PENGARUH LATIHAN  SHUTTLE RUN TERHADAP KECEPATAN TENDANGAN NARAE CHAGI DOJANG KARYA RUTENG

Gaudensius S. Garus1,           Yanuarius R. Natal2,                           Ferdinandus Samri3

 1. Mahasiswa Program Studi PJKR

2,3 Dosen Program Studi  PJKR STKIP Citra Bakti Ngada

gaudensius96@gmail.com

 

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan laribolak balik (Shuttle Run)terhadap tendangan narae chagitaekwondo pada Dojang Karya Ruteng Kabupaten Manggarai Tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian the static-group pretest posttest Design. Populasi penelitian adalah seluruh anggota taekwondodojang Karya Ruteng yang berjumlah 30 orang. Sampel penelitian adalah  adalah anggota taekwondodojang Karya Ruteng masing –masing 15 orang untuk kelompok eksperimen dan 15 orang untuk kelompok kontrol. Data kecepatan tendangan narae chagi diperoleh melalui tes dan pengukuran kecepatan tendangan narae chagi tiga kali pengulangan. Data dianalisis dengan menggunakan statistik inferensial dengan uji-t untuk menguji hipotesis penelitian. Dari perhitungan uji-t di peroleh t-hitung 30,273, karena n1≠n2 dan homogen maka t-tabel  dengan dk =15 +15 – 2 = 28 dengan taraf signifikan α =0,05  (uji dua pihak)  adalah 2,048. Ternyata t-hitung 30,273>t-tabel = 2,048 sehingga H0 ditolak dam H1 diterima. Hal ini berarti ada pengaruh latihan lari bolak balik (shuttle run) terhadap kecepatan tendangan narae chagi dalam olahraga taekwondopada Taekwondoin Dojang Karya Ruteng.Dari rata – rata  kecepatan tendangan Narae chagi pada kelompok  eksperimen  sebesar 2,17/detik  dan berada pada  kategori baik sedangkan kecepatan rata – rata tendangan narae chagi  pada kelompok kontrol 4,25/detik  yang berada pada kategori cukup baik.

Kata  kunci:  Latihan Lari Bolak  Balik (shutle run),kecepatan tendangan Narae chagi, Taekwondo

 

Abstract

This present study aims at investigating whether or not there is a significant effect of shuttle run toward narae chagi taekwondo kick in Dojang Karya Ruteng in Manggarai regency in 2018. This is a quasi-experimental study with static-group pretest posttest design. The population in this study are all 30 members of taekwondo dojangkarya ruteng. They are divided into two groups where 15 members become the experimental group and the other 15 as the control group. The data is collected by asking the sample to kick accurately three times with precise speed measurement. The data is further analysed through inferential statistics and t-test to test the hypothesis. From the t-test it is obtained that tobs=30.273. Since n1≠n2 and homogeneous, thus tcv with df= 15 +15 – 2 = 28 and 5% of significance level is 2.048. Since the tobs>tcv (30.273>2.048), this means that H0 is rejected and H1 is accepted. In total, the speed of the narae chagi kick of the experimental group is 2.17/s, while the speed of the control group is 4.25/s and being categorised as good.

 

Keywords: Shuttle Run, Narae Chagi, Taekwondo

PENDAHULUAN

Pada umumnya olahraga bela diri dapat memperlihatkan seni bertarung atau bertanding dengan karakter masing masing setiap cabang olahraga beladiritermasuk beladiritaekwondo.

Olahraga adalah suatu bentuk aktivitas fisik yang terencana dan terstruktur yang melibatkan gerakan tubuh berulang-ulang dan ditujukan untuk meningkatkan kebugaran jasmani. Kesehatan olahraga adalah upaya kesehatan yang memanfaatkan olahraga untuk meningkatkan derajat kesehatan. Pada tataran filosofis kebermanfaatan aktivitas olahraga bagi keberlangsungan kehidupan manusia secara aksiologis memberikan perimbangan pertumbuhan mind, body and soul yang lazim disebut sport for healt (Samri: Modul 2017: 17).

Natal (2018: 16) aktivitas olahraga menjadi suatu hal yang fenomenal didunia dan menjadi bagian serta life style yang tak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat sehari hari. Upaya menggapai sasaran tersebut, aktivitas olahraga diberikanuntuk memberikan sumbangan yang positif  dan efektif bagi pertumbuhan nilai nilai pokok manusia serta pendorong bagi terciptanya generasi muda sebagai tunas bangsa yang lebih baik dan bertanggung jawab.

Kesehatan olahraga adalah upaya kesehatan yang memanfaatkan olahraga untuk meningkatkan derajat kesehatan. Pada tataran filosofis kebermanfaatan aktivitas olahraga bagi keberlangsungan kehidupan manusia secara aksiologis memberikan perimbangan pertumbuhan mind, body and soul yang lazim disebut sport for healt (Samri: Modul 2017: 17). Dengan majunya dunia teknologi telah memudahkan semua kegiatan, sehingga melahirkan kecenderungan seseorang menjadi kurang bergerak dan berolahraga (hypokinetic), seperti penggunaan remote kontrol, komputer, dan tangga berjalan, tanpa dimbangi dengan aktifitas fisik yang akan menimbulkan penyakit akibat kurang gerak.dalam aktivitas olahraga manusia terpola dalam beberapa bentuk atau kategori olahraga yakni : (1) olahraga pendidikan, (2) olahraga prestasi, (3)  olahraga rekreasi.

Taekwondo merupakan sebagai salah satu cabang olahraga beladiri yang paling banyak disukai dan berkembang di Indonesia terutama anak anak dan remaja.

Taekwondo mempunyai banyak kelebihan pola gerakanya sangat indah dan sistematis. Selain itu taekwondo juga tidak hanya untuk mengajarkan aspek fisik atau aspek untuk kita bertarung tetapi taekwondo juga mengajarkan kita untuk menekankan kita pada aspek disiplin mental dan etika yangbaikbagi setiap orang. Dalam sebuah pertandingan taekwondo kita akan menyaksikan suatu seni dan keindahan dalam aksi dari gerakan dengan kecepatan, kelincahan, dan ketepatan dari tendanganya, baik untuk menyerang lawan maupun untuk bertahan dari serangan lawan dengan tetap menggunakan tendangan. Ini merupakan suatu hal menarik yang dapat membuat kita terkagum dan terhibur jika menyaksikan sebuah pertandingan taekwondo.

Teknik tendangan merupakan salah satu teknik andalan yang banyak digunakan dalam pertandingan taekwondo dibandingkan dengan tekniklainya, inilah keidentikan dan kekhasan beladiri taekwondo yang membedakan olahraga taekwondo dengan cabangolahraga beladiri lainya.Tendangan merupakan senjata atau teknik andalan bagi seorang taekwondo, sehingga dalam pembinaan prestasi taekwondo lebih banyak ditekankan pada penguasaan teknik teknik tendangan.

Gerakan kaki pada tendangan Narae Chagi:tendangan ganda kearah samping dilakukan langsung sebelum kaki yangsatunya turun menyentuh tanah. Seorang atlet taekwondo tidak mampu melakukan tendangan Narae Chagi yang cepat apabila kekuatan otot tungkai lemah karena kurangnya tenaga pendorong awal pada otot tungkai saat mengangkat kaki dan menyentakan kaki pada saat menendang. Dojang Karya ruteng merupakan salah satu dojang yang berada di Kota Ruteng Kecamatan Langke Rembong Kabupaten Manggarai yang sudah cukup terkenal didaratan Flores. Banyak taekwondo Dojang Karya Ruteng yang menjadi atlet Kabupaten Manggarai yang mampu berlaga atau bersaing dalam kejuaraan antar Kabupaten. Keberhasilan ini tidak terlepas dari latihan yang diberikan oleh pelati (sabeum) mulai dari pembinaan mental, fisik,teknik, dan taktik. Dalam pemanfaatanya teknik tendangan narae chagi merupakan salah satu teknik menyerang yang sangat dibutuhkan oleh taekwondoin dalam bertanding karena keefektifanya dalam menghasilkan poin dengan unsur kecepatanya. Di Dojang Karya Ruteng menjadikan tendangan narae chagi sebagai salah satu tendangan andalan bagi para taekwondoin. Namun masih terdapat taekwondoin Dojang Karya Ruteng yang belum sempurna menguasai teknik Narae chagi terutama pada unsur kecepatan tendangannya, oleh karena itu untuk meningkatkan keterampilan terutama pada unsur kecepatan tendangan para taekwondoin yang ada di Dojang Karya Ruteng.  Peneliti merasa perlu adanya sebuah penelitian sebagai salah satu solusi dalam proses latihan guna meningkatkan keterampilan kecepatan tendangan Narae chagi para taekwondoin yang ada di Dojang Karya Ruteng.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Firky ciptadi (2012) yang berjudul ‘’pengaruh latihan lari bolak balik (shuttle run) terhadap kecepatan menggiring bola di ekstrakurikuler sepak bola MTS negeri 2 magelang‘ dimana terjadi terjadi peningkatan rata rata kemampuan menggiring bola ekstrakurikuler sepak bola MTS negeri 2 magelang meningkat sebesar 2.54. kemampuan meningkat minimal dan maksimal pada pretest dan postest yaitu minimal pretest 17.22 menjadi 17.98 pada .selanjutnya kemampuan maksimal pretest 57.14 menjadi posttest 58.42 pada posttest.

Berdasarkan uraian di atas maka peneliti mencoba melakukan penelitian untuk mengetahui Pengaruh Latihan Lari Bolak Balik (Shuttle Run) Terhadap Kecepatan Tendangan Narae Chagi Taekwondo Dojang Karya Ruteng KabupatenManggarai. Permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini adalah Adakah pengaruh latihan lariBolak Balik (Shuttle Run)terhadap tendangan narae chagi taekwondo Dojang Karya Ruteng Kabupaten Manggarai. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh latihan lari bolak balik (Shuttle Run)terhadap tendangan narae chagi taekwondo pada Dojang Karya Ruteng Kabupaten Manggarai.

KAJIAN LITERATUR

Taekwondo adalah olahraga beladiri modern yang berasal dari Korea. Taekwondo berasal dari kata Tae, yaitu kaki artinya menghancurkan dengan tendangan, Kwon, yaitu tangan artinya menghantam dan mempertahankan diri dengan tangan, dan Do, yaitu seni artinya cara mendisiplinkan diri. Dengan demikian taekwondo artinya seni bela diri yang menggunakan teknik kaki dan tangan kosong. Taekwondo Indonesia (TI) didirikan pada tanggal 26 Maret 1981 di Jakarta. PBTI sekarang telah mengikuti pertandingan Internasional, antara lain SEA Games XV/1989 dan XVI/1991, kejuaraan dunia di Jerman tahun 1989, di Athena tahun 1992, dan Ekshibisi di Olympic Games Barcelona XXV/1992.

Taekwondo mempunyai banyak kelebihan, tidak hanya mengajarkan aspek fisik semata, seperti keahlian dalam bertarung, tetapi Juga menekankan pengajaran aspek disiplin mental. Dengan demikian, taekwondo akan membentuk sikap mental yang kuat dan etika yang baik bagi orang yang secara sungguh-sungguh mempelajarinya. Taekwondo mengandung aspek filosofi yang mendalam sehingga dalam mempelajari taekwondo, pikiran, jiwa, dan raga secara menyeluruh akan ditumbuhkan dan dikembangkan. Taekwondo berarti seni beladiri yang menggunakan teknik sehingga menghasilkan suatu bentuk keindahan gerakan. Narae chagi merupakan salah satu tendangan dasar dalam beladiri taekwondo, karena Narae chagi merupakan tendangan  yang mudah untukmenghasilkan poin saat bertanding dan powertendangan yang dihasilkan juga sangat besar, maka banyak Taekwondoinyang sering melakukan tendangan ini pada saat pertandingan kyorugi. Power yang besar tersebut disebabkan oleh adanya putaran awal oleh kekuatan pinggang, putaran tumpuan kaki dan tungkai sebelum melakukan tendangan.Bagian yang digunakan untuk perkenaan dari Narae chagi adalah bagian bal deung (punggung kaki). Narae chagi adalah variasi tendangan dollyo. Dilakukan dengan mengangkat lutut kanan terlebih dahulu kemudian kaki dilecutkan kedepan, lalu jatuhkan kaki dengan perlahan dilantai kemudian diikuti mengangkat lutut kiri yang kemudian kaki dilecutkan. Gerakan ini seperti menendang dengan melompat diudara. Tendangan narae chagi dapat dilakukan  dengan cara sebagai berikut: (1) berdiri pada posisi siap (2) berdiri pada posisi kaki yang siap mau menendang berada dibelakang dan kaki untuk bertumpu berada di depan. (3) tumpuan berdiri pada kaki bagian depan sedangkan kaki bagian belakang siap untuk melakukan tendangan (4) kedua tangan dikepal saat melakukan tendangan agar menjaga keseimbangan (5) badan tegak rileks (6) mata memandang kearah sasaran tendangan.Kecepatan adalah kemampuan untuk melakukan gerakan gerakan secara cepat dalam waktu yang sesingkat singkatnya. Kecepatan disebut juga sebagai kemampuan seorang untuk mengerjakan gerakan yang berkesinambungan dalam bentuk yang sama dalam waktu yang singkatnya. Menurut  Sajoto (1995: 9) ada beberapa prinsip  yang harus dilakukan untuk melatih kecepatan yaitu: 1) sebelum Latihan taekwondoin harus melakukan pemanasan (joging and strecthing). 2) Taekwondoini harus dalam kondisi yang segar (tidak dalam kondisi yang lemah). 3) Gerak dilakukan dari hal yang sederhana ke yang kompleks dari yang mudah ke hal yang sulit dan dari gerak yang lambat menjadi semakin cepat. 4) Setelah selesai latihan harus melakukan pendinginan agar kondisinya kembali normal secara bertahap. 5) Disediakan aktu recovery yang penuh setelah latihan kecepatan.Penelitian eksperimen ini menggunakan dua variabel, yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah latihan lari bolak balik (shuttle run) yaitu variabel perlakuan yang mempengaruhi variabel terikat. Sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah kecepatan tendangan dalam melakukan tendangan narae chagi taekwondo dojangyang merupakan akibat dari adanya pengaruh  variabel bebas.

Metode Penelitian

Penelitian ini di lakukan di dojang karya ruteng kabupaten manggarai waktu yang dibutuhkan dalam melaksanakan penelitian ini adalah satu bulan yaitu bulan april tahun 2018. Bentuk desain penelitian menggunakan The Static-Group Pretest PosttestDesign. Untuk memperoleh hasil eksperimen yang baik, harus disertakan dan dijelaskan mengenai validitas internal dan validitas ekspternal penelitian. Validitas eksternal penelitian adalah validitas mengenai sejauh mana hasil penelitian dapat digeneralisasikan terhadap populasi. Populasi penelitian ini adalah seluruh anggota taekwondo dojang Karya Ruteng yang berjumlah 30 orang. Sampel penelitian dalam penelitian ini adalah anggota taekwondo dojang Karya Ruteng .karena jumlahnya sedikit yaitu 30 orang maka semua populasi dijadikan sampel dan terdiri atas dua kelompok yang setara masing –masing 15 orang untuk kelompok eksperimen dan 15 orang untuk kelompok kontrol. Uji kesetaraan kelas dilakukan dengan uji t; jika nilai t hitung tidak signifikan, maka kedua kelas tersebut adalah setara.

Teknik sampling yang digunakan untuk menentukan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, adalah  random sampling terhadap kelompok, dengan menggunakan teknik undian. Besarnya anggota sampel penelitian adalah sesuai dengan banyaknya siswa yang ada pada kedua kelompok tersebut secara utuh (intac group). Untuk mengumpulkan data tentang hasil tendangan peneliti menggunakan teknik tes dan  pengukuran. Tes dan pengukuran kecepatan tendangan narae chagi tiga kali pengulangan pada penelitian ini menggunakan bentuk tes kecepatan tendangan yang dimodifikasi sesuai kebutuhan penelitian dari model tes dan pengukuran kecepatan tendangan. Sebelum dilakukan pengujian hipotesis, maka perlu dilakukan uji prasyarat. Pengujian data hasil pengukuran yang berhubungan dengan hasil penelitian bertujuan untuk membantu analisis agar menjadi lebih baik. Untuk itu dalam penelitian ini akan diuji normalitas sebaran dan uji hipotesis. Sebelum dilakukan analisis pengujian hipotesis, terlebih dahulu melakukan pengujian persyaratan hipotesis yaitu uji normalitas dan uji homogenitas.

Hasil Penelitian

Narae chagi merupakan salah satu tendangan dasar dalam  beladiri taekwondo, karena Narae chagi merupakan tendangan  yang mudah untuk menghasilkan poin saat bertanding dan power tendangan yang dihasilkan juga  sangat besar. Kecepatan adalah kemampuan untuk bergerak atau berpindah  tempat pada seluruh tubuh atau bagian tubuh tertentu dalam waktu yang singkat.

Shuttle Run adalah kemampuan seseorang dalam merubah arah dalam posisi-posisi di arena tertentu. Jadi shuttle run adalah tes untuk mengukur kelincahan kaki dan tujuan dari shuttle run adalah untuk melatih mengubah gerak tubuh arah lurus.

Penelitian ini adalah kuantitatif yang terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol yang menggunakan desain The Static-Group Pretest Posttest Design yang dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya akibat dari treatment yang dikenakan pada sampel penelitian. Selanjutnya sampel dibagi menjadi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen yang dikenakan treatment dan kelompok kontrol yang tidak diberikan treatment.Instrumen tes dan pengukuran kecepatan tendangan narae chagi dilakukan sebanyak tiga kali pengulangan. Pada penelitian ini menggunakan bentuk tes kecepatan tendangan yang dimodifikasi sesuai kebutuhan penelitian dari model tes dan pengukuran kecepatan tendangan. Berikut ini adalah hasil rekapan skor pretest kecepatan tendangan narae chagi.

 

 

Tabel 1.Skor Pretest Kecepatan Tendangan Narae Chagi.

KR Hasil tes kecepatan Tendangan Narae Chagi  

SD

Pretest Postest Rerata
TW1 4,16 1,57 2,86 1,831407
TW2 3,94 0,90 2,42 2,144891
TW3 3,62 0,86 2,24 1,956329
TW4 3,21 0,57 1,89 1,864405
TW5 3,69 1,00 2,35 1,89976
TW6 2,45 0,84 1,65 1,136085
TW7 3,27 0,25 2,26 2,840212
TW8 3,14 0,59 1,87 1,805479
TW9 3,42 0,75 2,09 1,892689
TW10 2,66 0,88 1,77 1,261007
TW11 2,91 0,24 1,58 1,887975
TW12 3,21 1,02 2,12 1,54385
TW13 3,35 0,87 2,11 1,753625
TW14 3,98 0,64 2,31 2,361737
TW15 2,83 0,78 1,81 1,449569
Jumlah 50,84 11,77 31,31 27,63
Rata-rata 3,39 0,78 2,09 1,84
Nilai Maksimum 4,27 1,57 2,86 2,84
Nilai Minimum 2,45 0,24 1,58 1,14

Dapat diketahui bahwa tidak ada responden yang meraih skor kecepatan narae chagi dalam rentangan waktu 1,58 – 1,84 detik, responden yang  memperoleh  skor antara 1,85 – 2,11 sebanyak 4 orang, dan responden yang mempeoleh skor 2,12 – 2,30 sebanyak 3 orang. Responden yang memperoleh skor antara 2,39-2,65 sebanyak 6 orang, dan responden yang memperoleh skor antara 2,66 – 2,92  sebanyak 1 orang. Untuk tinggi rendahnya kecepatan narae chagi maka skor yang diperoleh siswa dikonversikan dengan  variabel pengkategorian skala lima teoritik.

Tabel 2. pengkategorian skala lima teoritik.

Jumlah Skor Kategori
7,4 <9,8 Sangat tidak baik
5,8<7,4 Kurang baik
4,2<5,8 Cukup Baik
2,4<4,2 Baik
0,2<2,4 Sangat Baik

Dari table di atasmakadapatdiketahuibahwa rata- rata kecepatan narae chagi berada pada rentangan 2,15< 2,4. Oleh karena itu maka dapat disimpulkan bahwa kecepatan narae chagi kelompok eksperimen  berada pada ketegori baik dengannilai rata- rata = 2,17. Uji normalitas tidak lain sebenarnya adalah mengadakan pengujian terhadap normal tidaknya sebaran data yang akan dianalisis. Pengujian dilakukan tergantung  variabel yang akan diolah. Pengujian normalitas sebaran data menggunakan Kolmogorov-Smirnov Test dengan bantuan SPSS 16.00 Berdasarkan  hasil analisis uji t di atas di peroleh di atas di peroleh nilai thitung sebesar 30,273  dan t tabel untuk dk =15 +15 – 2 = 28 dengan taraf signifikan α =0,05 (uji du pihak) adalah 2,048. Karena t tebel 2,048 lebih kecil dari  t-hitung -30,273, maka Ho di tolak dan H1 di terima. Kesimpulannya latihan LariBolak Balik (Shuttle Run) berpengaruh signifikan terhadap Kecepatan Tendangan Narae Chagi Taekwondo Dojang Karya Ruteng Kabupaten Manggarai.Berdasarkan  hasil uji  normalitas di atas diketahui bahwa nilai  signifikakansi adalah 0,865. Pada taraf signifikaknsi 5% (0,05). Oleh karena signifikansi 0,865  > 0,05 (5%) maka kesimpulannya data berdistribusi normal. Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui kesamaan sampel yaitu kelompok eksperimen dan kelompok control harus mempunyai kemampuan awal yang sama sehingga dapat diketahui pengaruh setelah diberi perlakuan yang berbeda pada kedua kelompok tersebut.Berdasarkan  hasil analisis uji t di atas di peroleh nilai t-hitung sebesar -30,273  dan t tabel untuk dk =15 +15 – 2 = 28 dengan taraf signifikan α =0,05  (uji dua pihak)  adalah 2,048. Karena t tebel 2,048 lebih kecil dari  t-hitung -30,273, maka Ho di tolak  dan H1 di terima. Kesimpulannya bahwa latihan laribolak balik (Shuttle Run) berpengaruh signifikan terhadap kecepatan tendangan narae chagi  taekwondo dojang Karya Ruteng Kabupaten Manggarai.

Berdasarkan  analisis nilai rata – rata  kecepatan tendangan narae chagi diketahui bahwa rata – rata  kecepatan narae chagi pada kelompok  siswa yang mendapat latihan lari bolak balik(shuttle run)  sebesar 2,17/detik  dan berada pada  kategori baik. Sedangkan kecepatan rata – rata tendangan narae chagi  pada kelompok siswa yang mendapat latihan biasa  4,25/detik  yang berada pada kategori cukup baik. Dari  hasil analisis rata – rata antara kelompok siswa yang mendapat latihan lari bolak balik (shuttle run) dan kelompok siswa yang mendapat latihan biasa  diatas dapat disimpulkan bahwa latihan laribolak balik (shuttle run)berpengaruh signifikan terhadap kecepatan tendangan narae chagi taekwondo Dojang Karya Ruteng Kabupaten Manggarai.

Berdasarkan  hasil analisis uji t di atas di peroleh nilai  thitung sebesar -30,273  dan ttabel untuk 28 dengan taraf signifikan α =0,05  (uji dua pihak)  adalah 2,048. Karena ttabel 2,048 lebih kecil dari  t-hitung -30,273, maka H0 di tolak  dan H1 di terima. Kesimpulannya bahwa latihan laribolak balik (shuttle run) berpengaruh signifikan terhadap kecepatan tendangan narae chagi  taekwondo Dojang Karya Ruteng Kabupaten Manggarai.

Dalam penelitian ini kecepatan tendangan narae chagi mengalami peningkatan yang signifikan setelah mendapat latihan lari bolak balik(shuttle run) narae chagi merupakan salah satu tendangan dasar dalam  beladiri taekwondo, karena Narae chagi merupakan tendangan  yang mudah untuk menghasilkan poin saat bertanding dan power tendangan yang dihasilkan juga  sangat besar. narae chagi  adalah variasi tendangan dollyo dilakukan dengan mengangkat lutut kanan terlebih dahulu kemudian kaki dilecutkan kedepan, lalu jatuhkan kaki dengan perlahan dilantai kemudian diikuti mengangkat lutut kiri yang kemudian kaki dilecutkan. Gerakan ini seperti menendang dengan melompat diudara. Dalam sebuah pertandingan kyorugi, tendangan ini sering diarahkan pada badan (momtong) dan kepala (eolgol). tendangan narae chagi diperlukan waktu (timming) yang tepat karena setelah melakukan tendangan narae chagi tubuh akan berada pada posisi yang labil sehingga seorang atlet tidak dapat menjaga keseimbangan tentunya pihak lawan akan segera melakukan perlawanan membalas tendangan.kecepatan adalah kemampuan untuk bergerak atau berpindah  tempat pada seluruh tubuh atau bagian tubuh tertentu dalam waktu yang singkat.

Tendangan narae chagi  dapat ditingkatkan dengan latihan lari bolak balik (shuttle run). shuttle run adalah tes untuk mengukur kelincahan kaki dan tujuan dari shuttle run adalah untuk melatih mengubah gerak tubuh arah lurus.

Sejalan dengan temuan ini, penelitian lari bolak balik (shuttle run) menujukan bahwa ’pengaruh latihan lari bolak balik (shuttle run) terhadap kecepatan menggiring bola terjadi peningkatan rata rata kemampuan menggiring bola meningkat sebesar 2,54 kemampuan meningkat minimal dan maksimal pada pretest dan postest yaitu minimal pretest 17,22 menjadi 17,98. selanjutnya kemampuan maksimal pretest 57,14 menjadi posttest 58,42 pada posttest. berdasarkan analisis uji pengaruh didapat nilai dari hitung > t tabel 3,086 > 2,069 artinya hipotesis diterima (Ciptadi,2012).Hasil penelitian widyasari (2008) menemukan Identifikasi teknik tendangan narae chagi yang dominan dalam pertandingan taekwondo. Penelitian tersebut bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh efektivitas narae chagi dalam membuka serangan pada pertandingan taekwondokyorugi. Hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa teknik tendangan yang digunakan dalam cabang olahraga beladiri taekwondo paling sering menggunakan narae chagi saat bertanding, karena narae chagi merupakan teknik tendangan yang paling mudah dan efektif digunakan untuk mencari poin.

SIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis data penelitian dapat disimpulkan bahwa, terdapat pengaruh yang signifikan latihan bolak balik (shuttle run) terhadap kecepatan tendangan narae chagi dalam olahraga Taekwondo pada Taekwondoin Dojang Karya Ruteng. Hal ini ditunjukan oleh hasil penelitian yakni: (1) Rata – rata kecepatan tendangan Narae chagi pada kelompok eksperimen sebesar 2,172 dan berada pada kategori baik sedangkan kecepatan rata – rata tendangan narae chagi  pada kelompok kontrol 4,25 yang berada pada kategori cukup. Dari  hasil analisis rata–rata antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol di atas dapat disimpulkan bahwa latihan LariBolak Balik (Shuttle Run) berpengaruh signifikan terhadap Kecepatan Tendangan Narae Chagi Taekwondo Dojang Karya Ruteng Kabupaten Manggarai, (2)  Hasil analisis uji t di atas di peroleh nilai  t-hitung sebesar -30,273  dan t tabel untuk dk =15 +15 – 2 = 28 dengan taraf signifikan α =0,05 (uji dua pihak)  adalah 2,048. Karena t tebel 2,048 lebih kecil dari  t-hitung -30,273, maka Ho di tolak  dan H1 di terima. Kesimpulannya  latihan laribolak balik (shuttle run) berpengaruh signifikan terhadap kecepatan tendangan narae chagi taekwondo dojang karya ruteng kabupaten manggarai.

Saran

Berdasarkan temuan temuan dalam penelitian, pembahasan dan simpulan di atas maka beberapa saran yang diajukan antara lain sebagai berikut.(1) Bagi pelatih, Penelitian ini dapat menjadi masukan ilmu pengetahuan  dalam pengembangan pelatihan khususnya dalam hal latihan  kecepatan tendangan  Narae chagi , (2) Bagi  Para taekwondoin, Penelitian ini dapat menjadi  salah satu acuan dalam meningkatkan kualitas latihan tendangan dalam olahraga beladiri taekwondo khusunya Dojang Karya Ruteng,(3)Bagi penelti , Diharapkan dapat meningkatkan keterampilan tendangan naraechagi dan memenuhi syarat keberhasilan studi di STKIPCitra Bakti

DaftarPustaka

Dayton.2009. Populasi dan Sampel. Jakarta: Buku Kedokteran.

Freeman, 2010. Olahraga pendidikan. Jakarta: PT Persada.

Samri ferdi.

Langkor (lembaga akreditasi nasional keolahragaan). 2007. Teori keplatihan dasar. Jakarta: kementrian negara pemuda dan olahraga ( artikel).

Lubis , johansyah , dan wardoyo , hendro. 2014. Pencak silat –edisi kedua . jakarta: Rajawali Pers

Natal , Y. R . 2018 . Manajemen Pembinaan Olahraga Atletik Lari Jarak Jauh 10.000 Meter Pada PASI Provinsi NTT. Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti. Ngada

Pratiwi. 2008. Tendangan pemungkas sang Ap-ball huirigi indonesia. Jakarta:  Pustaka Intemesa.

Warwick. 2009. Populasi dan Sampel. Bandung: ITB

Wahjoedi, 2000. Tes, Pengukuran, Evaluasi dalam Pendidikan Jasmani dan Olarahga. Singaraja: Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri Indonesia

Yoyok Suyardi. 2002. Taekwondo poomse tae geuk. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

http://mulply-journal-aamufti.Mufti hidayat. 2008. Program latihan taekWonDo.

http://www.koni.or.id/documents/journal periodesasi latihan kekuatan untuk olahraga dominan kecepatan olehdidikzafarizidik. Pdf htm.

http://id.wikipedia.org/w/index. Php?title=lari&oldid=9025485 (diunduh pada tanggal 30februari 2018).

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *