PENGARUH LATIHAN SMALL SIDE GAMES TERHADAP AKURASI PASSING MENDATAR KAKI BAGIAN DALAM SISWA EKSTRAKURIKULER SMAK THOMAS AQUINO GOLEWA TAHUN AJARAN  2017/2018

Yoseph R. Bhebhe1, Yohanes B. O. Tapo2, Bernabas Wani3

1)Mahasiswa Program Studi PJKR, 2,3)Dosen Program Studi  PJKR STKIP Citra Bakti

Program Studi PJKR STKIP Citra Bakti

Bhebherudi352@gmail.com

 

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan Small Side Games terhadap akurasi passing mendatar kaki bagian dalam pada siswa ektrakurikuler SMAK Thomas Aquino Golewa tahun Ajaran 2017/2018. Jenis penelitian ini adalah ekperimen murni, dengan desaign penelitian Pretest-posttes Control Gruop Design. Populasi dalam peneltian ini adalah siswa SMAK Thomas Aquino Golewa Tahun ajaran 2017/2018. Pengambilan sampel dalam penelitian ini, menggunakan teknik Matched Subject Desing Ordinal Pairing. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik Tes mengoper bola rendah dari subagyoirianto. Data yang terkumpul terlebih dahlu menghitung Gain Score dinormalisasi dan dianalisis menggunakan deskriptif kuantitatif. Untuk menguji hipotesis menggunakan Uji-t. Sebelum menguji hipotesis peneltian, Berdasarakan hasil analisis dengan menggunakan uji-t disimpulkan bahwa latihan Small Side Games berpengaruh positif terhadap peningkatan akurasi passing mendatar kaki bagian dalam pada siswa ekstrakurikuler SMAK Thomas Aquino Golewa tahun ajaran 2017/2018. Hal ini dibuktikan dengan adanya perbedaan pengukuran peningkatan akurasi passing kaki bagian dalam kelompok eksperimen = (0,199), dan kelompok kontrol = (0,097) serta  nilai thitung = (27, 2059) > nilai ttabel (2,024) dengan α = 5%, dan derajat kebebasan n1+ n2 -1= 30).

Kata Kunci : Small Side Games, Pasing, Akurasi, Sepak Bola

 

ABSTRACT

This Study aims to determine the effect of small side games exercise on passsing accuracy of inner leg of extracurricular students  SMAK Thomas Aquino Golewa in the academic year 2017/2018. This type of research is purely experimental with Pretest-posttes Control Gruop Design. The population in this study are students of SMAK Thomas Aquino Golewa in the academic year 2017/2018. The sampling in this research using Matched Subject Desing Ordinal Pairing technique. The technique of collecting data using technique of passing low ball from Subagyo Irianto. The collected data first calculated the normalized gain score and analized using quantitative descriptive. To test the hypothesis using t-test. Before testing the research hypothesis, based on the result of analysis by using t-tes concluded that the Small Side Games exercise has a positive effect on increasing the accuracy of the passage of the inner leg of students extracurricular SMAK Thomas Aquino Golewa in the academic year 2017/2018. This is evidenced by the difference in measurement of the increased foot inner leg   accuracy in the experimental group = (0,199), and control group =(0,097) and the value of t-count =(27,2059) > value t-table (2,024) with α = 5%, and degrees of freedom (n1+ n2 -1= 30).

Keyword : Small Side Games, Passing, Accuracy, Football

 

 

PENDAHULUAN

Sepakbola merupakan permainan beregu yang masing-masing regu terdiri dari sebelas pemain termasuk satu penjaga gawang, dalam permainan sepakbola hampir seluruhnya mengunakan anggota badan tidak termasuk tangan kecuali penjaga gawang  di daerah gawang. Sepakbola termasuk  permainan bola besar yang memerlukan kerjasama antara pemain yang satu dengan yang lainnya untuk dapat menciptakan gol ke dalam gawang lawan sebanyak-banyaknya dalam waktu dua kali empat puluh lima menit (90 menit). Tim yang mampu memasukan bola ke dalam gawang lawan paling banyak maka tim itu di anggap sebagai pemenang. Josef Sneyers (1988: 3) menyatakan bahwa prinsip dalam sepakbola sederhana sekali yaitu membuat gol dan mencegah jangan sampai lawan berbuat sama terhadap gawang sendiri.

Pemain sepakbola untuk dapat bermain dengan baik harus melakukan latihan secara teratur, kontinyu dan berkesinambung. Suharno HP (1933: 7), menjelaskan bahwa latihan adalah suatu proses penyempurnaan atau pendewasaan atlet secara sadar untuk mencapai mutu prestasi  maksimal dengan diberi beban-beban fisik dan mental secara teratur dan terarah, meningkat secara bertahap dan berulang-ulang termasuk salah satunya adalah latihan keterampilan teknik dasar, yang secara umum terdiri dari teknik dasar dengan bola dan teknik dasar tanpa bola.

Menurut Joseph A. Luxbacher (1997: 12 ) Keterampilan untuk menendang dan menerima bola membentuk jalan fital yang menghubungkan kesebelasan pemain dalam satu unit yang berfungsi lebih baik dari pada bagian-bagaiannya. Sementara itu menurut Soekatsmi (1988: 44) Menendang bola merupakan teknik menendang yang paling banyak dilakukan dalam permainan sepakbola. Menendang dalam permainan sepakbola merupakan suatu usaha untuk untuk memindahkan bola dari satu titik ke titik lainnya dengan menggunakan kaki dan juga menendang bola dalam permainan sepakbola merupakan salah satu cara untuk menjalin kerja sama atau cara untuk menghubungkan pemain yang satu dengan pemain lainnya dalam satu tim melalui usaha passing pendek, untuk membangun sebuah serangan. Menendang bola juga merupakan salah satu teknik sepakbola yang memiliki kontribusi besar dalam permainan sepakbola, oleh karena itu, seorang pemain harus mampu menendang bola dengan baik dan benar.

Menurut Soektmsi (1988: 47) bagian kaki yang dapat di gunakan untuk menendang bola yaitu: ‘(1) kaki bagian dalam, (2) kaki bagian luar, dan (3) punggung kaki. Menurut hasil penelitiaan (Wahjoedi, 1999: 120) “Menendang bola pada prinsipnya dapat di lakukan dengan kaki kanan maupun kiri, pada: (1) bagian dalam kaki, (2) bagian luar kaki dan (3) punggung kaki, jadi untuk menendang bola pada dasarnya dapat di lakukan dengan tiga bagian kaki)

Teknik dasar menendang dalam sepakbola salah satunya adalah passing yaitu seni memindahkan momentum bola dari satu pemain kepemain lain. Passing dilakukan untuk dapat menggerakkan bola dengan lebih cepat dalam menciptakan ruang terbuka yang lebih besar dan berpeluang  melakukan tendangan shooting lebih jika passing dilakukan dengan keterampilan dan ketepatan yang tinggi, guna mengendalikan permainan saat membangun strategi penyerangan (Mielke 2007: 19)

Menurut Soekatamsi (2001: 17-39) seorang pemain sepakbola yang tidak mempunyai teknik menendang atau mengoper bola dengan sempurna tidak mungkin menjadi pemain yang baik. Secara umum ada tiga bagaian passing dalam permainan sepakbola yaitu passing dengan menggunakan kaki bagian dalam, kaki bagian luar, dan punggung kaki atau kura-kura.

Passing dapat dibedakan menjadi passing bola lambung dan passing bola mendatar. Passing bola mendatar atau bawah  merupakan teknik operan atau menendang bola dengan menggunakan kaki bagian dalam menyusur tanah agar mudah di kontrol atau di kuasai oleh teman seregu. Pelaksanaan passing mendatar perlu  memperhatikan ketepatan hasil passingan, agar mendapatkan hasil passing yang akurat sebaiknya  passing menggunakan kaki bagian dalam.

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti bahwa proses pembelajaran sepakbola di SMAK Thomas Aquino Golewa dilakukan dalam dua jenis kegiatan, yakni kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler. Menurut Wio Bei (2017:204) mengatakan bahwa Ekstrakurikuler adalah kegiatan di luar kurikulum yang dapat menambah pengetahuan ketrampilan siswa.  Kegiatan pembelajaran ini pada dasaranya untuk memberikan siswa pengalaman belajar gerak dan membentuk karakter siswa tersebut. Kegiatan ekstrakurikuler di SMAK Thomas Aquino Golewa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan secara keselurhan.

Dalam pelaksanaan di lapangan, peserta ekstrakurikuler SMAK Thomas Aquino Golewa pada cabang sepakbola khusunya, dalam melakukan passing mendatar belum begitu terlatih sehingga ketika bermain masih susah untuk mempertahankan bola, sehingga ketika melakukan passing mendatar masih sering salah atau tidak tepat sasaran. Dalam hal ini salah satu penyebabnya adalah karena para peserta ekstrakurikuler SMAK Thomas Aquino Golewa jarang melakukan teknik dasar passing, siswa jenuh ketika melakukan teknik dasar secara monoton, dan mereka lebih memilih bermain langsung dengan menggunakan lapangan, karena menurut mereka itu lebih menarik.

Akhir-akhir ini sering dibicarakan metode latihan small sided  games.                                              Menurut Goodman (2004: 5) small sided games adalah permainan yang di mainkan dilapangan yang lebih kecil dan pemain yang lebih sedikit dari pada permainan yang sesungguhnya yaitu 3 lawan 3, 4 lawan 3 dan 4 lawan 4 adalah contoh permainan small sided games. Berkaitan dengan sedang maraknya penggunaan metode latihan small side games dalam permainan sepakbola, maka peneliti ingin melakukan penelitian dengan menerapkan metode latihan smallsided games untuk meningkatkan akurasi passing mendatar sepakbola, dengan penelitiaan yang berjudul Pengaruh Latihan  Small Sided Games Terhadap Akurasi Passing Mendatar Kaki Bagian Dalam Siswa Ekstrakurikuler SMAK Thomas Aquino Golewa.

KAJIAN LITERATUR

Menurut Muhajir (Wio Bei, 2017:205) menyatakan bahwa seak bola adalah suatu permainan yang dilakukan dengan jalan menyepak yang mempunyai tujuan untuk memasukan bola ke gawang lawan dengan mempertahankan gawang tersebut agar tidak kemasukan bola. Sepakbola mengkombinasikan kemampuan daya tahan, kecepatan, kelincahan, kekuatan dan ketangkasan. Daya tahan menjadikan kita mampu berlari dalam jangka waktu yang lama. Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa sepakbola adalah olahraga permainan beregu yang setiap regu terdiri dari sebelas pemain termasuk penjaga gawang dengan menggunakan lapangan berukuran panjang minimal 100-110 meter dan lebar 64-75 meter, menggunakan waktu 2 x 45 menit dengan jeda istirahat 15 menit cara memainkannya dengan jalan menyepak dan tujuannya  memasukkan bola ke gawang lawan sebanyak mungkin dan mempertahankan gawangnya agar tidak kebobolan.

Selanjutnya WCCYSL, 2003: 1) ada berbagai macam skill yang harus dimiliki seorang pesepakbola. Tanpa hal tersebut, pertandingan sepak bola menjadi kurang menarik.

Menurut Muchtar (1992: 28) skill atau teknik sepakbola pada dasarnya terdiri atas dua bagian, yakni “teknik badan” dan “teknik bola”, yang dimaksud teknik badan yaitu cara pemain menguasai gerak tubuhnya dalam permainan, yang dalam hal ini menyangkut: (1) Cara lari. (2) Cara melompat. (3) Gerak tipu badan.

Lebih lanjut,skill atau teknik sepakbola selanjutnya adalah teknik bola yang terdiri: a) Teknik menendang (passing dan shooting). b) Teknik menahan bola (trapping). c) Teknik menggiring bola (dribble). d) Gerak tipu. e) Teknik menyundul bola (heading). f) Teknik merebut bola (tackling). g) Teknik lemparan ke dalam (throw-in). h) Teknik penjaga gawang.

Hanya dengan latihan skill yang terus-menerus, anak-anak bisa menjadi pemain sepakbola dengan kemampuan teknik yang andal dikemudian hari (Tenang, 2007: 58). Lebih lanjut dikatakan olehnya bahwa teknik tersebut meliputi: (a) Menendang. (b) Menyundul (heading). (c) Mengoper (passing). (f) Menerima bola (receiving). (g) Menggiring bola (dribbling). (h) Lemparan ke dalam (throw-ins).

Sedangkan Sucipto, dkk (2000: 12) menjelaskan bahwa cabang olahraga sepakbola meliputi menendang bola, menggiring bola, menyundul bola, merampas bola, melempar dan menangkap bola. Melihat kompleksitas skill dan keterampilan terbuka dari cabang olahraga sepakbola, maka untuk dapat diajarkan di sekolah-sekolah perlu diadakan pengembangan dan modifikasi pembelajarannya. Untuk itu perlu dimodifikasi dengan cara mengurangi struktur permainan yang sebenarnya, sehingga strategi dasar bermain dapat diterima dengan mudah oleh siswa.

Pengurangan struktur permainan ini dapat dilakukan terhadap faktor-faktor ukuran lapangan, jumlah atau ukuran atau kualitas peralatan yang digunakan, jenis keterampilan yang diterapkan, aturan permainan, jumlah pemain, tujuan permainan dan lain-lain. Dari bebrapa uraian pendapat di atas maka dapat disimpulan bahwa manfaat latihan menggunakan metode small-sided games salah satunya dapat meningkatkan skill atau keterampilan bermain sepak bola yaitu ketepatan (accuration) passing terutama passing mendatar

Prinsip mengorganisir Small-sided games sama dengan prinsip organisir latihan lainnya. Secara garis besar, mengorganisir small-sided games harus berangkat dari tiga elemen, yaitu sebagai berikut. 1) Jumlah pemain yang hadir di lapangan. 2) Luas areal latihan yang digunakan. 3) Perlengkapan yang tersedia di lapangan.

Ketiga elemen tersebut saling berkaitan satu dengan yang lainnya, juga akan menentukan organisir latihan apa yang harus kita siapkan.

Timo Scheunemann. (2005: 145) mengatakan bahwa terdapat modifikasi bentuk latihan small sided games sebagai brikut:

  • Aturan

Mengingat small-sided games memfokuskan pada satu momen tertentu, seorang pelatih harus menciptakan situasi agar momen yang diinginkan terjadi terus menerus. Untuk itu biasanya pelatih membuat aturan-aturan dengan mengetahui implikasi dari setiap aturan, pelatih bisa dengan bebas membuat variasi small sided games sendiri.

  • Jumlah sentuhan.

Membuat aturan pembatasan jumlah sentuhan akan meningkatkan passing. Sebaliknya, memperbanyak jumlah sentuhan akan melatih kamampuan dribbling, ball control dan receiving.

Aturan man marking akan meningkatkan kemampuan 1 lawan 1, baik dalam menyerang maupun bertahan. Dengan man marking, tim yang menguasai pertandingan (possession) akan dirangsang untuk melakukan dribbling dan marking yang efektif.

  • Membuat zona batasan khusus.

Hal ini akan meningkatkan kualitas pergerakan pemain, pelatih juga bisa membuat zona khusus dengan aturan tertentu. Misalkan zona khusus passing, dribbling serta crossing. Bisa juga pelatih meminta pemain baru boleh memindah ke zona lain dengan 3 kali passing.

  • Menambah gawang.

Dengan aturan menambah jumlah gawang, pemain akan dirangsang untuk memiliki kemampuan passing dan shooting yang baik. Dalam perspektif penyerangan, jumlah gawang banyak akan melatih kemampuan pemain mengubah arah serangan (switching the point of attack).

  • Menambah bola.

Berlatih dengan menggunakan banyak bola akan membuat pemain sering menyentuh bola. Ini tentunya sangat baik untuk meningkatkan kemampuan ballfeeling pemain. Pemain juga banyak dirangsang untuk melakukan dribble, passing dan control.

  • Memberi batasan waktu.

Sepakbola merupakan permainan yang dibatasi waktu 2 x 45 menit, karena itu memberi batasan waktu dalam small-sided games akan baik untuk membiasakan pemain bermain di bawah tekanan waktu. Secara taktikal, memberi batasan waktu juga akan merangsang pemain melakukan constructiveplay dengan menyerang ke depan.

  • Bek Pasif.

Menempatkan bek pasif akan membiasakan pemain penyerang dalam situasi mendekati pertandingan. Selain itu para penyerang juga akan dilatih untuk menembus barisan pertahanan lawan dengan pressure sesungguhnya.

  • Modifikasi bentuk areal latihan.

Harus diketahui bahwa bentuk areal small-sided games akan sangat berpengaruh terhadap penciptaan repetisi momen.

Memperbesar areal akan mengurangi pressure pada pemain dengan bola, sehingga pemain dirangsang untuk memakai lebar lapangan atau menggunakan long passing. Sebaliknya, mempersempit areal akan meningkatkan pressure. Artinya pemain dirangsang untuk memiliki passing dan receiving yang akurat.

Menurut Suharno yang dikutip oleh Joko Pekik (2002: 11) latihan merupakan suatu proses mempersiapkan organisme atlet secara sistematis untuk mencapai mutu prestasi maksimal dengan diberi beban fisik dan mental yang teratur, terarah, meningkat, dan berulang-ulang. Lebih lanjut Joko Pekik (2002: 11-12) yang dimaksud sistematis merupakan proses latihan yang dilaksanakan secara teratur, terencana, menggunakan pola dan sistem tertentu, metodis, berkesinambungan dari yang sederhana ke yang kompleks, dari yang mudah ke yang sukar dan seterusnya. Berulang dimaksudkan adalah setiap gerakan harus dilatih secara bertahap dan dikerjakan secara berkali-kali sehingga gerakan menjadi efisien. Penyempurnaan merupakan kemampuan dari apa yang telah dimiliki oleh atlet ketingkat yang lebih baik, pendekatan ilmiah merupakan proses latihan yang menggunakan metode yang benar-benar dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara ilmiah bukan faktor kebetulan maupun kesengajaan, dan prinsip pendidikan yang membawa anak kepada tingkatan kemandirian dan kedewasaannya.

Berdasarkan beberapa pendapat diatas yang menjelaskan definisi dari latihan, peneliti menyimpulkan bahwa definisi latihan merupakan suatu proses peningkatan yang dilakukan oleh atlet secara berkesinambungan dan secara sistematis dengan sasaran tertentu untuk mencapai tujuan yang diinginkan yaitu untuk meningkatkan kemampuan dari yang tidak bisa menjadi bisa, dari yang sukar dilakukan menjadi mudah dilakukan dan lain sebagainya.

Menurut Lutan, dkk. (2000: 5) tujuan utama latihan adalah mengembangkan keterampilan dan performa atlet. Menurut Bompa (1994: 5) untuk mencapai tujuan utama dalam latihan, yaitu memperbaiki prestasi tingkat terampil maupun unjuk kerja dari si atlit, diarahkan oleh pelatihnya untuk mencapai tujuan umum latihannya

Dalam penelitian ini menggunakan prinsip spesifik dan variasi karena prinsip spesifik yaitu prinsip yang setiap bentuk latihan yang dilakukan olahragawan memiliki tujuan khusus. Bentuk spesifikasi ini adalah latihan dengan small-sided games tujuannya ialah untuk mengetahui seberapa besar pengaruhnya terhadap ketepatan passing mendatar kaki bagian dalam siswa ekstrakurikuler sepakbola SMAK Thomas Aquino Golewa. Prinsip variasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah bentuk latihan small-sided games yang divariasi kaitannya dengan latihan ketepatan passing mendatar kaki bagian dalam karena prinsip variasi untuk menghindarkan anak dari kejenuhan pada saat latihan, menurut Sukadiyanto (2005:19) bila anak jenuh menyebabkan anak enggan dan resah dalam latihan merupakan kelelahan secara psikologis. Bersumber dari berbagai pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa prinsip latihan adalah kaidah-kaidah atau prosedur yang harus diperhatikan dalam melaksanakan latihan agar sasaran latihan dapat tercapai dengan hasil maksimal

Metode latihan small-sided games dipandang efektif digunakan untuk meningkatkan akurasi passing terutama passing mendatar. Metode small-sided games tersebut dimodifikasi dengan menempatkan di dalamnya beberapa buah gawang kecil sebagai sasaran menembak dan mencetak angka

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen dengan rancangan (desain) The Randomized Pre tes – Posttest Control Group Design (Sugiyono,2010) karena jenis penelitian ini merupakan penelitian True Experimental Design

Penelitian ini terdiri dari dua variabel, yaitu satu variabel bebas dan satu variabel terikat.

  • Variabel bebas dalam penelitian ini, terdiri dari:

Variabel bebas dalam penelitian ini adalah latihan small-sided games. Latihan yang dimainkan di lapangan yang lebih kecil dari lapangan sebenarnya. Bentuk latihan ini menggunakan 4 lawan 4, 4 kali pengulangan dan 3 menit jeda interval   dengan durasi latihan 2 menit.

  • Variabel terikat dalam penelitian ini adalah:

Variabel terikat dalam penelitian ini adalah akurasi passing mendatar menggunakan kaki bagian dalam. Akurasi passing mendatar menggunakan kaki bagian dalam adalah kemampuan dalam menempatkan atau mengoper bola ke sasaran sesuai dengan tujuan

Berdasarkan rancangan desain penelitian yang digunakan serta jenis dan jumlah variabel eterikat dalam penelitian ini, maka metode pengumpulan data penelitian (pretest dan posttest) menggunakan instrument tes dan pengukuran. Tes yang digunakan adalah tes keterampilan mengoper bola rendah (Subagyo Irianto 1995:  9)

Data yang diperoleh melalui hasil penelitian, yakni data akurasi passing kaki bagian dalam, dengan latihan Small  Side  Games dianalisis secara Deskriptif  kuantitatif  yakni mencari  harga  rerata, modus, median, Standar Deviasi dan simpangan baku dari setiap variabel yang diteliti (Koyan, 2012).

HASIL PENELITIAN

Data berikut ini merupakan data hasil pengukuran menggunakan Small Side Games pada kelompok eksperimen yang berjumlah 17 siswa, yang sudah dihitung Gain Score dinormalisas ( GSn)

Data hasil pengukuran pada kelompok eksperimen setelah di hitung Gain Scoredinormalisasi pada kelompok eksperimen yang berjumlah 17 siswa menunjukkan skor tertinggi adalah 0,742 dan skor terendah adalah 0,091. Sebelum menyajikan data tabel frekuensi terlebih dahulu mencari rentangan skor dan kelas interval dari hasil pengukuran menggunakan Small Side Games pada kelompok Eksperimen

Berdasarkan analisis data hasil penelitian diperoleh peningkatan yang signifikan terhadap dua  kelompok yang diteliti, yakni kelompok dan kelompok eksperimen. Pemberian perlakuan selama 16 kali pertemuan dengan frekuensi 4 kali seminggu, selama 3 minggu memberikan pengaruh terhadap akurasi passing mendatar kaki bagian dalam pada siswa ekstrakurikuler SMAK Thomas Aquino Golewa. Berdasarkan  uji statistik diperoleh bahwa nilai pre test dan post test yang sudah dinormalisasi dengan menggunakan gain score dari kelompok Eksperimen dan kelompok kontrol dari latihan  Small Side Games terhadap peningkatan akurasi passing menggunakan kaki bagian dalam diperoleh rata-rata skor pengukuran terhadap akurasi passing mendatar kaki bagian dalam pada siswa ekstrakurikuler SMAK Thomas Aquino Golewauntuk kelompok eksperimen=0,199, dan skor rata-rata pengukuran terhadap akurasi passing mendatar kaki bagian dalam pada siswa ekstrakurikuler  SMAK Thomas Aquino Golewauntuk kelompok kontrol= 0,097. Hasil analisis  menunjukkan  bahwa  skor  rata-rata  pengukuran latihan small Side Games  pada kelompok eksperimen lebih besar dari skor rata-rata pengukuran latihan small Side Games kelompok kontrol. Untuk menguji hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini menggunakan rumus Polled Varians dengan n1≠n2  dengan derajat kebebasan (n1+n2)-2 dengan taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh  thitung = 27,2059, dan nilai ttabeldengan derajat kebebasan (n1+n2)-2 dengan taraf signifikansi 5%= 2,024. Berdasarkan kriteria pengujian tersebut, menunjukkan bahwa thitung  lebih besar dari ttabel(27,2059>2,042). Hasil ini menunjukkan bahwa ada perbedaan skor pengukuran latihan small Side Games antara kelompok ekstrakurikuler yang mendapat latihan Small Side Games, dengan kelompok ekstra kurikuler yang tidak mendapat latihan Small Side Games. Karena ada perbedaan skor pengukuran maka disimpulkan latihan Small Side Games berpengaruh positifter dapat pengaruh latihan small sided games terhadap akurasi passing mendatar kaki bagian dalam pada siswa ekstrakurikuler SMAK Thomas Aquino Golewa .

Berdasarkan temuan penelitian di atas dan dan didukung oleh temuan penelitian lain yang relevan seperti Firdaus Sulkhani (2010) yang berjudul “Pengaruh latihan Small-SidedGames Terhadap Ketepatan Passing padakelompok Sekolah Sepakbola  Hizbul Wathan Yogyakarta Kelompok Umur 10-12 Tahun“.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh latihan small-sided games Terhadap Ketepatan Passing Bawah Siswa Sekolah Sepakbola Hizbul Wathan Yogyakarta Kelompok Umur 10-12 Tahun adalah 84,86%.

Dari hasil penelitian dan penelitian yang relevan  yang dipaparkan membuktikan bahwa latihan Small Side Games pengaruh terhadap akurasi passing mendatar kaki bagian dalam pada siswa ekstrakurikuler SMAK Thomas Aquino Golewa.

Putera (2004: 20) menyatakan bahwa small-sided games (SSG) kini menjadi metode latihan yang paling sering digunakan saat ini. Sifat latihan yang menyajikan situasi permianan membuat pemain bisa mendapatkan aspek teknik, taktik dan fisik sekaligus. Melakukan latihan dengan metode (SSG) jelas lebih menguntungkan pemain sejak awal pemanasan bisa langsung disajikan situasi permainan yang sesungguhnya. Selain itu metode latihan (SSG) selalu mengandung unsur teknik, taktik dan fisik sehigga menggunakan metode ini lebih efisien waktunya.

 

SIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis data, untuk pengujian hipotesis dan pembahasan, dapat disimpulkan  bahwa latihan Small Side Games pengaruh terhadap akurasi passing mendatar kaki bagian dalam pada siswa ekstrakurikuler SMAK Thomas Aquino Golewa. Hal ini dibuktikan dari hasil analisis data yaitudiperoleh rata-rata skor pengukuran  untuk kelompok eksperimen= 0,199, dan  skor  rata-rata pengukuran  untuk  kelompok  kontrol= 0,097 dan  nilai thitung = 27,2059 dan nilai ttabel (α = 5%, dan derajat kebebasan n1+ n2 -1= 30 adalah 2,024

 

SARAN

Denganmengacupadahasilpenelitian, peniliti menyarankan:

  • Untuk Pelaku Sepakbola (pemain danpelatih):

Pada saat latihan perlu adanya pola latihan  yang terprogram dan mempunyai tujuan yang jelas sehingga proses latihan dapat berjalan dengan baik.

2)   Untuk Sekolah:

Dapat dijadikan pedoman untuk menyusun program latihan dalam proses latihan sepakbola yangdisesuaikan dengan kebutuhan.

DAFTAR PUSTAKA

Bompa. 1994. Power Training For Sport. Canada. Mocaic Pres.

Godman, S. 2004. Latihan Usia Muda Penuh Gairah. Yogyakarta: Kick Off.

Iriyanto,P,D. 2002. Dasar Kepelatihan.Yogyakarta. FIK UNY.

Irianto,S. 1995. Penyusunan Tes Keterampilan Bermain Sepakbola bagi Siswa Sekolah Sepakbola Puspor IKIP Yogyakarta. Yogyakarta: FPOKIKIP.

Luxbacher,J,A. 1997. Sepakbola, taktik dan teknik bermain. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Mielke,D. 2007. Dasar-dasar Sepak Bola. Bandung. Pakar Raya.

Muchtar,R. 1992. Olahraga Pilihan Sepakbola. Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan Direktoral Jendral Pendidikan Tinggi Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan 1992.

Scheumann,T. 2008. Sepakbola Moderen. Sebuah Seruan Reformasi Total. Malang: Dioma.

Soedjono. 1983. Mahir Sepakbola. Nuansa Cendeika: Bandung

Soekatmsi. 1988 Permainan Besar 1 Sepakbola. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.

Sucipto, .2000. Sepakbola. Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Bagian Proyek Penataran Guru SLTP Setara D-III Tahun 1999/2000.

Suharno,H,P. 2001 Konsep Dasar Olahraga dan Keolahragaan. Jakarta

Sneyers,J. 1992. Sepakbola Remaja: Petunjuk dan Latihan Bagi Kesebelasan Remaja. Bandung: PT. Rosda Jayaputra.

Tenang,J,D. 2007. Jurus Pintar Main Bola. Bandung. PT Mizan Bunaya Kreativa.

Wahjoedi. 1999 Tes, Pengukuran, Evaluasi dalam Pendidikan Jasmani dan Olahraga. Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Negeri Indonesia Timur.

Wio Bei, Wiljiwianus. P. 2017. Pengaruh Latihan Lari Zig-Zag Dengan Pola Circuit Training Terhadap Kesegaran Jasmani Siswa Ekstrakurikuler Sepak Bola. Jurnal Sportif Vol. 3 Nomor 2 tahun 2017.

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *