( Ani Hastuti,2008: 64) kegiatan di luar jam pelajaran biasa dan pada waktu libur sekolah yang dilakukan baik di sekolah maupun di luar sekolah, dengan tujuan untuk memperdalam pengetahuan siswa, mengenal hubungan antara berbagai pelajaran, menyalurkan bakat dan minat, serta melengkapi upaya pembinaan manusia seutuhnya.

Dapat disimpulkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilakukan di luar jam pelajaran sekolah yang brertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan bakat siswa dalam bidang tertentu. Selain itu juga akan membantu siswa untuk lebih memahami mengenai suatu hal yang tidak dapat dimengerti pada saat jam sekolah.

Karakteristik merupakan ciri khas dari suatu benda, akan tetapi karakteristik setiap benda berbeda-beda. Pertumbuhan dan perkembangan anak sangat dipengaruhi oleh karakteristik. Siswa sekolah menengah pertama rata-rata usianya berkisar pada 13-15 tahun. Menurut Makmun (2001: 130) pada tahap remaja awal rentang usia antara 11-13 sampai 14-15 tahun.

Dari pernyataan tersebut maka siswa sekolah  menengah pertama tergolong dalam katagori tahap remaja awal karena rata-rata usia siswa sekolah menengah pertama berada pada tahap tersebut. Di usia 13 -15 tahun ini merupakan masa emas untuk pertumbuhan dan perkembangan.

Menurut Alberty ( Makmun, 2001: 57) “Remaja didefisinikan sebagai suatu periode dalam perkembangan yang dijalani seseorang yang terbentang semenjak berakhirnya masa kanakkanak sampai datangnya awal masa dewasanya”.

 

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen dengan rancangan (desain) The Static-Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian ini adalah siswa ekstrakurikuler sepak bola SMP Negeri 1 Golewa Barat yang berjumlah 50 orang dan Sampel penelitian dalam penelitian ini adalah seluruh siswa ekstrakurikuler  sepak bola putraSMP Negeri 1 Golewa Barat yang berjumlah 30 0rang, Dimana pada tahap ini peneliti menggunakan teknik Porposivesampling dengan tes Dribling untuk semua populasi. Siswa yang hasil test Driblingkategori yang sedang,rendah,dan sangat rendah di pakai untuk dijadikan sampel. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik randomsampling (Pengacakan) dimana peneliti melakukan undian untuk menentukan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yakni dengan cara membuat nomor undian 1 dan 2. Siswa yang mendapatkan nomor 1 masuk pada kelompok eksperimen dan siswa yang mendapatkan nomor 2 masuk pada kelompok kontrol.Sedangkan Uji persyaratan dalam penelitian ini adalah uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Golewa Barat, Kecamatan Golewa Barat, Kabupaten Ngada  selama satu (1) bulan. Subjek penelitian 50 orang yang dibagi menjadi dua kelompok eksperimen dan kontrol, masing-masing kelompok berjumlah 30 orang. Sebelum diberikan latihan small sided games kedua kelompok diberikan tes awal (pre-test) dengan  menggunakan test  dribllinguntuk mengetahui kemampuan menggiring. Dari hasil hasil tes awal yang diperoleh, maka sampel diberi diberi latihan small sided games 3 kali dalam seminggu selama 3 minggu sesuai dengan program latihan yang telah disusun oleh peneliti yaitu setiap hari senin, rabu, dan jumad, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan latihan karena hanya sebagai pembanding. Tujuan latihan ini untuk meningkatkan kemampuan menggiring. Untuk memperoleh hasil tinggi kemampuan menggiring kedua kelompok diberi tes akhir atau pos-test menggunakan alat tes yang sama pada tes awal yaitu tes dribbling.

 

Deskripsi Data Kelompok Eksperimen

Table 4.1 Skor Pretest Posttes GS GSn dan GSn2Kelompok Eksperimen

No. Pre- Test Postest Selisih (D) GSn GSn²
1 57 78 21 0,488 0,239
2 56 77 21 0,477 0,228
3 55 75 20 0,444 0,198
4 54 74 20 0,435 0,189
5 53 73 20 0,426 0,181
6 52 69 17 0,354 0,125
7 51 68 17 0,347 0,120
8 50 67 17 0,340 0,116
9 49 66 17 0,333 0,111
10 48 64 16 0,308 0,095
11 47 62 15 0,283 0,080
12 46 60 14 0,259 0,067
13 45 60 15 0,273 0,074
14 44 59 15 0,268 0,072
15 43 58 15 0,263 0,069
Σ 750 1010 260 5,299 28,075
Mean 50,000 67,333 17,333 0,353 0,131
MAX 57 78 –  0,488 0,239
MIN 43 58 –  0,259 0,067
SD 4,472136 6,8208364 –  0,081 0,060
VAR 20 46,52381 –  0,007 0,004

 

 

Berdasarkan  data pada tabeldiataskemudiandibuatlahtabeldistribusifrekuensiuntukmenghitung f absolut, F komulatif dan bataskelasuntukkelompokeksperimen yang diambildarinilaiGSnsedangkanuntukperhitungannyadenganmenggunakanrumus Sturges. PerhitungandenganmenggunakanrumusStrugesterlampir

 

Tabel4.2 Tabel Distribusi Frekuensi Gsn Kelompok Eksperimen

Kelas Interval X (Nilai Tengah) F. Absolute F. Komulatif
0,259-0,305 0,282 5 5
0,306-0,352 0,329 4 9
0,353-0,399 0,376 1 10
0,400-0,446 0,423 3 13
0,447-0,493 0,470 2 15
å   15  

 

Setelah data dihitungmelaluitabel data distribusifrekuensikemudian data tersebutdiatasberturut-turutdihitungdenganmenggunakanhitungantendensisentral (Modus, Median, Mean). Dapat dilihat histrogram berikut ini.

 

Gambar 4.1 Histogram Kelompok Eksperimen

 

Deskripsi Data Kelompok Kontrol

Berdasarkan hasil tes awal (pretest) dan tes akhir (posttets ) menggiring bola pada kelompok control sebelum dan sesudah diberi perlakuan (treatment) diperoleh kemampuan menggiring bola rata-rata =,maksimum=,minimum= 0, deskriptif presentatif data menggiring bola, pretest, posttest, gein score dan gain ternormalisasi (GSn) kelompok eksperimen dapat dilihat pada tabel berikut:

 

Tabel 4.3 Hasil Pretest dan PosttestGSGSn Kelompok Kontrol

No Pretest Postest GS GSn GSn2
1 59 63 4 0,098 0,010
2 56 60 4 0,091 0,008
3 55 60 5 0,111 0,012
4 54 60 6 0,130 0,017
5 53 59 6 0,128 0,016
6 52 58 6 0,125 0,016
7 51 57 6 0,122 0,015
8 50 56 6 0,120 0,014
9 49 60 11 0,216 0,047
10 48 60 12 0,231 0,053
11 47 58 11 0,208 0,043
12 46 55 9 0,167 0,028
13 45 57 12 0,218 0,048
14 44 56 12 0,214 0,046
15 46 60 14 0,259 0,067
Σ 755 879 124 2,438 5,942
Mean 50,333 58,600 8,267 0,163 0,026
MAX 59 63 –  0,259 0,067
MIN 44 55 0,091 0,008
SD 4,4507891 2,131398 –  0,056 0,019
VAR 19,809524 4,542857  – 0,003 0,000

 

 

 

Berdasarkan data pada tabel 4.3 makadapatdilakukanperhitungansebaran data distribusifrekuensi kemampuan menggiring denganmenggunakanrumussturges, denganrumusstrurgesterlampir.

 

Tabel4.4 Tabel Distribusi Frekuensi Gsn Kelompok Kontrol

Kelas Interval X (Nilai Tengah) F. Absolute F. Komulatif
     0,091-0,124 0,108 5 5
   0,125-0,159 0,142 3 8
    0,160-0,193 0,176 1 9
  0,194-0,228 0,211 4 13
 0,229-0,262 0,245 2 15
å   15  

 

Setelah data dihitungmelaluitabel data distribusifrekuensikemudian data tersebutdiatasberturut-turutdihitungdenganmenggunakanhitungantendensisentral (Modus, Median, Mean), dapat dilihat dalam histrogram berikut ini.

 

Gambar 4.2 Histogram Kelompok Kontrol

  

 

Deskripsi Data KelompokEksperimen dan KelompokKontrol

Tabel 4.5 Skor Pretest Postest GS GSn kelompok Eksperimen dan Kontrol

NoResponden EKSPERIMEN Kontrol
GS GSn GS GSn
1 21 0,488 4 0,098
2 21 0,477 4 0,091
3 20 0,444 5 0,111
4 20 0,435 6 0,130
5 20 0,426 6 0,128
6 17 0,354 6 0,125
7 17 0,347 6 0,122
8 17 0,340 6 0,120
9 17 0,333 11 0,216
10 16 0,308 12 0,231
11 15 0,283 11 0,208
12 14 0,259 9 0,167
13 15 0,273 12 0,218
14 15 0,268 12 0,214
15 15 0,263 14 0,259
260 5,299 124 2,438
Mean 17,333 0,353 8,267 0,163
Max 0,488 0,259
Min 0,259 0,091
Sd 0,081 0,056
       

 

Uji PengamatanAnalisis

Uji Normalitas Data

Uji normalitas data dilakukanuntukmengetahuiapakahvariabel-variabeldalampenelitianmempunyaisebaran data yang samaatautidak. Perhitungan uji normalitasdalampenelitianinimenggunakan SPSS 16.0 for window. Dengankriteriapengujiannya H1 di terimajika p-value (sig)  < α=0.05 (5%) sebaliknya  H1 p-value (sig) > α=0.05 (5%). Berikuthasil uji normalitasdenganmenggunakanbantuan SPSS 16.0 for window.

 

Tabel 4.6 Uji Normalitas Data

Tests of Normality
Kelompok Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk
Statistic Df Sig. Statistic df Sig.
Hasil Eksperimen .130 15 .200* .932 15 .293
Kontrol .211 15 .071 .926 15 .235
a. Lilliefors Significance Correction  
*. This is a lower bound of the true significance.

 

Berdasarkantabel di atasharga statisticKolmogorov-Smirnov samadenganuntukkelompokeksperimen = 0.200 dengansignifikansi (lebihbesardari 0.05) sehingganilaistatistik Kolmogorov-Smirnov tidaksignifikan. Iniberartisebaran data untukkelompokeksperimenadalah normal. Demikian juga untukkelompokkontrolnilaistatisk Kolmogorov-Smirnov = 0,071 dengansignifigansi (lebihbesardari 0.05) sehingganilaistatistik Kolmogorov-Smirnov tidaksignifikan. Iniberartisebaran data untukkelompok  eksperimendan kelompok kontrol adalah normal.

Uji HomogenitasData

Uji homogenitas data dilakukanterhadap data post-test dari data tes menggiring bola pada kelompokeksperimenlatihan small sided games, dan kelompokkontrol yang menggunakan uji levenedenganbantuanSPSS 16.0 pada tarafsignifikansi(α) 0,05. Kriteriapengambilankeputusan, yaitujikanilaisignifikansi yang diperoleh> α, makavariansisetiapsampelsama (homogen). Sedangkan, jikasignifikansi yang diperoleh< α, makavariansisetiapsampeltidaksama (tidakhomogen). Ringkasanhasil uji levenedenganbantuanSPSS 16,0 untuk uji homogenitas data dapatdilihat pada table

 

Tabel. 4.7 Uji Homogenitas varians

Test of Homogeneity of Variance
LeveneStatistic df1 df2 Sig.
Hasil Tes Based on Mean 17.712 1 28 .458
Based on Median 16.898 1 28 .052
Based on Median and with adjusted df 16.898 1 17.371 .001
Based on trimmed mean 17.564 1 28 .036

 

Dari hasil uji homogenitas data yang menggunakan uji levenedenganbantuanSPSS 16.0, diperolehnilai uji dengansignifikansiuntukvariabel. Jikanilaisignifikansi yang diperoleh>α, makavariansisetiapsampelsama (homogen). Dengandemikian, nilaisignifikansi 0,458 > 0,05, sehingga data yang diujiberasaldari data yang homogenatauvarianskelompokeksperimen dan kelompokkontroladalahhomogen.

Uji Hipotesis

Analisishipotesisdigunakanuntukmengetahui pengaruh latihan smallsided games terhadap kemampuan menggiring bola menggunakan punggung kaki. Uji hipotesisdiajukandalampenelitian “Apakahada pengaruh latihan small sidedgames terhadap kemampuan menggiring bola menggunakan punggung kaki siswa ekstrakurikuler SMAN 1 Golewa Barat ”.  Makahalinidapatdianalisisdenganpengujiananalisisvarian dan rata – rata denganmenggunakanrumus uji t secara manual dan dinyatakansignifikanapabilanilai t-hitungtabeldengantaraf sig > 0.05 memperolehpola di hitungdenganmenggunakanjeniskebenaran uji t.

Hipotesisstatistik

H0 : µ1 = µ2

H1 : µ2 ≠ µ2

Kriteriapengujianhipotesis.

  • Jika t hitung ≥ t tabeldengantarafsignifikasi 5 %, maka Ho ditolak dan H1 diterima. Iniberartilatihan  small sided games berpengaruhterhadapkemampuankemampuan menggiring bola menggunakan punggung kaki
  • Jika t hitung< t tabeldengantarafsignifikasi 5 % ,maka Ho diterima dan H1 ditolak. Iniberartilatihan small sided games tidakberpengaruhterhadapkemampuan menggiring bola menggunakan punggung kaki.

Jadi, hasil pengujian diperoleh thitung = 7,4803, sedangkan nilai ttabel pada α = 0.05 ; dk = n-2 (30-2) diperoleh harga sebesar 2.048. Dengan demikian thitung lebih besar dari ttabel (thitung= 7,4803> ttabel = 2,048). Jadi Ho ditolak dan H1 diterima, dengan demikian disimpulkan bahwa  latihansmall side game berpengaruh  terhadap kemampuan kemampuan menggiring bolapada siswa Ekstrakurikuler SMP Negeri 1 Golewa Barat.

 

Pembahasan

Jadi, hasil pengujian diperoleh thitung = 7,4803, sedangkan nilai ttabel pada α = 0.05 ; dk = n-2 (30-2) diperoleh harga sebesar 2.048. Dengan demikian thitung lebih besar dari ttabel (thitung= 7,4803> ttabel = 2,048). Jadi Ho ditolak dan H1 diterima, dengan demikian disimpulkan bahwa  latihansmall side games berpengaruh  terhadap kemampuan kemampuan menggiring bolapada siswa Ekstrakurikuler SMP Negeri 1 Golewa Barat.

Berdasarkan hasilpenelitianinimenunjukanbahwapengaruhlatihan  small sided games terhadapkemampuan menggiring bola menggunakan punggung kaki., makalatihan small sided games memilikipengaruhbaikterhadappeningkatan menggiring bola. Dari temuandiatasdisarankanbagipelatiholahragadapatmenggunakanlatihansmall sided games sebagai salah satualternatifdalammeningkatkan kemampuan menggiring bola menggunakan punggung kaki.

 

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Berdasakan analisis data dan pembahasan dapat  diperoleh thitung = 7,4803, sedangkan nilai ttabel pada α = 0.05; dk = n-2 (30-2) diperoleh harga sebesar 2.048. Dengan demikian thitung lebih besar dari ttabel (thitung= 7,4803> ttabel = 2,048). Jadi Ho ditolak dan H1 diterima, dengan demikian disimpulkan bahwa  latihansmall side games berpengaruh  terhadap kemampuan kemampuan menggiring bola pada siswa Ekstrakurikuler SMP Negeri 1 Golewa Barat.

Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti, maka saran yang dapat penulis sampaikan sebagai berikut:

  • Untuk meningkatkan keterampilan menggiring dalam permainan sepakbola, sebaiknya para pelatih atau Pembina olahraga mencoba memberikan latihan small sided games, untuk meningkatkan keterampilan menggiring bola, disamping itu juga ditunjang dengan memberikan bentuk-bentuk latihan lainnya.
  • Pemberian latihan small sided games juga bias diberikan kepada siswa untuk memberikan selingan dalam berolahraga untuk menambah pengalaman siswa dalam mengenal jenis-jenis latihan. Selingan dimaksudkan untuk memberikan motivasi dalam melakukan kegiatan olahraga di sekolah, sehingga siswa tidak merasa bosan dengan pelajaran olahraga yang kurang bervariasi.
  • Penggunaan latihan small sided games ini bisa dikembangkan untuk mengajar atau melatih siswa pada jenis-jenis olahraga lainnya. Dan disarankan cara seperti itu juga bisa dikembangkan oleh para guru atau Pembina olahraga diluar proses kegiatan belajar mengajar.
  • Bagi peneliti selanjutnya hendaknya hasil penelitian ini bisa dijadikan pedoman apabila nanti akan meneliti masalah keterampilan menggiring bola menggunakan punggung kaki,akan tetapi hal-hal yang perlu diperhatikan adalah insensitas latihan,lamanya latihan,dan frekuensi latihan. Dengan memperhatikan beberapa aspek diatas,maka penelitian akan lebih baik.

 

DAFTAR PUSTAKA

Abin Syamsuddin Makmun,(2001). Psikologi Pendidikan. PT Rosda Karya Remaja, Bandung.

Danny Mielke. (2007). Dasar-dasar Sepakbola. Jakarta: Pakar Raya.

Dedy Sumiyarsono. (2006). Teori dan Metodologi Melatih Fisik Bolabasket.  Yogyakarta: FIK UNY.

Guntur Cahyo Utomo. (2004). “Mengelola Organisasi Small-Sided Games.”KickOff: Referensi Sepakbola Indonesia. (April 2004). Halaman 10-14.

Iwan Setiawan. (2004). Latihan Usia Muda Penuh Gairah.Yogyakarta: Kickoff     (Februari 2004)hal.6.

LuxbacherJoe. (1999).Sepak bola: Taktik dan Teknik Bermain. Jakarta:   PT.Raja Grafindo Persada.

Sukadiyanto. (2005). Pengantar Teori dan Metodologi Melatih Fisik. Yogyakarta:  FIK UNY.

Sucipto, Dkk. (2000). Sepak bola. Jakarta: Dirjendikti.

Tri Ani Hastuti. (2008). Kontribusi Ekstrakurikuler Bolabasket terhadap Pembibitan Atlet dan Peningkatan Kesegaran Jasmni “Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia”. Yogyakarta : Jurusan Pendidikan Olahraga FIK UNY.

Koyan, 2012. Statistik Pendidikan. Universitas Pendidikan Ganesha Press

WCCYSL. (2003). U6 Small Side Game for 2003/2004. Contra costa

 

 

 

 

 

Leave a Reply