HUBUNGAN ANTARA LINGKUNGAN BELAJAR DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SD GUGUS III A, III B DAN GUGUS IV KECAMATAN GOLEWA TAHUN 2017/2018

Monika Roa1 , Dek Ngurah Laba Laksana2 , Konstantinus Dua Dhiu3

1)Mahasiswa Program Studi PGSD 2,3) Dosen STKIP Citra Bakti Program Studi PGSD, STKIP Citra Bakti

Monikaroa2018@gmail.com

 

ABSTRAK

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Lungkungan belajar dan Motivasi belajar dengan hasil belajar IPS pada siswa kelas IV  SD Gugus III A, III B dan  IV Kecamatan Golewa.  Penelitian ini merupakan penelitian Ex Post Facto, populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV Gugus III A, III B dan  IV yang berjumlah 134 orang. Data dikumpulkan dengan metode angket dan butir soal IPS yang sudah diuji validitasnya.Uji prasyarat anlisis data meliputi uji notmalitas sebaran data, uji lineritas hubungan, uji multikolinearitas, dan uji hipotesis. Teknik analisis data untuk hipotesis pertama dan kedua menggunakan analisis regresi sederhan, sedangkan untuk hipotesis ketiga menggunakan analisis regresi ganda pada taraf signifikansi 5%.1) terdapat hubungan yang positiv dan signifikan antara lingkungan belajar dengan hasil belajar IPS. Hal ini ditujukan dari hasil penglahan data diperoleh Y atas X1 adalah  Ŷ=  88,219+0,17 X1 dengan  kontribusi sebesar 0,30%.  2)Terdapat hubungan yang positif  dan signifikan antara motivasi belajar dengan hasil belajar IPS. Hasil pengolahan data diperoleh Y atas X2 adalah Ŷ=99,538+0,175 Xdengan kontribusi sebesar  0,27%.3) Terdapat hubungan yang positiv antara lingkungan belajar dan motivasi belajar dengan hasil belajar IPS siswa. Hasil pengolaan data diperoleh Ry (1,2) =0,102, R2 = 0,010. Ini  berarti  secara  bersama –sama  lingkungan  dan motivasi  belajar  dengan hasil belajar IPS dengan persamaan Ŷ=100.684+0,015X1+0,175X2 dengan kontribusi sebesar  0,11%.

 

Kata-kata kunci: Lingkungan Belajar, Motivasi Belajar, Hasil Belajar.

ABSTRACT

This study aims to determine the relationship between Lungkungan learning and Motivation to learn with the results of social studies learning for fourth grade elementary school students in Group III A, III B and IV Golewa Distric. Penelitian ini merupakan penelitian Ex Post Facto, populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV Gugus III A, III B dan Gugus IV yang berjumlah 134 orang.This research is an Ex Post Facto study , the population in this study were students in class IV Group III A, III B and Group IV which amounted to 134 people Data dikumpulkan dengan metode angket dan butir soal IPS yang sudah diuji validitasnya..Metode angket digunakan untuk mengumpulkan data lingkungan belajar dan motivasi belajar sedangkan butir soal untuk mengumpulkan hasil belajar IPS.The questionnaire method is used to collect data on the learning environment and learning motivation while the items to collect social studies learning outcomes. Uji prasyarat anlisis data meliputi uji notmalitas sebaran data, uji lineritas hubungan, uji multikolinearitas, dan uji hipotesis. Data analysis prerequisite tests include data distribution notmality test, relationship linearity test, multicollinearity test, and hypothesis testing. Teknik analisis data untuk hipotesis pertama dan kedua menggunakan analisis regresi sederhan, sedangkan untuk hipotesis ketiga menggunakan analisis regresi ganda pada taraf signifikansi 5%. Data analysis techniques for the first and second hypotheses using simple regression analysis, while for the third hypothesis using multiple regression analysis at a significance level of 5%. Berdasarkan hasil penelitian dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1) terdapat hubungan yang positiv dan signifikan antara lingkungan belajar dengan hasil belajar IPS.1) there is a positive and significant relationship between the learning environment and social studies learning outcomes. Hal ini ditujukan dari hasil penglahan d ata diperoleh persamaan regresi Y atas X1 adalah Ŷ= 88,219+0,17 X 1 dengan kontribusi sebesar 0,30%. This is intended from the results of the exploration and the regression equation Y for X1 is Ŷ = 88.219 + 0.17 X 1 with a contribution of 0.30%. 2)Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi belajar dengan hasil belajar IPS. 2) There is a positive and significant relationship between learning motivation and social studies learning outcomes. Hasil pengolahan data diperoleh persamaan regresi Y atas X2 adalah Ŷ= 99,538+0,175 X 2 dengan kontribusi sebesar 0,27% .3) Terdapat hubungan yang positiv antara lingkungan belajar dan motivasi belajar dengan hasil belajar IPS siswa. Data processing results obtained by the Y for X2 = 99.538 + 0.175 X 2 with a contribution of 0.27%. 3) There is a positive relationship between the learning environment and learning motivation with students’ social studies learning outcomes. Hasil pengolaan data diperoleh Ry (1,2) =0,102, R 2 = 0,010. The results of data processing were obtained by Ry (1,2) = 0,102, R 2 = 0,010. Ini berarti secara bersama – sama lingkungan dan motivasi belajar dengan hasil belajar IPS dengan persamaan Ŷ=100.684+0,015X 1+ 0,175X2 dengan kontribusi sebesar 0,11%. This means that together the environment and learning motivation with social studies learning outcomes with the equation Ŷ = 100.684 + 0.015X 1+ 0.175X2 with a contribution of 0.11%.Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa terdapat hubungan antara lingkungan belajar dan motivasi belajar dengan hasil belajar IPS pada siswa kelas IV SD gugus III A, III B dan gugus IV di kecamatan golewa tahun 2017/2018.

 

Kata-kata kunci : Lingkungn Belajar, Motivasi Belajar, Hasil Belajar.Key Words : Learning Environment, Learning Motivation , Learning Outcomes.

 

PENDAHULUAN

Belajar adalah proses perubahan tingkah laku. Maka perubahan tingkah laku yang diharapkan dari proses belajar disebut hasil belajar. Hal ini sesuai dengan pendapat Sumiati (2009:38) menyatakan bahwa, “belajar dapat diartikan sebagai proses perubahan perilaku. Jadi perubahan perilaku adalah hasil belajar”. Menurut Dimyati dan Mudjiono (1999:250-251) mengungkapkan bahwa, “hasil belajar merupakan hal yang dapat dipandang dari dua sisi yaitu sisi siswa dan dari sisi guru”. Sedangkan menurut Slameto (dalam Hadis, 2006: 60),  belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri. Belajar juga merupakan suatu usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku. Perubahan itu terjadi karena adanya usaha dan  pengalaman dalam berinteraksi dengan lingkungan.

Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di alam sekitar yang memiliki makna  atau pengaruh tertentu kepada individu. Proses belajar memerlukan interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya karena setiap proses pembelajaran tidak akan lepas dengan lingkungan belajar. Pada saat proses belajar siswa membutuhkan lingkungan yang nyaman, tenang, kondusif dan mendukung untuk belajar (Arikunto, 2009 : 46).

Lingkungan yang kondusif diperlukan agar  dapat memotivasi siswa untuk belajar dan berkonsentrasi dengan baik sehingga dapat menyerap materi yang sedang dipelajari dengan lebih mudah. Lingkungan yang kurang kondusif akan mengganggu proses belajar sehingga siswa akan terhambat dalam menyerap materi yang dipelajari. Kondisi lingkungan sekolah seperti letak sekolah, kondisi ruang kelas dan keadaan di dalamnya akan mempengaruhi motivasi belajar dan proses belajar siswa di sekolah. Sedangkan keadaan rumah, tempat belajar dan lingkungan sekitar tempat tinggal akan mempengaruhi proses belajar siswa di luar sekolah.

Motivasi dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsik mengacu pada faktor-faktor dari dalam, tersirat baik dalam tugas itu sendiri maupun pada diri siswa. Timbulnya motivasi itu tidak memerlukan rangsangan dari luar karena memang telah ada dalam diri individu sendiri, yaitu sesuai atau sejalan dengan kebutuhannya. Sedangkan motivasi ekstrinsik mengacu pada faktor-faktor dari luar dan ditetapkan pada tugas atau pada siswa oleh guru. Motivasi ini timbul karena adanya rangsangan dari luar individu. Misalnya, dalam bidang pendidikan adalah pemberian penghargaan, pujian, hukuman dan celaan. Pendapat ini menyatakan bahwa penyebab tingkah laku manusia terletak pada suatu kontinum antara dua ujung, yaitu lokus kendali internal dan lokus kendali eksternal  ( Davis, 1991 : 216).

Motivasi dalam belajar dapat menumbuhkan hasrat dan keinginan untuk belajar yang lebih bermakna. Kegiatan pembelajaran yang telah dipersiapkan oleh guru diharapkan dapat berjalan sesuai dengan apa yang telah direncanakan dan tujuan yang ingin dicapai. Salah satu tujuan pembelajaran itu adalah adanya perubahan tingkah laku yang berupa sikap ilmiah siswa dan peningkatan prestasi belajar. Upaya yang dilakukan siswa maupun guru untuk mencapai tujuan tersebut terdapat faktor motivasi yang berasal dari dalam diri siswa, dimana hal ini tidak bisa diabaikan oleh seorang guru. Siswa yang telah termotivasi untuk belajar akan menunjukkan kreativitas dan potensi secara lebih mendalam saat mengikuti pelajaran di kelas. Peranan yang khas dari motivasi adalah dalam hal menumbuhkan potensi dan  gairah, merasa senang dan semangat untuk belajar, (dalam Prabawati 2014:3).

Sementara itu, Sardiman (2012: 75) mengatakan seorang siswa yang memiliki intelegensi cukup tinggi, boleh jadi gagal karena kekurangan motivasi. Setiap siswa memiliki motivasi belajar yang berbeda, ada yang tinggi dan ada yang rendah. Oleh karena itu, motivasi   belajar siswa harus selalu ditumbuhkan karena kegagalan dalam belajar tidak hanya disebabkan oleh pihak siswa, tetapi mungkin dari guru yang tidak berhasil menumbuhkan motivasi belajar siswa  sehingga minat belajar siswa menurun  dan semangat belajar menjadi semakin berkurang. Sehingga seorang guru dituntut agar mampu berperan sebagai motivator yang sangat berperan penting dalam meningkatkan kegairahan dan pengembangan kegiatan belajar siswa.

Prosespembelajaran yang dilaksanakan oleh guru merupakan sistem informasi kepada siswa yang didalamnya didukung oleh berbagai faktor yang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Diantaranya,  media pembelajaran, alat peraga, sarana dan sumber pelajaran, alokasi waktu yang tersedia, dan strategi yang dituangkan dalam rencana pembelajaran. Untuk meningkatkan motivasi belajar serta hasil belajar siswa

Bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan akan tetapi jika hal ini berhasil diaplikasikan maka akan sangat besar pengaruhnya terhadap prestasi belajar siswa. Bagaimana pun juga, baik itu buku mahal, video pembelajaran berkualitas, teknik mengajar yang baik, jika motivasi belajar siswa tidak ada maka semua itu tidak ada pengaruhnya sama sekali. Agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan efektif, guru harus memberikan kesempatan belajar bagi siswa baik kualitas maupun kuantitas. Kesempatan belajar siswa dapat ditingkatkan dengan cara melibatkan siswa secara aktif dalam belajar. Guru harus menunjukkan keseriusan saat mengajar sehingga dapat membangkitkan minat serta motivasi siswa untuk belajar. Selain itu guru harus mengetahui tentang objek yang akan diajarnya sehingga dapat mengajarkan materi pembelajaran dengan penuh dinamika dan inovasi. Demikian halnya dengan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di Sekolah dasar. Guru perlu memahami hakikat pembelajaran IPS.

Ilmu Pengetahuan Soial (IPS) berhubungan dengan bidang studi yang mempelajari, menelaah, menganalisis gejala dan masalah sosial di masyarakat dengan meninjau dari berbagai aspek kehidupan atau satu perpaduan, sehingga bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu ilmu integrasi dari berbagai cabang ilmu–ilmu sosial, seperti sosiologi, antropologi budaya, psikologi sosial, sejarah, geografi, ekonomi, ilmu politik dan sebagainya. Selain itu IPS juga merupakan ilmu yang bersifat empirik dan membahas tentang fakta serta gejala sosial yang ada dimasyarakat. Fakta dan gejala soslial tersebut menjadikan pembelajaran IPS tidak hanya verbal tetapi juga faktual. Pembelajaran IPS di SD diharapkan dapat menjadi wahana bagi siswa untuk mempelajari dirinya sendiri dan gejala sosial sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannnya dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu pembelajaran IPS menekankan pada pemberian pengalaman secara langsung.

Berdasarkan hasil observasi pada kegiatan PPL yang dilakukan di kelas IV SDI Waesia, saat proses pembelajaran IPS menunjukan bahwa lingkungan belajar yang tidak mendukung dapat menyebabkan motivasi belajar siswa menurun dan masih rendah. Kondisi tersebut diperlihatkan pada hal-hal  sebagai berikut: 1)  kurangnya konsentrasi siswa padasaat proses pembelajaran berlangsung karena faktor lingkungan yang kurang mendukung. 2) siswa tidak terlalu menyukai pelajaran IPS karena menganggap bahwa IPS adalah mata pelajaran yang sulit dimengerti, 3) dalam proses belajar mengajar selama ini hanya sebatas pada upaya menjadikan anak mampu dan terampil mengerjakan soal-soal yang ada sehingga pembelajaran yang berlangsung kurang bermakna dan terasa membosankan bagi siswa. Hal ini apabila dibiarkan terus menerus akan mengakibatkan tidak tercapainya tujuan pembelajaran seperti yang diharapkan. Hal ini menunjukkan bahwa siswa belum memiliki dorongan dan kebutuhan dalam belajar.

Berdasarkan pemikiran diatas, maka penulis akan membahas lebih lanjut dalam bentuk penelitian tentang “Hubungan Antara Lingkungan Belajar dan Motivasi Belajar Dengan  Hasil Belajar IPS Siswa Kelas IV SD Gugus III A, III B dan IV  Kecamatan Golewa Tahun 2017/2018”.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini  tergolong dalam  penelitian Ex Post Facto karena variabel bebas dalam penelitian ini tidak dikendalikan atau diperlakukan khusus melainkan hanya mengungkap fakta berdasarkan pengukuran gejala yang telah ada pada diri responden sebelum penelitian ini dilaksanakan. Rancangan atau desain dapat dilihat pada gambar 1.1 di bawah ini

 

 

 

 

 

 

 

 

       X1

                                                       

                                                  Y

        X2

 

 

Gambar 1. Konstelasi Hubungan antara Variabel

 

         Penelitian ini dilaksanakan di SD Gugus III A, III B dan Gugus  IV Kecamatan Golewa dengan populasi sebanyak  134 orang dengan  sampel sebanyak 134 orang siswa yang terdiri dari siswa SDI Waesia, SDK Were, SDI Malamude, SDN Doka dan SDI Dolupore. Mulai pada tanggal 16 April sampai 16 Mei 2018. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik intac group, jadi semua populasi diambil menjadi sampel penelitian.

Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode angket dan melalui tes. pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawab. Angket yang diberikan kepada sampel penelitian adalah angket yang sudah di uji validitas dan reliabilitas butir soal antara lingkungan belajar dan motivasi belajar. Dalam penelitian ini, instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data tentang lingkungan belajar dan motivasi belajar adalah angket atau kuesioner tertutup. Untuk lingkungan belajar (X1) dan motivasi belajar (X2) Angket yang digunakan oleh peneliti adalah angket tertutup yaitu jenis angket yang sudah disediakan jawabannya sehingga responden tinggal memilih. Angket tertutup ini menggunakan Skala Likert.  Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau kelompok orang tentang fenomena sosial. Skala ini menggunakan lima alternatif jawaban yang bersifat positif dengan skor 5, 4, 3, 2, 1 Sehingga responden hanya memberikan tanda cheklist pada jawaban.

Hasil belajar IPS (Y) dengan menggunakan metode tes. Untuk metode tes menggunakan objektif tes (pilih ganda). Data tentang hasil belajar dianalisis secara deskriptif kuantitatif membuat tabel distribusi frekuensi yakni mencari harga rerata/mean (M), median (Me), dan modus (Mo), penyajian data dengan grafik, standar deviasi (SD), uji persyaratan analisis dan menguji hipotesis dengan menggunakan test.

HASIL PENELITIAN  

            Hipotesis yang di uji  dalam penelitian ini adalah: (1) Tidak terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara lingkungan belajar dan motivasi belajar dengan hasil belajar IPS, (2) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara lingkungan belajar dan motivasi belajar dengan hasil belajar IPS. Setelah dilakukan analisis dengan bantuan SPSS 16.00 for window diperoleh  ringkasan analisis seperti tampak pada tabel  berikut.

 

 

 

 

Tabel 1.1 Ringkasan Hasil Uji Hipotesis Penelitian

Persamaan garis regresi

 

rxy

 

rtab              Ry

 

Ry2                    E (%)

 

Ket.

 

 

 

Ŷ=  88,219 + 0,017 X1

Ŷ= 99,538 +  0,175 X2

Ŷ=100.684+0,015X1

       +0,175X2

 

 

0,216

0,201

 

 

0,176

0,176

 

0,179

 

 

 

 

0,030

0,027

0,11

 

 

Signifikan

Signifikan

Signifikan

Keterangan

X1        = Skor Lingkungan belajar

X2        = Skor motivasi belajar

X3        = Skor hasil belajar IPS

 

 

 

Hubungan antara lingkungan  belajar dan hasil belajar IPS 

Hipotesis pertama menyatakan bahwa terdapat hubungan  yang signifikan antara lingkungan belajar dengan hasil belajar IPS. Dari tabel 4.11 diketahui  bahwa persamaan regresi Y atas X1 adalah  Ŷ=88,219+0,017X1. Berdasarkan analisis  dengan menggunakan SPSS besarnya rhitung =0,216 dengan R2 = 0,011 dan dikonsultasikan dengan rtabel product moment n=134=0,176, signifikan pada α=0,05. Hal ini berarti hipotesis penelitian (Ha) yang diajukan, yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara lingkungan belajar dengan hasil belajar IPS. Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara lingkungan belajar dengan hasil belajar IPS  melalui  Ŷ=88,21+ 0,17X1 dengan kontribusi sebesar 0,30% dengan sumbangan efektifnya sebesar 0,030%.

Hubungan antara motivasi  belajar dan hasil belajar IPS

Hipotesis kedua menyatakan bahwa terdapat hubungan  yang signifikan antara motivasi belajar dengan hasil belajar IPS. Dari tabel 4.11 diketahui  bahwa persamaan regresi Y atas X2  adalah  Ŷ=  99,538+0,175 X2.  Berdasarkan analisis  dengan menggunakan SPSS besarnya r hitung =0,201 dengan R2 = 0,011dan dikonsultasikan dengan r  tabel product moment n=134=0,176, signifikan pada α=0,05.  Hal ini berarti  r hitung =0,201 signifikan pada α=0,05. Hal ini berarti   hipotesis penelitian (Ha) yang diajukan, yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara motivas  belajar dengan hasil belajar IPS. Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi  belajar dengan hasil belajar IPS  melalui  Ŷ=  99,538+0,175 X2 dengan kontribusi  sebesar 0,27% dengan sumbangan efektifnya sebesar 0,027%.

Hubungan yang signifikansi secara bersama- sama antara lingkungan belajar  dan  motivasi  belajar dengan hasil belajar IPS

 

Hipotesis ketiga  menyatakan bahwa terdapat hubungan  yang signifikan secara simultan antara lingkungan belajar (X1), dan Motivasi belajar (X2) dengan hasil belajar  IPS (Y). Berdasarkan analisis  dengan menggunakan SPSS diperoleh :Ry (1,2) =0,179, R2 = 0,011= 0,11% dengan persamaan regresi dengan hasil  belajar Ŷ= 100.684 + 0,015X1 + 0,175X2

Berdasarkan hasil analisis tersebut dapatdisimpulkan bahwa, terdapat hubungan yang positif  dan signifikan secara bersama – sama antara lingkungan belajar, motivasi belajar dengan hasil belajar IPS   melalui persamaan regresi Ŷ=  100.684-0,015X1 – 0,175X2

dengan kontribusi sebesar 0,11%  dengan sumbangan efektifnya sebesar (SE) 0,011% =11%.

Berdasarkan hasil tersebut tampak dengan jelas bahwa lingkungan belajar yang tinggi dan baik,motivasi yang kuat dan tinggi, maka hasil belajar  yang diperoleh khususnya mata pelajaran IPS akan menjadi semakin meningkat. Kekuatan hubungan kedua variabel bebas dengan hasil belajar IPS secara berurutan adalah minat belajar dan motivasi belajar.

 

Menghitung Sumbangan Efektif

Untuk menghitung besarnya kontribusi /sumbangan efektif (SE%) masing-masing variabel terhadap prediksi digunakan rumus sebagai berikut .

SE%X1   = SR%X1.(R2)

SE%X1         =  0,011

               = 5%

SE%X2         = SR%X2.(R2)

SE%X2       = =  0,011

=5%.

Total =10%

Sumbangan efektif  secara kesuluruhan  variabel lingkungan  belajar dan motivasi   belajar  adalah = 10%. Dengan demikian berarti  ada 90% hasil belajar IPS dipengaruhi oleh faktor lain.

 

Pembahasan

Berdasarkan hasil pengolahan data secara deskriptif dapat diketahui bahwa lingkungan belajar, motivasi belajar, dan hasil belajar IPS termasuk dalam kategori baik. Hasil pengujian hipotesis pertama ditemukan bahwa terdapat kontribusi yang signifikan dari lingkungan belajar dengan hasil belajar IPS.  Hal ini ditujukan dari hasil penglahan data diperoleh persamaan regresi Y atas X1 adalah  Ŷ=  88,219+0,017 X1 dengan  kontribusi sebesar 0,30%. Hal ini berarti makin tinggi lingkungan  belajar siswa maka makin tinggi pula hasil belajar IPS siswa.  Sumbangan efektif atau SE variabel lingkungan  belajar dengn hasil belajar IPS siswa sebesar 0,030%. Dengan demikian lingkungan  belajar  tidak terlepas dengan faktor yang berkontribusi dengan hasil belajar IPS.

Lingkungan b elajar adalah segala sesuatu yang berada disekitar peserta didik yang memebuat peserta didik merasa senang, aman, nyaman dan termotivasi  dan dipertimbangkan oleh penyelenggara program untuk menjalankan proses pembelajaran yang meliputi kondisi lingkungan baik fisik maupun sosial pembelajaran Lingkungan sosial yang baik memungkinkan para siswa untuk berinteraksi secara baik, siswa dengan siswa, guru dengan siswa, guru dengan guru, atau guru dengan karyawan, dan siswa.

Penelitian yang dilakukan oleh Sri Susandi, dan Nyoman Sudana yang tertulis dalam jurnal mimbar PGSD Universitas Pendidikan Ganesha (vol.2 no.1 tahun 2014) dari jurusan PGSD Universitas Ganesha, yang berjudul “ hubungan antara lingkungan belajar dan motivasi belajar terhadap  hasil belajar siswa SD kelas V Semester Ganjil di Desa Buruan” hasil penelitian menunjukan bahwa antara lingkungan belajar terhadap prestasi belajar siswa di peroleh nilai r hitung lebih besar dari pada r thabel, yang berarti memiliki hubungan yang signifikan. Sedangkan hubungan motivasi belajar terhadap prestasi belajar sebesar 29,92%. Hal ini menunjukan bahwa ada hubungan yang positif antara motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa.

Dengan memperhatikan teori pendukung yang digunakan sebagai pijakn dalam merumuskan hipotesis dan kajian penelitian yang relevan, seperti yang telah dipaparkan di atas, dugaan yang menyatakan bahwa lingkungan belajar berkontribusi  dengan hasil belajar telah terbukti secara empirik di dalam  penelitian ini.

Hasil pengujian hipotesis kedua ditemukan bahwa terdapat kontribusi yang signifikan dari motivasi belajar dengan hasil belajar IPS. Hal ini  ditunjukan dari hasil pengolahan data diperoleh persamaan regresi Y atas X2 adalah Ŷ=  99,538+0,175 Xdengan kontribusi  sebesar  0,27%  dan sumbangan efektif  sebesar 0,027%.

Penelitian yang dilakukan oleh Gde Suardana dalam jurnal mimbar PGSD Universitas Pendidikan Ganesha (vol.2 no.1 tahun 2014) dari jurusan PGSD Universitas Ganesha, dengan judul “ Hubungan  Antara interpersonal intelligence dan Motivasi Belajara Dengan Hasil belajar IPS siswa kelas V SDN Gugus Letkol 1 Gusti Ngurah Rai Denpasar” hasil penelitian menunjukan dari sampel siswa kelas V Letkol 1 diperoleh data dengan nilai R = 0,946. Dan Fhit = 786,73 lebih dari Ftab = 3,05 ini berarti terdapat hubungan yang signifikan secara bersama-sama antara interpersonal intelligence dan motivasi dengan hasil belajar. Koefisien determinasi sebesar 12,3% menunjukan bahwa motivasi belajar memberikan hubungan terhadap hasil belajar siswa.

Motivasi belajar menurut  Daradjat dkk (2010: 65), mengatakan bahwa motivasi adalah usaha yang disadari oleh pihak guru untuk menimbulkan motif-motif  pada diri murid yang menunjang pada arah tujuan-tujuan belajar. Hal ini menandakan bahwa untuk mencapai tujuan dan hasil belajar anak didik yang optimal, maka guru harus senantiasa memunculkan motif-motif dalam diri anak didik dalam proses pembelajaran.

Hubungan yang terjadi antara motivasi belajar dan hasil belajar  IPS adalah korelasi positif, yang berari semakin tinggi motivasi belajar maka makin meningkat pula hasil belajar IPS setiap tahunnya.

Dengan memperhatikan  teori pendukung  yang digunakan sebagai pijakan dalam merumuskan hipotesis dan kajian penelitian yang rekevan, seperti yang telah dipaparkan di atas, dugaan yangmenyatakan bahwa motivasi      belajar  dengan hsil belajar IPS  telah terbukti secara empirik dalam penelitian ini.  Dengan demikian dugaan yang menyatakan bahwa terdapat dugaan yang menyatakan bahwa terdapat kontribusi  yang signifikan motivasi belajar dengan hasl belajar IPS terbukti secara empirik  dalam  penelitian.  Hal ini mengidentifikasikan betapa pentingnya motivasi belajar  dalam menigkatkan hasil belajar IPS.

Hasil pengujian hipotesi ketiga ditemuklan bahwa secara simultan  terdapat kontribusi yang signifikan dari lingkungan belajar dan motivasi belajar dengan hasil belajar IPS. Hal ini ditunjukan dari hasil pengolaan data diperoleh Ry (1,2) =0,179, R2 = 0,011. Ini  berarti  secara  bersama – sama  lingkungan  dan motivasi  belajar  dengan hasil belajar IPS dengan persamaan Ŷ=100.684+0,015X1+0,175X2 dengan kontribusi sebesar  0,11% dengan sumbangan efektif sebesar 0,011%  . Hal ini berarti berarti (Ha)  yang diajukan yaitu  terdapat kontribusi yang signifikan secara bersama- sama antara lingkungan belajar dan motivasi belajar dengan hasil belajar” IPS di terima.

SIMPULAN

Berdasarkan hasil  penelitian dan pembahasan dari pengujian hipotesis tentang pengaruh lingkungan  dan  motivasi belajar  terhadap hasil  belajar IPS siswa kelas IV sekolah Dasar (SD) Gugus III A, III B dan gugus IV kecamatan Golewa diperoleh kesimpulan bahwa,

  • Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara lingkungan belajar dengan hasil belajar IPS  pada siswa kelas IV SD gugus III A, III B dan IV  Kecamatan Golewa  melalui persamaan regresi   Ŷ=  88,219 +0,17 X1 dengan  kontribusi sebesar 0,30%.
  • Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi  belajar dengan hasil belajar IPS  pada siswa kelas IV SD gugus III A, III B dan IV  Kecamatan Golewa  melalui persamaan regresi   Ŷ= 99,538+ 0,175 X2dengan kontribusi  sebesar 0,27%  dan sumbangan efektif  sebesar 0,027 %.
  • Terdapat hubungan yang positif dan signifikan secara bersama – sama antara lingkungan   belajar dan motivasi belajar  dengan hasil belajar IPS  pada siswa kelas IV SD gugus III A, III B dan IV  Kecamatan Golewa  melalui persamaan regresi   regresi  Ŷ=100.684+0,015X1+0,175X2 dengan kontribusi sebesar  0,11% dengan sumbangan efektif sebesar 0,011%.

Berdasarkan  hasil temuan tersebut disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara lingkungan  dan motivasi belajar  dengan hasil belajar IPS  pada siswa kelas kelas IV SD gugus III A, III B dan IV  Kecamatan Golewa Kabupaten Ngada. Dengan demikian kedua faktor tersebut  dapat dijadikan tolak ukur keberhasilan belajar siswa khususnya pada mata pelajaran IPS.

SARAN

Berdasarkan hasil temuan  hasil penelitian menunjukan bahwa variabel  lingkungan dan motivasi belajar berkontribusi secara signifikansi dengan hasil belajar  IPS  pada siswa kelas IV SD gugus III A, III B dan IV Kecamatan Golewa Kabupaten Ngada. Berdasarkan temuan tersebut , maka disarankan kepada,

  • Kepala SD gugus III A, III B dan IV Kecamatan Golewa

Hasil temuan ini dapat menjadi salah satu acuan penilaian pemahaman siswa terhadap hasil belajar  yang dicapainya, sehingga dalam proses pembelajaran hendaknya harus didukung dengan lingkungan dan motivasi kepada pembelajaran atau mata pelajaran yang diajarkan.

  • Sekolah dan guru

Hasil temuan ini  dapat menjadi salah satu acuan  bagi guru dalam menerapkan pembelajaran dan bagi sekolah dalam meningkatkan hasil belajar khususnya dalam mata pelajaran IPS.

  • Siswa/i kelas IV

Untuk siswa, hasil penelitian ini dapat menjadi landasan bagi siswa untuk selalu    meningkatkan kemampuan berpikir dan memecahkan masalah IPS yang berkaitan dalam kehidupan sehari-hari.

DAFTAR PUSTAKA

Slameto. 2010 Belajar dan faktor-faktor  belajar yang mempengaruhinya. Jakarta: Bumi Aksara.

Amstrong, Michael, 1999, Seri Pedoman Manajemen Sumber Daya Manusia, Terjemahan Sofyan C. dan Haryanto, Jakarta : Eka Media Komputndo

Arikunto, Suharismi. 2006. Prosedur penelitian suatu pendekatan praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

Balitbang SMK Negeri 1, 2003,  Samarinda, Hubungan Prestasi Dengan Minat, http://guruvalah.com.

 

Sardiman, A.M. 2012. Interaksi dan motifasi belajar mengajar. Jakarta: CV Rajawali

Dryden, Gordon dan Jeannette Vos, 2001, Revolusi Cara Belajar Bandung : Kaifa

Nasution. Farid, (2001). “ Hubungan Metode Mengajar Dosen, Keterampilan Belajar, Saran Belajar Dan Lingkungan Belajar Dengan Perestasi Belajar Mahasiswa”. Jurnal ilmiah kependidikan LPTK dan ISPI.

Sugiyono. 2012 metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D Bandung Alfabeta.

Hasibuan, H. Malayu SP, Organisasi dan Motivasi Dasar Peningkatan Produktifitas, (1996, Jakarta: Bumi Aksara)

Iska, Zikri Neni, Psikologi Pengantar Pemahaman Diri dan Lingkungan Bahan Kuliah dan Diskusi Mahasiswa, Cet. Ke. 1, (2006, Jakarta : Kizi Brother)

Kumpulan UU dan PP RI tentang Pendidikan (2007, Jakarta, Depag)

PP Nomor 19 Tahun 2005, Tentang Standar Nasional Pendidikan (Jakarta : Eka Jaya)

Richard, Denny, 1997,Sukses Memotivasi Juru-Jurus Meningkatkan Prestasi, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Sabri, Alisuf, 1995, Psikologi Pendidikan, , Jakarta Pedoman ilmu jaya

Sudjana, Nana, 2002, Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar, Bandung: Sinar Baru

Shohih Febriansyah. 2015.”Pengaruh Lingkungan Belajar Dan Kemandirian Belajar Terhadap Prestasi Belajar Akuntansi Siswa Kelas XI IPS SMA Muhammadyah Wonosobo Tahun Ajaran 2014/2015”. Tersedia Pada(http://diglib.uny.ac.id/gsdl/collect/skripsi/index/assoc/20SHOHIH/.pdf) (diakses tanggal 06 Maret 2018)

Sukidi, 2004, Kecerdasan Spiritual Mengapa SQ Lebih Penting Daripada IQ dan EQ  Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Koyan, I Wayan.2012. Statistik Pendidikan Teknik Analisis Data Kuantitatif. Bali: Universitas Pendidikan Ganesha Perss

Suryabrata, Sumadi, Psikologi Pendidikan, (1995, Jakarta: Rajawali Pers)

ErmelindaYosefa Awe. 2014. Hubungan Kualifikasi Akademik, Kompetensi dan Motivasi Kerja dengan Kinerja Guru Sekolah Dasar di Kecamatan Bajawa –Kabupaten Ngada. Jurnalpasca.undiksha.ac.id.Home.Vol4.No.1.(Diakses 20 Maret 2018)

Suwarto, FX, 1999, Perilaku Keorganisasian, Yogyakarta: Universitas Atmajaya,

Thoha, Mifftah, 2004, Perilaku Organisasi: Konsep Dasar dan Aplikasinya, Jakarta: PT Grasindo

Usman, M. Uzer, 2000, Menjadi Guru Profesional, Bandung: Remaja Rosdakarya

Winkel, W.S, 1996, Psikologi Pengajaran, Edisi yang Disempurnakan, Cetakan ke-4 Jakarta Grasindo

Hadi, Sutrisno. 1987. Analisis Regresi. Yogyakarta: Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada.

 

 

 

 

 

 

 

 

                   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *